Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 136 - Bahaya Di Sekitar Gerbang (2)


__ADS_3

“Bukankah itu Gus?" Ucap Davina yang berlari di sebelah Gina sambil menunjuk ke arah Gus Stevin dikejauhan dan kini tampak sedang berlari ke arah mereka.


“Ya. Aku juga melihatnya,” sahut Gina.


“Kenapa dia datang dari arah yang jauh dari gerbang? Apakah Frank sudah keluar?”


“Aku tidak tahu. Kita lari saja dulu dan menanyakannya saat sudah berada di luar nanti.” Sahut Gina, yang berlari di bagian paling belakang tim raid, walaupun sebenarnya bisa saja dia meninggalkan mereka dan mencapai gerbang hanya dalam hitungan detik.


°°°


Setelah mereka tadi berhasil mengalahkan tiga Raptor dengan susah payah, dua dari tiga Ty-Rex yang berada di atas tebing tiba-tiba melompat ke sungai.


Dengan tinggi badan yang lebih tinggi dari kedalaman sungai, Ty-Rex dengan mudah dapat berjalan keluar dari sungai dan langsung menyerang tim raid.


Tahu betapa bahayanya jika mereka harus bertarung dengan kedua makhluk yang memiliki energi Mana setara dengan Hunter peringkat SS tersebut, Gina memerintahkan semua anggota tim untuk berlari secepat mungkin tanpa harus menghemat energi Mana yang masih mereka miliki.


"Cepat lari! Gunakan seluruh energi Mana yang kalian miliki. Kita hanya perlu menggunakannya untuk segera mencapai gerbang tanpa harus bertarung. Hindari semua monster jika kita bertemu mereka di perjalanan." Ucap Gina saat itu.


°°°


Masih memiliki setengah energi Mana tersisa, beberapa Hunter tipe Mage memutuskan untuk menggunakannya dan memberikan serangan jarak jauh mereka pada dua Ty-Rex yang mengejar mereka sambil terus berlari, saat mereka sudah melihat gerbang di kejauhan.


"Toh kita akan segera keluar juga. Ayo kita serang mereka untuk menjaga jarak." ucap salah seorang Mage pada rekan Mage lainnya.


Mereka bermaksud untuk menjaga jarak Ty-Rex agar lebih jauh lagi dari tim, supaya semua orang memiliki waktu yang cukup untuk keluar dari Dungeon dengan selamat.


Namun, hal aneh tiba-tiba terjadi. Dua Ty-Rex yang mengejar mereka tiba-tiba menghentikan pengejarannya. Belum pernah terjadi, ada monster yang merasa unggul kekuatan tiba-tiba berhenti mengejar mangsa.


Malahan, dua makhluk purba itu tiba-tiba berbalik lalu pergi menjauh.


Hampir bertepatan dengan itu, Gus Stevin akhirnya bergabung kembali dengan tim dan mereka akhirnya berhenti juga saat Gus Stevin meminta mereka semua untuk berhenti. Padahal, jarak gerbang sudah berada tak jauh dari mereka yang kira-kira hanya berjarak sejauh 200 meter lagi.

__ADS_1


“Kenapa kau menyuruh kami berhenti?” tanya Philip Cardis pada Gus, sambil menatap kedua Ty-Rex yang, anehnya, menghentikan pengejaran dan pergi menjauh.


Gina juga menjadi bingung dengan keanehan itu.


“Menunduk dulu. Tiarap. Ayo kita tiarap dulu.” Pinta Gus Stevin di sela nafasnya yang tersengal dan cara bicara yang terdengar panik.


"Gerbang sudah ada di depan sana." Philip memprotes permintaan Gus seraya menunjuk ke arah gerbang.


"Ikuti saja! Kau akan berterima kasih nanti." Sahut Gus dengan sedikit meninggikan suaranya.


Melihat tidak ada yang mengikuti perintahnya, Gus akhirnya memutuskan untuk tiarap terlebih dulu.


Gus Stevin tadinya ingin langsung mengajak rekan-rekannya pergi menuju bukit kecil yang ia lihat cukup bagus untuk bersembunyi dari rombongan Raptor dan Pterodactyl. Namun, saat ia melihat Ty-Rex tiba-tiba berbalik arah, ia langsung berpikir lebih baik mereka sembunyi di antara bebatuan kecil di tempat ini dengan bertiarap.


Selain para Raptor dan Pterodactyl yang bisa datang kapan saja, Gus Stevin juga mengkhawatirkan makhluk yang mirip Dark Elf di belakang bukit tadi.


°°°


Gina agak ragu, namun ia akhirnya mengikuti perintah itu saat melihat Ty-Rex sepertinya benar-benar menghentikan pengejaran dan pergi menjauh.


“Kenapa kau menyuruh kami berhenti, Gus?” tanya Davina pada Gus Stevin.


“Tunggu dulu sampai monster-monster itu datang dan keluar, baru kita lari keluar.” Ucap Gus Stevin, masih dengan nafas tersengal. Tubuhnya yang gempal membuatnya kelelahan saat harus berlari secepat tadi, walaupun sebenarnya ia sudah sering melatih fisiknya untuk berlari.


Walaupun Davina masih tidak mengerti apa maksud di balik kata-kata Gus, namun ia akhirnya mengerti saat melihat puluhan Raptor dan Pterodactyl datang dari arah berbeda lalu keluar melalui gerbang menuju dunia manusia.


“Huh? Apa sihir penghalang gerbang terbuka? Kenapa mereka bisa keluar?” tanya beberapa orang dengan hampir bersamaan.


“Kita bahas nanti. Monsternya bukan itu saja. Masih ada lagi di balik bukit," sahut Gus yang kemudian bangkit berdiri, "Sekarang, cepat kita lari ke gerbang sebelum rombongan makhluk-makhluk itu datang lagi.” Ajak Gus kemudian.


Melihat rekan-rekannya lambat merespon ajakannya dan berdiri dengan sangat lambat, Gus berbicara lagi dengan setengah berteriak, "Ada monster yang lebih berbahaya dari Dinosaurus. Cepat lari ke gerbang sekarang!”

__ADS_1


Namun, langkah Gus terhenti saat Gina menarik lengannya.


“Tunggu, jangan bergerak dulu.” Pinta Gina.


“Ada apa?”


“Sudah terlambat. Pantas saja Tyranosaurus itu pergi. Rupanya ada monster yang jauh lebih kuat dari mereka. Lihat ke atas bukit itu,” ucap Gina, sembari menoleh ke sebuah bukit yang tak lain adalah bukit tempat Gus tadi berada, tanpa berani menunjuk ke sana dengan tangannya.


Saat mereka melihat ke arah Gina menunjuk, semua Hunter tiba-tiba merasakan lemas di kedua lutut mereka.


Hanya Gus yang tidak mau menoleh karena ia sudah tahu dan merasa sedikit frustasi saat harus melihat makhluk itu lagi.


Di atas bukit, ada tiga monster dengan rupa mirip Dark Elf namun memiliki kulit yang berwarna merah tua yang tampak sedang menunggangi Ty-Rex di bagian atas kepala makhluk purba tersebut.


Di sekitarnya, monster serupa yang berjalan kaki tampak sedang mengarahkan busur mereka ke arah tim raid dengan anak panah yang sudah siap untuk dilontarkan.


Monster-monster itu berdiri sejajar, memanjang memenuhi seluruh bukit. Tampilan itu membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan mendapatkan tekanan rasa takut.


“Mereka mungkin akan langsung memanah kita saat kita berlari menuju gerbang," ucap Gina.


Hunter-hunter hanya bisa menelan ludah mereka saat merasa bahwa apa yang ketua mereka katakan itu masuk akal.


Mereka tahu, monster-monster tersebut pasti sudah memanah mereka sejak tadi jika mereka ingin.


“Kenapa kita tidak lari dengan cara berpencar saja? Mereka pasti akan kebingungan untuk membidik,” ucap seseorang memberikan ide.


"Tidak bisa," sahut Gina cepat. Gina menarik nafas perlahan agar tidak menampakkan kegelisahannya, "Saat ini, mereka sedang memantau pergerakan kita. Mereka akan langsung melepaskan anak panah begitu melihat kita berlari. Monster-monster peringkat tinggi sedikit berbeda dengan monster dari Dungeon peringkat B ke bawah." Gina menjelaskan.


Gina sudah mendapatkan pengalaman dari mengikuti raid ilegal bersama Anna di banyak Dungeon peringkat A selama satu bulan belakangan.


Monster-monster dari Dungeon peringkat A seperti Elf dan Dark Elf suka memantau lawan mereka terlebih dulu, sebelum akhirnya menyerang jika lawannya hendak melarikan diri atau terlihat akan mengancam posisi mereka.

__ADS_1


Parahnya, monster peringkat tinggi suka mempermainkan lawan yang terlihat lemah. Mereka akan mempermainkan lawan dan membunuh secara perlahan sampai mereka puas bermain-main.


Gina menduga, monster-monster di atas bukit sana juga mungkin akan melakukan hal tersebut.


__ADS_2