Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 292 - Hari Keluarga


__ADS_3

Morgan Lloyd hanya bisa menatap sedih pada Brandon yang selalu duduk termenung dengan wajah muram di dekat jendela kamarnya, sambil mengurut dada.


Brandon yang kini kehilangan semua hal berharga dalam hidupnya itu, benar-benar kehilangan arah dan tujuan hidup.


Rumah tangganya hancur berantakan. Istrinya yang sudah dibebaskan dari penjara Hunter setelah semua energi Mana nya dibuang, tidak pernah kembali lagi.


Ketiga anaknya, walaupun masih tinggal di wilayah kediaman Lloyd, namun terlihat jelas tidak terlalu memperdulikannya lagi.


Dan hal terpenting dalam hidupnya, guild Black Diamond, yang selama ini berada di puncak Kota C, berangsur-angsur mulai kehilangan anggotanya dan terancam runtuh.


Tapi, hal paling penting yang hilang darinya adalah identitasnya sebagai seorang Hunter. Tanpa memiliki energi Mana lagi, Brandon kini tidak ada bedanya dengan manusia biasa.


°°°


Morgan Lloyd menghela nafas panjang, setelah merenungi nasib buruk yang menimpa putra kesayangannya itu.


Beberapa hari yang lalu, di saat ia tidur, Anna mendatangi Brandon dan membuang lagi semua energi Mana iblis nya. Padahal, Morgan sudah menginvestasikan setengah dari hartanya untuk menaikkan peringkat Brandon dengan membeli pil iblis dari Li Wen Xia.


Pria tua itu telah mengeraskan hatinya sendiri. Ia sudah tahu bahwa Li Wen Xia yang menjual pil iblis padanya adalah malaikat tersesat dan energi Mana yang Brandon kosumsi adalah energi Mana jahat. Tapi, Morgan tetap saja menginginkan pil itu kembali untuk mengembalikan lagi energi Mana anak kesayangannya.


Karena itulah Morgan sangat sedih, juga, sangat mendendam pada Anna.


"Aneh, bukankah ayah sudah tahu bahwa energi Mana Brandon sudah hilang sepenuhnya? Dia tahu kan seandainya dia mendapatkan pil itu pun, Brandon tidak akan bisa mengembalikan energi Mana nya lagi? Justru pil itu akan membunuhnya," ucap Arthur Lloyd, putra kedua Morgan, pada Robin Lloyd yang sedang memerhatikan Morgan dan Brandon dari ambang pintu.


Robin sudah muak membahas hal itu. Ia tidak menggubris apa yang pamannya katakan. Ia langsung pergi meninggalkan mereka, berjalan kaki ke kediaman putri Lloyd yang sudah dibangun kembali.


Baru saja Robin meninggalkan kediaman utama itu beberapa puluh meter, Andrew berlari menyusulnya.


Sama seperti Robin, Andrew juga sudah muak jika keluarga mereka selalu membahas bagaimana ayah mereka kehilangan energi Mana, terutama saat mereka menyalahkan Anna.


Robin, Cassey dan Andrew saat ini sangat sensitif saat mendengar orang menjelekkan Anna. Mereka sangat tahu bagaimana Anna sebenarnya sangat menyayangi orang-orang dekatnya, dari caranya memperhatikan teman-temannya.


Robin, Cassey dan Andrew sangat menyayangkan hal itu. Seandainya mereka bisa bersikap baik pada Anna sejak dulu, Anna juga pasti akan memperlakukan mereka sama seperti ia memperlakukan teman-temannya.


•••


"Kalian datang lagi? Apa kakek masih membahas tentang energi Mana ayah?" tanya Cassey, yang sedang belajar memasak bersama para pelayan di kediaman putri.


Belakangan, saat Morgan membahas hal itu, Robin dan Andrew, yang kini tinggal di bangunan utama, selalu melarikan diri ke kediaman putri dimana Cassey berada.


"Kali ini paman Arthur. Dia berusaha mengajak Robin membicarakannya," sahut Andrew, sambil memerhatikan apa yang sedang Cassey masak. "Masakan apa ini?"


"Sup iga."


"Kau belajar memasak masakan Asia?"

__ADS_1


"Y-ya...," sahut Cassey, tersipu malu.


Tapi Andrew sama sekali tidak mengejeknya. Ia tahu, Cassey pasti ingin membuatkannya untuk Anna.


Robin dan Andrew tahu bahwa Cassey belakangan mencoba mencari tahu apa yang Anna sukai. Mereka melihat penyesalan Cassey dan melihat bagaimana Cassey berusaha untuk menyiapkan diri agar jika Anna memiliki sedikit waktu untuk berkunjung, maka Cassey bisa melakukan apa yang Anna suka.


Sayangnya, Anna tidak pernah sama sekali mengunjungi mereka ke kediaman keluarga Lloyd.


Tapi, saat Andrew dan Robin masih memikirkan tentang itu, Anna tiba-tiba masuk ke dapur.


"Hallo...," sapa Anna pada ketiganya.


Ketiga bersaudara itu sama terkejutnya saat melihat Anna tiba-tiba berada di situ. Mereka saling bertatapan, antara bingung, senang dan juga tidak tahu harus bersikap bagaimana.


Cassey akhirnya sadar terlebih dahulu dari rasa terkejutnya. Ia segera pergi ke meja dan menarik sebuah kursi dari bawah meja dan mempersilahkan Anna untuk duduk disitu.


"Apa aku tamu?" tanya Anna, sambil melihat-lihat isi panci yang mendidih.


"Y-ya?"


"Ini masih rumahku, kan?"


"Y-ya... Tentu... Kenapa tidak?"


Cassey terdiam. Namun tak lama kemudian kedua pipinya merona, merasa senang mendengar ucapan adik tirinya itu.


"Apa ini belum masak?" tanya Anna lagi, sambil mengendus aroma sup iga di panci.


Cassey sebenarnya tidak tahu. Ia melirik ke arah pelayan yang sejak tadi sedang membantu dan mengajarinya memasak, untuk mendapat jawabannya.


Saat pelayan itu mengangkat kedua tangannya dan menunjukkan 10 jarinya, Cassey akhirnya menyahut.


"Kau bisa menunggu 10 menit?" tanya Cassey.


Anna berbalik. Ia kemudian menatap ketiga saudara tirinya.


"Mungkin lebih dari itu. Sebenarnya, aku ingin bersantai bersama kalian hari ini."


"A-apa?!" Seru Robin dan Andrew.


Sementara Cassey hanya ternganga tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Melihat ekspresi terkejut dan bahagia dari ketiga saudara tirinya itu, Anna akhirnya bersyukur untuk pertama kalinya, karena ia bisa mendengar apa yang orang pikiran dan bisa merasakan perasaan orang lain.


Anna baru saja tiba di Kota C setelah ia mengantarkan Gina berurusan, saat ia tahu ketiga saudara tirinya itu sangat merindukannya. Karena itulah dia langsung datang untuk menemui mereka.

__ADS_1


Anna juga senang mengetahui perasaan asli ketiga saudaranya itu tanpa harus menebak-nebak perasaan mereka lagi seperti saat ia baru memulihkan Cassey dulu.


Ia kini tahu bahwa Cassey telah berubah dan tahu bahwa Cassey sedang mencari tahu apa yang disukainya agar jika mereka memiliki sekali saja kesempatan untuk berkumpul seperti dulu, maka Cassey bisa melakukan apa yang Anna suka dengan tulus.


"A-apa yang ingin kau lakukan? Apa kau ingin menonton film bersama? Atau jalan-jalan di taman bermain? Atau ke bioskop?" tanya Cassey cepat. Ia tahu tiga hal itu yang paling Anna sukai.


"Bagaimana kalau kita melakukan semuanya?"


Cassey terdiam.


"Kau tidak mau?"


"Kau serius?!"


"Tentu saja. Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke taman bermain setelah makan siang?"


"A-ayo kita pergi!" seru Cassey penuh semangat.


•••


Setelah makan siang bersama, mereka akhirnya pergi ke taman bermain. Namun, bukannya bisa menikmati kebersamaan dengan gembira, mereka malah terganggu dengan banyaknya orang dari berbagai kalangan usia yang meminta berfoto bersama Anna.


Anna awalnya merasa bingung. Namun, saat Robin dan Cassey memberitahunya bahwa ia harus melayani permintaan orang-orang itu, Anna akhirnya mau melakukannya.


"Apa mereka salah mengenaliku? Apa mereka mengira aku seorang selebriti?" tanya Anna pada Andrew, saat mereka sudah berhasil melarikan diri dari taman bermain karena orang yang meminta untuk berfoto tak kunjung habis juga.


"Mereka tidak salah. Kau sangat terkenal setelah muncul dalam siaran WABC saat menyelamatkan dunia," sahut Andrew dengan ekspresi bangga. "Teman-temanku bahkan selalu menanyakanmu."


"Kau bahkan lebih terkenal dari seorang selebritis!" puji Cassey.


Sepanjang perjalanan meninggalkan taman bermain sampai ke tempat parkir pun, masih banyak orang yang mencegat mereka untuk meminta foto bersama Anna.


Anna sebenarnya agak menyesal karena ia keluar hanya memakai t-shirt kedodoran dan hotpants saja.


Karena pengalaman itu, Anna berencana untuk keluar dengan pakaian yang keren dan rapi kedepannya.


°°°


Pilihan terbaik bagi mereka saat ini tentu saja pergi ke bioskop. Walaupun saat mereka mengantri membeli camilan juga Anna tetap dikerubungi orang banyak, namun saat sudah berada di dalam ruang teater, Anna akhirnya bisa tenang karena tak satupun orang yang datang untuk 'mengganggunya' lagi.


Setelah bersenang-senang seharian itu, keempatnya masih berkumpul lagi di kediaman putri untuk menonton film-film drama kesukaan Anna yang sudah lama tidak ia ikuti.


Cassey sudah membeli semua episodenya dan mereka pun menonton sampai pagi tiba.


•••••••

__ADS_1


__ADS_2