
Anna mengambil smartphone yang baru saja Eiko jatuhkan lagi.
Ia mengarahkan tangkapan kamera smartphone itu pada wajah Eiko dan Jirou yang membiru akibat pengaruh sihir tiga makhluk kloning yang kini sedang menatap mereka dan siap menyerang.
Setelah ia rasa cukup mengambil rekaman situasi yang akan membuat semua orang diseluruh dunia tahu bahaya yang akan datang, barulah Anna memberikan sihir pelindung pada Eiko dan Jirou.
Setelah kedua Hunter itu bisa bernafas kembali dengan normal, Anna menyerahkan smartphone pada Eiko, yang langsung menerimanya.
"Bukannya aku ingin membuat semua orang panik. Aku hanya ingin menunjukkan bahaya yang akan terjadi. Jika iblis-iblis itu datang, bersembunyilah dan jauhi area pertempuran," ucap Anna, sebelum berbalik menghadap ketiga makhluk kloning.
Anna kembali berbicara, "Aku akan menjemput kalian nanti. Ada hal yang harus kuurus terlebih dahulu," ucap Anna yang kemudian lenyap dari hadapan Eiko dan Jirou bersama ketiga makhluk kloning.
•••
Asmodeus, yang sedang dikejar-kejar Anna, akhirnya merasa tenang setelah ia melarikan diri ketempat persembunyian kelompok terakhir dari para malaikat tersesat.
Ia menceritakan pada mereka semua bagaimana ia telah dikejar-kejar oleh makhluk ciptaan duplikat dewi Ann, yang juga menguasai sihir dewi Lyn.
Kedelapan malaikat tersesat yang berada di tempat itu tahu jika kawan mereka tidak mengada-ada. Selain karena tubuh Asmodeus yang gemetar hebat, yang membuktikan bahwa ia benar-benar sedang ketakutan, mereka juga sudah mengecek keberadaan malaikat tersesat lain, yang benar-benar tidak mereka ketemukan lagi sinyal keberadaannya.
Tapi, baru saja Asmodeus merasa tenang dan gemetarannya mulai berkurang, Lucifer tiba-tiba muncul diantara mereka.
"Lucifer?!"
Lucifer menatap sembilan rekannya itu dengan mata merahnya yang melotot.
Ia tahu, Anna pasti akan mengejarnya.
Ia hanya menggunakan tempat persembunyian ini sebagai tempat persinggahan sebelum ia membuka gerbang lagi untuk pergi ke dimensi lain, tempat dimana pusaran merah kekuasaan para iblis merah berada.
Tapi, ia sama sekali tidak bisa membuka gerbang menuju kesana.
Sambil mengabaikan pertanyaan-pertanyaan dari rekan-rekannya, Lucifer mengulangi kembali sihir pembuka gerbang, namun ia tetap tidak bisa membukanya. Padahal, satu-satunya tempat persembunyian yang paling aman adalah dunia para iblis merah itu.
Lucifer akhirnya menatap Asmodeus.
"Siapa yang sudah membuka jalan menuju dunia iblis merah?"
Asmodeus mengalihkan tatapannya pada semua malaikat tersesat yang berada ditempat itu.
__ADS_1
Sebelum ketempat ini, dia telah mengunjungi beberapa tempat persembunyian dan dia menyadari siapa diantara mereka yang tidak hadir. Dia adalah malaikat tersesat yang berada dalam kelompoknya, Beelzebub.
"Beelzebub..., dia tidak ada...," sahut Asmodeus sambil menatap balik Lucifer dengan gugup.
"Bedebah itu!"
Lucifer mengumpatkan kata-kata kutukan berkali-kali setelah Asmodeus baru saja memastikan bahwa mereka sudah tidak memiliki peluang untuk melarikan diri lagi karena satu-satunya kesempatan untuk pergi ke dunia para iblis merah telah Beelzebub gunakan.
"Apa dengan gabungan kekuatan kita tidak bisa mengalahkannya?" tanya salah satu malaikat tersesat yang masih belum mengetahui kekuatan para dewa. Ia adalah malaikat terakhir yang setingkat dengan Akvan yang sama tidak tahunya dengan sejarah panjang para dewa.
Walaupun Lucifer merasa sangat marah dengan pertanyaan itu, namun ia tidak memiliki waktu lagi untuk melampiaskan murkanya.
"Kita kembali ke Bumi. Ayo kita buat kekacauan di banyak tempat. Bawa semua iblis merah ini ke Bumi dan hancurkan semua kota besar di sana. Kita berpencar!" perintah Lucifer pada semua malaikat tersesat.
Semua malaikat tersesat menyetujuinya.
Merekapun akhirnya membuka gerbang dan bersiap menuju Bumi, bertepatan dengan kedatangan Anna dan ketiga makhluk kloning yang ia bawa bersamanya.
•••
Semua gerbang yang baru dibuka para malaikat tersesat itu menghilang.
Lucifer dan Asmodeus adalah yang paling tahu jika mereka tidak memiliki peluang lagi untuk melarikan diri. Jadi, mereka secara bersamaan langsung merapalkan sihir terkuat mereka untuk menyerang Anna.
"Itu tidak berguna," ucap Anna, sembari melambaikan satu tangannya, menangkal sihir tersebut.
Tahu sihir terkuat mereka dipatahkan dengan mudah dan tahu mereka kini berada dalam gelembung penetral energi Mana, kedua malaikat tersesat langsung berlutut, memohon pengampunan.
"Ampuni kami ya pewaris mahadewi Lyn!" seru Lucifer dan Asmodeus bersamaan.
Mereka tidak lagi memerdulikan rasa malu dihadapan delapan malaikat tersesat muda yang memiliki tingkatan dibawah mereka.
Padahal, delapan malaikat tersesat itu merasa bahwa mereka bisa saja menang karena di tempat itu hadir juga tiga makhluk kloning yang mereka tahu memiliki energi Mana iblis sangat besar, bahkan jauh lebih besar dibandingkan gabungan energi Mana kesepuluh malaikat tersesat.
Mereka hendak menyerang. Tapi, mereka langsung kehilangan nyali saat Anna meledakkan ketiga makhluk kloning itu secara bersamaan.
"The Path of Truth, part 4. Holy Protector."
Ziiiiiiiing...
__ADS_1
"Conqueror of Darkness, part 1. Punishing Hand."
Baaaaaaaaaaaaaaaang!!!
Ledakan yang terjadi sangatlah mengerikan. Bukan hanya ketiga makhluk kloning dari DNA Anna, Rin dan Ren saja yang meledak. Goa tempat persembunyian para makhluk tersesat yang terbuat dari ribuan pasukan iblis pun ikut meledak. Bahkan, semua benda langit yang berjarak puluhan juta kilometer di celah dimensi juga ikut meledak.
Tanpa memerdulikan ketakutan sepuluh malaikat tersesat yang kini berlutut di dalam pelindung keemasan sihir yang ia warisi dari dewi Lyn, Anna memerhatikan jarak ledakan sihir yang baru saja dibuatnya.
Setelah ia memerhatikan sekeliling ruang hampa udara tak berujung itu, barulah ia menatap pada sepuluh malaikat tersesat.
'Benar-benar mengerikan. Padahal aku sudah melindungi mereka sebelum menggunakan sihir untuk meledakkan ketiga makhluk kloning tadi. Pantas saja seluruh galaksi Milky Way dan galaksi-galaksi yang berjarak jutaan tahun cahaya dari Bumi itu meledak saat dewi Ann menggunakan kekuatannya.'
Mengingat visi yang sudah dewi Lyn tunjukkan padanya, Anna jadi bergidik ngeri.
Sementara Anna mengingat-ingat kembali apa yang pernah dilihatnya, kesepuluh malaikat tersesat terus saja meminta pengampunan darinya.
Ia menatap para malaikat tersesat yang, walaupun sudah ia lindungi, tetap saja kehilangan beberapa bagian dari tubuh mereka.
Itu baru sihir dari bab pertama kitab dewa Arnix yang ia gunakan dan dia sudah mengurangi kekuatannya sebanyak 50%.
Walaupun puas dengan penambahan daya ledak sihirnya setelah melatih kekuatannya lagi selama 30.000 tahun, ia jadi agak ngeri juga saat nanti harus menggunakan kekuatan itu di Bumi.
Anna akhirnya berbicara pada kesepuluh malaikat tersesat.
"Kalian lihat bagaimana kekuatan sihir ku tadi?"
Kesepuluh malaikat tersesat mengangguk.
"Itu baru aku yang menggunakannya. Jika aku mengampuni kalian, aku taku dewi Ann dan dewi Lyn yang jauh lebih kuat dariku akan menghukumku," ucap Anna lagi, diakhiri dengan senyum jahat.
"Kau kepar..."
"Selamat tinggal."
Anna menyentuh pelindung keemasan itu dengan satu jarinya, lalu memasukkan ledakan sihir kedalam pelindung tersebut.
Baaaaaaaaaaaaaaaaang!!!
•••••••
__ADS_1