Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 258 - Awal Dari Peperangan Besar Di Bumi (3)


__ADS_3

Gina dan Gus tiba di sebuah ruangan yang mirip seperti sebuah laboratorium.


Ruangan itu terlihat sangat berantakan seperti ditinggalkan dengan sangat terburu-buru.


Menyadari hal itu, Gina dan Gus langsung bergegas memeriksa ke sekitar ruangan, siapa tahu mereka masih dapat mengejar orang-orang yang mungkin saja akan memberikan informasi pada mereka.


Ruangan itu memiliki beberapa cabang dan itu membuat Gina dan Gus membuang waktu cukup lama untuk memeriksa seluruh ruangan.


"Kau menemukan sesuatu?" tanya Gina pada Gus saat mereka sudah kembali ke ruangan utama setelah selesai memeriksa semua ruangan lain.


Gus menggelangkan kepalanya.


"Apa mungkin jalan keluarnya cuma gerbang itu saja?"


"Yah, kurasa ini seperti sebuah Dungeon. Hanya ada satu gerbang keluar dan masuk."


"Kalau begitu, mereka mungkin melarikan diri saat tahu kita datang ke tempat ini." Gus berpendapat.


"Kurasa begitu."


Keduanya akhirnya memutuskan untuk memeriksa benda-benda yang berada di seluruh ruangan di tempat itu namun tidak ada satu petunjukpun yang mereka temukan.


Hanya ada kertas-kertas tua dan catatan-catatan yang mirip dengan rumus-rumus matematika, fisika, kimia dan biologi, yang mereka sama sekali tidak mengerti artinya.


Gina kemudian ingat bahwa Miyuki pasti bisa mengerti arti dari tulisan-tulisan itu. Jadi, dia meminta Gus untuk membantunya mengambil foto semua lembaran yang mereka temui.


°°°


"Apa kau sudah selesai?" tanya Gus, yang baru saja selesai mengambil gambar pada kertas terakhir di tangannya.


"Ya. Ayo kita keluar."


Keduanya akhirnya pergi menuju gerbang, tapi Gina tiba-tiba berhenti saat ia merasakan energi sihir yang sangat samar dari sebuah tempat.


"Gus... Tunggu."


"Kau menemukan sesuatu?"


Gina tidak menjawab pertanyaan itu. Ia pergi menuju salah satu dinding ruangan dan memeriksa sebuah celah kecil yang memancarkan aura sihir.


Merasa ada sesuatu dibalik dinding tersebut, Gina akhirnya menendang dinding tersebut hingga pintu rahasia yang ada di hadapannya itu runtuh.


Saat dinding itu hancur, mereka dapat melihat sebuah lorong yang sangat gelap berada di baliknya.

__ADS_1


"Ayo kita periksa," ajak Gina sembari menyalakan senter di smartphone nya.


•••


Mereka terus berjalan menelusuri lorong gelap itu sampai akhirnya tiba di depan sebuah pintu, yang langsung terbuka saat Gina mendorongnya dengan pelan.


Betapa terkejutnya Gina dan Gus saat mereka tiba di dalam ruangan dari balik pintu tersebut, saat mereka menemukan ada banyak manusia yang tertidur di dalam tabung-tabung besar yang berisi air keruh berwarna kehijauan.


Yang membuat Gina lebih terkejut adalah saat ia melihat salah satu orang yang sangat mirip dengan Hunter yang tadi bertarung dengannya.


"Kenapa dia ada disini? Bukannya dia tadi sedang bertarung denganku diluar sana?"


Tabung itu tidak hanya berjumlah puluhan atau ratusan. Gina dan Gus menebak, tabung yang berisi manusia-manusia itu bahkan berjumlah ribuan.


Gina dan Gus berjalan terus sampai mereka hampir tiba di ujung lorong, saat Gus memekik kaget ketika ia mengenali wajah salah satu manusia yang berada di dalam tabung.


"G-gina...," saking kagetnya, Gus sampai merinding dan memanggil Gina dengan tergagap.


Gina langsung menoleh dan melihat ke arah yang Gus tunjukkan dan ia langsung bereaksi lebih terkejut lagi dibandingkan yang Gus tunjukkan.


"Ayah?!"


•••


"Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?" Gina tampak panik saat tidak tahu apa yang harus ia lakukan.


"Apa tidak apa-apa kalau aku menghancurkannya?" tanya Gina pada Gus.


"Jangan gegabah. Kita tidak tahu apa mungkin tabung ini menjaga agar ayahmu tetap bernafas atau tidak. Kita sebaiknya naik ke atas dan memeriksanya dulu." Gus memberikan saran.


Gina menyetujui itu, lalu mereka mencari jalan untuk naik ke atas tabung yang tinggi itu.


Tapi, langkah mereka terhenti saat mendengar suara seperti suara benda dibanting dan mereka melihat pintu tempat mereka masuk tadi sudah tertutup rapat.


Belum selesai dengan kejutan itu, mereka juga mendengar suara-suara kaca yang retak.


Gina dan Gus secara spontan menoleh ke arah datangnya suara dan melihat beberapa tabung yang berada di dekat mereka mulai pecah.


Air kehijauan mulai mengalir keluar dari retakan tabung tersebut, sampai akhirnya tabung itu pecah secara keseluruhan.


Praaaannnggg...!


Bukan hanya beberapa tabung itu saja yang pecah. Mereka juga melihat tabung-tabung lain mulai berpecahan dan air yang sebelumnya berada di dalam tabung kini telah mengalir keluar dan mulai membanjiri lantai ruangan itu.

__ADS_1


Gina dan Gus langsung melompat mengindari air, khawatir jika air itu mungkin saja mengandung zat berbahaya yang mungkin bisa membahayakan mereka.


Namun, saat lebih banyak tabung lagi yang mulai pecah, mereka pun tidak bisa lagi menghindari air yang kini mulai menenggelamkan betis kedua Hunter itu.


Dari dalam salah satu tabung yang pecah tadi, sosok pria yang tidak mengenakan sehelai kain pun mulai membuka kedua matanya. Ia kemudian mencabuti semua selang yang terhubung ke tubuhnya, sebelum akhirnya menyerang Gina dan Gus dengan sangat brutal.


"Gina, hati-hati!" seru Gus sembari berusaha menyambar tangan Gina yang diam terpaku menatap wajah penyerangnya.


"Dia..."


"Abaikan saja! Dia sepertinya terkena hipnotis!" seru Gus, mengingatkan Gina.


Mendengar itu, Gina akhirnya melompat dan menerjang Steven Stewart, lalu memukul pria itu tepat di tengkuknya. Ia ingat, Miyuki mengatakan padanya bahwa memukul di titik itulah yang bisa menyadarkan seseorang dari sihir hipnotis.


Tapi, pukulannya hanya membuat Steven terlempar. Pukulan itu tidak menyadarkannya sama sekali.


Steven berdiri lagi, lalu menyerang Gus yang berada di dekatnya.


Dannnggg!!!


Gus langsung mengaktifkan barrier nya dan itu membuat serangan bola api Steven memudar di luar asap kehitaman yang Gus bentuk.


Saat mereka masih sibuk bertarung, bebeapa tabung mulai retak dan pecah hingga tempat itu kini mulai banjir oleh cairan yang berasal dari dalam tabung.


"Gus, ayo kita hancurkan pintu itu dan keluar dulu!" Seru Gina, yang kini terpisah dari Gus, di antara manusia-manusia tabung yang baru saja keluar dari dalam tabung transparan tersebut.


Tapi, tabung-tabung yang berada di ujung lorong jalan keluar mereka tiba-tiba pecah seluruhnya. Malahan, tabung-tabung yang berada di dekat Gina dan Gus juga mulai pecah.


Air mulai membanjiri ruangan itu. Tidak ada lagi ruang untuk mereka dapat bergerak karena mereka kini mulai tenggelam, juga dikeroyok ratusan manusia tabung.


"Gus! Kemarilah!" seru Gina, sambil berusaha menangkis serangan-serangan dari manusia tabung yang berdatangan menuju ke arahnya.


Gina berusaha sekeras mungkin untuk mengatasi dan menerobos serangan untuk bisa menggapai Gus. Ia tahu Gus tidak bisa berenang.


Memiliki keahlian sebagai seorang Hunter dan berenang merupakan hal yang tidak berhubungan. Ia khawatir Gus akan mati tenggelam jika ia tidak segera menolongnya.


Gus yang tadinya hanya berdiam diri ditempatnya saja sambil mengaktifkan sihir pelindung, mulai pergi mendekati Gina saat mendengar Gina terus memintanya untuk datang mendekat. Tapi, tabung-tabung mulai berpecahan lagi hingga semakin banyak manusia tabung yang keluar dan mengepungnya hingga ia kini kesulitan untuk bergerak


Air kini semakin tinggi sampai melebihi setengah dari tinggi ruangan itu.


Gina menatap ke arah pintu tempat mereka masuk tadi dan melihat bahwa pintu tampak kokoh, tidak hancur oleh banjir yang memenuhi ruangan.


Gina terus berusaha berenang mendekati Gus sambil berkelahi melawan para pengepungnya yang anehnya seperti ia kenal.

__ADS_1


Saat ia berhadapan dengan seorang wanita, dia akhirnya ingat bahwa wanita itu adalah salah seorang Hunter dari Asosiasi yang berada di zaman kepemimpinan ayahnya.


"Bukankah dia sudah tewas saat dungeon break beberapa tahun lalu? Kenapa orang-orang yang harusnya sudah tewas berada di tempat ini?"


__ADS_2