Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 249 - Demigod Vs Demigod (2)


__ADS_3

Melihat salah satu demigod terkuat dari planet Titans terdesak dengan begitu dahsyat, Nordic sampai ternganga dibuatnya.


Ia memang tahu dewi Ann sangat kuat, tapi ia tidak menyangka makhluk duplikatnya juga sangat kuat dan memiliki teknik bertarung yang tak kalah memukaunya dengan dewa perang nomor 1 di dunia para dewa itu.


"Kalau kau ingin bergabung bersama kami, dia mungkin akan menerima mu," ucap Lorelei saat melihat ekspresi lucu di wajah Nordic.


"A-apa? Bergabung?"


"Ya. Kami mungkin akan menjalani banyak peperangan setelah ini."


Glup...


Nordic menelan ludahnya saat mendengar apa yang Lorelei ucapkan. Ia sangat tertarik pada perang. Sudah lama sejak terakhir kali ia tidak berada di medan perang.


Tanpa mengalihkan tatapannya dari pertarungan dua demigod di atas tembok, Nordic bertanya, "Kau... Bukannya kau hanya membantunya untuk mencari dewi Lyn?"


"Aku juga akan mengikutinya setelah itu."


Nordic akhirnya menoleh pada Lorelei dan dapat melihat kesungguhan diwajahnya.


•••


Crakkk... Crakkk... Crakkk...


Anna akhirnya berhasil menusukkan mata tombaknya pada pria bertubuh kekar itu, saat ia sudah berhasil mengusai jalannya pertarungan.


Dengan senyum kemenangan diwajahnya, Anna terus mendesak lawan yang kini berkeringat dingin akibat terlalu tegang memerhatikan arah serangan Anna.


Menghadapi petarung yang hanya mengandalkan kekuatan saja tanpa ada teknik bertarung yang baik, adalah hal yang jauh lebih menguntungkan daripada bertarung melawan musuh yang hanya memiliki kekuatan yang cukup tapi memiliki teknik bertarung yang sangat baik.


Selama ini, Anna belum pernah bertemu lawan jenis kedua secara langsung. Ia hanya pernah melihat lawan seperti itu ada, saat ia sedang menyaksikan pertarungannya melawan avatar Miyu dari video rekaman Gus Stevin. Saat itu Anna tidak menyadarinya karena ia sedang dalam pengaruh sihir hipnotis.


•••


"Huaaahhhh...!"


Booooooooommmmm...!


Merasa dirinya semakin terdesak, pria bertubuh kekar akhirnya menyerang Anna dengan energi sihir.


Walaupun Anna menyadari bahwa pria itu tiba-tiba membuka energi Mana untuk menyerang, namun Anna hanya bisa menahan serangannya dengan memanipulasi udara saja.


Tanpa kekuatan sihir, walaupun ia bisa menangkis serangan itu, Anna pada akhirnya tetap terpental juga.


Namun, Anna hanya pergi akibat terpental dari hadapan pria itu selama 1 detik saja.


Detik berikutnya, Anna sudah muncul kembali di hadapan pria itu sembari menghempaskan batang tombaknya dengan sangat cepat dan kuat, hingga serangan itu tak bisa ditangkis lawannya walaupun ia sudah berusaha mengarahkan pentung di tangannya untuk menangkis.


Bletaakkkkkk!!!


Wushhh...


Plakkk... Plaaak!!!


"Argh...!"


Pria bertubuh kekar terpental mundur akibat serangan yang sangat cepat dan kuat itu.

__ADS_1


Ia benar-benar tak menyangka bahwa hari ini ia akan bertemu lawan mengerikan yang tidak memiliki energi Mana sama sekali.


"Kau brengsek!!!" umpat Anna dengan sangat marah, merasa telah dicurangi karena lawannya tiba-tiba menggunakan energi sihir untuk menyerangnya.


Karena kemarahannya, Anna kini menyerang pria kekar itu dengan fokus yang sangat tinggi, juga dengan kekuatan maksimal yang ia miliki.


Serangan-serangan mematikan itu berhasil membuat lawannya sangat kewalahan, walaupun ia sudah menggunakan sihir untuk memperkuat pertahanannya.


Baaakkkk...!!! Bakkkk...!!! Bakkk...!!!


Anna berhasil menghantam kaki, pinggang dan kepala pria kekar itu dengan tiga tebasan beruntun hingga akhirnya ia terpental jatuh dari atas tembok.


Anna tidak berhenti sampai disana. Ia langsung mengejar lawannya yang sedang terjatuh menuju darat dan mengarahkan mata tombak pada lehernya.


Melihat bahaya menghampiri, pria kekar akhirnya melontarkan salah satu sihir terkuatnya dari pentung kayu di tangannya.


"Mati kau!!!"


Bersamaan dengan teriak kemarahan pria bertubuh kekar itu, petir yang mengandung energi sihir sangat besar menyambar-nyambar dari ujung pentungnya menuju Anna.


Zrraaatttt... Zraatttt...!


"Ahhhh...!"


Booooommmm!!!


Mendapat serangan mengerikan seperti itu, tentu saja membuat Anna yang terlalu marah dan terlalu fokus ingin menghabisi lawan, menjadi tidak waspada.


Dua kilatan petir itu berhasil menyambar tubuhnya dan meledakkan seluruh area yang terpusat padanya hingga menghancurkan sebagian tembok kerajaan.


Ia kemudian merapalkan salah satu mantra terkuatnya lagi lalu mengarahkan pentungnya ke dalam tempat terjadinya ledakan.


Zrrrrttt... Zrrrrtttt...


Booooommmmmm!!!


•••


Setelah memberikan dua serangan terkuatnya, pria bertubuh kekar melompat kembali ke atas tembok.


Ia kemudian menatap ke arah gumpalan debu yang berasal dari serangan terakhirnya dengan mata menyala-nyala.


"Dia sangat berbahaya. Tidak memiliki energi Mana tapi membuat ku sampai harus menyerang dengan dua sihir terkuat ku," gumamnya, mengagumi kekuatan lawan.


Namun, pertarungan belum selesai sampai disitu.


Anna tiba-tiba muncul dihadapannya lagi dan langsung menancapkan mata tombaknya dengan sangat kuat dan cepat ke tubuh pria itu.


Wussshhhh.... Crakkkk!!!


"Argghhh...!


Tidak menduga lawannya akan lolos dari dua serangan mematikannya, pria itu lengah hingga tombak Igigi berhasil menusuk dadanya dan terus menembus sampai ke punggungnya.


Srattt...!


Anna mencabut tombak dari tubuh lawannya. Ia kemudian mengembalikan ukuran tombak menjadi kecil, sebelum menatap lawannya dengan sangat marah.

__ADS_1


"Haaaaattttt...!"


Wussshhh...


Bletakkkk...!!!


Anna memberikan serangan susulan lagi dengan meninju wajah pria itu dengan sangat keras.


Pukulan itu benar-benar sangat keras hingga membuat pria bertubuh kekar langsung terpental jauh begitu ia menerima pukulan Anna dan baru berhenti puluhan meter kemudian saat tubuhnya akhirnya mendarat jatuh dan bergulingan di atas tembok.


Anna tidak mengejar lawannya lagi. Ia masih tetap diam ditempatnya sambil menatap armornya dengan perasaan takjub.


Armor berwujud catsuit yang dewi Ann berikan padanya itu benar-benar sangat luar biasa. Armor itu bahkan bisa menepis sambaran petir sihir sangat kuat yang lawannya tadi tembakkan padanya.


"Kau tidak apa-apa?" tanya dewi Ezili yang akhirnya mendarat kembali di pundak Anna setelah ia dan dewa Ogun tadi cepat menyingkir saat lawan menyerang Anna dengan sihirnya.


"Ya. Armor ini melindungiku," sahut Anna sambil menatap kembali ke depan, ke arah pria bertubuh kekar yang sudah bangkit berdiri.


"Hati-hati. Dia sekarang sangat marah. Aura sihirnya terasa lebih kuat berkali-kali lipat di banding sebelumnya," ucap dewa Ogun mengingatkan.


"Haaah... Aku benar-benar merasa dirugikan karena harus bertarung tanpa energi Mana."


"Tsk... Kau sudah sangat kuat tanpa energi Mana. Kau harus bersyukur atas itu."


"Yah. Dewi Ann telah membuat fisikku menjadi sangat kuat. Aku bahkan merasa jauh lebih kuat dibandingkan saat berada di tubuhnya."


•••


"Aku benar-benar akan mengingatmu. Kau adalah salah satu lawan terkuat yang pernah aku hadapi." Ucap pria bertubuh kekar saat sudah berada dekat di hadapan Anna.


Anna tidak menggubris ucapannya dan hanya menatapnya dengan tatapan dingin.


"Tapi, hidupmu hanya sampai disini. Kau harus mati sekarang," ucap pria kekar lagi.


Setelah ia berkata demikian, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit.


Pada saat itu, Anna dapat merasakan aura sihir yang sangat besar terkumpul di atas sana.


Aura sihir itu bahkan mulai membuat gelombang-gelombang petir kecil di udara yang semakin lama semakin membesar.


Udara di langit terdistorsi. Tak lama kemudian, badai petir yang terkumpul di langit mulai turun secara perlahan menghampiri Anna.


Walaupun gerakkannya sangat perlahan, namun Anna seakan tak bisa beranjak pergi dari tempatnya untuk dapat menghindari serangan itu.


Setelah gelombang sihir itu berada dekat di atas kepala Anna, pria bertubuh kekar menatap Anna dengan tatapan dingin.


"Aku, Herakles, akan mengingat mu. Selamat tinggal."


Setelah mengucapkan kalimat itu, Herakles menurunkan tangannya dan mengarahkan gelombang sihir itu pada Anna.


"Anna, awas!" teriak dewi Ezili, sambil berusaha menarik Anna untuk pergi menjauh namun ia juga tak bisa melakukannya karena tubuh mereka seakan terkunci disana.


"Conqueror of Darkness, part 1. Punishing Hand"


Wussshhhh...


BOOOOOOOMMMMMM!!!

__ADS_1


__ADS_2