
Dua bulan kemudian, hari yang sangat tidak dinantikan oleh seluruh umat manusia di muka Bumi akhirnya tiba.
Jika sesuai dengan apa yang sudah pernah Anna ramalkan, Beelzebub harusnya akan kembali ke Bumi dengan membawa pasukan iblis dalam minggu ini.
Memercayai ramalan Anna, Asosiasi Hunter dan pihak Pemerintah dari tiap-tiap kota di seluruh dunia bekerja sama untuk mengevakuasi warga dan mereka sudah melakukannya jauh hari sebelum minggu kedatangan pasukan iblis.
Atas saran Gina, semua warga dievakuasi ke lokasi-lokasi yang, Anna ingat dalam pengelihatan, tidak akan terjadi perang dan seluruh warga diminta untuk menetap disana sampai peperangan usai.
Para warga yang mengungsi itu awalnya memberikan semangat penuh pada para Hunter yang akan berjuang. Namun, semakin mendekati hari dimana pasukan iblis diramalkan akan datang, lebih dari setengah penduduk dunia yang berada di zona netral itu mulai khawatir.
Mereka mulai membayangkan bagaimana jika para Hunter yang akan berjuang itu sampai kalah. Tentu saja pasukan iblis pasti akan mencari dan memburu semua warga yang telah bersembunyi.
Melalui saluran WABC yang rutin meliput di tempat-tempat pengungsian, warga dunia mulai bertanya-tanya mengenai kesiapan para Hunter dan keyakinan mereka untuk memenangkan pertempuran.
Pertanyaan seperti 'Apakah pasukan Hunter Bumi akan menang?' selalu ditanyakan seluruh penduduk dunia.
Anna, sebagai Hunter yang paling mereka harapkan, tidak pernah menjawab pertanyaan itu sama sekali karena ia tahu, pilihan yang mereka miliki hanyalah menang atau pusaran putih akan dewi Ann musnahkan.
•••
Hari keempat di minggu yang sudah diramalkan akan datangnya pasukan iblis.
Di sebuah kota yang sangat luas, kota yang menjadi tempat tinggal para Hunter terkuat dunia, Kota C.
"Agak aneh juga ya, saat melihat Kota C sepi seperti ini," ucap Lucy yang baru duduk di bangku panjang di sebuah taman kota, setelah ia berjalan-jalan bersama Yola untuk melihat-lihat suasana Kota C setelah selama hampir 1 bulan ditinggalkan semua penduduknya.
Yola menatap ke sekitar air mancur yang kini kolamnya agak kotor karena tidak ada petugas kebersihan yang membersihkannya.
"Padahal dulu sangat susah mencari bangku kosong di taman ini," Yola mengenang saat-saat mereka juga pernah berjalan-jalan di taman ini pada waktu mereka masih siswi di Akademi Hunter.
Lucy mengangguk pelan. Ia mulai mengingat hari itu, dimana mereka hanyalah siswa yang ingin menjadi sekuat Anna. Saat-saat dimana mereka tidak membayangkan bahwa hari-hari seperti sekarang akan ada.
Yola kembali berbicara, dengan suara pelan, "Terkadang aku berpikir mungkin akan lebih baik jika aku menjadi warga yang mengungsi saja dibandingkan menjadi seorang Hunter. Walaupun memiliki kekuatan, tapi aku harus berperang melawan para iblis mengerikan itu."
Yola tersenyum getir.
"Menurutku, lebih baik kita menjadi Hunter, terutama menjadi Hunter garis depan seperti Anna, Miyu, Gina, Kevin dan Bimo."
Yola mengerutkan kedua alisnya, menatap Lucy dengan senyum getir juga, "Kenapa kau berpikir begitu?"
Lucy menatap Yola sebentar. Ia menghela nafas panjang sebelum menjawabnya, "Karena kita akan tahu ke arah mana perang berlangsung. Jika kita menang, kita akan tahu lebih dulu. Jika kalah, kita akan langsung mati tanpa perlu bersembunyi ketakutan untuk menghindari pasukan iblis itu,"
"Kita tidak perlu berharap-harap cemas dalam persembunyian seperti mereka. Walaupun kita sama-sama khawatir, namun kekhawatiran kita tidak akan sebanyak mereka."
Yola mengangguk-angguk pelan, setelah ia memikirkan kata-kata itu.
"Kau benar juga."
__ADS_1
"Ya, kan?"
Setelah pembicaraan singkat itu, keduanya diam cukup lama di taman luas yang kosong tersebut. Mereka larut dalam pikiran masing-masing hingga tidak berbicara apa pun lagi sampai seseorang akhirnya datang menghampiri.
"Kalian sedang melamun?" tanya Anna, sambil memberikan minuman kaleng pada mereka.
"Anna?"
"Apa kalian sedang bermuram durja?" tanya Anna. Ia tertawa geli setelah mengatakannya.
"Begitulah...," sahut Yola. Senyumnya terlihat sedikit lebih cerah saat melihat Anna datang menemuinya dan Lucy.
"Darimana kau dapatkan minuman ini?" tanya Lucy bingung, sambil menatap minuman kaleng itu. Ia tahu, mesin-mesin penjual minuman sudah tidak ada yang beroperasi. Semua tempat perbelanjaan juga sudah tutup selama hampir sebulan belakangan ini.
Anna menoleh dan menunjuk sebuah pusat perbelanjaan yang berada di luar lokasi taman.
"Aku meminjamnya dari sana."
Lucy dan Yola menoleh ke arah bangunan itu sebelum akhirnya tertawa.
"Itu namanya mencuri," ucap Lucy, yang kemudian tertawa lagi bersama Yola.
Anna juga ikut tertawa sebentar, sebelum membela diri.
"Aku sudah meninggalkan catatan dan memberitahu bahwa aku mengambil 3 kaleng minuman ini."
•••
Anna menatap ke sekitar taman sebelum akhirnya duduk di antara Lucy dan Yola.
"Kenapa kau pikir akan ada yang terjadi?" Anna bertanya balik.
"Dalam sebulan terakhir ini, kau biasanya cuma menghabiskan waktu di dunia buatanmu. Karena kau tiba-tiba keluar, jadi aku mengira akan ada yang terjadi."
Anna tertawa.
"Aku cuma merasa kalian sedang tidak bersemangat. Karena itulah aku datang."
"Tsk... Kemampuanmu untuk bisa membaca pikiran dan perasaan orang lain itu sangat mengerikan!" umpat Lucy.
Walaupun mulutnya mengumpat, ia sebenarnya sangat senang dengan kehadiran Anna. Entah kenapa, semangatnya yang sebelumnya mulai memudar, terbangkitkan lagi hanya dengan adanya Anna bersama mereka.
"Tapi karena itu, aku juga tahu kalau kalian berdua kini merasa senang karena aku ada di sini."
Lucy langsung menyikut lengan Anna.
"Kau apa-apaan sih..."
__ADS_1
"Kalau boleh tahu, apa kau tidak tahu pasti tanggal mereka membuka gerbang?" tanya Yola beberapa saat kemudian.
"Aku tidak bisa memastikannya. Ada perbedaan waktu saat Beelzebub membuka gerbang di tiap pengulangan kehidupan,"
"Pada pengulangan kehidupan yang kelima, Beelzebub sudah membuka gerbangnya beberapa bulan yang lalu. Sedangkan di pengulangan kehidupan yang keenam, Beelzebub malah baru membuka gerbang di tahun 2110."
"Huh? Apa yang membuatnya begitu?"
"Kami tidak tahu pasti. Tapi dewi Lyn melihat sebuah ciri yang sama persis. Semua tandanya sama."
"Tanda?"
"Ya."
"Apa itu?"
"Beelzebub selalu membuka gerbang 6 bulan setelah Miyu membunuh Astareth. Kau ingat Li Wen Xia, kan? Dia Astareth."
"Miyu? Kenapa dia menjadi tandanya?"
"Ini juga belum pasti. Tapi, mungkin karena garis takdir yang ditulis salah satu dewan pengawas para dewa yang sudah berkhianat."
"..."
"Mirisnya, Miyu juga selalu menjadi Hunter terakhir yang mati sebelum kedatangan dewi Ann."
"Apa?"
"Dia adalah Hunter terakhir yang masih bisa bertahan hidup sebelum para panglima perang terkuat bangsa iblis datang. Bahkan di kehidupan keenam, Miyu masih bertarung di usianya yang sudah menginjak 78 tahun."
Lucy dan Yola terdiam. Keduanya akhirnya mengingat bagaimana Miyuki berjuang sendirian melawan para iblis sebelum Anna datang. Dia tampak seperti seorang pahlawan.
Walaupun Anna membertitahukan hal itu pada mereka, Anna tidak memberitahukan hal lain yang sebenarnya membuat dia sendiri kaget saat pertama kali mengetahuinya.
Anna melihat, di keenam kehidupan itu, Miyuki, Gina, Kevin, Bimo, Rin, Ren, Lucy dan Yola selalu menjadi rekan. Entah bagaimana cara mereka bertemu, mereka akan selalu menjadi rekan seperjuangan.
Hal yang sama terjadi pada kehidupan ketujuh yang merupakan kehidupan pengulangan terakhir ini. Bedanya, Anna masih hidup dan Ren lah yang sudah mati.
"Anna..., apa kau tidak bisa mengejar Beelzebub saat sebelum dia membuka gerbang? Pada saat itu dia pasti kembali ke Bumi dulu barulah dia membuka gerbang, kan?" tanya Yola.
"Sayangnya bukan Beelzebub yang datang lebih dulu. Dia sudah mengundang pasukan iblis saat berada di planet bangsa iblis. Jadi, iblis lain yang akan datang terlebih dahu...lu..."
Anna tiba-tiba berhenti berbicara. Ia diam selama beberapa detik sebelum akhirnya berdiri.
"Mereka sudah datang. Beritahukan pada yang lain. Aku akan pergi duluan."
Lucy dan Yola terdiam beberapa saat setelah Anna tiba-tiba saja lenyap dari hadapan mereka.
__ADS_1
Setelah keduanya saling bertatapan selama beberapa detik, barulah mereka menghubungi Gina dan yang lainnya.
•••