Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 267 - Perjalanan Miyuki dan Rin (2)


__ADS_3

Mobil sedan hitam itu terus melaju meninggalkan pusat kota sampai akhirnya tiba di daerah pegunungan Huangshan yang berada di provinsi Anhui, Tiongkok.


Saat mereka tiba di kaki gunung, pria muda itu menghentikan mobil, lalu meminta Miyuki dan Rin untuk mengikutinya dengan berjalan kaki.


Mereka terus berjalan melewati jalanan menanjak sampai lebih dari 200 meter jauhnya, sampai akhirnya tiba di sebuah bangunan kecil yang dijaga oleh 3 Hunter bertubuh tinggi besar.


°°°


"Siapa mereka?" tanya salah satu pria bertubuh kekar yang langsung mengenali pria muda itu sebagai salah satu rekannya.


Belum sempat pria muda itu menjawab pertanyaan tersebut, Miyuki sudah maju terlebih dahulu dan memukul ketiga Hunter itu hingga mereka jatuh pingsan seketika.


Melihat apa yang Miyuki lakukan, tentu saja membuat pria muda yang mengantarkan Miyuki dan Rin ketempat itu menjadi sangat panik.


"N-nona... Anda tidak bisa membuat keributan. Mereka akan tahu jika Anda datang. Mereka akan melarikan di..."


Kalimatnya terhenti saat Miyuki berbalik untuk menatapnya dan berbicara pada pria muda itu. Ia menyebutkan alamat rumah pria itu, alamat tinggal orang tuanya dan alamat tinggal dua saudaranya.


"Kau tunggu disini sampai aku menyelesaikan urusanku. Jika kau meninggalkan kami, aku akan mendatangi semua anggota keluargamu. Kalian akan binasa. Kau mengerti?"


Mendapat ancaman seperti itu, tentu saja pria muda itu langsung ketakutan. Sambil gemetaran ia mengangguk sampai berulang kali.


Miyuki akhirnya membuka pintu bangunan kecil itu lalu mengajak Rin masuk kedalamnya.


Hanya dari aura sihirnya saja, ia tahu dimana pintu rahasia yang tersembunyi di dalam bangunan itu.


Miyuki bahkan tidak perlu repot-repot mencari letak kunci rahasia untuk membuka pintu. Ia langsung menendang pintu batu dengan ketebalan 2 meter itu dan menghancurkannya sampai pecah berkeping-keping.


Kedua gadis remaja itu kemudian turun memasuki lorong yang membawa mereka ke dalam bagian gunung yang merupakan tempat persembunyian dari seorang bandar narkoba terkenal di provinsi Anhui.


Saat keduanya tiba di ujung lorong, mereka menemukan sebuah pintu geser yang sama tebalnya dengan pintu di atas tadi.


Dengan satu gerakan ringan, Miyuki juga menghancurkan pintu batu itu dengan sangat mudah.


Brakkkk!!!


Terkejut dengan hancurnya pintu batu yang menyembunyikan ruangan rahasia mereka, orang-orang yang berada di dalam ruangan langsung mengambil senjata mereka dan hendak menyergap Miyuki.


Tapi, semua orang itu langsung terdiam saat mendengar ancaman dari Miyuki.

__ADS_1


"Aku Miyuki Nakano. Siapapun yang bergerak akan mati. Duduklah dengan tenang dan jangan ada yang pindah dari posisi duduk semula." Ucap Miyuki dengan nada dingin.


Mereka tentu tahu siapa itu Miyuki Nakano. Berita tentang apa yang sudah dilakukannya di Asia Tenggara kini sudah menyebar luas ke seluruh dunia.


Dia adalah Miyuki sang pembantai yang bahkan jauh lebih terkenal dibandingkan 12 Hunter peringkat SS dunia. Selain itu, dia juga punya rekan-rekan berperingkat tinggi yang bahkan lebih tinggi dibandingkan 12 Hunter ternama itu.


Jadi, puluhan pria berwajah sangar itu mau tidak mau langsung menuruti perintahnya saat mendapat ancaman tersebut. Mereka percaya, mereka pasti akan mati jika berani membantah perintah sang pembantai keji itu.


°°°


Setelah semua Hunter, yang memilih jalan profesi sebagai gangster, itu duduk, Miyuki mulai memerhatikan wajah mereka satu per satu dengan benar.


Diantara mereka, ada seorang pria kurus dengan tattoo di wajah yang langsung memalingkan muka saat terkena giliran ditatap Miyuki.


Dia adalah ketua dari gangster ini. Dia juga yang Miyuki cari. Bandar narkoba terbesar di provinsi Anhui, yang bisnisnya sampai ke Asia Tenggara.


Pria itu duduk tepat diantara banyak anak buahnya. Ia sebenarnya merasa sangat beruntung berada di antara anak buahnya karena ia pikir posisi duduknya tidak akan mencolok untuk ditebak sebagai pemimpin dari para pria berwajah sangar itu.


Tapi, saat ia baru saja memalingkan wajah, tubuhnya tiba-tiba terangkat dari kursinya lalu secara perlahan melayang menuju ke arah Miyuki.


Setelah pria kurus itu berada dihadapannya, Miyuki menghempaskan tubuh pria itu dengan sangat keras ke lantai batu.


Baaakkkk!!!


"Dimana pria berjubah hitam yang terakhir kali bertemu denganmu di Kota A itu?" tanya Miyuki, tanpa memerdulikan erangan kesakitan dari pria bertubuh kurus itu setelah kepalanya terbentur lantai batu.


"A-apa maksud Anda? S-saya tidak..."


"Ini." Ucap Miyuki sembari menunjukkan foto pria bertubuh kurus saat sedang bersama dengan orang yang sedang Miyuki cari, saat mereka berada di Kota A, ibu kota Asia Tenggara.


"S-saya tidak tahu...," sahut pria itu sambil menunduk dengan tubuh gemetar.


Sratttt...!


"Aaaaaahhhhhh...! A-apa yang Anda lakukan?!" teriak pria bertubuh kurus sesaat setelah Miyuki memotong salah satu tangannya.


"Dia ini iblis. Aku tahu kau juga manusia berhati iblis yang telah mengedarkan narkoba ke Asia Tenggara. Tapi, dia adalah iblis yang sebenarnya, yang membuat gerbang-gerbang Dungeon itu bermunculan,"


"Sekarang katakan dimana kau biasanya bertemu dengannya atau kau akan kehilangan semua tangan dan kakimu."

__ADS_1


"T-tidak... T-tolong ampuni saya, nona Nakano..."


"Tentu. Jika kau memberitahuku tempat persembunyiannya."


"Tapi, saya tidak mengetahuinya. Dia biasanya akan menghubungi jika ingin bertemu."


"Ok. Kau sepertinya lebih takut padanya, kan? Ayo kita lihat siapa yang lebih menakutkan. Dia atau aku."


Setelah mengucapkan ancaman itu, Miyuki mengangkat tanto nya perlahan. Ia melakukan gerakan dengan perlahan, hanya untuk menakut-nakuti pria kurus tersebut.


Apa yang Miyuki lakukan berhasil, karena pria itu langsung menyebutkan lokasi keberadaan orang yang Miyuki cari.


"Hong Kong! Dia berada di Hong Kong!" seru pria kurus itu saat tanto di tangan Miyuki sudah berada di pangkal lengannya.


"Pilihan yang bagus. Sekarang kau ikut denganku dan antar aku ketempatnya."


"A-apa?! Tapi..."


Miyuki kemudian menyebutkan dimana saja tempat tinggal dan tempat persembunyian anggota keluarga pria kurus itu.


Mendengar itu, pria bertubuh kurus itu gemetar. Ia tahu bahwa tempat persembunyian seluruh anggota keluarganya sangat rahasia. Bahkan, hampir tidak ada anak buahnya yang tahu dimana dia menyembunyikan seluruh anggota keluarganya tersebut.


"Jika kau berbohong, aku akan mendatangi semua anggota keluargamu dan menghabisi mereka. Kau mengerti?"


"S-saya mengerti."


"Jika aku bisa menemukannya seperti aku bisa menemukan seluruh anggota keluargamu, aku tidak akan repot-repot mencarimu dan mengancammu. Jadi, jangan coba-coba membohongiku. Aku benar-benar akan membunuhmu!"


"S-saya mengerti, nona Nakano. D-dia sebenarnya berada di Beijing." Ucap pria kurus itu lagi, mengerti kenapa Miyuki sampai mengulangi kata-katanya.


"Tsk... Kau mau menipuku?"


"S-saya... Saya tidak berani! Dia ada di Beijing. Saya akan mengantarkan Anda ke lokasi kami biasa bertemu!" seru pria kurus itu sambil membentur-benturkan kepalanya ke lantai batu.


"Kalau begitu ayo kita pergi sekarang pakai jet pribadimu."


Miyuki kemudian menatap puluhan pria berwajah sangar yang juga gemetar ketakutan saat melihat bagaimana kejam dirinya. Ia kemudian mengeruk lantai batu padat yang sangat keras di dekat kedua kakinya hanya dengan menggunakan tangannya dan itu membuat pria kurus yang berada dihadapannya ternganga.


Miyuki meremukkan bongkahan batu yang baru dikeruknya, lalu mengebaskan tangannya sekali.

__ADS_1


Bertepatan dengan itu, semua pria berwajah sangar itu jatuh pingsan setelah pecahan batu digenggaman Miyuki tadi berpindah ke dahi mereka.


•••


__ADS_2