
Karena bertemu Lorelei di sana, Anna pun mengurungkan niatnya untuk melarikan diri pada hari itu.
Mereka akhirnya mendengarkan cerita dari pengalaman Lorelei yang sudah berada di planet Titans selama lebih dari 2 tahun untuk berkeliling mencari dewi Lyn ke sepertiga wilayah planet tersebut.
Dengan adanya Lorelei, Anna merasa sedikit terbantu karena ia berpikir bahwa mereka tidak perlu mencari lagi ke lokasi yang pernah Lorelei datangi.
"Tapi, jika kita sudah berkeliling ke semua wilayah dan tetap tidak bertemu, kita terpaksa harus mendatangi daerah-daerah yang sudah Lorelei datangi," ucap dewa Ogun.
"Bagaimana kalau kita berpencar saja? Kita mungkin akan lebih cepat menemukannya." Anna memberikan usul.
"Kami tidak bisa berpisah dari mu," sahut dewa Ogun.
"Kenapa?"
"Kau sudah melakukan ritual untuk memanggil kami. Karena itu, kami akan berbalik kembali lagi pada mu hanya setelah satu hari pergi meninggalkan mu."
"Apa?! Apa memang seperti itu?"
"Ya. Kami akan selalu berada si sisi mu karena ritual itu telah mengikat kami. Itu juga bagian dari janji kami pada dewi Ann."
Anna terdiam.
"Ada apa dengan wajah mu? Kenapa kau kelihatannya tidak senang? Kami ini dua dewa yang sangat di inginkan banyak dewa agar berpihak pada mereka." Dewa Ogun memberi tahu dengan angkuh, saat melihat Anna tampaknya tidak suka dengan hal itu.
"Kalian bisa mengganggu privasi ku." Sahut Anna dengan wajah tidak senang.
"..."
Mendengar keributan kecil antara Anna dan dewa Ogun, Lorelei tertawa terbahak-bahak.
Sementara mereka sedang mengobrol, 3 Werewolf datang dan membuka pintu sel tahanan.
"Kau. Keluar sekarang." Perintah salah satu Werewolf seraya menunjuk pada Anna.
Sementara itu, Werewolf lain masuk ke dalam sel untuk menyeret tubuh pria berwajah pucat yang sejak tadi belum sadarkan diri.
"Ada apa? Jika kalian ingin membawa ku ke kepala suku, aku tidak mau. Suruhlah dia yang datang menemui ku ke sini." Sahut Anna ketus. Ia agak trauma saat harus di adili di depan beberapa orang. Itu membuatnya sangat tidak nyaman.
"Tentara dari kerajaan Eclovar meminta kami untuk mengembalikan kepala penjara yang kau bawa dan mereka juga meminta kami agar menyerahkanmu."
"Hah?"
"Kau meninggalkan jejak kaki dengan sangat jelas hingga mereka tahu jika kau berlari ke wilayah kami."
Anna tahu itu. Ia memang sengaja meninggalkan jejak kakinya dengan sangat jelas agar orang-orang dari kerajaan itu tahu kemana ia pergi. Ia memiliki ekspresi terkejut bukan karena hal itu.
'Bukankah harusnya mereka mengancam balik saja alih-alih mengembalikan orang ini dan juga menyerahkan ku?'
"Kenapa kalian tidak menggunakannya sebagai sandera? Kalian bisa mengancam untuk membunuhnya jika mereka memaksa untuk memasuki wilayah kalian." Ucap Anna, memberikan saran.
__ADS_1
"Kau gila? Wilayah dan suku kami akan habis jika kami berperang melawan orang-orang dari kerajaan itu!"
"Kalian tidak berani?"
"Kau benar-benar wanita gila! Kau tidak tahu seberapa mengerikannya pasukan dari kerajaan Eclovar?! Mereka sudah terlatih dalam bertempur selama ratusan tahun!"
"..."
"Kau benar-benar bodoh! Cepat berdiri dan ikut bersama kami, atau kami akan menyeret mu juga!"
Anna melirik pada dewa Ogun yang tersenyum mengejeknya.
Walaupun wajah tersenyum red panda itu imut, Anna merasa kesal karena tahu senyuman itu adalah sebuah ejekan untuknya.
'Entah kenapa, dia lebih menjengkelkan dari pada Kevin.'
Melihat Anna tampak marah padanya, dewa Ogun akhirnya berbicara, "Kami sudah memintamu untuk meninggalkannya di jalan. Lihat hasil perbuatan mu." ejek dewa Ogun dengan suara mencicit.
Anna kemudian berdiri dan mengambil dewa Ogun yang sedang berbaring di lantai, lalu menyerahkannya pada salah satu Werewolf.
"Dagingnya enak. Panggang saja." Ucap Anna, yang kemudian melepaskan tubuh red panda pada tangan Werewolf, sebelum ia berjalan keluar mengikuti Werewolf yang sudah menyeret tubuh pria berwajah pucat.
"A-apa?! Hei kau! Kau brengsek! Kau berani pada dewa hah?!" umpat dewa Ogun dengan suara mencicit.
"Kau sekarang bukan dewa. Kau red panda," sahut Anna dengan mencicit juga.
Melihat dua makhluk itu sepertinya sedang berkomunikasi, dua Werewolf yang masih berada dalam sel saling berbisik.
"Apa kau juga merasa begitu?"
•••
Anna langsung di ikat dengan sebuah akar pohon saat mereka tiba di dekat api unggun, dimana ada banyak anggota suku Werewolf dan manusia setengah monyet sudah berkumpul menunggu kedatangannya.
Setelah mengikat tubuhnya, para Werewolf kemudian memasukkan Anna dan pria berwajah pucat ke dalam kereta kayu, lalu membawa kereta itù keluar dari hutan dan menyerahkannya pada pasukan kerajaan yang sudah menunggu disana.
Ada kurang lebih 10.000 tentara berkuda dengan persenjataan lengkap disana.
Pasukan itu terlihat sangat sangar dan bengis hingga Anna akhirnya tahu kenapa para Werewolf takut pada mereka.
°°°
Salah seorang prajurit berkuda menjemput kereta dan mengeluarkan pria berwajah pucat, yang merupakan salah satu pejabat tinggi di kerajaan Eclovar.
Sementara Anna mereka biarkan tetap berada di dalam kereta dan malah menggembok kereta itu dengan gembok sihir.
Salah seorang penyihir dari kerajaan Eclovar juga maju menghampiri kereta lalu membacakan mantra sihir untuk memperkuat kereta kayu itu agar tidak bisa di tembus oleh kekuatan fisik.
Karena menurut cerita yang pasukan Eclovar dapatkan dari 4 pria berwajah angkuh, mereka tahu bahwa Anna memiliki kekuatan fisik yang sangat luar biasa.
__ADS_1
Setelah sihir penguat terpasang, penyihir dengan sihir api maju, lalu membakar kereta dengan Anna berada di dalamnya.
"Astaga. Mereka memperlakukan ku seperti penyihir jahat di abad pertengahan." gumam Anna, sembari menyaksikan api mulai membakar kereta kayunya.
Di atas pohon, dewa Ogun yang berhasil melarikan diri dari Werewolf yang membawanya, tertawa riang.
"Lihat. Itu karma yang kau dapatkan saat berani mengolok-olok seorang dewa! Hahahahahaha...!"
Namun, pembakaran itu hanya terjadi sekitar 2 menit saja.
Kereta yang sudah diselimuti api itu tiba-tiba meledak, ketika wanita yang berada di dalamnya menghancurkan kereta itu dan melompat menuju 3 penyihir yang tadi membakar keretanya.
"Haaatttt...!"
Krakkk... Krakkk... Krakkk!!!
Hanya dengan sekali tinju, Anna langsung memecahkan tengkorak kepala ketiga penyihir.
Melihat serangan yang mengejutkan itu, salah satu ajudan panglima perang kerajaan Eclovar langsung maju dengan membawa tombak panjangnya untuk menyerang Anna.
"Senjata favorit ku," gumam Anna, sembari menyambut tombak yang di arahkan pada lehernya itu dengan kedua tangannya.
Saat Anna menangkap dan menggenggam erat tombak tersebut, prajurit itu langsung terdorong jatuh dari hewan tunggangannya yang mirip dengan seekor kuda.
Anna kemudian menarik paksa tombak itu, hingga membuat sendi prajurit yang berusaha mempertahankan tombaknya itu terlepas.
Setelah merebut tombaknya, Anna menyelipkan ujung tombak di antara kedua kaki pria itu, lalu melontarkan tubuhnya dengan sangat keras menuju salah satu pohon yang berada di pinggir hutan.
Bommm!!! Krettakkkk...!
"Bajingan! Dia benar-benar bajingan!" umpat dewa Ogun yang hampir saja terkena hantaman tubuh pria itu.
°°°
Anna melompat ke atas kuda yang prajurit tadi tunggangi, lalu mengendalikan kuda untuk pergi menyerang pasukan kerajaan Eclovar.
''Werewolf itu takut pada mereka? Lihat bagaimana aku lebih menakutkan dari mereka!'
"Hiyaaaaaahhhhh!!!"
Dengan berteriak nyaring, Anna menggebrak kuda itu untuk melesat kencang pergi menuju pasukan kerajaan Eclovar.
•••
Jarak antara Anna dan 10.000 pasukan itu lumayan jauh hingga, walaupun semua orang tadi sempat terkejut saat melihat Anna meledakkan kereta dan menerbangkan salah satu prajurit terbaik mereka dengan mudah, mereka sempat kembali pada kesadarannya masing-masing lalu mencabut pedang dan maju menyambutnya.
Brakkk... Brakkk... Brakkk...!
Sayangnya, prajurit-prajurit berkuda itu kalah kuat saat harus berhadapan melawan Anna.
__ADS_1
Kekuatan fisik yang baru mereka bangun selama ratusan tahun itu, tidak ada apa-apanya di bandingkan kekuatan fisik Anna yang meningkat sangat jauh setelah di latih dewi Ann selama ratusan ribu tahun di planet tempatnya berlatih.
•••