
Namun, Gina hanya bisa merasa lega sesaat.
Setiap makhluk hidup sudah pasti memiliki insting untuk bertahan hidup. Begitu pula dengan makhluk-makhluk purba itu.
Tanpa memerdulikan kawan yang tenggelam dan terbawa arus, Raptor yang tiba di sungai belakangan langsung menginjak-injak kawan mereka untuk dijadikan pijakan berlompatan ke tepi sungai.
Melihat pergerakan Raptor yang sedang berusaha menyelamatkan diri, Gina memberikan peringatan pada angota tim yang masih berusaha berenang ke tepi sungai.
“Hati-hati, mereka menyusul di belakang kalian!” teriak Gina dari tepi sungai.
Namun, bersamaan dengan ucapan Gina, seekor Raptor yang sudah berada di dekat salah satu Hunter, langsung menyerang dan menggigit tubuh Hunter malang tersebut.
Mendapatkan serangan secara tiba-tiba, Hunter yang masih berada di dalam air itu panik dan meronta-ronta sambil berusaha memukuli Raptor yang menyerangnya dengan sekuat tenaga.
“Sial! Susah untuk menolongnya saat masih di dalam air,” umpat Gina seraya menatap Hunter yang diserang dengan perasaan khawatir.
Tak lama setelah itu, 3 Raptor lain tiba di atas sungai dan langsung menggunakan tubuh kawan mereka yang tak bisa berenang sebagai pijakan.
Ketiga Raptor itu berlompatan dengan menginjak kepala dan tubuh kawanannya untuk pergi ke tepi sungai.
Setibanya di tepi sungai, ketiga makhluk tersebut langsung menyerang Hunter-hunter yang sudah berada di tepi sungai, yang masih menunggu beberapa rekan mereka berenang menuju tepian.
Tiga Tanker yang kebetulan sudah berada terlebih dulu di daratan, langsung maju untuk menghalangi Raptor. Mereka langsung memperkuat aggro skill untuk memancing monster agar hanya menyerang pada mereka.
Namun, Raptor tidak terpengaruh. Perbedaan energi sihir yang cukup besar, membuat sihir para Tanker tak bekerja pada ketiga makhluk purba tersebut.
Tiga Raptor kemudian berpencar ke 3 arah berbeda untuk menyerang kumpulan Hunter berbeda, seperti tidak ingin berbagi mangsa.
Gina mengkerutkan kedua alisnya saat melihat ke arah mana Raptor-raptor itu menyerang.
“Apa mereka dapat mengetahui siapa pemilik energi Mana terlemah?” pikir Gina, saat menyadari masing-masing Raptor menghampiri dan menyerang Hunter-hunter peringkat D dan hanya melewati Hunter peringkat C yang sebenarnya berada lebih dekat dari tempat mereka berada sebelumnya.
Gina mengirim healing skill ke 7 Hunter terlemah di tim yang ia lihat menjadi sasaran Raptor, termasuk juga pada Hunter yang sedang berusaha mati-matian meloloskan diri dari Raptor di tengah sungai.
Melihat rekan-rekan mereka di serang, Hunter yang sudah berada di darat tentu saja tidak membiarkan teman mereka begitu saja.
Hunter-hunter langsung menyerang 3 Raptor dan berusaha menyelamatkan rekan mereka yang diserang dengan brutal.
Pertempuran kecil tanpa strategi akhirnya berlangsung dengan sengit di tepi sungai.
Raptor yang memiliki kelincahan dan juga energi Mana lebih tinggi dari para Hunter, tak membutuhkan waktu lama untuk mengungguli pertempuran kecil tersebut.
__ADS_1
Hunter yang tidak berhasil mengatasi perlawanan Raptor, langsung di jadikan mangsa. Raptor menggigit dan memutuskan anggota tubuh Hunter yang tidak bisa fokus, akibat bertarung dengan rasa takut berlebih.
Melihat Hunter-hunter sudah terluka sangat parah, Gina langsung menggunakan special skill tahap terakhir yang ia miliki dan mengirimkannya pada semua orang dalam timnya. Itu adalah sihir meregenerasi tubuh.
Dengan dilindungi sihir Gina, maka tiap kali Raptor menggigit dan menarik hingga putus bagian tangan atau kaki mangsanya, anggota tubuh mereka yang putus itu cepat beregenerasi.
Gina hanya berharap Raptor tidak memutuskan kepala rekan-rekannya, karena ia yakin bahwa sihirnya tidak akan meregenerasi kepala yang telah terputus dari leher, walaupun ia belum pernah melihatnya secara langsung karena skill tersebut baru saja ia miliki.
Mengetahui lawan dapat menumbuhkan tangan yang mereka incar sebagai makanan, Raptor malah terlihat bahagia dan terus menggigiti dan memengunyah dengan cepat ‘makanannya’.
Gina berharap para Raptor kekenyangan, namun hal itu tak kunjung tiba.
°°°
Philip Cardis dan Davina melakukan pengeroyokan pada satu Raptor. Mereka melihat Hunter itu berteriak-teriak ketakutan saat Raptor dengan brutalnya menyerang. Philip dan Davina berinisiatif untuk menyelamatkan Hunter itu lebih dulu.
Raptor yang merasakan ancaman segera melepaskan mangsanya dan melakukan perlawanan pada Philip dan Davina. Ia pun menyerang mereka berdua dengan ekor panjangnya.
Saat Davina sudah berada dekat untuk menyerang lehernya, Raptor dapat menangkis serangan Davina dengan dua tangan pendeknya yang memiliki kuku-kuku panjang dan runcing.
Walaupun Philip dan Davina mengeroyok Raptor itu, namun perbedaan kekuatan mereka membuat Raptor dapat mengimbangi serangan kedua Hunter dengan baik.
Untungnya, serangan-serangan tanpa jeda yang Philip dan Davina lakukan akhirnya memberikan Hunter yang sebelumnya di siksa Raptor kesempatan untuk menyelamatkan diri.
°°°
Walaupun kini tubuh Hunter itu juga sudah dilindungi skill milik Gina, tetap saja hal itu membuatnya frustasi.
Selain terganggu karena tangannya yang terus di putuskan dan terus beregenerasi dengan sangat cepat, ledakan-ledakan kecil akibat serangan dari Hunter tipe Mage di tubuh Raptor juga mengganggunya.
Hunter dengan kelas Mage yang memiliki serangan jarak jauh terus berusaha membombardir Raptor dengan skill mereka, untuk menyelamatkan Hunter malang tersebut.
Sampai akhirnya, perjuangan para Mage membuahkan hasil.
Raptor yang kesusahan melindungi diri sambil berusaha mengapung, akhirnya terluka parah. Ia melepaskan gigitannya dari Hunter yang menjadi targetnya tadi, sebelum akhirnya hanyut terbawa arus sungai.
Gus Stevin segera berlari mendekati Hunter malang yang baru saja lolos dari kebrutalan Raptor dan sudah tiba di tepi sungai. Gus segera membawa Hunter itu ke dekat Gina, yang sejak tadi masih fokus untuk melindungi rekan-rekan nya dengan sihir penyembuh.
“Tetap berada di sini, kami harus menyingkirkan tiga Raptor itu dulu.” Ucap Gus pada Hunter itu.
Namun, Gina menghentikan Gus yang baru ingin pergi membantu rekan-rekannya. “Gus, antar Frank ke gerbang sekarang.”
__ADS_1
Frank adalah Hunter yang baru saja lolos dari amukan Raptor di sungai dan baru saja di bawa Gus ke dekat Gina.
“Hah? Tapi…, bagaimana dengan kalian?”
“Sudah, ikuti saja apa yang ku minta.” Sahut Gina seraya menatap Gus Stevin dengan penuh arti.
Melihat tatapan Gina, Gus Stevin akhirnya melirik pada Frank yang baru ia sadari tampak sangat pucat dan ketakutan, dengan tubuh yang gemetar hebat.
Ia akhirnya menatap kembali pada Gina, “B-baiklah...” Ucap Gus Stevin dengan sedikit tergagap, sedikit tertular rasa takut Frank.
Gina dapat melihat ketakutan dari mata Frank, Hunter berperingkat D, yang berdiri gemetaran di dekatnya.
Raid ini adalah raid profesional pertama yang Frank Arnold ikuti dan sialnya ia harus mengalami kejadian buruk seperti yang baru saja dialaminya.
Bagaimana tidak, kedua tangan dan kaki nya berkali-kali putus ditarik oleh gigitan Raptor dan berkali-kali juga skill Gina meregenerasi kedua tangan dan kaki nya.
Walaupun kedua tangan dan kaki nya sudah teregenerasi, kesakitan yang ia rasakan saat daging pada tubuhnya terkoyak dan tulang nya terlepas dari tubuhnya, hal itu pasti benar-benar sangat sakit dan menyiksa. Belum lagi perasaan ngeri yang ia alami saat harus melihat Raptor mengunyah-ngunyah anggota tubuhnya yang baru saja diputuskan dari tempatnya.
Mungkin, Frank akan memiliki trauma yang dalam setelah ia keluar dari Dungeon ini.
°°°
“Hai Frank, tenanglah." Gina menatap pada Frank Arnold. Ia saat ini tidak bisa bebas bergerak karena harus fokus melindungi rekan-rekannya dengan sihir yang terus mengalir dari kedua tangannya. Jadi, dia hanya bisa menatap Hunter itu dengan harapan dapat memberinya semangat.
Frank Arnold berusaha menenangkan dirinya dan menatap pada Gina yang ia tahu sedang memaksakan sebuah senyum padanya, walaupun gadis itu sendiri memiliki wajah tegang.
“Gus akan mengantarkan mu ke gerbang. Tolong minta bantuan pada…,” Gina ingin menyebut nama Anna, namun ia tahu Anna mungkin masih berada di dalam Dungeon untuk mengawasi tim ketiga. “Mintalah pertolongan pada Kevin Jung dan minta dia juga membawa avatar hunter bersamanya. Katakan itu pada tim pengawas di depan gerbang.”
Frank mengangguk.
Bukan karena Gina lebih memikirkan kepentingan Frank maka ia meminta Hunter itu pergi terlebih dahulu menuju gerbang.
Kecemasan berlebih yang tampak di wajah Frank akan berakibat fatal jika mereka nantinya harus bertempur dengan menggunakan strategi dan dilakukan secara tim.
Seorang Hunter yang tidak siap untuk bertarung akan merusak kerjasama tim dan akhirnya akan membuat seluruh anggota tim dalam bahaya.
Setelah Gina selesai mengatakan permintaannya pada Frank, Gus Stevin langsung memegang lengan Frank dan meminta Frank pergi bersamanya.
Sebelum pergi, Gus menatap Gina sekali lagi dan berbicara padanya, “Hati-hati lah. Aku akan segera kembali setelah mengantarkan Frank.” Ucap Gus Stevin dengan tatapan khawatir pada Gina.
Gina tidak menyahuti ucapan Gus, namun ia memaksakan sebuah senyuman untuk menanggapinya.
__ADS_1
•••