Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 69 - Dunia Orc


__ADS_3

Sejak dia berada di dalam Dungeon, Anna merasakan sedikit keanehan di dirinya. Walaupun terasa samar, namun dia dapat merasa energi Mana nya terkuras setiap detik, mulai saat ia masuk dari gerbang tadi.


"Apakah Dungeon ini menyerap energi Mana ku?" pikir Anna, yang tidak bisa mencegah hal itu terjadi.


Karena hal itu juga, untuk pertama kalinya sejak 15.000 tahun, Anna akhirnya bisa merasakan kembali bagaimana rasanya sakit kepala.


Kepalanya agak sedikit pusing dan terkadang pandangannya sedikit kabur.


Awalnya, Anna mengira itu karena ada sedikit perubahan pada Dungeonnya.


Padahal, bukan itu penyebabnya.


Karena masih ada hal yang harus dilakukannya, Anna akhirnya pergi untuk mencari pilar sihir ke tempat pertemuannya dan Tzullu pertama kali.


Anna lebih memilih untuk melakukan perjalanannya dengan terbang di langit, walaupun dia sebenarnya bisa langsung berteleportasi, karena ia sebelumnya sudah merekam lokasi tempat pertemuannya dengan Tzullu dalam ingatannya.


Saat pertama kali tiba di dalam Dungeon tadi, Anna juga tertarik dengan keadaan sekitar yang telah berubah. Terutama saat ia melihat langit yang sebelumnya gelap, kini tampak lebih cerah. Dia bahkan dapat melihat adanya awan yang sebelumnya tidak ada.


Anna juga dapat merasakan energi sihir kuat yang berasal dari seluruh penjuru tempat yang juga tak dirasakannya saat dia terakhir kali berada di tempat itu. Energi sihir yang ia rasakan kini ratusan kali lipat lebih besar dibandingkan sebelumnya.


Selain itu, ada banyak binatang-binatang liar yang jauh lebih beragam dibandingkan sebelumnya. Bahkan ada hewan-hewan yang mirip dengan burung di Bumi yang terbang di langit biru.


"Langitnya berwarna biru... Mirip di Bumi. Apa di sini juga ada laut?" pikir Anna, bertanya-tanya dalam hatinya.


Dengan kedua matanya yang memiliki jarak pandang sangat jauh, sepanjang perjalanannya Anna mencoba memandang ke kejauhan di sekelilingnya untuk melihat apakah ada lautan disana.


Pada saat itulah dia akhirnya menyadari hal lain yang berbeda pada dirinya. Jarak pandangnya juga seperti memiliki batasan, tidak seperti biasanya.


"Apakah karena tempat ini sangat kecil?"


Anna akhirnya mendongak untuk menatap ke langit. Anehnya, dia memiliki jarak pandang yang baik dan dapat melihat sampai menembus angkasa.


Jarak pandangnya hanya terbatas jika dia gunakan untuk memerhatikan keadaan Dungeon itu.


Anna melihat ada benda yang mirip dengan Bulan di sana. Bedanya, Bulan itu ada dua dan memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan Bulan yang terlihat di Bumi, dan jaraknya juga lebih jauh dibandingkan jarak antara Bulan dan Bumi.


Setelah sampai di tempat yang ia tuju, Anna langsung dapat melihat pilar sihir yang memiliki ukuran hampir sama dengan lebar tubuhnya, namun memiliki tinggi yang tidak sampai setengah dari tinggi badannya.


Hanya dengan sapuan ringan kakinya, pilar sihir yang terbuat dari batu itu pun hancur berkeping-keping.


Berbeda dengan kondisi normal yang membutuhkan waktu selama seharian penuh sampai gerbang Dungeon tertutup, gerbang Dungeon yang telah melewati masa break hanya memberikan waktu paling lama 15 menit dalam proses tertutupnya gerbang, sejak saat pilar sihirnya telah dihancurkan.


Setelah menyelesaikan tugasnya, Anna memanggil semua Orc untuk berkumpul di sekitarnya.


Entah karena sudah pernah mempelajari tentang baris-berbaris, semua Orc berbaris dengan rapi di hadapannya. Anna sedikit takjub melihat kedisiplinan yang ternyata dimiliki bangsa Orc itu.


Orc wanita kemudian memerintahkan semua anggota suku nya untuk berlutut dan mereka semua mematuhinya. Begitu pula dengan dua High Orc.


Walaupun Anna sangat tidak nyaman dengan pemandangan itu, dia membiarkannya saja. Lagian, dengan begitu mereka akan bisa saling bertatapan dengan nyaman saat dia sedang berbicara, karena posisi mata mereka yang akan sejajar.


Sebelum berbicara, Anna memandang seluruh isi Dungeon yang berada dalam jarak pandangnya sekali lagi.


Dia masih bingung karena hanya bisa melihat lingkungan itu sejauh 500 meter. Biasanya, Anna dapat melihat apapun dengan detail sejauh 10 kilometer jika dalam bidang bulat.

__ADS_1


Jika pengelihatannya di tarik secara garis lurus, maka dia bisa melihat sampai sejauh Matahari.


Walaupun jarak pandangnya sangat terbatas dari biasanya, namun Anna tahu bahwa sihir penghalang di tempat itu sudah terbuka.


Zona perang yang dimaksud Orc dan Elf itu juga sepertinya sudah tidak membatasi lagi.


°°°


Anna akhirnya membuka gerbang ke dunia buatannya dan memanggil 3 Orc pengikutnya yang berada disana untuk pergi ke dalam Dungeon di mana Orc-orc baru berada.


Walaupun sebelumnya ketiga Orc itu sedikit waspada saat melihat makhluk asing yang memiliki kulit kendor itu berbicara pada mereka, namun saat mereka mengenali suara makhluk itu, mereka akhirnya berlutut dihadapannya.


Tzullu, Tzaca dan Drucalla sangat terkejut saat melihat banyak bangsa mereka yang juga ada disana, yang telah berlutut dengan patuh di hadapan Anna.


Terutama Tzullu.


Saat ia mengenali salah satu Orc yang berlutut, wajahnya tampak terkejut. Ada tatapan haru di mata Tzullu setelahnya.


Anna tersenyum melihat ekspresi Tzullu. Dia juga dapat menangkap rasa haru yang ada di mata nya yang tampak berkaca-kaca.


‘Ternyata Orc juga bisa memiliki wajah terharu seperti manusia.’


Setelah memerhatikan dan membiarkan momen itu dalam 1 menit, Anna akhirnya berbicara kembali.


“Tzullu.”


Tzullu yang tadinya sudah berdiri lagi secara refleks saat ia melihat Orc yang sangat ia kenal dan dirindukannya, kembali berlutut di hadapan Anna, saat mendengar 'dewi agungnya' menyebut namanya.


“Ya, dewi agung!”


“Ya, dewi agung.” Sahut Tzullu dengan cepat.


Ia kemudian menundukkan kepalanya agak dalam, sebelum akhirnya bangkit berdiri dan pergi menghampiri pasukan Orc baru untuk melaksanakan perintah yang diberikan padanya.


Anna kemudian beralih pada Drucalla.


“Drucalla, kau bawa dia bersama mu. Dia akan menjadi pengikut mu mulai sekarang.” Ucap Anna, sambil menunjuk pada High Orc petarung.


High Orc petarung, yang tadi terkejut dengan betapa kuatnya energi sihir yang berasal dari 3 Orc yang baru muncul dari gerbang, menatap Drucalla dan menunduk padanya dengan patuh.


Normalnya, tidak pernah terjadi adanya Orc yang memiliki energi Mana lebih besar dibandingkan High Orc. Namun, berkat metode yang dilakukan Tzaca dengan memindahkan energi Mana dari monster-monster yang telah mati pada semua Orc di dunia buatan Anna, mereka bertiga saat ini jauh lebih kuat dibandingkan High Orc yang berada disitu, walaupun masih belum sekuat Raja Orc.


Apalagi dengan adanya perbedaan waktu yang berbanding jauh, Orc juga telah meningkatkan energi Mana mereka secara alami, seperti cara yang biasa mereka lakukan untuk meningkatkan energi Mana. Melakukan ritual menari dan bernyanyi di sekeliling api unggun.


Saat pertama kali mengetahuinya dari cerita Tzaca, Anna hampir tak percaya. Namun saat dia melihatnya sendiri barulah akhirnya dia mempercayainya.


Waktu itu Anna berpikir, 'Jika manusia tahu cara Orc untuk meningkatkan energi Mana hanya dengan bernyanyi dan menari, mereka akan mengutuk sampai muntah darah.'


Anna akhirnya beralih pada Tzaca.


“Dia akan jadi pengikut mu.” Ucap Anna sambil menunjuk dan menatap High Orc penyihir.


Setelah semua hal yang diinginkan Anna tersampaikan, bangsa Orc akhirnya pergi ke dunia buatan Anna dengan membawa mayat High Orc dan Raja Orc.

__ADS_1


Karena ia tadi fokus memerhatikan adik dan juga anggota sukunya, Tzullu terkejut saat pertama kali mengenal tubuh Raja Orc yang memiliki ciri khas tersendiri.


Tubuh yang lebih besar, gemuk dan perut buncit adalah perbedaan antara Raja Orc dan High Orc.


Tzullu tentu mengenalnya, karena mayat itu adalah raja nya juga.


'Pantas saja mereka semua langsung patuh pada dewi agung. Mereka pasti telah melihat pertunjukan yang menakjubkan.'


Selain mayat-mayat High Orc, tentu saja mereka juga mengangkut kristal-kristal sihir.


Ada sedikit perasaan bersalah saat Anna melihat tumpukan kristal sihir yang tampaknya sudah melalui tahap pengolahan.


Kristal sihir yang sudah melalui tahap pengolahan, akan memiliki bentuk yang rapi karena di desain menyerupai emas batangan.


Sato Corp., penemu cara pengolahan, sengaja mendesain demikian, karena saat ini kristal sihir bahkan jauh lebih berharga dibandingkan emas.


Tim desain dari Sato Corp., memiliki visi untuk mencuci otak semua orang agar lebih memilih kristal sihir sebagai asset di bandingkan emas.


Bahkan di masa yang akan datang, kristal sihir yang diolah dengan sangat sempurna, akan memiliki bentuk seperti sebuah koin yang memiliki harga yang jauh lebih mahal dibandingkan kristal olahan generasi pertama yang menyerupai emas batangan.


“Itu pasti milik guild Black Diamond. Saham mereka pasti akan turun sebentar lagi saat para investor tahu guild telah kehilangan asset sebanyak ini.” pikir Anna.


Semua Orc sibuk memindahkan barang-barang tersebut, kecuali Tzaca. Anna memintanya untuk tetap tinggal bersamanya.


Anna menunjuk pada 2 benda besar yang berada di langit, yang dulunya tidak ada, lalu bertanya pada Tzaca.


“Apa itu?”


Tzaca mendongak sebentar untuk melihat ke arah jari Anna menunjuk.


Jika Tzaca bukan makhluk yang memiliki energi Mana, sudah pasti ia akan kebingungan karena tidak akan dapat mengerti maksud pertanyaan Anna dan benda apa yang ditunjuk olehnya.


Sebenarnya, benda yang mirip Bulan itu tidak terlihat sama sekali dari tempat mereka berada, jika dilihat dengan mata manusia biasa.


Namun, karena Tzaca juga memiliki energi Mana, maka ia juga memiliki pengelihatan super, walaupun jauh dari kemampuan yang Anna miliki. Tzaca bisa melihatnya, walaupun tidak terlalu jelas.


Tzaca kembali menatap pada Anna. “Bulan, dewi agung.”


“Ternyata benar," gumam Anna.


“Ya, dewi agung,” Tzaca kemudian menunjuk pada sumber cahaya terang di kejauhan, “Yang itu Matahari.”


"..."


Anna tidak perlu menoleh ke arah itu. Dia sudah tahu. Anna bertanya hanya untuk memastikannya.


Setelah memastikan kebenarannya, Anna akhirnya merasakan perasaan takjub.


‘Apakah tempat ini benar-benar sebuah planet?’


“Apakah ini adalah dunia asal kalian yang sebenarnya?” tanya Anna lagi.


“Ya, dewi agung. Ini adalah planet kami.”

__ADS_1


‘Ternyata benar.’


°°°


__ADS_2