Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 191 - Pertemuan Kembali Para Keluarga Elf


__ADS_3

Gina mematikan siaran langsung dari depan gerbang Dungeon yang telah di ambil dari satelit Kota C setelah melihat Nyrna dan Cirdan masuk kembali ke dalam Dungeon.


Ada perasaan sedikit lega di hatinya ketika ia melihat Nyrna dan Cirdan tiba-tiba muncul di sana yang menandakan bahwa Anna baik-baik saja. Ia tahu, tidak ada yang bisa terhubung dengan Elf itu selain Anna sendiri.


"Baguslah kita tidak harus repot-repot kembali," ucap Kevin seraya memasukkan smartphone ke saku celananya.


"Tapi, Kota C sepertinya akan kembali geger sebentar lagi," sahut Gina.


Kevin menatap pada wanita itu, lalu tersenyum.


"Yang penting, kau kini terlihat gembira."


"Apa?"


"Beberapa bulan ini kau terlihat muram."


Gina tersenyum pahit.


"Yah, setidaknya aku tahu kalau Anna baik-baik saja."


"Apa? Selama ini wajah mu yang muram itu karena kau memikirkannya?"


Gina kini menatap Kevin dengan tatapan tidak senang.


"Bagaimana aku tidak khawatir? Dia tiba-tiba saja menghilang dan tidak terlihat dalam beberapa bulan."


"Hei, kau mengkhawatirkan orang yang salah, ok?"


"Jadi, kau sendiri..., apa kau tidak mengkhawatirkan Anna?"


Kevin tidak menjawab pertanyaan itu. Ia kemudian menatap rekan-rekannya, yang memberikan tatapan marah padanya.


'Ada apa dengan orang-orang ini? Mereka semua khawatir padanya? Mereka tidak sadar seberapa kuat bocah itu?'


Tidak ingin berdebat, Kevin akhirnya berbalik dan pergi kembali ke reruntuhan bangunan dan duduk diam di sana sambil menikmati sebatang rokok sebelum mereka kembali bekerja.


•••


Setelah Nyrna menghancurkan pilar sihir, ia dan Cirdan akhirnya ikut bergabung dalam kelompok yang sedang duduk membentuk sebuah lingkaran kecil, tepat di tepi sungai.


Fael, terlihat sedang asik mengobrol dengan Peral, sahabatnya.


Sementara Nobara tampak sedang berbicara serius dengan Zobyr, membahas bagaimana dia dulu di datangi makhluk asing yang belakangan di ketahuinya sebagai iblis yang berusaha menghasut berbagai makhluk di banyak planet untuk mengikutinya.


Nobara juga menceritakan bagaimana ia dan seluruh anggota klan nya selalu mengalami delusi tiap beberapa hari sekali saat masih menyimpan energi Mana iblis di tubuh mereka. Dan hal itu mereka alami selama bertahun-tahun lamanya.


Delusi tersebut baru menghilang setelah Tzaca berhasil mengeluarkan seluruh Mana iblis dari tubuh nya dan tubuh seluruh anggota klan nya, hingga kulit tubuh mereka yang menggelap telah kembali normal seperti sedia kala.


Sejak saat Elf Klan Angin menerima energi Mana iblis yang membuat warna kulit mereka menggelap itulah mereka mendapat julukan Dark Elf oleh Hunter di Bumi. Padahal mereka hanyalah Elf biasa seperti bangsa Elf lainnya.


Selain kulit tubuh yang menggelap, mereka juga selalu merasakan gelisah akibat pengaruh jahat yang berasal dari Mana iblis itu, terutama saat mereka berada di sekitar Anna.


Untungnya, Anna dulu menganggap energi Mana iblis itu hanyalah energi Mana jahat biasa. Seandainya Anna saat itu sudah tahu bahwa itu berasal dari iblis, Nobara dan anggota klan nya pasti sudah tewas di tangan gadis itu.


°°°


Di sisi lain, Eleanor tampak sedang melepas rindu bersama Sylph. Mereka tampak terlihat berbicara dengan senyum cerah di wajah dan sesekali terlihat tertawa bahagia.

__ADS_1


Melihat Anna hanya duduk seorang diri tanpa ada Elf yang berani mengajaknya berbicara, Nyrna dan Cirdan menghampiri dan duduk di sisi kiri dan kanannya.


Saat Nyrna mulai berbicara pada Anna dan menyebutnya sebagai dewi agung, sumua Elf yang berada di lingkaran itu menoleh pada mereka.


"Dewi agung, boleh kah saya dan Cirdan pergi mengunjungi keluarga dan klan kami sebentar?"


"Tentu saja," sahut Anna.


Mendengar itu, Zobyr menoleh pada Fael yang duduk agak jauh darinya.


"Apa kalian akan kembali mengikuti makhluk ini?" tanya Zobyr.


Namun, bukan jawaban yang Zobyr dapat. Begitu ia menyelesaikan kalimatnya, Zobyr tersentak kaget saat Nobara tiba-tiba mencabut belati dari paha nya dan mengarahkannya tepat ke leher Zobyr.


Walaupun dulu kekuatan kedua pemimpin Elf itu seimbang, kini Zobyr bukanlah apa-apa bagi Nobara hingga ia tidak sempat bergerak untuk menjauhi belati tersebut.


Jika Nobara mau, Zobyr pasti sudah kehilangan kepalanya.


Bukan hanya Nobara, Zobyr bahkan melihat Glynka, yang merupakan anggota klan nya sendiri, sudah mengangangkat busur dan mengarahkan anak panah padanya.


Walaupun Fael, Eleanor, Nyrna dan Cirdan tidak mengancamnya langsung dengan senjata, tapi Zobyr bisa merasakan tatapan mengancam dari kedua mata mereka.


"Kau harus menyebut namanya sebagai dewi agung saat kau bermaksud menyebut dirinya." Ucap Nobara, dengan tatapan mengancam.


"A-apa..., tapi..."


"Turunkan senjata mu Nobara, Glynka..." Pinta Anna.


Mendengar perintah itu, Nobara dan Glynka menunduk dengan patuh, lalu menurunkan senjata mereka.


"Maaf sudah mengagetkan mu," ucap Anna seraya menatap Zobyr dan tersenyum canggung.


Sebelumnya, Legalos dan dua pengawalnya masih baru tiba di gerbang zona netral setelah melakukan beberapa hari perjalanan, namun mereka akhirnya kembali lagi saat melihat kegelapan menaungi seluruh wilayah yang merupakan tempat kediaman Klan Api.


Merasa simpati pada Klan Api, utusan-utusan dari klan lain akhirnya ikut bersama Legalos. Selain karena rasa simpati, mereka pikir, semua klan akan melakukan gencatan senjata untuk menghadapi bangsa penjajah yang akan segera datang ke planet mereka. Jadi mereka tidak perlu mengkhawatirkan adanya jebakan dari klan lain.


Sayangnya, saat Legalos tiba di sekitar tempat itu, ia langsung melihat Nobara mengancam pemimpin klan nya dengan senjata.


Untuk itulah, saat Legalos sudah berada di dekat mereka, ia langsung mencabut dua pedang pendek di punggungnya dan langsung menyerang Nobara.


Namun, tubuh Legalos tiba-tiba terhenti di udara dan melayang-layang tanpa ia kehendaki saat ada kekuatan tak terlihat menahan pergerakannya.


"Apa yang ingin Anda lakukan, ayah?" tanya Eleanor yang telah menggunakan sihir untuk menghentikan ayahnya.


Setelah ia semakin kuat, Eleanor mendapatkan sihir baru. Ia bisa memanipulasi udara dan mengendalikan beberapa tubuh atau benda sekaligus dari jarak jauh.


Merasa akrab dengan suara tersebut, Legalos yang sedang melayang-layang di udara itu langsung menoleh ke arah datang nya suara dan hampir menangis saat melihat putri kesayangannya berada di sana, di antara para Elf.


"E-ele...?"


Legalos kemudian melihat ke arah lain dan menemukan bahwa Fael dan Glynka juga berada di situ.


Melihat ketiga anaknya berada di tempat itu, Legalos pun tidak dapat menahan tangisnya lagi.


Eleanor akhirnya melepaskan Legalos dari belenggu sihirnya.


Keluarga yang sudah lama tidak bertemu itu akhirnya saling berpelukan dan menangis terharu.

__ADS_1


Walaupun pemandangan itu tampak mengharukan untuk semua Elf, Anna malah melihat pemandangan itu dengan perasaan geli.


'Apa yang akan manusia pikirkan saat melihat Elf saling berangkulan dan menangis seperti ini?'


Namun, saat mengingat bahwa dia juga adalah manusia, Anna akhirnya tidak bisa menahan tawanya lagi. Tapi, Anna hanya bisa tertawa sebentar saja, saat menyadari semua Elf yang berada di sekitarnya tiba-tiba menoleh dan menatapnya dengan bingung.


"Oh..., maaf. Lanjutkan saja."


•••


Selain Fael, Eleanor dan Glynka, Nyrna dan Cirdan juga akhirnya bertemu kembali dengan anggota klan mereka yang ikut bersama Legalos untuk melihat keadaan di wilayah Klan Api.


Setelah Peral menceritakan kejadian dalam zona perang, Zobyr akhirnya bertanya mengenai hasil pembicaraan mengenai cara untuk menghentikan bangsa penjajah.


"Kami belum membahasnya, ketua." Sahut Legalos.


"Bagaimana kalau kita kembali ke hutan suci dan melanjutkan pertemuan?" ajak Ziva, Elf dari Klan Es.


Setelah semua utusan setuju, mereka pun bersiap untuk kembali ke zona netral, tempat kuil suci berada.


"Fael, karena kau sudah kembali, sebaiknya kau saja yang pergi," pinta Legalos pada anak sulungnya.


Namun, Fael langsung menolaknya. "Tidak ayah, saya, Ele dan Glyn tidak bisa meninggalkan dewi agung kami."


"A-apa?"


Merasa tidak enak atas penolakan Fael pada Legalos karena dirinya, Anna akhirnya memberikan saran.


"Kenapa tidak melakukan pembicaraan itu di sini saja?"


"Mereka membutuhkan petunjuk dari sang dewi, dewi agung." Jawab Fael.


"Petunjuk?"


"Ya. Dewi dari bangsa kami yang berada di kuil suci akan memberikan petunjuk saat bangsa kami meminta pencerahan untuk perang yang akan di hadapi."


Mengetahui itu, Anna mulai tertarik.


"Apakah dia akan langsung menjawab saat kalian bertanya?"


"Tidak selalu. Tapi, untuk hal penting seperti ini, sang dewi biasanya akan langsung memberikan petunjuk melalui sebuah plat batu yang berada di kuil suci."


Anna kini benar-benar tertarik dan penasaran.


"Bagaimana kalau kita juga pergi ke sana?"


Fael langsung membungkukkan tubuhnya. "Jika Anda ingin pergi, kami akan mengantarkan Anda."


"Fael, kita tidak bisa membawa makhluk as..."


Kata-kata Legalos terputus saat Fael tiba-tiba menghunus pedang dan meletakkan mata pedang tepat di leher ayahnya.


"Ayah, saya tidak akan sungkan-sungkan untuk memenggal leher Anda jika cara bicara Anda tidak sopan pada dewi agung kami."


Anna buru-buru merebut pedang dari tangan Fael dan mengembalikan ke sarungnya.


"Kau tidak perlu bertindak sejauh itu." Pinta Anna dengan wajah putus asa. Ia kemudian menatap pada semua Elf pengikutnya. "Kalian juga. Jangan berlebihan pada bangsa kalian sendiri, kecuali mereka tercemar Mana iblis."

__ADS_1


'Rasa hormat berlebih mereka ini lama-lama membuat ku merinding.'


•••••••


__ADS_2