Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 66 - Dungeon Break (4)


__ADS_3

Hunter-hunter yang sudah putus asa dan meratapi kematian yang akan segera menghampiri sambil bersujud menangkupkan kepala di antara kedua tangannya tadi, akhirnya menatap penyelamat yang baru saja tiba dengan penuh harapan.


Bukan hanya itu. Mereka kini yakin bahwa mereka akan selamat.


Keadaan kini sudah berbalik.


Terutama, saat mereka melihat mayat-mayat High Orc yang bergelimpangan di sekitar mereka.


Hunter bertubuh tinggi dengan pedang bermata dua di tangannya itu, pastilah orang yang baru saja membunuh semua High Orc yang tadinya ingin menghabisi mereka.


Itulah yang mereka kira.


Berbeda dengan mereka yang walaupun jatuh berlutut, namun dengan berani menatap kematian yang menghampiri.


Hunter-hunter itu tahu bahwa makhluk aneh dengan tongkat berkepala beruang itulah yang telah menyelamatkan hidup mereka.


°°°


Wang Zhu Ming, berdiri disana di barisan paling depan.


Turut bersamanya, bahkan ada ketua Asosiasi Hunter Kota C yang sangat jarang muncul ke depan publik dalam 5 tahun terakhir, Ronald Stewart.


Bahkan, Healer terbaik Kota C, Gina Stewart, juga ada bersama mereka.


Tapi…


Salah satu Hunter yang baru saja disembuhkan luka-lukanya menatap pada Jester Bailey yang telah dengan sigap memulihkan cidera seluruh Hunter yang terluka. Dia adalah 1 dari 2 Hunter yang mengira bahwa Wang Zhu Ming lah yang telah menyelamatkan hidupnya.


Hunter itu sedikit bingung melihat Gina Stewart berdiri mematung. Biasanya, seorang Healer akan langsung pergi menolong Hunter-hunter yang telah mengalami cidera dengan sangat sigap. Terutama seorang Hunter berpengalaman seperti Gina Stewart.


Dia akhirnya menyadari bahwa Healer kelas atas itu sedang menatap serius pada makhluk yang berdiri tak jauh darinya.


‘Makhluk apa itu? Apakah itu monster?’


Hunter itu menatap sosok yang berpenampilan seperti seekor beruang.


‘Kenapa seorang cosplayer ada di sini?!’


°°°


Gina menatap orang berkostum beruang itu dengan hampir tak berkedip.


Kostum beruang itu sangat familiar di matanya, bahkan…


Gina menatap tongkat di tangan sosok itu dan segera mengenali benda itu.


“Stand hanger edisi terbatas milik ku?” gumam Gina tanpa sadar.


Gina kembali menatap kostum itu dan akhirnya dia yakin bahwa itu adalah boneka beruang pemberian Gus Stevin pada ulang tahunnya, 3 tahun lalu.


°°°


Ronald Stewart melirik putrinya yang tampak syok melihat orang berkostum beruang dihadapan mereka.


Ronald mengira bahwa putrinya memiliki pemikiran sama dengannya, hingga terlihat syok seperti itu.


Ketua Asosiasi itu merasa sedikit bingung saat melihat monster yang tampaknya mengenakan kostum buatan manusia itu berada di sana. Dia tidak yakin apakah yang berada di balik kostum itu adalah manusia atau monster.


Tapi, Hunter bertangan dingin di sebelahnya langsung menyerang dua makhluk itu, saat dia melihat keduanya tampak sedang lengah.


Tanpa bertanya, Wang Zhu Ming langsung menyerang High Orc yang dia tahu memiliki energi sihir yang jauh lebih kuat di banding makhluk aneh di sampingnya.


Pria itu berpikir bahwa makhluk di samping High Orc akan dapat di atasinya dengan mudah, walaupun dia nanti akan melakukan perlawanan.


Tapi tidak dengan High Orc. Menyerang monster yang memiliki kekuatan setara dengan Hunter peringkat A saat ia sedang lengah, adalah pilihan yang cerdas.


Normalnya, itulah yang seharusnya akan dilakukan para Hunter. Langsung menyerang monster, saat memiliki kesempatan untuk melakukannya.


°°°


High Orc yang tidak sempat mengantisipasi serangan itu, langsung kehilangan kepalanya.


Setelah membinasakan High Orc itu, Wang Zhu Ming dengan cepat bergerak ke arah sosok berkostum.


Dia yakin bahwa sosok itu tadi sedang berbicara dengan High Orc. Wang Zhu Ming memiliki indera pendengaran yang jauh lebih baik dari Hunter manapun di Asia Tenggara.


Maka dari itu, dia menyimpulkan bahwa ‘beruang’ itu juga bagian dari kawanan monster.


Wang Zhu Ming mengarahkan mata pedangnya pada leher makhluk itu.


Namun, saat pedangnya akan menyentuh leher lawan, sosok berkostum beruang itu menghilang.

__ADS_1


°°°


Anna yang kini berada dalam kostum beruang menatap Gina dengan syok saat merasa tidak percaya dengan pengelihatannya.


Dia tidak mengharap akan bertemu Gina di tempat ini.


‘Bukankah dia baru saja keluar dari Dungeon? Kenapa dia sudah berada disini?’


Tapi, hal yang paling Anna khawatirkan sebenarnya adalah kostum yang ia kenakan. Gina tidak mungkin tidak mengenali bonekanya.


Apalagi, dia juga membawa stand hanger di tangannya.


Anna tahu bahwa Gina akan mengenali tongkat berkepala beruang di tangannya itu, karena Gina pernah bercerita dengan sangat bersemangat jika dia mendapatkan barang edisi terbatas itu sebagai hadiah dari pembelian sepatu berlukisan beruang yang gadis itu belikan untuk Anna.


Sudah pasti, Gina akan mencurigai siapa orang yang berada di balik kostum.


Saat Anna masih syok dan berdiri mematung seraya menatap Gina, ia dapat merasakan ada sebuah benda yang mengandung energi sihir yang begitu kuat mengarah ke lehernya.


Anna melirik ke arah datangnya serangan dan melihat sebilah pedang bergerak dengan lambat menuju ke arahnya.


Saat bilah pedang sudah berada dekat dengan lehernya, Anna pun bergeser lalu berlari kecil ke belakang penyerangnya.


Anna kemudian menendang bokong penyerangnya itu dengan sedikit lembut.


Namun, orang itu terpental dan bergulingan dengan begitu keras di tanah.


‘Dia Hunter peringkat S? Dark Elf itu bahkan jauh lebih kuat darinya. Ngomong-ngomong, siapa namanya? Nobara?’


Setelah menendang bokong Wang Zhu Ming, Anna hendak pergi dari tempat itu. Selain untuk menghindari Gina, dia juga ingin berbicara pada Raja Orc, untuk memintanya pergi meninggalkan dunia manusia.


Namun, orang lain datang dari arah belakangnya.


Anna menoleh ke arah datangnya serangan, dan merasa sedikit takjub saat melihat orang itu bergerak dengan sedikit cepat dibandingkan dengan siapapun yang pernah ia temui.


Dalam mode fokusnya, Anna dapat melihat setiap pergerakan di sekitarnya dengan gerak lambat dan sangat detail.


Serangan cepat Wang Zhu Ming tadi, bahkan tidak lebih cepat dari gerakan seekor ulat yang berjalan di atas daun, jika dilihat dengan daya tangkap pengelihatan manusia normal.


Dan orang yang sedang berlari ke arahnya dengan sebuah belati di masing-masing tangannya ini, bergerak secepat semut yang berlari.


“Hebat, dia pasti Assassin,” pikir Anna yang benar-benar mengaguminya.


Dia kemudian mengingat nama ketua Asosiasi tersebut. Pada saat itu, Anna baru menyadari bahwa nama belakang ketua Asosiasi, sama dengan nama belakang Gina.


'Apakah Gina anak ketua Asosiasi?! Dan lagi, bukankah mereka datang bersama?'


Anna kembali menatap wajah pria paruh baya itu dengan seksama, sambil sedikit bergeser untuk menghindari belati yang mengarah ke dagunya.


'Mereka sangat mirip. Matanya... Hidung mancungnya...'


Tahu identitas orang itu, Anna bersikap hati-hati.


Saat Hunter itu sudah berada dekat dengannya, Anna menangkap dengan lembut tangan yang mengarahkan belati ke dagunya.


Ia kemudian mengambil belati itu dari tangannya, lalu melemparkannya ke tanah.


Anna juga menangkap tangan lainnya dan mengambil belatinya juga.


Semua itu, dilakukannya hanya dengan satu tangan, sementara tangannya yang lain masih menggenggam ‘senjatanya’, stand hanger.


Setelah melucuti senjata Ronald Stewart, Anna berbalik dan berlari pergi ke tempat Raja Orc berada. Selain untuk segera menghentikan dungeon break, juga untuk menghindari Gina.


°°°


Wang Zhu Ming memegangi bokongnya yang panas.


Tendangan keras di bokongnya tadi terasa sangat sakit karena mengenai tulang ekornya dan hampir membuatnya tidak bisa berdiri dengan segera, jika dia tidak langsung memperkuat tubuhnya dengan energi sihir yang lebih banyak.


Seumur hidupnya, serangan yang diterimanya tadi adalah serangan yang paling memalukan yang pernah dia alami.


Wang Zhu Ming memungut pedangnya dan berdiri kembali dengan maksud hendak menyerang makhluk berkostum boneka itu lagi.


Namun saat dia sudah mempersiapkan serangan, makhluk itu sudah lenyap. Hanya menyisakan Ronald Stewart yang berdiri kebingungan disana.


°°°


Anna akhirnya berdiri berhadapan dengan Raja Orc. Tubuhnya gemuknya sangat besar, dilengkapi dengan perut buncitnya telanjangnya yang mengkilap. Makhluk itu memiliki tinggi lebih dari 3 meter.


Kulit tubuhnya yang berwarna hijau gelap membuktikan bahwa dia adalah monster berjenis High Orc, berbeda dengan Orc biasa yang memiliki warna kulit hijau cerah.


Bersama Raja Orc itu, berdiri dua High Orc di sisi kiri dan kanannya.

__ADS_1


High Orc di sisi kanan memiliki tubuh yang tingginya hampir menyamai Raja Orc. Walaupun tubuhnya lebih ramping dari Raja Orc, namun tubuhnya jauh lebih bagus karena dipenuhi otot kekar.


Di sisi kiri, High Orc berlengan kurus, menyelimuti seluruh tubuhnya dengan jubah coklat tua yang tampak terbuat dari kulit binatang.


Di masing-masing tangan High Orc berjubah, ada sebuah tongkat kayu dan juga sebuah bola kristal berwarna merah darah.


"Mereka berdua pasti Orc petarung dan penyihir," pikir Anna yang menatap kagum pada kedua pengawal itu, namun tidak pada Raja Orc.


Di matanya, Raja Orc berpenampilan seperti pria tamak hidung belang yang agak menjijikkan.


Saat Anna masih memperhatikan kedua High Orc yang kini melangkah pelan ke depan Raja mereka, seperti hendak melindungi Raja Orc, pasukan High Orc bermunculan dari gelapnya malam dan berdiri mengepungnya.


Pada saat itu, Anna dapat mendengar High Orc petarung memberikan perintah pada pasukannya untuk menyerang dirinya.


“Bunuh makhluk ini!”


Mendengar perintah yang baru saja diberikan High Orc petarung, Anna menggelengkan kepalanya.


'Tsk... Mereka memang selalu seperti ini. Menyerang orang tanpa kompromi.'


Melihat puluhan High Orc berlarian menghampirinya, Anna ingin menggunakan energi sihir dan melepaskannya untuk menghancurkan tubuh pasukan High Orc yang menyerbunya itu.


Dia dapat membayangkan, ketiga makhluk dihadapannya pasti akan ketakutan jika dia meledakkan tubuh pasukan mereka sekaligus.


Anna sebenarnya suka dengan cara menggertak yang seperti itu. Dia tahu cara itu sangat efektif untuk membuat musuh ketakutan.


Namun, jika dia menggunakannya, dia tidak menjamin 4 Hunter yang baru saja tiba di area itu tidak akan terkena dampaknya juga.


Walaupun Anna tidak menoleh ke arah keempat Hunter tersebut, dari energi Mana mereka, dia tahu bahwa mereka adalah Gina Stewart, Ronald Stewart, Wang Zhu Ming dan satu Healer yang tadi menyembuhkan Hunter-hunter yang terluka.


Jadi, Anna akhirnya mengangkat senjatanya dan bergerak cepat menyerang pasukan High Orc penyerangnya.


Bang… bangg… banggg… bangggg…!!!


Tiap kali tongkat itu bergerak, 3 sampai 4 High Orc meledak.


Kemanapun Anna bergerak, ceceran darah hitam berhamburan memenuhi lembabnya udara malam.


Crack… crack… crack…


Anna terus melompat dan menerjang semua High Orc yang berlarian menghampirinya.


°°°


Pasukan High Orc sebenarnya hanya berlarian ke arah dimana munculnya makhluk berbulu halus itu.


Mereka sebenarnya tidak bisa melihat pergerakan Anna yang memiliki kecepatan di luar nalar monster-monster tersebut.


Anna hanya bisa terlihat di mata mereka, ketika dia sedang berhenti untuk berpijak dan menghilang kembali saat dia pergi ke arah lain untuk menyerang para pengepungnya.


Sementara itu di mata Raja Orc, pasukannya terlihat seperti sedang bermain-main. Mereka hanya terlihat berlarian kesana-kemari dengan bodoh, sambil mengangkat senjata mereka di atas kepala.


“Hentikan! Mundur!”


Seluruh pasukan diam dan berlari menjauh dari area itu setelah mendengar perintah dari High Orc petarung yang merupakan jendral perang mereka.


°°°


Melihat lawannya berlari menjauh, Anna juga menghentikan serangannya.


Gadis itu kemudian berjalan menghampiri Raja Orc lalu berdiri berhadapan dengan ketiga monster itu.


Tubuhnya akhirnya melayang perlahan di udara.


Menatap wajah monster-monster itu sambil mendongakkan kepala, ternyata sangat tidak nyaman baginya.


‘Pantas saja mereka bertiga selalu berlutut dihadapan ku. Ternyata mereka memiliki attitude yang baik.’


Anna akhirnya mengerti kenapa Tzullu, Tzaca dan Drucalla selalu berlutut saat sedang berbicara padanya.


Mereka ingin agar wajah mereka bisa sejajar dengannya, agar Anna dapat merasa nyaman saat sedang berbicara.


°°°


Melihat musuhnya melayang dihadapannya, kedua mata Raja Orc melebar.


Dia akhirnya menyadari bahwa lawan dihadapannya memiliki energi Mana yang sangat besar. Hal itu terbukti dari bagaimana dia bisa melawan hukum gravitasi yang berlaku di belahan planet manapun.


Tapi, apa yang dilakukan makhluk berbulu dan berkulit kendor di hadapan Raja Orc berikutnya, membuatnya lebih terkejut lagi.


•••

__ADS_1


__ADS_2