
"Oh lihatlah, aku menemukan orang yang cocok!" seru Anna dengan nada suara ceria.
Namun setelahnya, Anna mengerutkan kedua alisnya setelah menyadari apa yang baru saja pria itu ucapkan, yang dikatakannya bersamaan dengan saat Anna berbicara.
"Maling kecil?" Anna mengulangi kalimat terakhir itu dan menatap pria jangkung di hadapannya dengan sedikit marah.
Kevin Jung menyeringai.
"Sepertinya urusan mu disini sudah selesai, kalau begitu ayo ikut dengan ku." Ucap Kevin seraya meraih lengan Anna untuk menariknya pergi dari tempat itu.
Namun, belum sempat Kevin menyentuh lengan ramping Anna, gadis itu menghindarinya hingga genggaman Kevin menemui tempat kosong.
Anna mengenali wajah pria itu. Dia adalah agen rahasia yang bekerja di bawah naungan Asosiasi Hunter Australia dan Asia Tenggara.
Walaupun namanya agen rahasia, tapi Asosiasi hanya merahasiakan status level Hunter tersebut dan pekerjaan yang sedang mereka tangani.
Asosiasi tidak merahasiakan sama sekali wajah mereka untuk memberikan efek ketakutan pada Hunter-hunter bermasalah yang akan mereka temui.
"Jika wajah seorang agen rahasia tiba-tiba muncul di depan pintu rumah mu, sebaiknya kau menyerah atau kau akan dianggap menentang wewenang mereka dan mati disiksa!"
Itulah kalimat yang selalu diingat semua Hunter di seluruh dunia. Karena, seorang agen rahasia sudah pasti berperingkat S atau mungkin SS.
Mereka adalah orang terpilih, terlatih, dan juga mendapatkan sokongan dana dari Asosiasi untuk meningkatkan experience point dengan sangat cepat.
Tidak ada yang pernah tahu apa peringkat seorang agen rahasia, karena status peringkat mereka sengaja dirahasiakan. Yang pasti, semua Hunter tahu, jika agen rahasia menangani seorang Hunter bermasalah, ia pasti berada di tingkat yang lebih tinggi dibandingkan Hunter bermasalah tersebut. Hunter-hunter juga tahu, seorang agen rahasia minimal berperingkat S.
°°°
Kevin Jung tiba-tiba kehilangan senyum jahat di wajahnya. Ia menatap Anna dengan sedikit perasaan bingung saat baru menyadari bahwa gadis itu hanyalah Hunter berperingkat F.
'Dia berani menyamarkan energi Mana saat tahu aku ada di hadapannya?'
Kevin mengangkat satu tangannya, lalu salah satu dari dua asistennya mendekat.
"Alat pemindai." Pinta Kevin Jung.
Pria itu langsung merogoh ke kantong bagian dalam jas nya dan mengeluarkan sebuah benda elektronik seukuran telapak tangan, kemudian menyerahkannya pada Kevin.
Kevin mengambil alat itu dan mengarahkannya ke perut Anna.
Beberapa detik kemudian, alat pemindai menunjukan hasil pendeteksian.
Kevin Jung mengerutkan keningnya dan menatap Anna dengan penuh tanda tanya di dalam kepalanya, lalu ia menoleh pada pria paruh baya yang berdiri di belakang Anna.
"Anda tuan Stewart, kan?" tanya Kevin Jung. Cara bicaranya agak kurang sopan pada seseorang yang biasanya sangat di hormati Hunter-hunter di Kota C.
"Ya." Sahut Ronald singkat.
Walaupun demikian, pria paruh baya itu tetap menatap Kevin Jung dengan bersikap respek padanya.
__ADS_1
"Kenapa dia berperingkat F?" tanya Kevin Jung dengan wajahnya yang jelas tampak bingung, seraya menudingkan telunjuknya pada Anna.
Plak...!
Kevin Jung terkejut saat wajahnya tiba-tiba ditempeleng oleh gadis di hadapannya.
Yang membuatnya terkejut, bukan karena rasa sakitnya. Itu hanyalah sebuah pukulan biasa. Yang membuatnya terkejut karena ia tak menyadari saat gadis itu mengangkat tangannya hingga bisa mendaratkan telapak tangan itu di pipinya.
Ronald Stewart yang hendak menyahuti pertanyaan Kevin Jung bahkan tidak melihat gerakan tangan Anna dan hanya dapat mendengarkan suara seperti suara pukulan sebuah telapak tangan di kulit seseorang.
Anna memukul wajah Kevin dengan sangat lembut, bahkan tidak menggunakan energi Mana sama sekali. Dia cuma menggunakan kecepatan fisiknya saja, hingga pipi kiri Kevin hanya sedikit memerah.
"Tsk... Aku sedang bertanya padamu dan kau malah mengabaikan ku," ucap Anna dengan kesal.
Anna yang sebelumnya tertarik pada pria itu akhirnya berjalan melewatinya untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Kevin Jung terdiam. Ia masih tak menyangka ada orang yang bisa menyerangnya tanpa ia sadari.
Demikian pula dengan Ronald Stewart, walaupun ia tak melihat pukulan itu, namun dari warna pipi Kevin yang memerah, ia yakin Anna pasti tadi memukulnya.
'Dia bisa memukul seorang agen rahasia? Bahkan tanpa menggunakan sihir?'
Sementara itu, dua asisten Kevin yang adalah Hunter berperingkat A juga sudah pasti tak melihatnya juga, sama seperti Ronald. Mereka hanya mendengar suara sebuah pukulan.
Kedua asisten itu saling bertatapan seakan sedang saling bertanya apa rekannya itu juga mendengar suara sebuah pukulan, karena mereka tidak melihat ada seseorang yang sedang memukul di antara Anna dan Kevin.
Kevin Jung tersadar kembali dari rasa terkejutnya. Ia berbalik dengan maksud untuk memanggil kembali gadis itu, namun Anna sudah lenyap bak di telan bumi.
Kevin melihat jarak antara tempatnya berdiri dan pintu agak terlalu jauh untuk seseorang dapat pergi dengan sangat cepat bahkan jika orang itu berlari dengan kecepatan tinggi.
Bahkan, tiga orang yang tadi berpapasan dengannya saja, masih berjarak beberapa langkah dari pintu.
'Apa aku tadi terdiam terlalu lama?'
Kevin Jung menatap dua asistennya yang berwajah pucat serta berdiri membeku.
"Kemana dia pergi?" Tanya Kevin pada dua asistennya, yang melihat Anna tiba-tiba lenyap dari pandangan mereka.
Keduanya tergagap, hendak berbicara, namun suara mereka tak kunjung keluar.
Kevin akhirnya berbalik kembali dan menatap Ronald Stewart.
"Apa gadis tadi melarikan diri dengan sangat cepat?"
Ronald menelan air liurnya. Ia kebetulan berdiri menghadap pintu dan tadi melihat tubuh Anna tiba-tiba lenyap saat Kevin membalikkan tubuh.
Namun, saat Kevin berbalik lagi ke arahnya, tubuh Anna muncul kembali.
Ronald mengangkat tangannya yang gemetar dan menunjuk ke arah gadis itu.
__ADS_1
"D-dia ada di belakang Anda."
Kevin Jung mengerutkan keningnya lagi, lalu buru-buru berbalik. Dia benar-benar tekejut saat melihat Anna sudah berdiri di hadapannya dengan seringai lebar di wajahnya.
Kevin melompat mundur. Dia bingung karena tidak dapat merasakan aura kehadiran Anna.
Bahkan, Kevin Jung terbelalak saat merasakan hal yang sangat janggal dari gadis kriminal yang sedang dalam buruannya.
"K-kau... Hantu?!" Ucap Kevin seraya melangkah mundur. Padahal, jarak antara dia dan Anna sudah cukup jauh.
Seringai lebar di wajah Anna menghilang seketika. Ia tak mengharapkan Hunter sekelas Kevin Jung juga takut hantu seperti Cassey.
Anna menghilangkan energi Mana di tubuhnya dengan tujuan lain, bukan karena ingin menakut-nakuti pria itu.
"Tsk... Setelah mengatai aku maling, kau sekarang mengatai aku hantu?"
Anna melangkahkan kakinya untuk menghampiri Kevin, namun pria itu langsung menggunakan energi Mana nya untuk menyerang Anna.
Kevin mengarahkan satu tangannya pada Anna. Bersamaan dengan itu, hawa dingin menyelimuti sekitarnya dan...
"Hah?!"
Kevin terperanjat. Sihirnya tiba-tiba menghilang.
Ia kemudian lebih terkejut lagi saat melihat cahaya keemasan menyerupai gelembung udara yang mirip sebuah balon, membungkus seluruh tubuhnya.
Anna terus berjalan mendekat, sementara Kevin juga berusaha untuk mengaktifkan energi sihirnya lagi, namun usahanya itu sia-sia.
Pria itu akhirnya sadar, cahaya keemasan itu sepertinya telah menetralkan sihirnya.
Anna tiba di depan Kevin. Ia meraih pergelangan tangan Kevin, lalu keduanya lenyap dari tempat itu.
°°°
Ronald Stewart juga mundur agak jauh saat merasakan aliran energi sihir yang akan Kevin gunakan tadi terasa begitu kuat.
Namun, ia terkejut lagi saat merasa aliran Mana itu tiba-tiba lenyap.
Setelah Anna dan Kevin menghilang, Wang Zhu Ming yang tadi langsung berlari mendekat saat merasakan Kevin Jung hendak menggunakan energi sihir besar, tiba di dekat Ronald.
Kedua pria itu akhirnya hanya saling bertatapan saat mereka melihat Hunter sekelas Kevin Jung lenyap entah kemana, di bawa seorang Hunter pemula yang bahkan belum memiliki lisensi.
"Gadis itu..., apa dia hantu?" Ronald akhirnya berbicara dan bertanya pada Zhu Ming untuk memastikan apa yang ia rasakan.
Wang Zhu Ming menggelengkan kepalanya. "Saya tidak tahu. Tapi saya tidak merasakan adanya energi Mana padanya saat dia tiba-tiba muncul tadi." Ucap Zhu Ming.
Glup...
Ronald Stewart merasa sangat gugup. Saat ia teringat pada seseorang yang mungkin tahu siapa gadis misterius itu, ia menoleh pada Gina, yang langsung membuang muka saat terpergok sedang memerhatikan mereka.
__ADS_1
'Gina pasti tahu sesuatu. Mereka tampak sangat akrab, kan?'
•••••••