Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 176 - Sebuah Lukisan


__ADS_3

Setelah membereskan Dungeon peringkat SS, Miyuki pernah mengatakan pada Anna bahwa dia telah terkena sihir hipnotis.


Miyuki juga memberitahu bagaimana ia bisa menyadari hal itu, dari tatapan Anna yang kosong.


Menurut Miyuki, seseorang akan memiliki tatapan kosong ketika ia terkena hipnotis yang tidak benar-benar dapat memengaruhi pikiran orang tersebut.


Karena itulah Anna saat itu tidak bisa diperintahkan untuk menggunakan energi Mana nya dalam pertarungan. Bahkan, si penghipnotis menggunakan sihirnya untuk mengendalikan Anna dengan susah payah.


Sihir hipnotis tetap bisa memengaruhi pikiran seseorang, tidak peduli sebanyak dan sekuat apa energi Mana yang mereka miliki.


Sihir hipnotis hanya bisa di tangkal atau di kurangi pengaruhnya oleh orang-orang yang telah melalui pelatihan mental yang sangat dalam, hingga membuat pikiran mereka sangat susah untuk dikendalikan.


Anna sudah pernah melatih pikirannya saat ia berada di planet asing. Ia sudah melalui ratusan tahun dalam berlatih untuk menangkal sihir hipnotis yang membuatnya berhalusinasi berkepanjangan.


Sedangkan Kenichiro Tanaka, Keisuke Sato dan Fernando Cavalli tidak pernah melalui pelatihan mental sama sekali, sehingga pikiran mereka berhasil di ambil alih sepenuhnya.


Berkat sedikit pengetahuan yang Miyuki beritahukan padanya, Anna akhirnya menyadari bahwa orang-orang itu telah terkena sihir hipnotis Li Wen Xia.


Walaupun tidak ada yang menyadarinya, namun Anna dapat menangkap getaran aneh yang samar pada ketiga mata Hunter tersebut.


Yang membuat Anna kehilangan semangat setelah menyaksikan wawancara itu adalah ketika ia memerhatikan kedua mata Morgan Lloyd. Ia tahu, kakeknya tidak sedang dalam pengaruh hipnotis. Kakeknya mengatakan semua itu dari pemikirannya sendiri.


•••


"Saya juga sempat terkena sihir itu saat sedang bertarung melawan Li Wen Xia." Ucap Anna.


"A-apa? Anda bertarung melawan ketua Asosiasi negara Anda?"


"Ya. Seperti yang saya jelaskan dalam konferensi pers kami, dia adalah iblis wanita yang bertarung dengan saya di Dungeon Kepulauan Fiji."


Anna diam sebentar, memerhatikan gerak-gerik aneh dari Eiko.


"Ada yang salah, nona Tanaka?"


"T-tidak ada..., hanya saja... Maaf, mohon beri saya sedikit waktu, Anna-San." Eiko kemudian membungkuk sekali pada Anna, memutar tubuhnya dan memanggil salah satu pengawalnya yang berdiri di depan pintu, jauh dari mereka.


Pria itu langsung berlari kecil menghampiri Eiko dan membungkuk padanya.


"Ya. Eiko-San?"


"Bisa pinjamkan telepon cerdas Anda?"


Pria itu mengeluarkan smartphone dari kantong jas nya, lalu menyerahkannya pada Eiko.


Eiko menerima smartphone itu, namun mengembalikan lagi pada pemiliknya.


Pria itu kemudian membuka layar smartphone nya seraya bertanya, "Apa yang ingin Anda cari, Eiko-San?"


Eiko dengan enggan menoleh pada Anna.


"Maaf, Anna-San... Kalau saya boleh tahu, apa judul berita mengenai konferensi pers Anda?" tanya Eiko malu-malu.


Anna tidak menjawabnya. Ia menatap Eiko dengan bingung.


"M-maaf... Saya belum melihat konferensi pers yang Anda katakan, Anna-San." Ucap Eiko saat melihat Anna tampak bingung.


"Tunggu dulu. Anda tidak perlu melihatnya sekarang dan Anda tidak perlu meminta maaf." Sahut Anna, masih dengan raut wajah bingung, "Ada apa dengan wanita ini?" Pikir Anna, merasa aneh.

__ADS_1


"Maaf, tapi saya tidak pernah mengikuti perkembangan dunia Hunter. Saya juga mengetahui wawancara itu saat pengawal saya memberitahukannya." Ucap Eiko dengan penuh penyesalan. Dalam hatinya, wanita itu berjanji bahwa ia akan mengikuti perkembangan dunia Hunter mulai sekarang.


Anna mengangguk pelan.


'Jadi, untuk apa kau jadi seorang Hunter? Kau bahkan jauh lebih kuat di bandingkan Ren, Lucy dan Yola.'


"Tapi, Anna-San, apakah Anda mengecat rambut Anda?"


"Hah?"


"Warna rambut Anda berbeda dengan yang ayah saya gambarkan."


Anna tersenyum canggung. Ia kemudian mengingat cerita Gina yang mengatakan bahwa warna rambut Ann Arnix berwarna pirang-platinum.


"T-tidak, sebenarnya ini warna asli rambut saya." Sahut Anna.


"B-begitu... Kalau begitu, apa Anda dulu menggunakan lensa mata?"


"Ya." Sahut Anna. Ia sudah bisa menebak pertanyaan tersebut. Warna mata Ann Arnix berwarna emas, seperti yang juga Gina beritahu padanya.


"Tapi Anda tetap sangat cantik. Benar-benar mirip seperti yang ayah saya gambarkan dalam ingatannya."


"..."


Eiko tersenyum lembut pada Anna, sambil sesekali melirik dinding di belakang Anna.


Merasa curiga, Anna akhirnya menoleh ke belakangnya.


"Astaga!"


Anna terkejut, hingga dengan spontan bergerak mundur dan menabrak meja kecil yang terletak di antara dirinya dan Eiko.


Dinding itu memiliki tinggi 5 meter dengan panjang 15 meter. Sedangkan lukisan itu hampir memenuhi seluruh bagian dinding tersebut.


Di sana, Anna dapat melihat lukisan seorang wanita yang sangat cantik dengan rambut berwarna pirang-platinum dan manik mata berwarna keemasan.


Wanita itu mengenakan pakaian serba putih yang mirip dengan chiton, pakaian Yunani kuno, dengan dua pedang tergenggam di masing-masing tangannya.


Di tangan kanan, wanita itu menggenggam pedang dengan bilah berwarna merah, sedangkan bilah pedang yang berada di tangan kirinya, berwarna biru.


Anna mengernyitkan alisnya ketika ia mengingat pedang yang mirip dengan yang terdapat dalam lukisan.


'Bukankah mereka sangat mirip dengan dua pedang sialan itu?'


Anna kemudian menoleh dan menatap kembali pada Eiko yang masih tertegun saat melihat Anna terkejut tadi.


"Apakah tuan Tanaka yang melukis ini?"


"Ini lukisan dari pelukis terkenal dari negara kami, Anna-San."


"Begitu...," Anna mengangguk dengan wajah kagumnya, "... Apakah..., tuan Tanaka membawa kamera pada saat itu?"


"Ya?"


"Maksud saya..., bagaimana pelukisnya bisa melukis wajah Ann..., bagaimana pelukisnya bisa melukis wajah saya dengan sangat mirip?"


Eiko menggelengkan kepalanya. "Lukisan ini tidak dibuat berdasarkan foto."

__ADS_1


Anna mengangguk pelan. Ia berpikir, mungkin gambar wajahnya di ambil dari video satelit. Tapi, ketika ia mengingat kembali bahwa gambar citra satelit sejelas dan sebaik sekarang baru ada semenjak 5 tahun yang lalu, ia akhirnya bertanya dengan hati-hati.


"Apa lukisan ini dibuat berdasarkan ingatan tuan Tanaka?"


"Ya, Anna-San. Ayah dan Ogawa sensei membuat lukisan ini selama empat tahun."


"Apa?!"


Melihat Anna terkejut, Eiko merasakan sedikit perasaan senang.


Dari wajah Anna, Eiko dapat menangkap dengan jelas rasa takjub Anna. Hal itu sudah cukup membuatnya merasa tersanjung, mewakili ayahnya dan sang pelukis.


Anna menatap lukisan itu kembali. Ia merasa takjub tentang bagaimana Kenichiro berhasil merekam wajah Ann Arnix dengan sempurna di dalam ingatannya.


Wajah dalam lukisan itu tentu saja sudah Anna kenal dengan sangat baik. Ia juga sering meneliti dengan detail wajah wanita yang sama persis dengan wajahnya itu di cermin, setiap kali ingin mandi dan setelah mandi.


Anna juga sangat takjub dengan sang pelukis yang berhasil menuangkan gambaran yang Kenichiro ceritakan dengan sangat sempurna.


Jadi, Anna juga yakin bahwa Ann Arnix saat itu pasti membawa kedua pedang terkutuk itu bersamanya, karena pedang tersebut juga berada di dalam lukisan dan di gambar persis seperti yang dia ingat.


"Tapi, kenapa pedang itu bisa berada di sana sedangkan tubuh Ann Arnix ada di Bumi?" Pikir Anna.


"Anna-San... Boleh saya bertanya?"


Anna tidak langsung merespon pertanyaan Eiko. Ia masih menatap lukisan itu selama beberapa detik lagi sebelum akhirnya berbalik dan duduk kembali seperti cara Eiko duduk.


"Apa yang ingin Anda tanyakan?"


"Mengenai ayah saya..., apakah beliau bisa di pulihkan?"


Anna mengangguk. Dari yang dipelajarinya, Anna tahu cara untuk menghilangkan sihir pada Kenichiro. Ia hanya tinggal mendatangi Li Wen Xia dan membunuhnya.


Anna juga sudah tidak memerdulikan lagi pandangan publik padanya, karena hanya dengan bertarung secara terang-terangan dengan iblis itu, maka Anna bisa memulihkan nama baiknya, juga memulihkan nama baik Nine Bears.


Setelah itu, dia hanya tinggal mencari Takayoshi Sato untuk membuktikan bahwa avatar hunter adalah penemuan asli Miyuki.


"Saya akan membunuh iblis wanita itu. Dengan demikian maka sihir yang memengaruhi tuan Tanaka akan menghilang."


"Terima kasih, Anna-San. Jika ada yang Anda butuhkan dari saya, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu Anda."


"Ya."


Anna kemudian bangkit berdiri, hendak pamit untuk segera pergi. Ia hendak langsung mencari Li Wen Xia dan menyelesaikan urusan di antara mereka secepat mungkin.


Pada saat itu, pria yang berada di dekat mereka berbicara pelan pada Eiko. Setelahnya, Eiko bertanya pada Anna.


"Anna-San, Gina-San baru saja menghubungi kami. Beliau menanyakan, apakah ponsel Anda tidak aktif?"


Anna ingat telah mematikan smartphone nya dan meninggalkannya di meja dekat tempat tidur Cassey di ruang pemulihan.


"Saya tidak membawanya."


"Saya mengerti." Eiko kemudian mengambil ponsel dari dalam kimono nya dan menyerahkannya pada Anna. "Ada pesan dari Gina-San, beliau meminta Anda untuk menghubungi pilot avatar Miyu."


Namun, Anna dengan cepat menolak ponsel yang Eiko berikan padanya itu. "Saya akan langsung menemuinya saja."


"Ya? Anda akan pergi sekarang."

__ADS_1


"Ya. Saya pamit dulu. Terima kasih sudah menerima saya dengan baik." Ucap Anna, yang kemudian membungkukkan tubuhnya, lalu lenyap dari tempat itu.


•••••••


__ADS_2