
"Gi-na... t-tolong...!" seru Gus yang sudah tidak bisa mempertahankan dirinya untuk tetap mengapung. Tubuhnya yang gempal dan jenis energi sihirnya yang berat membuatnya sangat kesulitan untuk bertahan di tengah-tengah banjir itu.
Mendengar teriakan minta tolong Gus, tanpa memikirkan lagi orang-orang yang tampak ia kenal termasuk ayahnya dan Steven, Gina mulai menyerang mereka. Ia melompat ke atas tubuh orang-orang itu dan menjadikan mereka pijakan untuk pergi menghampiri Gus Stevin.
"Bertahanlah!" seru Gina sambil memberikan sihir healing sekaligus buff pertahanan pada Gus.
Tapi, walaupun mereka Hunter peringkat S dan SSS, berada dalam kerumunan Hunter-hunter yang berjumlah ribuan orang itu, terutama saat mereka berada di antara air, Gus dan Gina akhirnya kerepotan juga.
Manusia-manusia tabung itu mulai menarik Gina kembali hingga Gina akhirnya terjerumus kembali, masuk kedalam air. Demikian pula dengan Gus. Mereka terus berusaha untuk menenggelamkan Gina dan Gus untuk membuat kedua Hunter itu mati lemas kehabisan udara di paru-paru mereka.
Yang membuat Gina dan Gus kesusahan juga, mereka terus menarik dan memeluk tubuh mereka berdua dengan saling mengerubungi.
Ini adalah kerugian Hunter tipe Healer dan Tank yang tidak memiliki skill untuk meledakkan lawan.
Gus sebenarnya memiliki skill pamungkas yang bisa mementalkan semua orang. Tapi dia akan langsung kehabisan energi Mana setelahnya. Jadi, Gus agak sedikit ragu untuk menggunakan kekuatannya itu jika Gina tidak berada di dekatnya.
Gus juga sudah mencoba untuk membuat benteng pertahanan, namun ribuan manusia tabung yang dulunya juga para Hunter itu akhirnya bisa menembus pertahanannya.
°°°
"Celah..., aku harus membuat celah," pikir Gina yang kini berada dalam pelukan puluhan orang yang sedang berusaha menenggelamkannya.
Ada satu hal yang kini Gina ketahui dari para pengeroyoknya. Manusia-manusia tabung itu bahkan bisa bernafas di dalam air. Karena itulah mereka bisa menyeret dirinya dan Gus kedalam air tanpa memikirkan kesulitan untuk bernafas.
Setelah berusaha keras untuk meloloskan diri dengan memukul, menendang dan membenturkan kepalanya ke semua pengerubungnya, Gina akhirnya berhasil membuat celah dan ia menggunakan celah itu untuk pergi menghampiri Gus.
Sesampainya di tempat Gus berada, Gina juga menggunakan seluruh upaya untuk memukul, menendang dan menarik semua manusia tabung yang mengerumuni Gus, lalu menarik Gus ke atas permukaan air dan memeluknya erat.
"Gus... Gunakan spesial skill mu. Ledakkan mereka. Aku akan memberi buff untuk menambah daya ledak."
"Tapi, aku akan kehabisan energi Mana."
"Lakukan saja."
"Y-ya."
Gus akhirnya mengerahkan semua energi Mana nya untuk memberikan satu ledakan besar dengan Gina sebagai pendukungnya.
Blub... Blub...
Boooooommmmm!!!
__ADS_1
Ledakkan itu sangat luar biasa besar. Dengan buff yang Gina berikan, ledakan itu bahkan berhasil menyingkirkan banjir ditempat kedua Hunter itu berada selama beberapa detik saat semua air dan tubuh manusia tabung terpental dan berpencar ke segala arah.
Gina dan Gus sempat mendarat di lantai saat air disekeliling mereka menghilang. Gina menggunakan kesempatan beberapa detik itu untuk berlari ke sebuah arah yang sudah dilihatnya sejak ia pergi menghampiri Gus.
"Ikuti aku!" seru Gina, sambil menarik tangan Gus dan berlari menuju sebuah pintu di ujung lorong lebar itu.
"Gus. Mungkin ada jalan keluar disana. Tendang pintu itu sekuat tenaga!" seru Gina lagi sambil melemparkan Gus ke arah pintu.
Braaakkk...!
Gus berhasil menghancurkan pintu itu dengan satu tendangan keras, menggunakan seluruh energi Mana nya yang masih tersisa.
Karena air sudah berkumpul kembali menjadi satu, Gina yang masih berada agak jauh dari pintu akhirnya tenggelam lagi.
Tapi, karena air kini terbagi ke ruangan lain, Gina tidak memerlukan banyak usaha untuk sampai ke permukaan dan ia bisa berenang dengan cepat menuju ruangan dimana Gus kini berada.
"Tidak ada pintu lain di ruangan ini. Ruangannya juga tidak terlalu besar," ucap Gus saat Gina sudah bergabung bersamanya.
Gus agak bingung saat melihat Gina tidak menanggapi apa yang ia katakan dan malah terdiam menatap sesuatu di belakangnya.
Gus akhirnya menoleh kebelakangnya, menatap 3 tabung yang berisi cairan berwarna hijau lumut dengan 3 manusia tabung yang wajahnya tidak begitu jelas. Dia tadi sudah melihat tabung itu namun mengabaikannya saja.
"Ada apa?" tanya Gus.
Saat ia sudah bisa melihat agak jelas wajah makhluk di dalam tabung itu, kedua mata Gina melebar.
"Gina, mereka datang!" seru Gus sambil menatap ngeri ke arah manusia-manusia tabung yang mulai berdesakan masuk kedalam ruangan itu.
Mendengar itu, Gina langsung berbalik dan menarik Gus lagi untuk segera berenang pergi meninggalkan tempat itu.
Satu-satunya jalan keluar yang mereka miliki ternyata hanyalah pintu kedatangan mereka tadi.
Gina menggunakan seluruh energi Mana nya untuk mengayuh dan melarikan diri dari kepungan para Hunter yang kini sudah mulai mengejar dan berusaha menangkap mereka.
Dengan kekuatan sihirnya, Gina melemparkan Gus lagi agar pria gempal itu bisa tiba lebih cepat di pintu tempat mereka masuk tadi. Sedangkan dia sendiri akhirnya keluar dari dalam air dan menggunakan tubuh-tubuh manusia tabung sebagai pijakannya lalu berlari ke arah pintu.
Gus yang sudah tiba di pintu terlebih dahulu akhirnya menghancurkan pintu itu dan baru berlari keluar saat Gina sudah sampai di dekatnya.
"Lari!" seru Gina setelah ia menyambar pergelangan tangan Gus dan menariknya dengan paksa.
Keduanya terus berlari menerobos air yang kini hanya setinggi lutut setelah terbagi ke banyak ruang.
__ADS_1
Gina terus menarik Gus sampai akhirnya mereka berhasil keluar dari gerbang yang hanya sebesar sebuah pintu rumah itu.
Gina tidak berhenti. Ia terus menarik tangan Gus untuk terus berlari ke perahu mereka, menyalakan mesinnya, lalu pergi dari pulau kecil tersebut.
"A-ada apa Gina? Kenapa kau terlihat sangat takut?"
"Itu... Salah satu tubuh di dalam ruangan tadi... Dia sangat mirip dengan pemilik asli tubuh Anna."
"A-apa? Apa maksudmu?"
"Akan kuceritakan nanti. Ayo berharap kita bisa kembali ke pelabuhan dengan selamat. Kalau dia sampai mengejar kita, kita pasti mati."
Gus bergidik mendengarnya.
"Kau hubungi Kevin, minta dia untuk segera kembali ke pelabuhan. Aku akan menghubungi nona Tanaka."
"Y-ya..."
•••
"Kita beruntung karena mereka tidak mengejar." Ucap Gina yang kemudian menghela nafas lega setelah mereka akhirnya tiba di pelabuhan.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Kevin, yang baru saja tiba di pelabuhan.
"Kami menemukan sebuah laboratorium disana." Sahut Gus.
"Lalu?"
"Di dalam laboratorium itu ada ribuan Hunter yang harusnya sudah mati." Sahut Gina.
"Apa?! Maksudku, bagaimana orang mati bisa hidup kembali?"
"Kami tidak tahu. Aku bahkan melihat sosok yang menyerupai tubuh asli Anna berada disana," sahut Gina lagi.
Mendengar itu, Kevin, Bimo dan Davina tentu saja sangat terkejut.
Kevin ingin bertanya lagi, namun Gina segera menghentikannya saat melihat Keisuke dan Eiko akhirnya tiba di pelabuhan.
"Nanti saja. Kami menemukan banyak catatan disana. Miyuki mungkin akan mengetahui mereka itu apa setelah memeriksa catatannya." Ucap Gina pelan.
Kevin akhirnya menyimpan kembali rasa penasarannya dan mengangguk pelan.
__ADS_1
•••