
Seperti apa yang dewa Ogun katakan, pasukan iblis terus bermunculan sepanjang hari.
Secara bergantian, mereka menggunakan kekuatan sihir untuk membasmi pasukan iblis itu. Tapi, mereka sama sekali tidak ada habisnya dan terus berdatangan.
"Aku mulai bosan," keluh dewa Ogun. Dia benar-benar bosan karena sudah menghadapi pasukan iblis itu lebih dari 1 hari.
"Apa sebagian dari kita pergi untuk mencari keberadaan dewi Lyn saja?" tanya Anna yang juga mulai bosan. Ia bahkan melihat pasukan berkuda yang juga sudah bosan, kini mulai saling mengobrol di antara mereka.
Tadinya, para pasukan berkudanya itu benar-benar sangat terpana saat melihat kekuatan sihir para dewa dan malaikat. Namun, saat sihir-sihir itu dilakukan berulang kali, mereka mulai melihat hal itu seperti hal yang biasa saja.
"Aku akan ikut denganmu jika kau ingin berkeliling," ucap Lorelei.
"Kalau begitu kalian pergi saja. Biar kami yang menjaga gerbang ini," sahut dewi Ezili.
Mereka sebenarnya berada di tempat itu untuk menjaga gerbang yang menjadi jalan masuk mereka sebelumnya. Jika gerbang itu menghilang, mereka tidak akan bisa kembali karena mereka tidak bisa melakukan perjalanan antar dimensi selain melalui gerbang.
Perjalanan antar galaksi tanpa gerbang saja bisa sangat berbahaya. Apalagi perjalanan antar dimensi. Tubuh mereka pasti akan hancur menjadi butiran debu jika nekad melakukannya.
"Saya akan tetap disini untuk menjaga gerbang agar tidak tertutup," ucap Nordic saat Anna menatap padanya.
"Kalau begitu, aku dan nenek guru saja yang akan pergi."
Anna dan Lorelei akhirnya pergi meninggalkan mereka semua, setelah Anna berbicara pada 460.000 prajurit berkuda yang sebenarnya sangat ingin pergi mengikutinya.
•••
Setelah terbang selama seharian penuh, Anna dan Lorelei akhirnya menemukan perkampungan kecil dan mendarat di sana.
Mereka langsung menyerang semua iblis yang berada di perkampungan itu tanpa ampun.
Anna sama sekali tidak memiliki rasa belas kasihan pada makhluk yang memiliki rupa sangat berbeda jauh dari manusia itu.
Mereka memiliki kulit tubuh yang hitam mengkilap dan hanya memiliki satu mata dan mulut, tanpa memiliki hidung dan daun telinga. Anna melihat mereka sebagai monster mengerikan yang ia rasa layak untuk dibunuh.
°°°
Setelah menghabisi seluruh penduduk di perkampungan itu, Anna dan Lorelei memeriksa seluruh bangunan kerucut yang ada di sana, sampai ke ruang bawah tanah mereka. Sayangnya, mereka berdua tidak menemukan keberadaan atau jejak dewi Lyn disana.
"Kalau ku ingat-ingat, bukankah mereka sepertinya mencari tempat persembunyian di dalam tanah? Apa mungkin mereka juga tinggal di dalam tanah di planet ini?" ucap Anna, meminta pendapat Lorelei.
"Kau benar. Ayo kita cari lokasi-lokasi yang kemungkinan memiliki goa yang menuju ke inti planet.
__ADS_1
Anna dan Lorelei akhirnya pergi mencari perbukitan atau pegunungan yang biasanya memiliki sebuah goa.
Tanpa terduga, mereka menemukan banyak lokasi yang memiliki goa menuju inti planet. Keduanya akhirnya memasuki semua goa yang mereka temui dan membunuh semua makhluk penghuninya. Sayangnya, mereka belum juga menemukan keberadaan dewi Lyn, maupun jejaknya saja.
Setelah keduanya berkeliling selama hampir seminggu penuh, Anna akhirnya kembali merasakan putus asa.
Ia bahkan tidak bersemangat lagi saat Lorelei mengajaknya untuk kembali bergerak setelah mereka baru saja memeriksa ke seluruh wilayah perkampungan yang penduduknya baru saja mereka habisi.
"Kau merasa lelah?"
"Ya. Ku rasa, aku benar-benar putus asa kali ini." Sahut Anna dengan bersungut.
"Mau bagaimana lagi? Hanya ini yang bisa kita lakukan sebelum hari pertemuan para dewa tiba," sahut Lorelei.
Anna tahu itu. Tapi, ia hanya sedang kehilangan semangat. Mereka sudah mendatangi banyak lokasi selama seminggu penuh tapi tidak bisa menumukan keberadaan dewi Lyn walaupun hanya jejaknya saja.
Mereka akhirnya pergi ke beberapa lokasi lagi sampai satu bulan lamanya, sebelum akhirnya menyerah lalu memutuskan untuk kembali ke tempat dimana dewa Ogun dan dewi Ezili berada.
•••
Saat baru tiba di sana, Anna dan Lorelei sudah hampir tidak bisa melihat keberadaan rekan-rekan mereka lagi akibat gunungan mayat para iblis.
Lembah itu terbentuk dari mayat-mayat ratusan juta iblis yang kini membentuk gunung, mengelilingi lokasi gerbang dan para pengikut Anna.
Anna dan Lorelei akhirnya turun ke dalam lembah.
"Kami bahkan tidak bisa menemukan jejaknya." Ucap Lorelei setelah mereka berada di dekat dewa Ogun.
"Apa kita kembali saja?" tanya Anna pada dewa Ogun.
"Jika kita kembali, dewa Zeus pasti sudah menantii kita di balik gerbang ini," sahut dewa Ogun.
Mendengar itu, Anna mendengus kesal.
Mereka bukan takut pada dewa Zeus. Mereka bertiga bisa saja menghadapinya sementara menunggu dewan pengawas para dewa datang dan dewi Ann juga datang. Namun, jika hal itu sampai terjadi, planet Titans pasti akan hancur saat mereka belum menemukan dewi Lyn. Mereka juga memiliki sedikit kekhawatiran siapa tahu dewi Lyn malah masih berada di planet Titans.
Saat mereka masih memikirkan langkah yang akan diambil. Mereka tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran sesosok makhluk berjubah ungu yang kini sedang terbang melayang-layang di atas gunungan mayat pasukan iblis.
"Dia sangat kuat," ucap dewa Ogun mengingatkan semua orang.
Mereka mengangguk, menyetujui apa yang dewa Ogun rasakan.
__ADS_1
Makhluk itu kemudian berbicara pada mereka dari atas sana.
"Kalian ingin menyerah atau mati dengan tersiksa?!" seru makhluk itu dengan suara nyaring.
"Kau pikir bisa menghadapi kami berlima seorang diri?!" sahut dewa Ogun.
Makhluk itu tertawa nyaring.
"Dia terlalu percaya diri. Sepertinya dia memiliki rencana untuk meringkus kita. Berhati-hati," ucap dewi Ezili mengingatkan.
"Apa kau yakin aku disini seorang diri?!" seru makhluk berjubah ungu itu lagi.
Saat Anna dan rekan-rekannya tudak menyahutinya, makhluk itu kembali berbicara, "Kalian pikir kenapa aku mengirimkan ratusan juta pasukan ini?! Apa kalian pikir aku hanya mengorbankan mereka tanpa sebab?!"
"Menyerahlah atau kalian akan mati secara mengenaskan dan tersiksa!"
"Dia memang agak gila. Tapi kenapa perasaan ku sangat tidak nyaman?" ucap Anna.
Firasat buruk Anna menjadi kenyataan hanya beberapa saat kemudian.
Saat makhluk itu tidak mendapat jawaban apapun dari mereka, ia tiba-tiba berteriak dengan lantang.
"Bangkitlah!!!"
Pada saat yang bersamaan, suara gemuruh yang memekakan telinga terdengar nyaring dari ratusan juta mayat-mayat pasukan iblis yang menggunung itu.
Tubuh mereka tiba-tiba bergerak. Mereka hidup kembali.
Melihat itu, tentu saja Anna dan para pengikutnya terkejut.
"Dia necromancer?"
"Ya. Mulai sekarang kita mungkin akan kerepotan."
"Sialan, harusnya kita membunuh mereka dengan langsung memusnahkan tubuh mereka saja," ucap dewa Ogun dengan sangat menyesal.
Saat Anna dan Lorelei meninggalkan mereka bertiga disitu, mereka akhirnya menghentikan serangan menggunakan sihir berlebih hingga tidak langsung melelehkan, dan meledakkan tubuh pasukan iblis itu.
°°°
Karena posisi Anna dan para pengikutnya berada di tengah-tengah gunungan mayat, maka ketika mayat-mayat itu dibangkitkan lagi, mereka langsung menyerang secara bergerombol dan menenggelamkan Anna dan para pengikutnya di dalam lautan tubuh mereka.
__ADS_1