Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 223 - Obrolan Miyuki Bersama Gina


__ADS_3

Tidak peduli hal apa yang ia lakukan, tidak peduli untuk apa ia melakukannya dan tidak peduli bagaimana dia memiliki daya untuk melakukan hal itu.


Orang yang di maksud pasti akan merasa nyaman saat ia memiliki seseorang yang selalu dapat memahaminya tanpa banyak bertanya dan ingin tahu lebih dalam mengenai mengapa ia melakukannya.


Hal itulah yang Miyuki rasakan saat ini.


Walaupun dia berada di bawah tatapan Kevin, Gus, Davina, Lucy dan Yola yang sangat penasaran dengan kekuatan yang ia miliki dan bagaimana cara mendapatkannya, entah kenapa Miyuki yang sebelumnya agak gugup, menjadi lebih rileks karena ada Gina dan Bimo di sana, yang tampak tidak penasaran tentang masa lalunya.


Terutama karena adanya Gina.


Teman-temannya yang penasaran itu menjadi tidak berani membuka mulut untuk mengobati rasa penasaran mereka hanya karena ada Gina di sana.


Mereka tahu, Gina agak tidak suka dengan orang yang mengintimidasi orang lain dengan mengajukan banyak pertanyaan bersifat pribadi. Jadi mereka, yang sangat menghormati Gina itu, tetap diam sambil menyantap makan malamnya masing-masing.


Hal itu membuat Miyuki yang sebelumnya sudah lelah saat membayangkan harus bercerita dari awal tentang bagaimana dia mendapat kekuatannya, menjadi lebih nyaman. Karena ada Gina di sana, dia akhirnya bisa duduk makan dengan santai tanpa harus lelah bercerita.


Miyuki sebenarnya sangat tidak keberatan untuk menceritakan hal yang membuat teman-temannya itu penasaran, karena dia tidak ingin menutupi apa pun dari orang-orang yang langsung datang tanpa memikirkan keselamatan mereka sendiri hanya untuk membawanya lari dari kejaran beberapa Hunter terkuat dunia.


Namun, ia masih terganggu dengan pikiran bagaimana caranya dia bisa mengejar dan mendapatkan Li Wen Xia dan Albert Brosman. Jadi dia agak kehilangan mood untuk bercerita.


•••


Beberapa jam kemudian, di malam hari saat hanya ada Gina di ruang tengah apartemen Anna, Miyuki datang menghampirinya.


Biasanya, Miyuki tidak akan duduk bergabung dengan seseorang kecuali mereka sedang memakan makanan yang menarik minatnya.


Namun, karena ada hal yang harus ia sampaikan pada Gina, dia akhirnya datang menghampiri terlebih dahulu saat ia melihat Gina sedang sendiri.


"Miyu? Kau tidak jadi kembali ke ruang bawah tanah?"


"Tidak. Aku akan kembali ke sana besok pagi bersama Rin."


"Begitu..."


"Di mana yang lain?"


"Entahlah. Mereka tadi mengatakan ingin turun mencari udara segar." Sahut Gina, sembari tersenyum. Wajahnya tidak menunjukkan rasa penasaran seperti yang lain saat menatap Miyuki. "Kau tidak duduk? Duduklah...," ucap Gina seraya menepuk tempat kosong di sebelahnya. "Sudah lama kan kita tidak bertemu?"


Walaupun sebenarnya mereka selalu bersama setiap hari, namun Miyuki ada bersama mereka dalam wujud avatar.


Sudah 6 bulan berlalu sejak terakhir kali mereka bertemu secara langsung seperti ini.


"Apa kau merindukan ku?" ucap Miyuki, sembari duduk dengan menghempaskan pantatnya di sofa.


"Tentu saja," sahut Gina datar. Dia agak takjub saat melihat Miyuki tersenyum.


Ini adalah pertama kalinya Gina melihat Miyuki tersenyum seperti itu. Senyumannya sangat manis hingga membuat Gina langsung menarik tubuh gadis itu dan menyandarkan kepala Miyuki di pundaknya.


Selain karena senyuman Miyuki, Gina juga benar-benar merindukan saat-saat seperti ini yang biasa menghiasi masa remajanya. Saat Luke adiknya masih berada di bangku sekolah dasar dan saat kedua orang tua nya selalu meluangkan waktu untuk kumpul bersama setelah makan malam.


Sayangnya, segala sesuatunya berubah setelah Luke membuat masalah hingga ia harus mendekam di tahanan Asosiasi. Juga, ayahnya kini sudah tiada. Otomatis, hanya ibunya yang kini masih ada dan tinggal di kediaman keluarga Stewart seorang diri.


"Miyu. Apa kau mau ikut ke kediaman keluarga ku?"


"Huh?" Miyuki menegakkan posisi duduknya, terkejut mendengar itu.


"Aku berpikir, ibu ku pasti sangat kesepian saat ini saat ayah ku sudah tidak ada dan adik ku berada di penjara."


"Maksud ku, apakah tidak apa-apa kalau aku berkunjung ke kediaman orang tua mu?"


Gina mengernyitkan keningnya.


"Tentu saja. Kecuali kau yang tidak menginginkannya."


"Aku mau," sahut Miyuki cepat.


Mendengar itu, Gina kembali tersenyum.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita semua pergi ke rumah orang tua ku besok pagi? Setelah itu aku akan mengantarkan mu ke laboratorium."


"Ya."


Setelah obrolan itu, suasana kembali hening.


Biasanya, mereka akan menyalakan televisi dan menonton berita di saat santai seperti ini. Namun, Gina sengaja tidak menyalakan televisi yang berada di seberang mereka, karena ia tahu semua saluran berita pasti sedang membahas apa yang baru saja Miyuki lakukan.


"Gina."


"Ya?"


"Kau ingat raid ilegal yang menjadi berita besar empat tahun lalu?"


"Raid ilegal yang di lakukan selama dua bulan penuh itu?"


"Ya."


"Ya. Ada apa dengan raid itu?"


"Aku yang melakukannya. Aku juga masih melakukan raid ilegal di lima ratus lebih Dungeon, selama dua tahun setelahnya."


"Apa?!" Gina terkejut mendengarnya. Ia sampai memutar tubuhnya untuk duduk menghadap Miyuki.


"Aku mendapat kekuatan ku dari situ. Aku mengambil semua kristal sihir dan tubuh-tubuh monster di dalam Dungeon untuk meningkatkan kekuatan ku."


Gina tidak menanggapinya. Dia hanya menatap Miyuki dengan mulut menganga.


Melihat ekspresi Gina, Miyuki menundukkan kepalanya. Ia tahu hal itu melanggar ketentuan Asosiasi Dunia.


"Aku tahu itu perbuatan yang salah," ucap Miyuki pelan.


"Apa?"


"Raid ilegal. Yah, ku rasa lima ratus sangat banyak. Tapi di dua tahun setelahnya, aku tidak mencuri gerbang yang sudah sebuah guild beli. Aku memiliki alat untuk mendeteksi tempat yang akan menjadi tempat kemunculan gerbang. Jadi aku pergi ke sana sebelum Asosiasi tahu."


Gina tertawa. Ia baru sadar Miyuki salah sangka dengan ekspresi terkejutnya.


"Oh..., aku hanya terkejut bagaimana bisa gadis remaja seperti mu melakukan raid di lima ratus Dungeon. Kalau itu empat tahun yang lalu, berarti, kau masih umur lima belas, kan?"


"Y-ya..."


"Apa kau melakukannya seorang diri?"


"Ya..."


Gina terdiam lagi untuk beberapa saat.


"Kau gila..."


"Huh?"


"Itu sangat berbahaya."


"Ah..., itu tidak terlalu berbahaya untuk ku."


Gina mengernyitkan kedua alisnya. Ia memang penasaran bagaimana Miyuki bisa sangat kuat. Tapi, dia tidak terlalu mau memikirkan hal itu. Selama Miyuki ada di pihak manusia dan membantu manusia, itu tidak masalah untuknya.


Tapi, kata-kata 'tidak terlalu berbahaya' itu sangat mengganggunya.


"Apa maksud mu? Apakah kau mendapatkan peringkat kebangkitan yang sangat tinggi?"


Miyuki menggeleng.


"Aku memulai dari peringkat D. Hanya saja, aku mendapatkan guru hebat yang mewariskan teknik membunuh yang sangat efisien pada ku."


"Ah..., jadi begitu...," Gina ingat teknik bertarung Miyuki yang sangat mematikan saat gadis itu mengendalikan avatar.

__ADS_1


Pergerakkannya sangat cepat. Miyuki juga tidak terlalu banyak melakukan usaha untuk membunuh lawan, sekuat apa pun lawannya.


Miyuki hanya membutuhkan satu pergerakan untuk memenggal leher lawan-lawannya.


Setahu Gina, sejauh ini hanya Anna, Damballa dan Li Wen Xia saja yang membuat Miyuki harus banyak bergerak saat dia bertarung melawan mereka. Itu juga karena kekuatan avatar berada sangat jauh di bawah ketiganya.


Jadi, Gina tidak mempertanyakan lagi seberapa hebat guru Miyuki dan bagaimana Miyuki yang masih berada di peringkat D bisa bertarung di banyak Dungeon.


"Tapi...," Gina kembali berbicara, "Apa kau melakukan raid di semua Dungeon itu seorang diri saja sejak awal?"


"Ya."


"Teknik bertarung mu benar-benar sangat hebat..."


"Teknik membunuh ku memang hebat. Aku belum pernah bertemu lawan yang benar-benar membuat ku kesulitan sejauh ini. Tapi, teknik bertarung Anna jauh lebih baik dari ku."


"Apa?!"


"Kau ingat saat dia terkena hipnotis?"


"Y-ya."


"Walaupun kita tidak bisa merasakan energi Mana nya, aku tahu dia bertarung tanpa menggunakan energi Mana sama sekali. Dia hanya menggunakan kekuatan fisik dan kecepatan fisiknya saja. Sementara aku sudah di bantu energi Mana avatar yang berperingkat SS."


"Ah..., y-ya. Kau benar."


"Dan lagi..., ku rasa Anna tahu kalau aku menyimpan kekuatan besar dalam tubuh ku."


"Dia pernah bertanya pada mu?"


Miyuki menggeleng.


"Dia tidak bertanya secara langsung. Tapi, ada beberapa momen saat Anna meminta ku untuk bertarung sendiri alih-alih menggunakan avatar. Kau ingat? Dia juga meminta ku melakukan penilaian pada prajurit Orc dan Elf nya saat kita pertama kali berada di dunia buatannya."


Gina mengangguk.


"Anna sepertinya tahu aku bisa menilai seberapa kuat mereka karena dia tahu aku lebih kuat dibandingkan mereka walaupun aku menyamarkan energi Mana ku sampai ke peringkat F."


"Kau lebih kuat dari Nobara?!" Gina sampai setengah berteriak. Selama ini dia mengira hanya Anna sajalah yang lebih kuat dari Nobara.


"Y-ya. Kau tahu kan, di atas peringkat S, hanya seseorang yang memiliki energi Mana lebih tinggi yang bisa menyembunyikan kekuatannya dari yang lebih lemah."


Gina mengangguk sampai berkali-kali. Ia benar-benar mengagumi Miyuki.


"Berarti..., apa Anna jauh lebih kuat dari mu hingga kau tidak bisa merasakan energi Mana nya?"


Miyuki menggeleng.


"Aku tidak tahu seberapa besar energi Mana nya. Kekuatan Anna sepertinya berbeda dari yang kita miliki."


"Berbeda?"


"Ya. Aku pernah membuat alat pengukur energi Mana khusus untuknya dan itu langsung rusak saat ia mencobanya."


"..."


"Dia sepertinya tahu aku menyembunyikan kekuatan ku tapi tidak ingin bertanya sampai aku mengatakannya sendiri."


"Dia mungkin tidak ingin kau merasa tidak nyaman."


"Tsk... Tapi dia mengetes ku beberapa kali. Anna pernah meminta ku untuk meretas CCTV di apartemen mu untuk menyelidiki siapa orang yang melindunginya saat masih terbaring koma. Tapi dia tidak pernah membahasnya lagi kemudian setelah dia mungkin tahu bahwa aku yang melakukannya. Dan juga...," Miyuki agak kesal ketika mengingat Anna memintanya mengangkut beberapa truk kristal sihir seorang diri.


"Ya?"


"Tidak apa-apa...," Miyuki memilih untuk tidak membahas hal itu. Ia merasa telah di bodohi pada saat itu.


Miyuki dan Gina kemudian menarik nafas panjang di saat yang hampir bersamaan.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong..., dimana dia sekarang?"


•••••••


__ADS_2