Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 170 - Konferensi Pers


__ADS_3

Seperti yang sudah Anna janjikan, kepala divisi humas dari perusahaan 9 AM langsung mengadakan konferensi pers setelah alat pendeteksi energi Mana canggih hasil temuan Miyuki di siapkan di aula konferensi.


Ronald Stewart juga hadir dalam konferensi tersebut, sebagai juru bicara dari pihak Asosiasi Hunter Kota C.


Sayangnya, dengan dalih memiliki kesibukan lain, Li Wen Xia tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Padahal, jadwal konferensi sudah di undur selama 2 hari untuk menunggu Li Wen Xia menyediakan waktu agar dapat hadir di Kota C.


Mengetahui hal itu, Anna merasa sedikit kesal karena Li Wen Xia telah dengan cerdik menghindari perangkapnya.


•••


Di salah satu ruangan, di gedung perusahaan 9 AM...


Dua wanita muda sedang duduk saling berhadapan, sementara tiga pria berdiri di sekitar mereka.


Salah satu dari pria itu adalah Wang Liu Gong, Hunter dari Asosiasi yang bertugas untuk menjaga tahanan yang saat ini sedang duduk di hadapan Anna, Cassey Lloyd.


"Cassey, kau ingat yang ku katakan dulu? Aku akan membuang energi Mana jahat yang berada di tubuh mu setelah aku menjelaskan semua hal yang masih belum diketahui publik."


Walaupun Cassey sangat tidak menyukai adik tirinya itu, namun ia terpaksa menganggukkan kepalanya karena ia takut pada Anna.


"Apakah pembuangan energi Mana itu sangat sakit?" tanya Robin Lloyd, yang berdiri di seberang Liu Gong, di sisi lain meja di antara Anna dan Cassey.


"Ya. Seperti yang pernah ku ceritakan. Pembuangan energi Mana memang sangat sakit. Aku pernah melalui hal itu." Sahut Anna.


"Kau harus melakukannya, Cassey." Andrew Lloyd yang berdiri di sebelah Robin, memberikan dukungan.


Selain Cassey, Robin dan Andrew juga sudah mengetahui hal itu dari Anna saat mereka berempat bertemu di tahanan Asosiasi beberapa bulan yang lalu. Anna sudah menceritakannya.


Anna juga menjelaskan bahwa energi Mana jahat itu yang juga memengaruhi pikiran Cassey hingga tega mencelakai Anna dan Bimo.


Anna juga berjanji akan membuang energi Mana jahat yang berada di tubuh Joana. Karena ia yakin, Joana dan Cassey tega melakukan kejahatan karena terpengaruh oleh energi Mana jahat tersebut. Berbeda dengan Brandon Lloyd yang murni memiliki pemikiran jahat dari dirinya sendiri.


"Apakah Asosiasi akan mengampuni ku?" tanya Cassey.


Anna menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu. Aku sudah menjelaskannya pada tuan Stewart. Mereka yang akan memutuskannya." Sahut Anna kemudian.


Mendengar itu, Cassey tertunduk.


Masih sambil menundukkan kepalanya, Cassey berbicara, "Anna. Aku tidak tahu apakah karena aku terpengaruh energi Mana itu atau memang karena perasaan ku sendiri, tapi... sampai saat ini aku memiliki rasa tidak suka pada mu."


"Kau akan tahu saat energi Mana itu sudah tidak berada lagi di tubuh mu. Kau bisa memberi tahu ku lagi nanti."

__ADS_1


Andrew tiba-tiba duduk berjongkok di sebelah Cassey. Ia kemudian mendongak untuk menatap wajah kakaknya yang nampak sangat kurus itu.


"Cassey. Apakah kau memiliki perasaan tidak suka pada Anna sejak kita masih kecil?" tanya Andrew.


Masih sambil menunduk, Cassey melirik pada Anna. "Ya. Sedikit." Sahutnya dengan suara pelan.


Anna mengangguk-anggukkan kepalanya dengan pelan. "Sepertinya rasa tidak suka yang sedikit itu menjadi semakin besar sejak kau terpengaruh energi Mana itu."


"Apakah aku tidak bisa menjadi seorang Hunter lagi?" tanya Cassey kemudian.


"Jika Asosiasi mengampuni mu, kami akan memberikan kebangkitan paksa pada mu. Kami akan mengembalikan energi Mana mu, sebanyak yang akan kami buang dari tubuh mu." Ucap Anna, berjanji.


"Apakah akan memakan biaya yang sangat besar?" tanya Cassey lagi.


Mendengar itu, Robin tertawa.


Cassey menoleh pada Robin dan menatapnya dengan perasaan tidak senang. Ia merasa saudara tertua mereka itu sedang mengejeknya.


"Aku tidak sedang mengejek mu. Tapi maaf kalau kau merasa demikian." Ucap Robin, yang dapat mengerti perasaan Cassey hanya dari tatapannya.


"Jangan khawatirkan biayanya." Ucap Anna.


Wang Liu Gong yang sejak tadi merasa canggung berada di antara keempat saudara itu akhirnya merasa lega saat menerima pesan dari Mira Ahn yang memintanya untuk membawa Cassey dan Anna ke ruang konferensi.


Anna mengangguk lalu berdiri dari tempat duduknya.


"Ayo Cassey." Ucap Anna sembari mengulurkan tangannya pada Cassey.


•••


Seluruh perwakilan dari awak media yang tadinya sedang asik mengobrol langsung diam saat pintu bagian depan ruangan terbuka.


Dari balik pintu munculah Wang Liu Gong, kemudian diikuti oleh Anna dan Cassey yang berjalan dengan saling bergandengan.


Cassey yang kedua lengannya di borgol, berjalan sambil menundukkan kepalanya sementara Anna yang berjalan sambil menggandeng lengan saudari tirinya itu, membimbing Cassey untuk pergi ke dua buah kursi yang disediakan di atas panggung.


Ronald Stewart yang sudah selesai menyampaikan kata-kata pembuka dan masih berada di balik mimbar akhirnya mempersilahkan Anna untuk menggantikan posisinya di balik mimbar tersebut.


Anna mengambil mikrofon kecil yang diberikan salah satu karyawan 9 AM padanya, lalu menjepitkannya di ujung kerah t-shirt.


Gadis itu kemudian berdiri di tengah-tengah panggung alih-alih pergi ke balik mimbar.

__ADS_1


"Selamat pagi rekan-rekan perwakilan media. Terima kasih atas kehadiran Anda semua di tempat ini," ucap Anna sebagai pembukaan.


Anehnya, semua perwakilan media yang hadir langsung bertepuk tangan saat Anna diam sebentar untuk mengambil jeda berbicara.


Melihat itu, Anna tampak sedikit terkejut. Ia kemudian menoleh pada Ronald Stewart yang sudah duduk di sebelah Cassey, yang juga sedang bertepuk tangan.


Melihat Anna tampak bingung, Ronald menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.


"Anda adalah seorang pahlawan yang baru saja kembali dari menaklukkan Dungeon peringkat SS. Mereka sedang memberiian penghormatan pada Anda." Ucap Ronald dengan nada bicaranya, seperti saat ia berbicara biasanya. Ia tahu, Anna dapat mendengarkan suaranya walau ia tidak berteriak.


Mendengar itu, Anna pun tersenyum canggung dan kembali berpaling untuk menatap para awak media.


Ia tidak tahu bagaimana menghentikan tepuk tangan yang semakin riuh, jadi dia memutuskan untuk kembali berbicara.


"Terima kasih untuk sambutan Anda semua." Ucap Anna yang kemudian tersenyum dan membungkukkan tubuhnya sedikit sebagai tanda menghargai rasa hormat semua orang padanya.


Barulah setelah itu, suasana ramai dari tepuk tangan tersebut berangsur-angsur mereda.


Saat suasana kembali hening, Anna akhirnya berbicara kembali dan menjelaskan fungsi 3 alat pemindai yang berada di atas satu meja kecil di depan panggung.


Alat itu berbentuk persegi, seukuran sebuah kertas A4 dengan ketebalan hanya 1 centimeter. Bahan dari alat tersebut menggunakan campuran antara baja dan kristal sihir yang berasal dari Dungeon, hingga membuatnya tampak seperti lempengan batu yang sangat kokoh.


Di bagian tengahnya nampak sebuah cekungan berbentuk telapak tangan, sementara di bagian atasnya ada sebuah monitor kecil yang nantinya akan menunjukkan status seseorang setelah energi Mana nya dipindai.


Anna mengambil alat tersebut lalu menjelaskan fungsinya.


Alat itu adalah alat pemindai yang sama seperti yang pernah di lihat juga oleh semua orang. Baik itu Hunter atau pun mansia biasa. Asosiasi sudah memerkan alat sejenis itu di situs resminya, sebagai pengetahuan untuk masyarakat di seluruh dunia.


Jadi, Anna tinggal menjelaskan arti 3 buah lampu kecil pipih di atas monitor kecil tadi, setelah ia meminta salah satu wartawan yang berada di sana untuk naik ke atas panggung, sebagai perwakilan orang biasa yang akan mencoba alat tersebut.


Sebagai perwakilan dari Hunter, Anna meminta Wang Liu Gong juga mendekat padanya.


"Masing-masing dari ketiga lampu ini akan menyala saat seseorang memiliki jenis energi Mana yang akan memberikan reaksi padanya,"


"Seperti yang kita semua tahu, semua orang pasti memiliki energi Mana di dalam tubuhnya. Tapi, untuk menjadi seorang Hunter, ada batas minimal energi Mana yang harus di capai."


Anna kemudian meminta perwakilan dari wartawan untuk meletakkan telapak tangannya pada alat tersebut.


Setelah beberapa saat kemudian, status dari wartawan itu muncul di monitor besar yang berada di belakang panggung.


Semua orang dapat melihat status mana point orang tersebut.

__ADS_1


Namun perhatian semua orang akhirnya tertuju kembali pada alat pendeteksi di tangan Anna, ketika Anna mengangkat benda tersebut ke depan tubuhnya dan menunjukkan lampu indikator yang berada di bagian tengah.


Lampu kecil itu menyala dengan menampilkan warna kuning. Sementara pada monitor kecil di bawah lampu, orang-orang dapat melihat tulisan 'Human' di sana.


__ADS_2