Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 177 - Jebakan


__ADS_3

Di Kepulauan Fiji, Ren dan timnya baru saja menyelesaikan raid terakhir yang sudah terjadwal dalam perjanjian kontrak dengan Asosiasi Kepulauan Fiji.


Ia dan timnya menyelesaikan raid lebih lambat 2 hari di bandingkan tim 6 yang diketuai Yola Silvia, karena mereka bertanggung jawab dengan Dungeon yang berperingkat lebih tinggi.


Karena itu juga, tim yang Ren pimpin akhirnya harus kembali ke negara mereka, Asia Tenggara, lebih lambat dari pada tim 6.


Belum lagi, Ren harus pergi terlebih dahulu ke kantor Asosiasi untuk menandatangani dokumen penyelesaian kontrak, sehingga ia harus ditinggalkan tim nya yang pulang terlebih dahulu ke negara mereka.


Pagi-pagi sekali, setelah sarapan dan mandi, Ren akhirnya bertolak ke kantor Asosiasi dengan menumpangi mobil jemputan yang telah Asosiasi kirimkan untuknya.


Ren sedikit bingung dan ada sedikit perasaan curiga ketika ia membuka pintu dan melihat wajah 4 Hunter yang sangat asing, bahkan ia tidak ingat sama sekali pernah bertemu dengan salah satu dari mereka sebelumnya.


Sebagai Hunter sewaan yang sudah sering bertemu dengan Hunter Asosiasi Kepulauan Fiji, Ren hampir bisa mengenali seluruh Hunter dari Asosiasi tersebut karena ia sudah bekerjasama hampir dengan seluruh Hunter dari Asosiasi yang sering bertemu dengannya saat mereka bertugas sebagai penjaga gerbang Dungeon.


Anehnya lagi, di antara mereka, ada seorang Hunter berusia paruh baya yang seharusnya di anggap sebagai Hunter senior dan tidak ditugaskan sebagai penjemput seperti saat ini.


Kecurigaan Ren semakin bertambah saat SUV yang mereka kendarai berbelok ke arah yang berlawanan dengan arah kantor Asosiasi yang sudah sering ia datangi.


"Tuan, bukankah jalan ini berlawanan dari jalan menuju kantor Asosiasi?" tanya Ren pada pria yang duduk bersamanya di kursi tengah, yang memiliki usia sekitaran Kevin Jung, 35 tahun.


Jordan Foster, pria yang duduk di sebelah Ren, tersenyum tipis padanya.


"Tidak, ketua Asosiasi meminta kami membawa Anda ke tempat pertemuan di tepi pantai." Sahut Jordan.


Ren mengangguk pelan. Ia ingat ada sebuah rumah pantai bagus di dekat pantai yang ia juga tahu, dari penduduk di sekitar sana, bahwa rumah itu biasanya juga di gunakan Rodman Kilirayna untuk melakukan pertemuan santai dengan Hunter sewaan.


Ren sudah beberapa kali berjalan-jalan ke pantai tersebut bersama Anna ketika Anna masih berada di Kepulauan Fiji.


Rasa curiga Ren pun menghilang sesaat, sebelum ia akhirnya bingung lagi saat mereka sudah memasuki wilayah pantai.


Biasanya wilayah itu sangat ramai, hampir selama 24 jam penuh. Tempat tersebut selalu dipenuhi oleh wisatawan baik itu para wisatawan lokal maupun wisatawan luar.


Tapi, kali ini, Ren bahkan tidak melihat satupun orang berada di sekitar jalan masuk utama menuju pantai.

__ADS_1


'Apa tempat ini sengaja di tutup karena ketua Asosiasi sedang berada di sini?'


°°°


SUV yang mereka kendarai akhirnya tiba di rumah daerah tepi pantai yang Ren juga tahu biasanya di gunakan untuk menjamu Hunter asing.


Tiga Hunter yang pergi bersama Ren, langsung membawanya menuju rumah tersebut, sementara supir yang mengemudikan SUV tetap tinggal di dalam kendaraan mereka.


Walaupun ia merasa curiga, namun Ren tetap mengikuti ketiga Hunter tersebut masuk ke dalam rumah tepi pantai itu.


Saat mereka baru masuk ke dalam rumah besar itu, Ren langsung dapat melihat Rodman Kilirayna disana. Ia sedang berdiri di balik sebuah mini bar bersama seorang pria paruh baya lain yang sedang duduk di seberangnya dengan memegang segelas minuman beralkohol di tangan kirinya.


"Anda sudah datang, tuan Ren? Duduklah dulu," ucap Rodman, seraya menunjuk pada kursi kosong di sebelah pria paruh baya tadi, sementara Rodman yang berada di balik bar, menuangkan beberapa es ke dalam gelas transparan.


Rodman kemudian meletakkan gelas yang setengahnya telah terisi es tersebut di hadapan Ren, lalu menuangkan whisky ke dalamnya.


"Anggap ini sebagai perayaan atas selesainya tugas Anda, tuan Ren." Ucap Rodman yang kemudian mempersilahkan Ren untuk menikmati minuman tersebut.


Ren kemudian menoleh pada pria paruh baya yang sedang duduk di sebelahnya, berusaha mengingat wajah yang sepertinya tidak asing tersebut.


"Senang bertemu Anda, tuan Ren." Sapa pria paruh baya itu, ketika ia tahu Ren sedang menatapnya.


Pria paruh baya itu kemudian menyodorkan tangannya dengan maksud mengajak Ren untuk berjabat tangan. "Saya Fred Watson."


"Ren." Sahut Ren singkat, seraya mengangguk pelan.


Setelah pria paruh baya itu mengenalkan diri padanya, Ren akhirnya ingat bahwa orang itu adalah seorang agen rahasia terkenal dari Asosiasi Amerika yang wajahnya sudah sangat sering terpampang di situs resmi Asoiasi Dunia.


"Apakah Anda tuan Watson yang sama dengan yang banyak orang kenal, tuan?" tanya Ren.


Fred tertawa. Suaranya yang berat, membuat ruangan tersebut yang sebelumnya hening, menjadi ramai hanya dengan suaranya saja.


"Tebakan Anda tepat, tuan Ren." Sahut Fred.

__ADS_1


Ren kemudian mengangguk lagi, lalu mengalihkan tatapannya pada Rodman, yang terlihat tampak gugup, walaupun pria paruh baya itu berusaha menyembunyikannya.


Menyangka bahwa Fred dan Rodman memiliki urusan lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan dirinya, Ren akhirnya mengeluarkan dokumen dari dalam tas yang sejak tadi tergantung di pundaknya, lalu menyerahkannya pada Rodman.


"Sepertinya Anda sedang sibuk, tuan Rodman. Bagaimana jika Anda menandatangani dokumen ini terlebih dahulu?" ucap Ren, seraya menyodorkan amplop biru di tangannya pada Rodman.


"Apa Anda terburu-buru, tuan Ren?" tanya Fred, seraya menatap amplop yang baru saja Rodman terima.


"Saya hanya ingin menyelesaikan urusan saya dan kembali ke negara saya, tuan Watson." Sahut Ren, sambil menatap Rodman yang berusaha tersenyum padanya. Ia sama sekali tidak menoleh pada Fred yang sedang berbicara padanya.


"Bagaimana jika kita minum-minum dulu sambil membicarakan bisnis, tuan Ren?" ucap Jordan sembari duduk di kursi sebelah kanan Ren yang masih kosong. Ren kini duduk dengan di apit Fred dan Jordan di bagian kiri dan kanannya.


"Bisnis?"


"Tentu. Kami memiliki penawaran yang sangat bagus untuk Anda." Sahut Jordan. Ia kemudian mengambil gelas minuman yang baru saja Rodman berikan padanya.


Saat ini, Ren benar-benar mencurigai dua Hunter yang sedang duduk bersamanya itu. Saat Jordan baru duduk tadi, ia melihat Rodman tampak semakin gugup. Wajahnya bahkan mulai terlihat pucat dan gerak-geriknya tampak sangat mencurigakan.


Pria paruh baya itu bahkan hampir saja menumpahkan whisky yang tadi ia tuangkan ke dalam gelas Jordan.


Ren kemudian berbicara pada Rodman, seraya mengambil smartphone dari dalam kantong jaket nya. "Mari kita bicarakan setelah tuan Rodman menandatangani dokumen perjanjian kami terlebih dahulu." Sahut Ren, menjawab tawaran Jordan.


Ren kemudian mengangguk pada Rodman dan menatap amplop yang tadi Rodman letakkan di atas meja saat ia menyiapkan minuman untuk Jordan.


Anehnya, Rodman sepertinya enggan untuk mengambil amplop itu kembali dan menandatanganinya.


"Tuan Ren. Apa Anda menyaksikan berita baru-baru ini?" tanya Fred, ketika ia melihat pria remaja itu tampak tidak terpancing oleh perkataan Jordan


Ren akhirnya menoleh pada Ferd, lalu mengangguk.


Fred tersenyum. Ia kemudian mengosongkan minuman di gelasnya sebelum kembali berbicara, "Saya rasa Anda juga sudah memahami bagaimana situasi guild Anda saat ini."


Ren tidak menanggapinya. Ia kini sedang sibuk mengetik pesan di smartphone nya, sebelum mengirimkan pesan tersebut pada Anna.

__ADS_1


__ADS_2