Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 309 - Keluarga Dewan Pengawas Para Dewa


__ADS_3

"Lalu... kenapa dia... belum datang...?!"


Dewan Ra menghela nafas.


"Ada makhluk ciptaan lain yang menghadangnya."


Dewan Ra segera berbalik seusai memberitahukan apa yang sedang dialami saudara mereka.


Ia bisa merasakan kehadiran Anna yang baru saja tiba di dekat mereka dan kini sedang berjalan perlahan menghampiri.


Di kedua tangan gadis itu, tergenggam pedang kembar yang hanya bisa dibedakan dari warna bilahnya saja.


Dengan perasaan ngeri, dewan Ge dan dewan Ra menatap ke arah pedang, yang mereka tahu adalah pedang legendaris milik dewi Ann.


Senjata terkuat yang pernah ada di dunia para dewa, karena pedang itu sendiri adalah sosok dewa yang telah mengabdikan dirinya pada dewi Ann.


"Ogun dan Ezili... Kenapa mereka ada bersamamu?" ucap dewan Ra.


Kedua matanya melebar, menatap Anna dan pedang kembar di tangannya secara bergantian.


Anna mengarahkan pedang perwujudan dari dewa Ogun yang berbilah merah pada batang hidung dewan Ra.


"Untuk menyingkirkan kalian," sahut Anna.


Anna kemudian lenyap dari pandangan dewan Ra setelah menyelesaikan kalimatnya.


Crank...!


Dewan Ra dengan sigap menangkis bilah pedang yang mengarah ke lehernya.


Tapi, serangan lain yang Anna lakukan dengan menggerakkan dewi Ezili di tangan kirinya, berhasil menyambar dan memotong lengan kanan dewan Ge yang tidak sempat menghindari serangan mendadak itu.


Sratttt...!


Lengan dewan Ge yang terpotong terpental jauh, membuat dewan Ge marah dan mengeluarkan senjata andalannya untuk menyerang balik Anna yang kini sedang beradu senjata melawan dewan Ra.


Dewan Ge mengarahkan cambuk cahaya keperakan yang keluar dari lima jarinya, berusaha menjerat kaki Anna.


Dengan serangan-serangan yang datang bersamaan dari dua lawan, Anna yang hampir mengungguli pertarungan dari dewan Ra kini harus merubah strateginya lagi.


Ia lebih banyak bertahan sambil menunggu waktu yang tepat untuk bisa menyerang balik.


•••

__ADS_1


Ledakan-ledakan sihir dari beradunya senjata ketiga petarung menghancurkan pegunungan Mongolia yang menjadi tempat pertarungan mereka.


Pegunungan yang selama ini tegak berdiri dan memenuhi daratan, secara perlahan mulai terkikis dan pada akhirnya rata dengan daratan setelah pertarungan sudah melewati 3 menit.


Petir besar menyambar-nyambar tiap kali dewan Ge mengayunkan cemeti peraknya, sementara badai api berkobar tiap Anna mengayunkan pedang dewa Ogun dan embun-embun es membekukan udara tiap kali Anna mengayunkan pedang dewi Ezili.


Walaupun Anna dikeroyok oleh dua dewan pengawas para dewa yang sangat kuat, namun semakin lama pertarungan berlangsung, Anna mulai tampak lebih unggul.


Gerakan lincah dan ayunan pedangnya yang sangat cepat, secara perlahan mulai menekan kedua dewan pengawas para dewa itu.


°°°


Melihat kedua musuhnya sudah mulai kewalahan, Anna mempercepat gerakannya.


Ia juga menambahkan kekuatan Mana pada tiap gerakan menyerang balik yang ia lakukan karena dia sudah hampir kehabisan waktu.


Semua rekannya yang bertugas menjaga agar aliran sihir dari pertarungan tidak mengalir keluar dari dataran Tiongkok dan Mongolia, sudah terluka cukup parah.


Mereka sudah tidak sanggup lagi mencegah energi sihir yang berasal dari pertempuran untuk tetap berada di sana.


°°°


Merasa sudah sangat terdesak, dewan Ra mengayun-ayunkan senjata lalu memutarkannya membentuk sebuah kincir.


Badai tornado besar muncul dari tengah kincir yang dewan Ra bentuk, mendorong Anna mundur menjauh dari mereka.


Badai api besar menelan badai tornado yang dewan Ra bentuk dari senjatanya, hingga akhirnya menelan sihir dewan Ra dan melenyapkannya seketika.


Sementara itu, dengan seluruh energi Mana dewi Ezili yang berada di tangan kiri, Anna membekukan 5 cemeti keperakan dewan Ge yang kemudian hancur berkeping-keping setelah ia melepaskan kedua pedangnya yang terbang menghancurkan senjata mereka.


Setelah senjata dewan Ge dan dewan Ra hancur, dewa Ogun dan dewi Ezili berubah ke wujud dewa mereka, lalu membentuk shield sihir api dan es yang mengurung Anna, dewan Ge dan dewan Ra di dalamnya.


Semua pergerakan itu dilakukan dengan sangat cepat. Baik Anna, dewa Ogun dan dewi Ezili, membentuk proses serangan mereka dalam waktu kurang dari satu detik, membuat kedua dewan pengawas para dewa itu terperangah dan tidak sempat berbuat apa pun saat Anna merapalkan mantra sihirnya.


"Conqueror Of Darkness, Part 1... Punishing Hand!"


Kedua mata dewan pengawas melebar, melihat telapak tangan keemasan besar muncul di atas kepala mereka.


Cahaya yang menyilaukan itu kemudian bergerak dengan kecepatan mengerikan, menangkap tubuh kedua dewan pengawas itu, lalu meledakkannya.


BOOOOOOOOOMMMMMMMM!!!


•••

__ADS_1


Ledakan besar terjadi di dalam shield sihir yang dewa Ogun dan dewi Ezili bentuk.


Karena kekuatan sihirnya terlalu besar untuk bisa mereka redam, dewa Ogun dan dewi Ezili terpental jauh setelah ledakan besar terjadi.


Anna segera bergerak untuk menyambar tubuh kedua dewa yang melayang jatuh ke tanah, dan membawa mereka jauh dari tempat terjadinya ledakan.


"Semuanya sudah berakhir, kan?" tanya dewa Ogun dengan terbata, setelah ia memuntahkan segumpal darah segar dari mulutnya.


Energi Mana yang Anna gunakan untuk menembakkan skill sihirnya sangatlah besar hingga membuat dewa Ogun dan dewi Ezili terluka parah saat berusaha meredam ledakan sihir tersebut.


Namun, ekspresi Anna mengeras sebagai jawaban atas pertanyaan dewa Ogun.


Anna juga mendecak kesal, sembari memandang ke dalam shield sihir yang mulai runtuh terbakar ledakan.


"Ada yang melindungi mereka," sahut Anna pelan.


Anna mendaratkan kakinya di tanah, lalu mengerahkan sihir pada tanah untuk meredakan gempa besar yang mulai membelah-belah daratan.


Sementara itu di langit, tampak belasan makhluk lain yang baru saja tiba dan melindungi dewan Ge dan dewan Ra dari serangan Anna.


Semua makhluk itu menatap Anna dengan sorot mata marah dan penuh kebencian.


"Siapa mereka?"


Sambil menekan dadanya untuk mengurangi rasa sakit akibat luka dalam yang dideritanya, dewi Ezili mendongak.


"Mereka keluarga besar dewan pengawas para dewa."


"Kau gagal menghabisi dua dewan terkuat di keluarga mereka. Tapi kenapa mereka terlihat marah?" tanya dewa Ogun penasaran.


Ia memang tidak sempat melihat jika ada sesuatu yang terjadi sebelum ledakan, tapi ia yakin pasti ada yang terjadi hingga membuat keluarga besar dewan pengawas itu tampak marah.


"Mereka mengorbankan 18 orang dari mereka untuk melindungi kedua bedebah itu," sahut Anna.


Anna sempat melihat 18 makhluk yang muncul lalu melindungi dewan Ge dan dewan Ra dari serangan, dengan memeluk erat tubuh kedua dewan pengawas tersebut.


Dewan Ge dan dewan Ra memang dapat selamat, namun tidak dengan 18 dewan pengawas lain yang melindungi mereka.


Tubuh 18 dewan pengawas para dewa itu meledak seketika ledakan besar dari sihir Anna menelan tubuh mereka.


°°°


Dewa Ogun terbatuk-batuk saat tertawa dengan tidak sengaja setelah mendengar informasi yang Anna berikan.

__ADS_1


"Kau membunuh 18 dewan pengawas para dewa. Tentu saja mereka marah."


•••


__ADS_2