
"Sejujurnya, kekuatan mereka sangat berbeda dibandingkan monster lain yang pernah ada. Maksud saya, jenis energi sihir yang mereka miliki juga sangat berbeda." Sahut Anna, memancing para wartawan untuk bertanya lagi ke arah yang ia inginkan.
Wartawan itu tertegun. Ia kemudian menoleh pada rekan-rekannya dan mereka saling bertatapan beberapa saat sebelum kembali bertanya pada Anna, "Apa maksud Anda dengan energi sihir yang berbeda itu, nona Anna?"
Anna mendesah pelan. Sengaja membuat ekspresi wajahnya tampak seperti orang yang sedang memiliki banyak beban berat dalam hidupnya.
"Sebenarnya, setelah banyak pengalaman yang kami temui saat keluar masuk Dungeon, kami menemukan makhluk lain yang memiliki jenis energi Mana berbeda dengan monster-monster yang selama ini menjadi musuh seluruh Hunter di dunia,"
"Jika Anda mungkin pernah mendengar atau membaca sebuah tokoh mitos yang diceritakan oleh nenek moyang kita dulu, Anda mungkin akan tahu apa yang saya maksud," Anna menyapukan tatapannya lagi pada seluruh wartawan, sebelum melanjutkan kalimatnya, "Apakah Anda semua pernah mendengar sosok iblis bernama Damballa?"
Para wartawan, yang di tatap Anna secara bergantian, mengangguk.
"Kami pernah bertemu dengannya saat dungeon break terjadi di pusat Kota C dulu."
"Apa?!"
Para wartawan kembali saling bertatapan. Walaupun monster-monster sudah sangat lazim bermunculan di zaman sekarang, namun mereka tidak menyangka bahwa iblis mitos seperti Damballa itu nyata.
Anna melirik pada Li Wen Xia. Ia kemudian tersenyum pada wanita itu. Pertanyaan dari wartawan tadi sungguh pertanyaan yang tak terduga, yang membuatnya sedikit senang.
"Kebetulan sekali Anda menanyakannya. Sebenarnya, monster-monster itu berada di ras yang berbeda dari monster lainnya. Mereka adalah iblis." Ucap Anna, dengan masih menatap pada Li Wen Xia.
Anna melihat perubahan ekspresi pada wajah Li Wen Xia. Senyum lembut yang sejak tadi tersungging di bibir wanita itu pun sirna seketika.
"Jadi, Anda dan rekan-rekan dari Nine Bears berhasil mengalahkannya, nona Anna?" tanya wartawan lagi.
Anna mengangguk. "Kami berhasil membunuh iblis yang saat itu menyebabkan dungeon break di Kota C."
Setelah Anna selesai berbicara, ia kemudian mengambil smartphonenya. Ia mengetik sebuah pesan dengan sangat cepat, lalu mengirimkannya pada Miyuki.
"Lalu, bagaimana dengan iblis yang berada di Dungeon peringkat SS di Kepulauan Fiji?"
Anna hendak menjawab pertanyaan itu, namun ia menghentikan niatnya saat menerima pesan balasan dari Miyuki.
Anna curiga akan ada pertanyaan mengenai bagaimana bisa mereka membedakan sebuah energi Mana. Untuk itulah ia segera menghubungi Miyuki. Ia tadi mengirimkan pesan dan bertanya, apakah Miyuki bisa membuat sebuah alat untuk mendeteksi perbedaan energi Mana dan berapa lama waktu yang Miyuki butuhkan untuk menciptakan alat tersebut.
Namun, tanpa di duga nya, Miyuki langsung menjawab :
"Alatnya sudah ku buat. Kapan saja kau perlu, kau bisa menunjukkannya langsung pada publik."
"Nona Anna?"
"Ah, ya. Maaf." Ucap Anna yang kemudian tersenyum seraya mengembalikan smartphonenya ke kantong hoodie.
"Iblis di Dungeon peringkat SS itu, kami hanya berhasil mengusirnya. Saya pikir, mereka ketakutan hingga melarikan diri."
Wartawan tampak terkejut. Memang, dari sudut pandang penonton, mereka tidak bisa menyaksikan bagaimana wanita berambut pirang dan Naga merah melarikan diri ke dalam lubang hitam, karena terlindung oleh tebing.
Bahkan, mereka juga tidak melihat kejadian saat Anna meledakkan Naga hitam. Yang mereka tahu dan saksikan hanyalah Anna yang tampak sedang menggunakan kekuatannya untuk meledakkan Dungeon tersebut, karena tangkapan kamera saat itu mengarah pada Anna yang sedang melayang-layang di udara.
"M-mereka melarikan diri?" tanya Wartawan.
"Ya. Saya berhasil membunuh Naga hitam, sayangnya, Naga merah dan iblis wanita itu berhasil melarikan diri." Sahut Anna, seraya melirik pada Li Wen Xia yang langsung membalas tatapan itu dengan tatapan tajam.
Glup...
Wartawan itu tiba-tiba merasa gugup. Begitu juga dengan wartawan lain dan juga para kru yang sedang menyiarkan wawancara tersebut secara langsung ke seluruh Asia Tenggara.
Apa yang mereka pikirkan sama. Jika dua makhluk tersebut berhasil melarikan diri, berarti masih akan ada ancaman besar yang akan datang.
__ADS_1
Li Wen Xia menatap Anna dengan perasaan marah, sementara Anna tersenyum padanya.
'Jika kau ingin membuat sebuah kekacauan, mari kita buat yang lebih besar.'
Kata-kata tersebut memang tidak di ucapkan Anna secara langsung. Namun, Li Wen Xia bisa menebak apa yang sedang Anna pikirkan hanya dari tatapan matanya.
"Tunggu dulu, nona Anna." Li Wen Xia akhirnya ikut berbicara, "Anda tadi mengatakan bahwa Anda bisa membedakan energi Mana para monster yang sudah biasa kita temui, dari para iblis. Bagaimana cara Anda melakukannya?"
Anna tersenyum. Ia sudah bisa menebak akan ada pertanyaan seperti itu, namun tidak menduga bahwa Li Wen Xia sendiri yang akan menanyakannya.
"Kami akan menunjukkan caranya. Besok, 9 AM akan melakukan konsfernsi pers di kantor pusat 9 AM di Kota C. Mari kita lihat besok." Sahut Anna.
Li Wen Xia terdiam sejenak. Namun, ia tidak serta-merta kehabisan akal untuk memojokkan Anna. Ia kembali bertanya, "Lalu, bagaimana dengan kekuatan mu, nona Anna? Saya melihat hasil identifikasi Anda di situs Asosiasi Dunia bahwa Anda hanyalah Hunter berperingkat F. Jadi, bagaimana Anda bahkan terlihat lebih kuat dari Kevin Jung yang berperingkat SSSS?" Li Wen Xia mengakhiri kalimat dengan senyum sinisnya.
Anna benar-benar tidak ingin menjelaskan dari mana kekuatannya berasal, karena ia juga belum mengetahuinya dengan pasti.
Anna bukan sengaja ingin merahasiakan pengalaman yang telah dilaluinya selama 15.000 tahun untuk melatih kemampuannya. Dia hanya tidak ingin repot dengan pertanyaan-pertanyaan yang pasti akan di ajukan setelah cerita hidupnya diketahui banyak orang.
Jadi, Anna menjawabnya dengan asal.
"Nyonya Li. Sang Pencipta alam semesta tidak akan meninggalkan manusia begitu saja di saat ada monster dan iblis mengerikan berkeliaran di dunia ciptaan-Nya. Jadi, Sang Pencipta memberikan kekuatan-Nya pada seseorang untuk membasmi para pembawa bencana itu." Sahut Anna, di akhiri juga dengan senyum yang tak kalah sinis dari senyuman Li Wen Xia.
Li Wen Xia hampir tertawa ketika mendengar penjelasan tersebut, andai dia tidak mengingat ada para wartawan dan kru Asosiasi berada di sana.
"Jadi, yang ingin Anda katakan..., Anda ini adalah utusan Sang Pencipta?" kejar Li Wen Xia.
Anna tersenyum canggung.
'Yah, biarlah orang-orang mengira aku tampak seperti seorang yang akan membuat sekte aliran ajaran baru.'
"Anda sendiri yang mengatakannya, nyonya Li." Sahut Anna kemudian.
•••
Anna terpaksa harus pergi dengan menaiki pesawat milik 9 AM sebagai transportasinya, karena ia tidak mau kemampuan teleportasinya diketahui publik dan membuat mereka jadi bertanya-tanya.
Anna takut jika 'kejahatannya' melakukan raid ilegal di banyak negara akan terungkap saat orang-orang tahu bahwa dia bisa berteleportasi. Yang orang-orang tahu selama ini hanyalah dia memiliki kemampuan lari super cepat hingga tak kasat mata.
Sembari menatap ke luar jendela dan melihat pemandangan langit biru yang dihiasi oleh awan-awan, Anna memikirkan lagi rencananya yang gagal. Ia tadinya ingin berbicara berdua saja dengan Li Wen Xia dan menggertaknya.
Walaupun rencananya gagal, namun wawancara yang benar-benar tidak diinginkannya itu pada akhirnya sedikit memberikan Anna perasaan gembira saat pertanyaan tak terduga dari wartawan di akhir wawancara benar-benar telah berhasil mengembalikan mood nya yang telah dirusak Li Wen Xia.
'Yah, kecuali yang paling akhir sih.'
Merasa malu sendiri saat mengingat hal itu, Anna menutup wajah dengan kedua tangannya.
•••
"Miyu. Kapan kau menciptakan alat pendeteksi itu?" tanya Anna, begitu ia bertemu Miyuki di laboratorium bawah tanah.
"Aku sudah lama menyiapkannya."
Anna menatap Miyuki dengan takjub.
Sementara itu Miyuki segera mengalihkan pembicaraan. Dia tidak ingin Anna tahu bahwa sebenarnya penciptaan alat pendeteksi energi Mana dia lakukan karena penasaran pada energi Mana milik Anna.
"Aku sudah meminta orang-orang ku mengambil alat nya kemarin malam."
"Orang-orang mu? Kapan mereka datang?"
__ADS_1
Miyuki menatap Anna dengan tatapan malas. "Sudah lima bulan yang lalu. Mereka bahkan sudah bekerja di laboratorium di gedung perusahaan 9 AM dan orang-orang di 9 AM sudah mengenal mereka dengan sangat baik. Bagaimana kau bahkan tidak mengetahuinya?"
Anna sedikit merasa bersalah saat mengetahui hal itu. Ia bahkan tidak ada waktu untuk berdiskusi lama bersama rekan-rekannya saat mereka berkumpul di laboratorium.
Jika ada waktu senggang, Anna biasanya langsung pergi ke sebuah negara dengan berteleportasi. Ia kemudian menyelinap ke dalam gerbang Dungeon, membuka gerbang ke dalam laboratorium bawah tanah, lalu meminta rekan-rekannya yang sudah menunggu untuk masuk dan melakukan raid. Anna terlalu fokus untuk meningkatkan peringkat semua member Nine Bears.
"Tolong sampaikan permintaan maaf ku pada mereka. Lain kali aku akan mengunjungi mereka."
"Kau bisa bertemu mereka besok."
Anna mengangguk setuju.
"Tapi, kau kelihatan sangat senang, kan?" tanya Miyuki saat melihat wajah bahagia Anna yang kini sedang menonton tayangan ulang wawancaranya di kantor Aosiasi pusat kemarin.
"Senang? Dia menjebak ku. Aku hanya membuat kekacauan."
"Tsk..., kau tahu, semua warga mungkin merasa tidak aman lagi setelah kau mengatakan bahwa mereka telah melarikan diri."
"Tidak juga. Dengan begitu, kita akan mendapat banyak panggilan raid. Bukankah itu bagus?"
"Memang bagus. Tapi kau merusak mood masyarakat."
Anna : "..."
Miyuki yang masih bertatapan dengan Anna : "..."
Anna akhirnya menyerah. "Yah, salah ku."
Miyuki meletakkan laptopnya dan duduk bersandar dengan santai di sofa yang sama dengan yang Anna duduki.
"Tapi sepertinya bukan hal itu saja yang membuat mu senang."
Anna menoleh lagi pada Miyuki, menatapnya dengan bingung.
"Maksud mu?"
"Aku bisa melihat apa yang kau lakukan di Kepulauan Fiji."
Anna mengerutkan keningnya. "Apa yang ku lakukan?"
Miyuki mendengus.
"Kau ingin aku mengatakannya?"
Anna diam. Dia benar-benar tidak mengerti maksud di balik pertanyaan Miyuki.
"Apa aku perlu mengganti tayangan berita itu dengan isi pesan-pesan dari ponsel mu?"
"Hah? Apa maksud..."
Kedua mata Anna melebar. Ia akhirnya menyadari apa yang Miyuki maksud.
"Miyu! Kau benar-benar mengerikan!"
Miyuki akhirnya tertawa. Dia benar-benar senang telah menemukan sisi lain Anna.
"Aku akan merahasiakannya, ok?"
"Kau penguntit internasional!"
__ADS_1
•••••••