Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 215 - Misi Dari Dewi Ann


__ADS_3

Tahu bahwa dewi Ann sepertinya sedang menunggu tanggapannya, Anna akhirnya berbicara, "Jadi maksud mu, tempat para iblis itu bersembunyi, kau sendiri tidak bisa menemukannya apalagi aku?"


"Kau benar. Tidak ada satu pun dewa yang bisa menemukan mereka jika mereka bersembunyi di sana. Celah dimensi jauh lebih luas dibandingkan sebuah alam semesta di dalam sebuah dimensi."


"Lalu, apa adik mu bisa menemukan mereka jika dia ada? Bukankah kau mengatakan tidak akan ada dewa yang bisa menemukan mereka saat mereka bersembunyi di sana?"


"Adik ku bisa. Dia memiliki keterikatan dengan mereka."


"A-apa? Apakah adik mu itu... iblis?" tanya Anna dengan sedikit ragu.


Dewi Ann tertawa terbahak-bahak saat mendengar kata terakhir Anna. Ia tidak menyangka Anna akan menebak sangat jauh seperti itu.


"Bagaimana kau bisa menebak seperti itu?"


Anna menggaruk-garuk rambutnya yang masih sedikit membeku akibat berada dalam 'pembekuan' selama ratusan ribu tahun saat dewi Ann membekukannya di dalam es.


"Yah, itu... Aku cuma asal menebak." Sahut Anna malu-malu.


"Sebenarnya, makhluk tersesat yang kau sangka iblis itu adalah para malaikat yang dulunya pengikut adik ku sebelum mereka tersesat."


Anna mengangguk pelan. Ia pernah mendengarnya dari dewi Yolin.


"Kenapa kau mengangguk?"


"Ah..., dewi Yolin sebenarnya pernah menceritakan hal itu."


"Kau pernah bertemu Yolin?"


"Ya."


"Begitu... Pantas saja kau memiliki masalah dengan para dewa dari Nibiru." Dewi Ann mulai mengerti kenapa Anna bisa berada di sana.


Dewi Ann kembali bertanya, "Berarti kau juga sudah tahu kalau kami tidak diperbolehkan mencampuri urusan para makhluk ciptaan dan membuat keonaran di dunia para makhluk ciptaan, kan?"


Anna mengangguk pelan.


"Kalau begitu aku tidak perlu lagi menjelaskan hal itu. Karena itu juga aku tidak bisa mencari adik ku dengan memasuki wilayah kekuasaan dewa lain."


"Tapi, kenapa kalian memiliki batasan seperti itu?" tanya Anna penasaran.


"Kami mungkin akan saling merebut wilayah kekuasaan ketika hukum itu tidak ada. Sama seperti sihir pembelenggu yang Absolut tanamkan di kepala kami saat kami memasuki wilayah lain. Sihir itu di buat agar kami kesakitan dan tidak bisa berkonsentrasi saat bertarung untuk menjajah wilayah lain."


"Jadi begitu...," Anna mengangguk pelan. Ia akhirnya tahu penyebab rasa sakit di kepalanya dan mengapa dewi Yolin tidak membantu bangsa nya langsung dan malah meminta bantuannya.


°°°


Anna kembali bertanya, "Jadi, apa adik mu bisa melacak keberadaan mereka karena mereka dulunya adalah para pengikutnya?"


"Ya. Adik bungsu ku adalah penguasa pusaran putih. Jika dia ada, kau bisa menemukan lokasi semua malaikat tersesat itu dengan mudah, sebelum mereka memanggil raja iblis dari dimensi lain."


"Penguasa pusaran putih?"

__ADS_1


"Ya. Galaksi kita, Milky Way."


"Lalu, siapa itu raja iblis yang sebenarnya?"


"Dia adalah makhluk yang memberikan kekuatan baru pada para malaikat tersesat. Dia juga sangat kuat. Dia adalah pemimpin dari dua alam semesta lain dimana semua makhluk yang berada di dalamnya adalah para pembuat keonaran dan sumber malapetaka. Mereka masih terkurung di sana hanya karena Absolut mengekang mereka. Tapi, jika makhluk dari dimensi kita memanggil mereka untuk datang, mereka akan memiliki izin untuk menjajah dimensi kita."


"Kenapa Absolut membiarkan hal itu terjadi?"


"Absolut tidak memiliki hak menghalangi mereka jika makhluk dari dimensi kita mengundang mereka."


"Kalau begitu, bukankah Absolut membiarkan para makhluk dan dewa nya kesusahan?"


"Absolut tidak akan membiarkan malapetaka terjadi. Saat para iblis itu datang ke dimensi kita dan membawa malapetaka, Absolut akan menghancurkan dimensi kita."


Mendengar itu, Anna merinding. "Apa itu sejenis kiamat?"


"Ya. Bisa dikatakan seperti itu."


Glup...


"Baiklah...," Anna menarik nafas panjang sebelum bertanya lagi, "Tapi kenapa adik mu bisa berada di sana?" tanya nya, sembari menatap ke arah gerbang.


"Bekas pengikut setia adik ku mengarahkan jalan nya menuju planet para Titans saat dia hendak ke Bumi untuk menangkap para malaikat tersesat."


"Planet Titans? Titans yang terkenal itu?"


"Terkenal? Kau tahu mereka?" tanya dewi Ann bingung.


"Y-ya... Maksud ku, dewa Zeus dan para dewa lainnya."


"A-apa maksud mu?" Anna bertanya dengan ragu-ragu saat melihat wajah kesal dewi Ann.


"Cerita itu pasti berasal dari Azazel. Dia dulunya adalah malaikat sebelum akhirnya tersesat berasama Lucifer. Dia suka bercerita dan dia pasti sudah menceritakan banyak hal mengenai dunia para dewa untuk para makhluk ciptaan."


Anna mengangguk pelan. "Pantas saja semua makhluk mitos itu benar-benar ada. Jadi dia menceritakan hal nyata pada manusia?"


"Sepertinya begitu. Kau bisa bertanya pada Lyn saat kalian sudah bertemu. Sebagai penguasa Milky Way, dia selalu mengamati kehidupan para makhluk ciptaan."


"Lyn? Apa itu nama adik mu?"


Dewi Ann tersenyum. "Dia penguasa galaksi kita. Hati-hati jika kau berbicara padanya. Kedudukannya setara dengan Yolin, Anu dan Ki."


"A-apa? Apa dia memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari mu?"


"Ya. Aku hanya panglima perang dalam galaksi kita. Lyn adalah penguasanya. Kedudukan ku setara dengan Eru dan Igigi. Kau pasti sudah bertemu dengan Eru kan?"


Anna mengangguk.


Ia kemudian bertanya saat merasa ada yang salah dari kedudukan itu. "Tapi, kenapa kau bisa mengalahkan dewa Anu? Bukankah dia dewa penguasa yang lebih tinggi dari mu? Harusnya dia sangat kuat, kan?"


Dewi Ann tertawa terbahak. Ia tidak menjawab pertanyaan itu dan membuat Anna menggaruk-garuk kepalanya lagi karena merasa malu.

__ADS_1


Anna bertanya hal lain, "Tapi, bagaimana bisa seorang penguasa galaksi di sesatkan?"


Mendapat pertanyaan itu, Dewi Ann perlahan menghentikan tawanya. Ia kemudian tersenyum miris.


"Dia belum pernah turun ke galaksi langsung. Jadi Lucifer dengan mudahnya memanipulasi gerbang menuju Bumi. Lorong gerbang dari dunia para dewa menuju sebuah galaksi sangat panjang. Tidak seperti gerbang-gerbang yang kau tahu itu yang begitu kita masuk, kita langsung keluar di tempat lain."


"Begitu...," Anna mengangguk-angguk. "Jadi, dewa juga bisa terkena manipulasi?"


"Tentu saja. Kami hanya dewa, bukan Absolut."


"A-apa Absolut sangat kuat?"


"Tentu."


Ekspresi Anna tampak bodoh saat ia memikirkan sebuah pertanyaan konyol yang kemudian ia tanyakan. "Tapi, aku pernah membaca cerita bahwa ada seseorang yang bisa mengalahkan Absolut."


"Itu pasti bukan cerita yang di buat Azazel. Itu cerita buatan manusia, kan?"


Anna tersipu malu. "Y-ya."


"Yang maha tinggi tidak akan di sebut sebagai Absolut jika dia bisa di kalahkan. Dia bahkan tidak perlu repot-repot jika ingin membinasakan kita. Dia hanya tinggal mengucapkannya saja, maka kita akan binasa."


"B-begitu...," Anna kemudian terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya bertanya kembali. "Kenapa dewa Lyn tidak pergi saja dari sana? Bukankah dia hanya tinggal kembali saja?"


Dewi Ann menggelengkan kepalanya. "Tentang itu aku tidak tahu. Yang pasti aku tahu jika adik ku masih hidup. Kami tidak diperbolehkan berkeliaran kecuali dewan pengawas memanggil kami ke suatu wilayah seperti saat dewan pengawas memanggil ku tadi. Karena itu juga aku bingung, kenapa Lyn bisa terjebak di sana."


"Jadi yang seperti itu bisa terjadi juga pada para dewa?" pikir Anna, merasa aneh karena dewa juga bisa terjebak layaknya makhluk ciptaan.


"Aku memercayakannya pada mu, Anna."


"A-apa? Ah... Y-ya..."


"Jika kau terdesak, kau tinggal obrak-abrik saja planet itu dan pancing dewa nya agar bertarung melawan mu. Saat itu terjadi, aku akan mendapatkan izin untuk datang ke sana membantu mu."


Anna hanya mengangguk pelan. Ia merasa sedikit ragu. Membayangkan harus bertarung melawan para dewa, ia merasa ngeri juga.


"Jika kau bisa membawa Lyn kembali, semua masalah yang berada di Bumi karena para malaikat tersesat itu akan mudah di selesaikan. Lyn memang ingin menangkap mereka semua. Karena itulah Lucifer memanipulasi sihir gerbangnya."


"Y-ya..., aku akan berusaha."


"Ogun dan Ezili akan menemani mu selama kau berada di planet bangsa Titans."


Anna tidak menanggapinya. Ia tiba-tiba teringat akan hal lain. Setelah menimbang-nimbang hal tersebut, Anna akhirnya memberanikan diri untuk menanyakannya langsung.


"Tapi, jika aku bisa membawa nya, apakah kau bisa mengabulkan satu permintaan ku?"


Dewi Ann tersenyum.


"Kau ingin bertransaksi dengan ku?"


"Apa tidak boleh?"

__ADS_1


"Katakan apa keinginan mu. Aku akan mendengarnya terlebih dulu."


•••••••


__ADS_2