Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 32 - Akademi Hunter


__ADS_3

Anna Lloyd dan Gina Stewart sudah berada di dalam sebuah sedan yang melaju menuju sisi Timur pinggiran Kota C.


Butuh waktu sekitar 2 jam perjalanan dari apartemen mereka yang berada di pusat kota untuk sampai ke Akedemi Hunter yang terletak di pinggiran Kota C.


Sambil mengemudi, Gina sesekali melirik pada Anna yang duduk disebelahnya. Dia senang saat melihat wajah gadis itu terlihat ceria, tapi sekaligus khawatir saat mengingat keadaannya.


Dengan bergabungnya Anna ke dalam Akademi Hunter, tentu saja dapat membuat keberadaannya mungkin akan diketahui Cassey, baik secara langsung atau pun secara tidak langsung. Bisa saja Anna tidak sengaja bertemu teman-teman Cassey disana yang sudah pasti mengenalinya lalu akan bercerita tentang pertemuan mereka pada Cassey.


Walaupun Cassey sudah bisa dipastikan lulus tahun ini dan mereka kemungkinan tidak akan bertemu dalam waktu dekat, karena sebagai Hunter baru, Cassey pasti disibukkan dengan raid-raidnya. Tapi, bisa saja saudari tirinya itu mencarinya secara khusus saat mengetahui dia telah gagal membunuh Anna dengan maksud membungkamnya agar tidak melaporkan pada Asosiasi Hunter.


Selain itu, masih ada keluarga Lloyd yang entah kenapa hanya diam dan tidak melaporkan kejahatan yang Cassey lakukan. Gina tidak dapat menyimpulkan apakah keluarga Lloyd mengetahui kejadian itu dan menutupinya, atau mereka memang tidak mengetahuinya.


Namun dugaan pertamalah yang paling diyakininya. Mengingat Anna yang sudah selama 2 minggu lebih tidak pulang ke kediaman keluarga Lloyd, akan tetapi tampaknya mereka tidak mengkhawatirkan dan tidak mencarinya atau melaporkan ke pihak yang berwajib. Hal itu, sudah pasti sangat tidak mungkin terjadi.


Sebenarnya, Gina bisa sedikit tenang jika Anna mau menuruti sarannya untuk melaporkan kejadian itu langsung ke Asosiasi Hunter. Tapi, Anna sudah beberapa kali menolak sarannya tersebut. Padahal, jika dia melaporkannya, Asosiasi bisa memberikan perlindungan pada gadis itu selama melakukan penyelidikan atas kasusnya.


“Aku akan berada di dalam Dungeon sedikitnya selama 4 hari. Aku akan memberikan nomor kontak sepupu ku jika kau membutuhkan sesuatu. Dia orang yang bisa kau percaya.”Gina menyarankan. Dia tidak akan bisa melindungi dan mengawasi Anna saat sedang berada di dalam Dungeon.


“Tolong jangan khawatirkan aku.” Sahut Anna tampak tidak tertarik.


Melihat respon Anna yang sepertinya tidak setuju dengan ide nya, Gina terus menatap wajah Anna sesekali sambil juga melihat jalan di depan mereka.


“Dia adalah orang yang sangat baik dan sangat cekatan. Aku akan menceritakan tentang dirimu padanya, dia pasti akan segera menanggapi panggilanmu dengan cepat kalau kau menghubunginya. Bagaimana?”


Anna akhirnya menoleh pada Gina.


“Ku rasa, merahasiakan keadaan ku pada orang lain, adalah pilihan terbaik untuk saat ini. Aku memiliki rencana ku sendiri untuk menangani masalah itu.”


Anna tersenyum setelah mengatakannya. Dan itu berhasil membuat Gina luluh lagi.


“Aku tau kau mengkhawatirkan ku. Terima kasih untuk itu. Tapi, aku akan menjaga diri ku dengan baik.” Lanjut Anna. Dia tidak ingin Gina terlalu mengkhawatirkannya.


Gina melihat tekad di kedua mata Anna dan berpikir. “Dia tampak seperti gadis remaja, tapi juga tidak terlihat seperti gadis remaja.”


Mobil itu akhirnya masuk ke kawasan Akedemi Hunter. Mereka berhenti di pos pemeriksaan sebelum melanjutkan perjalanannya lagi. Setelah mereka berkendara sejauh 1 kilometer lagi, mereka melihat antrian panjang mobil-mobil lain di lajur kiri jalan, sementara Gina mengambil lajur kanan dan berhenti di depan pos pemeriksaan kedua.


Gina menunjukkan kartu identitasnya dan mereka membuka plang, yang sebelumnya menghalangi jalan, untuk membiarkan mobil yang Gina kendarai kembali melanjutkan perjalanan mereka.


“Mereka juga menuju akademi?” tanya Anna sambil menatap antrian di sebelah kiri mereka.


“Ya, lajur itu digunakan oleh orang-orang yang sedang mengantarkan anak-anak mereka untuk mendaftar di akademi. Lajur itu biasanya kosong dan hanya ramai disaat ada pendaftaran untuk siswa-siswi baru.”


“Lajur ini digunakan untuk para instruktur atau siswa yang sudah terdaftar yang tidak tinggal di asrama.”


“Gerbang sebelah sini biasanya akan sedikit ramai pada jam 8 pagi.” Gina menjelaskan.

__ADS_1


Anna melihat jam yang berada di dashboard dan melihat waktu saat ini menunjukkan pukul 9 pagi.


Gina kebetulan sedang melirik Anna pada saat itu. Dia lalu tersipu dan tertawa.


“Aku memang memilih agak siang untuk menghindari macet jika tidak ada jam mengajar pagi.” Ucap Gina malu-malu dan Anna menanggapinya dengan senyum anehnya.


Tembok besar yang menjulang tinggi yang tampak sangat kokoh dan hampir menyerupai tembok besar di negara Cina tampak di depan mereka.


Itu merupakan tembok yang mengelilingi dan memagari wilayah Akademi Hunter.


Setelah melewati gerbang, tampaklah bangunan yang sangat besar memenuhi area yang sangat luas di hadapan mereka.


Mobil itu terus melaju, setelah melewati pos pemeriksaan ketiga yang berada di gerbang tadi, sampai akhirnya memasuki area parkir khusus yang disediakan untuk para instruktur.


Setelah memarkirkan mobilnya, Gina mengajak Anna untuk mengikutinya menuju tempat pendaftaran siswa baru.


Gina tersenyum dengan perasaan bangga saat melihat orang-orang yang berpapasan dengan mereka tampak sangat terkejut bahkan sebagian besar dari mereka melongo menatap gadis cantik yang berjalan disampingnya.


Dengan menggunakan hoddie dengan paduan hotpants jins, Anna sudah tampak sangat cantik dan sangat enak dilihat.


Gina membawa Anna ke sebuah ruangan luas yang merupakan ruang kerjanya. Di dalam ruangan itu tampak banyak boks-boks yang membagi wilayah-wilayah beberapa karyawan yang adalah instruktur di Akademi itu. Ruang kerja ini adalah ruangan khusus instruktur yang akan memberikan pembelajaran di Akademi.


Beberapa orang yang sedang sibuk menatap monitor di hadapan mereka, awalnya hanya melirik untuk melihat siapa yang baru saja memasuki ruangan kerja mereka. Tapi, tatapan mereka langsung terpaku pada Anna dan Gina, begitu mereka melihat dua kecantikan itu berada di sana.


Gina menyapa rekan-rekannya yang rata-rata memiliki usia jauh lebih tua darinya itu dengan ramah sambil memperkenalkan Anna sebagai adik sepupunya pada mereka.


Setelah sampai di meja kerjanya, Gina mengambil sebuah kotak yang berisi permen dan memberikannya pada Anna yang kebingungan saat membuka dan mengetahui isi kotak kecil tersebut.


Gina membawa Anna berkeliling sambil memberitahunya letak-letak ruangan atau bangunan khusus seperti ruang kelas, kantin, ruang pelatihan, dan lain-lain. Sampai akhirnya mereka tiba di ruangan yang tampak penuh dengan antrian. Disitulah ruangan tempat pendaftaran calon siswa baru.


“Nah, kita sudah sampai. Kita mengantri disini.” Ucap Gina Stewart.


Anna menyipitkan kedua matanya. “Tapi, kenapa tadi kita tidak langsung kesini saja? Bukankan kita sudah melewati tempat ini dua kali?” Tanya Anna penasaran.


Gina mendekatkan wajahnya ke telinga Anna dan berbisik “Aku sedang memamerkanmu...” Ucap Gina yang kemudian tersenyum dan melihat sekelilingnya dan dia dapat melihat orang-orang yang langsung mengalihkan tatapan mereka seakan malu saat terpergok sedang menatap dan mengawasi mereka berdua.


Anna memutar kedua bola matanya. “Dan kau membuat antrian kita semakin panjang” Batin Anna.


Gina meraih salah satu tangan Anna yang berada di dekat tangannya. Menautkan jari-jari mereka dan menggenggamnya. Dia sengaja melakukan hal itu agar orang-orang tahu bahwa Anna dekat dengannya.


Setidaknya, jika ada teman-teman Cassey diantara mereka, mungkin Cassey akan berpikir dua kali untuk menyakiti Anna jika mereka kebetulan menceritakan keberadaan Anna pada Cassey. Karena, mereka juga pasti akan bercerita bahwa Anna terlihat dekat dengannya.


Sangat jarang, bahkan belum ada Hunter di Kota C yang berani berurusan secara salah dengan keluarga Stewart.


Apa yang Gina lakukan juga akan membantu melindungi Anna saat gadis itu sudah diterima dan belajar di Akademi Hunter.

__ADS_1


Walaupun sebenarnya dia tidak yakin bahwa Anna akan lulus saat mendaftar, terutama saat mengikuti ujian masuk Akademi untuk yang pertama kalinya.


Sudah sangat umum bahwa jarang ada calon siswa baru yang bisa dengan mudah lulus, saat mengikuti ujian masuk untuk pertama kalinya.


Biasanya, mereka baru berhasil setelah melakukan percobaan kedua atau ketiga kalinya. Untuk itulah, pendaftaran calon siswa biasanya dibuka dalam kurun waktu 2 bulan.


Namun, apa yang Gina pikirkan, sangat berbeda dengan apa yang Anna pikirkan. Melihat tingkah laku Gina, dia merasa bahwa Gina sangat lucu.


“Dia memperlakukan ku benar-benar seperti seorang anak kecil” Pikir Anna dan dia sebenarnya tidak merasa terganggu dengan hal itu.


Saat sudah tiba giliran mereka, seorang karyawan akademi menyerahkan sebuah dokumen pada Gina Stewart sebagai wali Anna Lloyd.


“Siapa gadis cantik ini?” Tanya wanita itu pada Gina. Mereka kebetulan sudah sangat akrab.


Kedua matanya tampak sangat berbinar dan menatap Anna dengan penuh kekaguman karena kecantikan gadis itu.


“Dia adik sepupu ku...” Sahut Gina dengan bangga.


“Kau memiliki adik sepupu?”


“Ya, dia selama ini tinggal di luar negri.”


“Oh... Apakah dia bersama dengan Luke?"


Gina menggeleng.


"Tidak, dia dari Eropa. Luke di Amerika."


“Aku iri dengan keluarga besarmu, mereka menghasilkan gadis-gadis yang sangat cantik.” Ucap seorang wanita paruh baya yang baru mendekati mereka dan duduk di sebelah petugas wanita tadi. Dia juga sedang bertugas sebagai karyawan yang mengurus bagian administrasi pendaftaran calon siswa.


Gina Stewart hanya tertawa menanggapi ucapan wanita paruh baya tersebut yang diketahuinya memiliki 5 anak yang semuanya adalah laki-laki.


Gina Stewart kemudian menyerahkan salah satu dokumen pada Anna dan menunjukkan sebuah meja padanya untuk mengambil waktu mengisi dokumen tersebut, sementara dia mengisi dokumen wali siswa di meja itu.


Anna melihat-lihat isi dokumen yang hanya memiliki 2 lembar kertas sebelum mengisinya.


Setelah mengisi dokumen dan mengembalikannya pada petugas wanita tadi, mereka pindah ke aula dimana akan dilakukan tes untuk memastikan calon siswa dapat di terima atau tidak untuk mengikuti tes tahap kedua.


Aula itu sangat luas. Sebenarnya, dari bentuknya, lebih mirip arena olahraga.


Luasnya hampir melebihi setengah lapangan sepakbola, dengan tribun penonton mengelilinginya.


Saat Anna dan Gina tiba di tempat itu, sudah banyak calon siswa dan siswi berkumpul disana berbaris untuk mengikuti tes ujian masuk Akademi Hunter.


•••

__ADS_1


__ADS_2