Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 316 - Pembicaraan Antar Sahabat


__ADS_3

Dalam 7 hari belakangan, Anna menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari ilmu jaringan komputer dari Miyuki.


Anna melakukan praktek mengoperasikan komputer canggih, yang sudah ia pelajari, di Bumi dan ia menyerap semua teorinya di dalam dunia buatan yang memiliki perbandingan waktu 1:100 hari dengan Bumi.


Anna bahkan mempelajari tentang hal-hal dari sistem komputer yang Miyuki ciptakan namun belum diketahui para ahli komputer lain di seluruh dunia.


Dari Miyuki yang sangat jenius, Anna juga mempelajari ilmu peretasan. Ilmu kriptografi dan semua ilmu yang berhubungan dengan sistem komputer dan satelit.


Anna bahkan mempelajari cara untuk membuat robot super canggih yang bisa digerakkan dengan energi listrik.


Selain mempelajari semua hal itu dari Miyuki, Anna juga belajar bagaimana cara memasak dari Gina dan ibunya di dalam dunia buatan.


Hingga, yang awalnya sama sekali tidak berbakat dalam hal memasak, Anna kini menjadi sangat ahli dalam memasak berbagai macam jenis masakan Eropa dan Asia.


Selain belajar, Anna juga menurunkan teknik bertarung pada semua temannya.


Ia juga membantu beberapa Hunter terpercaya untuk mendapatkan peningkatan energi Mana dan membatalkan untuk memusnahkan energi Mana pada seluruh Hunter karena masih ada tugas yang dewi Ann pinta pada mereka untuk diselesaikan. Memerangi para makhluk pembelot.


Dewi Ann meminta manusia melakukannya karena dewi Ann, sebagai dewan pengawas agung yang baru dilantik oleh para Serafim, tidak diizinkan Absolut untuk mengancurkan sebuah galaksi lagi.


•••


"Kau yakin dengan keputusanmu itu?" tanya Gina sembari memberikan secangkir coklat hangat pada Anna, lalu duduk di sampingnya.


"Ya."


Gina menatapnya agak lama sebelum memberikan tanggapannya, "Ku harap apa yang kau inginkan bisa tercapai."


"Terima kasih sudah menjadi..."


"Tolong jangan ucapkan itu, ok?"


Kedua mata Gina mulai berkaca-kaca, bisa menebak apa yang ingin Anna katakan padanya.


Ia mengingat kembali awal pertemuan mereka. Bagaimana ia menemukan Anna yang terluka sangat parah dan sekarat di halaman gedung Asian Soul.


Bagaimana kemudian ia merawatnya, juga saat pertama kali mengantarkannya untuk mendapatkan lisensi di Akademi Hunter.


Gina juga mengenang bagaimana Anna sangat menggilai masakan yang ia buat.


Terutama tentang persahabatan mereka selama ini.


Sampai akhirnya, Anna menjadi pahlawan atas peperangan yang sudah mereka menangkan.


"Terimakasih sudah menjagaku selama ini," ucap Anna sembari merangkul Gina yang langsung menangis dengan suara nyaring setelah berada dalam pelukannya.


"Sial, aku tidak menyukai situasi ini."


Tidak tahan dengan suasana haru yang terjadi di sana, Kevin yang baru saja masuk ke ruang kerja Miyuki, dimana Anna dan Gina berada, langsung berbalik dan pergi meninggalkan mereka untuk kembali menghabiskan waktu bersama Bimo di teras restoran mini yang ada di atas ruang bawah tanah itu.


•••


"Anda sudah kembali, tuan Jung?" tanya Rin dengan tatapan bingung.


Kevin meletakkan minuman kaleng yang tadinya ia minta pada Rin untuk diberikan pada Anna, Gina dan Miyuki.


"Anda tidak jadi memberikannya pada mereka?"


"Mereka sudah memiliki secangkir coklat hangat. Aku akan menukarnya dengan bir saja."


Rin tersenyum sembari mengambil ketiga minuman kaleng itu dan menaruhnya kembali kedalam lemari pendingin dan mengambil 3 kaleng bir dari dalamnya.


"Ini bir Anda."


Kevin menatap Rin tapi langsung mengalihkan pandangannya dengan cepat saat Rin membalas tatapannya.


"Apa ada yang salah, tuan Jung?"


"Tidak... Tapi..., bisakah kau memanggilku Kevin saja?"


"Ya?"


"Ti-tidak... Lupakan saja... Terima kasih untuk birnya."


•••

__ADS_1


"Kenapa wajahmu merah? Kau mabuk sebelum minum?" tanya Bimo pada Kevin yang baru saja keluar dari dalam restoran dan duduk bergabung bersamanya di teras restoran tersebut.


"Mana mungkin aku mabuk?"


Bimo memutar tubuhnya untuk menengok ke dalam restoran.


"Apa karena dia?"


"Ya?"


"Kau menyukai Rin, kan?"


Kevin terdiam beberapa saat sebelum menyahut, "Apa terlihat seperti itu?"


Bimo mendengus.


"Bukan terlihat lagi..."


"Tapi terlihat sangat jelas," sambung Lucy yang baru saja datang bersama Yola dan langsung duduk di seberang mereka.


"A-apa?"


"Semua orang melihatnya dengan jelas," Yola menambahkan.


Tak lama kemudian, Gus dan Davina melintas.


"Apa Gina ada di bawah?" tanya Gus.


"Ya."


"Baiklah. Permisi."


Setelah Gus dan Davina masuk ke dalam restoran yang menjadi satu-satunya tempat untuk menuju lokasi ruang bawah tanah, Kevin kembali berbicara,


"Kira-kira... Apa Rin juga menyadarinya?"


Lucy memberikan tatapan malas seperti yang biasa Miyuki berikan pada Kevin.


"Tanya saja sendiri."


"Dari pada itu, ayo bersiap. Kita ada jadwal raid 1 jam lagi," ucap Yola mengingatkan.


"Hari ini?!"


"Lalu, buat apa kami ke sini selain untuk menjemputmu?"


"Bukankah kemarin kita sudah melakukan raid? Tidak bisakah kita beristirahat hari ini?"


Lucy mendengus kesal.


"Lawan yang tersisa hanyalah para dewa perang. Hunter biasa tidak akan bisa mengatasinya."


Kevin menatap Lucy, yang baru saja berbicara, agak lama, sebelum akhirnya mengangguk lemah.


"Baiklah," sahutnya. Ia kemudian menoleh pada Bimo, "Ayo bersiap."


"Robin Lloyd yang akan menjadi Tanker hari ini. Aku tidak bisa ikut," sahut Bimo.


"Ya? Kalau begitu aku juga ingin libur kali ini."


"Kau tidak boleh," ucap Lucy.


"Dia boleh kenapa aku tidak?"


"Aku sudah punya janji," sahut Bimo lagi.


"Batalkan saja."


"Aku tidak berani."


"Apa?! Siapa yang membuatmu tidak berani membatalkan janji?"


"Aku."


Sosok gadis berparas manis yang baru saja keluar dari dalam restoran, menatap Kevin dengan sorot mata mengancam.

__ADS_1


Tidak seperti biasanya, gadis itu kali ini keluar dengan mengenakan gaun sederhana namun sangat indah dan cocok dengan dirinya.


"Miyu?"


Kevin menatap Miyuki dari atas hingga ke bawah.


"Ada apa? Kau mau protes?"


"Tidak," sahut Kevin cepat sembari melambaikan kedua tangannya. Ia memang sudah jauh lebih kuat lagi setelah peperangan terakhir. Tapi dia masih bukan tandingan Miyuki yang hanya bisa dikalahkan Anna. "Tapi... Ada apa dengan pakaianmu itu?"


"Alvin Rufino dari Kota S menikah hari ini. Avatar yang Anna berikan pada mereka mengirimkan pesan pada Miyuki agar bisa menghadirinya."


"Begitu...," Kevin tahu jika Miyuki dan Mina, yang menjadi Sistem yang berada di dalam tubuh Alvin, saling berhubungan. Jadi dia bisa memakluminya. "Baiklah. Sampaikan salamku padanya."


Setelah Bimo dan Miyuki pergi menuju airport tempat pesawat 9 AM berada, Rin keluar dari dalam restoran.


"Apa Anda butuh bantuan, tuan Jung?"


Kevin berpaling dengan cepat dan menatap Rin dengan mata berbinar.


Ia bahkan langsung berdiri dari kursinya.


"Apa kau mau pergi bersamaku?"


Rin mengerjapkan kedua matanya beberapa kali.


"Ke Dungeon, kan?"


Kevin terbatuk. Tingkah anehnya itu membuat Lucy dan Yola yang masih duduk di seberangnya tertawa.


"Y-ya... Tentu saja..."


"Baiklah. Saya akan meminta izin pada nyonya Stewart terlebih dahulu," sahut Rin yang kemudian kembali lagi untuk menemui bosnya, yang tak lain adalah ibu dari Gina.


"Astaga... Kenapa kau tidak cari wanita yang seusia denganmu?" ucap Lucy dengan nada bercanda.


"Hei... Usia kami hanya terpaut 16 tahun, ok?"


"Itu terlalu jauh...," sahut Yola.


Kevin menarik nafas panjang.


"Begini... Coba kalian perhatikan wajah dan tingkah lakunya yang lembut. Pria mana yang tidak akan langsung menyukainya?"


"Tsk... Itu cuma karena kau selalu ditindas Anna dan Miyu, kan?"


"Apa?! Mana mungkin mereka berani menindasku?"


"Kau mau mencobanya?" sahut Anna yang tiba-tiba sudah duduk di samping Kevin.


Bukan hanya Kevin. Lucy dan Yola juga kaget sampai hampir terjungkal dari kursi mereka setelah melihat Anna muncul di hadapan mereka secara tiba-tiba.


"Anna! Kebiasaanmu itu sangat buruk!"


...•...


...•...


...Teman-teman, terima kasih sudah mau membaca dan mengikuti novel pertamaku 💖🙏...


...- Nika (meowmoe)...


...•...


...••...


...•••...


...•••●●● T A M A T ●●●•••...


...•••...


...••...


...•...

__ADS_1


__ADS_2