Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 31 - Penyelidikan Brandon Lloyd


__ADS_3

Sementara itu di sebuah bangunan megah yang berada di daerah pusat Kota C.


“Sudah kalian dapatkan informasinya?”


Seorang pria paruh baya bertubuh kekar menatap 3 orang Hunter yang baru saja masuk kedalam ruang kerjanya.


Pria itu adalah salah satu Hunter ternama di Kota C, Brandon Lloyd.


“Belum, tuan. Asosiasi Hunter masih menyelidikinya. Mereka masih menunggu data citra satelit dari 13 titik lokasi Dungeon yang sudah dikonfirmasi adanya raid ilegal.” Pria itu menceritakan hasil pertemuan yang telah dia lakukan dengan Asosiasi Hunter Kota C.


“Kapan mereka akan mengumumkan hasilnya?” Tanya Brandon Lloyd dengan tidak sabaran.


“Dalam tiga hari ini, tuan Lloyd.”


Brandon Lloyd mengambil sebilah korek, menyalakannya dan membakar cerutu yang baru saja di gigitnya. Setelah menghembuskan asap tebal dari mulutnya, dia melirik Hunter kedua yang juga tampak siap dengan laporannya.


“Reinhard Bern masih belum meninggalkan apartemennya sama sekali selama hampir 3 minggu ini.” Hunter ke 2 mulai menyampaikan laporannya. “Kami juga sudah berusaha menghubungi pihak keluarganya, tapi mereka menolak membantu kami untuk bertemu dan berbicara pada Reinhard Bern. Mereka menganggap berita yang kita buat itu sebagai penghinaan pada putranya yang merupakan Hunter muda cemerlang Kota C.”


Brandon Lloyd tertawa.


“Hunter muda cemerlang? Lihat saja apa yang akan dikatakan publik saat tau dia menutupi sebuah kejahatan.”


Reinhard Bern yang pada saat itu sangat syok saat melihat Cassey melakukan pembunuhan pada saudarinya, berhasil dibungkam oleh asisten pribadi Brandon Lloyd yang berangkat langsung ke tempat kejadian dan berhasil membereskan keadaan sebelum pihak Asosiasi Hunter dapat mengendus kejadian itu.


Hilangnya Anna Lloyd dari tempat kejadian sebenarnya menjadi salah satu penyebab kejadian itu berhasil di tutupi dengan baik.


“Apakah tidak ada gerak-gerik mencurigakan dari Reinhard? Seperti pergi ke Asosiasi Hunter atau bertemu seseorang yang mencurigakan?”


“Tidak ada, tuan. Keluarganya juga demikian. Selain hanya pulang pergi ke Guild Gold Dragon, anggota keluarga mereka tidak melakukan hubungan dengan pihak manapun. Dan dari informan yang berada di Guild Gold Dragon, keluarga Bern bahkan tidak menceritakan kejadian antara Reinhard dan Anna. Yah, walaupun sebenarnya cerita tentang larinya nona Anna sudah tersebar di kalangan mereka.” Sahut pria kedua yang sebenarnya merasa pekerjaan yang dilakukannya sangat tidak menyenangkan.


Lalu dia melanjutkan.


"Untuk Reinhard Bern sendiri, dia sama sekali tidak pernah pergi ke Guild setelah kejadian itu. Bahkan dia tidak menggubris rekan-rekannya yang mengunjunginya. Cerita yang tersebar dan sampai ke telinga rekan-rekannya, keluarganya, dan Guild Gold Dragon, hanya mengenai Reinhard Bern yang mengalami kesedihan saat ditinggal lari nona Anna.”


Sudah selama hampir 3 minggu ini, pria itu dan beberapa rekannya ditugaskan untuk memata-matai Reinhard Bern dan mereka tidak dapat pergi ke Dungeon karena tugas tersebut. Padahal, pergi ke Dungeon dan melakukan raid adalah hal yang sangat penting bagi mereka yang ingin memiliki karir yang lebih maju.


Mereka hanya diberikan tugas oleh Brandon Lloyd untuk memata-matai pergerakan Reinhard Bern dan keluarganya, hal yang sebenarnya membuat mereka belakangan ini sedikit tidak menyukai bekerja di bawah Brandon Lloyd.


Tapi, Brandon Lloyd sebenarnya tidak memberikan informasi yang sebenarnya pada mereka. Mereka tidak mengetahui bahwa Cassey Lloyd telah mencelakai adik tirinya, Anna Lloyd.


Brandon Lloyd langsung meminta kedua Hunter muda itu untuk meninggalkan ruangannya setelah mereka memberikan informasi yang dimintanya.


Sementara, dia sendiri berpindah tempat duduk dari belakang meja kerjanya ke sofa yang berada di tengah ruangan.


Dia lalu meminta pria ketiga, yang seusia dengannya, untuk duduk di seberangnya. Pria paruh baya itu adalah asisten pribadi Brandon Lloyd, Rudyard Lau.

__ADS_1


Setelah melihat dua Hunter muda tadi keluar dan menutup pintu ruang kerjanya, Brandon Lloyd mulai berbicara pada Rudyard Lau.


“Apa laporan terbaru dari orang-orangmu?”


“Nona Anna telah sadar, tuan!” Sahut Rudyard Lau dengan tergesa-gesa. “Nona Anna bahkan bisa berjalan dan bepergian.” Tambahnya.


Sebenarnya, sudah sejak pagi Rudyard ingin menyampaikan laporan itu melalui pesan teks maupun panggilan telepon, tapi dia tidak berhasil menghubungi bossnya itu karena Brandon tidak mengaktifkan ponselnya. Ia sedang berlatih di ruang tertutup.


“Apa?!” Brandon Lloyd yang sebelumnya duduk dengan santai dan bersandar di sofa sampai menegakkan posisi tubuhnya. “Mereka tidak salah lihat?”


Rudyard Lau mengeluarkan smartphone dari dalam kantong jas nya lalu menyerahkannya pada Brandon Lloyd.


Brandon Lloyd langsung mengambilnya dan menatap foto-foto yang berada disana. Seketika itu juga kedua matanya melebar. Itu benar foto putrinya, Anna.


“Apakah mereka membuntutinya?”


“Ya, tapi mereka kehilangan jejak saat nona Anna masuk ke sebuah toko kue.”


“Bodoh! Bagaimana bisa mereka kehilangan jejaknya?! Apa dia bisa menghilang?!” Bentak Brandon Lloyd. “Ganti para pengintai itu dengan Hunter kelas Assassin!” Perintahnya dengan marah.


“Baik, tuan…” Jawab Rudyard Lau sambil menundukkan kepalanya.


Rudyard sedikit bingung dengan pemikiran itu.


“Bagaimana bisa kehilangan seseorang pemula berperingkat F? Apa mereka tidur?” Omel Brandon Lloyd.


Brandon Lloyd tampak gelisah. Pria bertubuh kekar itu berdiri dari tempat duduknya dan pergi menuju jendela. Ia menghisap cerutunya lebih sering sambil menatap keluar jendela.


Brandon kemudian teringat pada Gina Stewart yang ia ketahui sebagai orang yang telah menolong Anna dan membawanya pergi.


“Apakah benar-benar tidak ada gerak-gerik dari Gina Stewart?” Tanya Brandon Lloyd lagi seraya menoleh pada Rudyard Lau.


“Kami tidak tahu jika nona Stewart melakukan laporan melalui pesan atau panggilan telepon. Yang pasti, dia benar-benar tidak pernah pergi ke kantor Asosiasi Hunter selama ini. Dokter yang sepertinya merawat nona Anna pun tidak pernah pergi ke kantor Asosiasi Hunter.”


“Ini benar-benar aneh. Padahal, dia sempat melakukan penyelidikan, tapi tidak melaporkannya langsung pada Asosiasi?”


Brandon Lloyd dan kaki tangannya lah yang telah menghilangkan bukti rekaman kamera CCTV sebelum Gina meminta temannya melakukan penyelidikan. Mereka bertindak dengan cepat bahkan menyingkirkan supir pribadi Anna yang juga telah di siksa Cassey dan membuang tubuhnya di bangunan tua di pinggiran Kota C.


Pada awalnya, mereka berencana untuk memfinah supir pribadi Anna itu sebagai orang yang telah menculik dan menyakiti Anna.


Mereka juga bermaksud untuk mengambil Anna dari Gina Stewart untuk merawat Anna secara pribadi andai saja Gina Stewart tidak menempatkan seorang pengawal yang tampaknya seorang Hunter hebat yang ia sewa. Hunter itu selalu menghalangi niat mereka untuk membawa pergi Anna dari apartemen Gina Stewart.


Walaupun Gina Stewart adalah Hunter berperingkat A, namun dia adalah seorang Healer yang di atas kertas masih bisa mereka tangani dengan tiga atau empat Hunter kelas Warrior berperingkat B.


Gina memang yang terbaik untuk memulihkan cidera para Hunter, namun untuk bertarung, Healer adalah yang terlemah diantara 4 kelas lainnya.

__ADS_1


“Mungkinkah orang yang melindungi mereka itu yang membawa Anna pergi karena tau jika dia sedang dibuntuti?” Pikir Brandon Lloyd. Ia kembali menghisap cerutunya dan melemparkannya kemudian, saat mengingat kebodohan yang telah Cassey lakukan hingga membuatnya dalam masalah.


Apa yang telah Cassey lakukan, bahkan bisa membuat keluarga Lloyd dalam masalah besar jika sampai Asosiasi Hunter dan publik mengetahuinya.


Brandon Lloyd sangat terkejut saat mengetahui kabar penyerangan Cassey pada Anna.


Pagi hari setelah pengumuman perjodohan Anna dan Reinhard Bern, Cassey sempat datang menemuinya secara pribadi. Cassey mengatakan bahwa dia dan Reinhard Bern sebenarnya memiliki hubungan yang mereka sembunyikan.


Pada hari itu, Brandon Lloyd terkejut saat melihat tingkah laku putri kesayangannya itu, yang sama sekali bertolak belakang dengan yang dia lihat selama ini.


Saat Brandon Lloyd meminta Cassey untuk memutuskan dan melupakan hubungan mereka, Cassey mendadak marah. Gadis itu bahkan dengan berani mengumpat pada ayahnya lalu pergi meninggalkan ayahnya dengan mengancam akan mengacaukan perjodohan tersebut.


Brandon Lloyd bertindak sangat terlambat untuk mengawasi putri kesayangannya itu, karena dia menyangka bahwa kemarahan Cassey hanya karena kecemburuan seorang gadis remaja yang menginginkan kehendaknya untuk dituruti.


Brandon, yang selama ini selalu memberikan apa yang putrinya itu minta, mengira bahwa Cassey akan melupakan hal itu dan meminta sesuatu yang lebih baik seperti yang dilakukan gadis itu biasanya.


Siapa sangka, pada malam kejadian, seseorang dari Asian Soul menghubunginya dan menceritakan kejadian upaya pembunuhan tersebut.


Untung saja dia bisa bergerak dengan cepat untuk menutupi kejadian itu dari pihak Asosiasi.


Brandon Lloyd meminta beberapa bawahannya, bahkan asisten pribadinya sendiri, untuk mengurus masalah tersebut dan menutupinya untuk sementara waktu sampai dia dapat membuat skenario yang baik untuk dilaporkan pada Asosiasi Hunter yang merupakan ‘polisi’ dari para Hunter.


Sayangnya, tubuh Anna telah di bawa Gina Stewart, salah satu orang yang sebanarnya paling tidak bisa di sentuh di Kota C.


Namun, karena Gina ternyata tidak juga melaporkan kejadian tersebut sampai saat ini, maka cerita larinya Anna dan supir pribadinya, yang Brandon buat khususnya untuk keluarga Bern, masih di anggap cerita yang sebenarnya oleh keluarga itu.


Brandon Lloyd menatap Rudyard Lau yang tampak gelisah. Ia tau sepertinya masih ada hal lain yang ingin asistennya itu sampaikan.


"Ada hal lain lagi?" Tanya Brandon.


"Y-ya, tuan." Rudyard hanya membenarkannya, namun ia tampak ragu untuk berbicara kembali.


"Cepat katakan."


Walaupun ragu untuk menyampaikan berita yang ia terima, namun akhirnya Rudyard membuka mulutnya dan berbicara.


"I-ini... Berita dari kediaman putri, tuan."


"Ada apa?"


"K-kediaman putri... Terbakar habis, tuan."


"Apa?!"


•••••••

__ADS_1


__ADS_2