
Miyuki mengizinkan pria muda yang sudah ditipunya saat mengatakan akan membeli narkoba dalam jumlah besar itu untuk pulang setelah ia mengantarkan mereka ke airport.
Miyuki, Rin dan pria bertubuh kurus akhirnya pergi ke Beijing dengan menggunakan jet pribadi pria kurus itu.
Sesampainya di ibu kota Tiongkok, beberapa anak buah pria kurus, yang sudah dihubunginya saat berada di pesawat, sudah menunggu untuk menjemput mereka dan langsung mengantarkan mereka ke lokasi yang pria kurus tahu sebagai tempat dimana orang yang Miyuki maksud biasanya berada.
Tempat itu adalah sebuah bangunan setinggi 25 lantai yang merupakan kantor pusat dari Asosiasi Tiongkok berada.
"Apa orang itu ketua Asosiasi Tiongkok?" tanya Miyuki, saat mereka sudah berada di depan gedung itu.
"S-saya tidak tahu, nona Nakano. Tapi, setahu saya dia bukan warga Tiongkok. Dia orang dari ras kulit putih." Sahut pria kurus.
"Ya. Aku tahu itu." Sahut Miyuki.
Yang mengejutkan, Miyuki tiba-tiba melepaskan pria kurus itu sebelum ia mengonfirmasi apakah orang yang dicarinya berada di dalam gedung itu atau tidak.
Dibebaskan seperti itu begitu saja, pria kurus tentu tidak mau ambil pusing. Walaupun ia agak bingung, tentu saja ia langsung pergi meninggalkan kedua gadis remaja itu dengan senang hati.
•••
"Apa orang yang kau cari ada di dalam, Miyu?" tanya Rin, setelah pria kurus itu pergi bersama para anak buahnya.
"Ya. Aku bisa merasakan energi Mana yang sama di dalam gedung ini, yang sama dengan yang ku rasakan saat kita berada di gedung Asosiasi Kota A tempo hari," sahut Miyuki.
Rin mengangangguk pelan. Ia langsung merasa takut seketika itu juga. Tahu bahwa pertarungan besar akan terjadi tak lama lagi.
"Kau lihat toko kue itu?" ucap Miyuki sambil menunjuk ke sebuah toko kue besar di seberang jalan.
Rin mengangguk.
"Tunggulah disana. Aku akan menyusulmu saat urusanku sudah selesai."
"Kau akan pergi sendiri?"
"Ya. Kau menyebranglah terlebih dahulu."
__ADS_1
"B-baiklah. Hati-hati, ok?"
"Tentu."
Setelah Rin pergi menyeberangi jalan, Miyuki mengambil smartphone nya, lalu menghubungi Gina.
•••
Di dalam sebuah ruangan mewah di salah satu lantai gedung Asosiasi Hunter Tiongkok. Seorang pria berusia pertengahan 30an sedang duduk diam sambil mendengarkan pembicaraan serius dari dua pria berstelan jas hitam yang duduk diseberang kursinya.
Dua pria berstelan jas hitam itu adalah ketua Asosiasi Hunter Tiongkok dan salah satu agen rahasia terbaik di negri Tiongkok, seorang Hunter berperingkat SSS yang keberadaannya belum pernah diumumkan pada publik.
Agen rahasia itu bahkan tidak masuk dalam daftar Hunter agen rahasia dari Asosiasi Tiongkok, walaupun dia adalah tangan kanan dari ketua Asosiasi Tiongkok. Dia adalah pria misterius yang tidak pernah melepaskan topeng besi yang dikenakannya.
Sementara itu, pria yang sedang menyimak pembicaraan mereka itu juga merupakan salah satu Hunter ternama Tiongkok yang juga seorang ketua baru dari guild nomor satu di Beijing, guild Gold Dragon.
Pria itu, Wang Sin Long, diminta menghadap ketua Asosiasi hari ini karena Asosiasi Tiongkok akan membentuk sebuah tim khusus untuk melakukan raid di sebuah Dungeon peringkat S yang baru saja muncul di pusat kota Beijing pagi tadi.
"Bagaimana menurut Anda, tuan Wang? Apakah Anda bersedia mengapteni tim yang akan melakukan raid di Dungeon ini?"
Sebelum ia datang untuk memenuhi panggilan Asosiasi, beberapa informannya mengatakan bahwa ia harus lebih waspada pada ketua Asosiasi yang mungkin akan menjebaknya.
Sekarang, setelah ia melihat daftar nama dari peserta raid, ia tahu bahwa ketua Asosiasi memintanya untuk mati di dalam Dungeon. Dia kini benar-benar dijebak secara terang-terangan.
Bagaimana tidak, hanya dia sendiri Hunter peringkat tinggi yang berada di dalam tim itu.
Selain dirinya yang berperingkat SS, 19 Hunter lain hanyalah Hunter-hunter peringkat A dan B yang merupakan Hunter-hunter gabungan dari beberapa guild.
Selain itu, Sin Long juga mengenal sebagian besar dari Hunter-hunter yang berada di dalam daftar. Mereka adalah Hunter-hunter lurus yang baru-baru ini menentang kebijakan Asosiasi Tiongkok bersamanya, sesaat setelah Hunter di Asia Tenggara melakukan pemberontakan dan membunuh ketua Asosiasi mereka yang sangat jahat.
Sin Long masih belum menanggapi pertanyaan, yang secara tidak langsung adalah sebuah perintah, dari ketua Asosiasi tersebut.
Ia melirik sebentar pada pria bertopeng yang duduk di sebelah ketua Asosiasi, sebelum menatap kembali pada daftar Hunter.
Sin Long kemudian menegakkan posisi duduknya, mengumpulkan keberanian, sebelum akhirnya menjawab perintah itu.
__ADS_1
"Apa saya boleh menanyakan satu hal, tuan Cao?" tanya Sin Long pada ketua Asosiasi Tiongkok, Cao Ming Ren.
"Apa yang ingin Anda tanyakan?"
"Di guild Gold Dragon, kami memiliki tiga Hunter berperingkat S. Juga masih ada delapan Hunter peringkat S di empat guild besar yang berada di ibu kota. Kenapa Anda malah memilih Hunter-hunter berperingkat A dan B? Bukankah ini namanya misi bunuh diri?"
Cao Ming Ren menatap Sin Long dengan tatapan acuh tak acuh walaupun pertanyaan itu sebenarnya sangat kritis.
"Tuan Wang. Apakah Anda sedang mempertanyaan kebijakan saya?" Ming Ren bertanya balik.
Sin Long mendengus dengan kasar.
"Tentu saja. Ini sama saja Anda menyuruh saya dan 19 Hunter ini untuk mati di dalam sana. Anda tahu bahwa monster-monster biasa di dalam Dungeon itu minimal berperingkat S, kan? Bagaimana mungkin mereka bisa selamat? Saya sendiri pasti akan mati saat bertemu dengan jendral boss Dungeon yang sudah bisa dipastikan berperingkat SS. Belum lagi bossnya yang sudah pasti berperingkat SSS. Bagaimana mungkin ini bukan misi bunuh diri?!" ucap Sin Long yang kemudian menggebrak meja di hadapan mereka setelah ia menyelesaikan kalimatnya.
Meja yang keseluruhannya terbuat dari batu giok murni itu langsung hancur terbelah begitu Sin Long menghantam permukaannya.
"Tuan Wang. Tolong jaga sikap dan nada bicara Anda!" Bentak pria bertopeng, yang memiliki peringkat satu tingkat di atas Sin Long.
"Mengapa saya harus menjaga sikap pada orang yang ingin menjebak saya?!" Sahut Sin Long dengan nada keras seperti sebelumnya. Ia bahkan sudah berdiri, bersiaga siapa tahu pria bertopeng menyerangnya secara tiba-tiba.
Pria bertopeng juga berdiri setelah melihat Sin Long berdiri.
Saat suasana di dalam ruangan itu sudah mulai memanas, pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka.
Dari balik pintu, muncullah seorang gadis berparas imut yang sedang memainkan sebuah tanto dengan memutar-mutarkan tanto itu di salah satu tangannya.
Tahu siapa yang datang, Cao Ming Ren yang sebelumnya tidak terganggu dengan sikap Wang Sin Long yang sudah mulai marah, kini memiliki perubahan pada ekspresi wajahnya.
Pria paruh baya itu bahkan langsung berdiri dan menatap Miyuki dengan kedua mata melebar.
Yang membuatnya sangat terkejut adalah, dia bahkan tidak merasakan hawa kehadiran gadis itu sebelumnya.
"Aku menemukanmu, iblis kecil," ucap Miyuki dengan nada dingin, sambil menatap Cao Ming Ren dengan tatapan mata yang sama dinginnya.
"B-bagaimana kau bisa menemukanku?" tanya Cao Ming Ren, terkejut karena penyamarannya bisa terbongkar dengan mudah. Padahal sudah lebih dari 20 tahun dia berusaha menutup jati dirinya dengan sangat baik. Ia bahkan berusaha sebaik mungkin untuk tidak berinteraksi secara langsung dengan Li Wen Xia dan Albert Brosman.
__ADS_1
•••