Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 47 - Asosiasi Hunter Kota C


__ADS_3

Di sebuah gedung megah, di dalam ruangan ketua Asosiasi Hunter Kota C.


Ronald Stewart melihat laporan yang baru saja dikirimkan pihak Asosiasi Pusat, dengan rasa frustasi.


Pihak Asosiasi Pusat telah mengirimkan data citra satelit yang mereka minta, untuk bahan penyelidikan mengenai raid ilegal yang terjadi beberapa hari lalu di Kota C.


Namun, dalam data maupun rekaman video, mereka tidak menemukan adanya kelompok Hunter yang mendahului tim raid asli yang telah masuk ke dalam semua gerbang Dungeon yang telah dilaporkan oleh pihak-pihak terkait yang merasa dirugikan dengan raid ilegal.


Sebelumnya, Ronald menduga bahwa mereka akan menemukan Hunter-hunter tak berlisensi sebagai dalang raid ilegal, namun pihak Asosiasi Pusat mengklaim bahwa mereka juga telah meneliti rekaman di lokasi kejadian dan tidak menemukan adanya raid ilegal disana.


Hal itu tentu saja akan membuat Guild-guild yang merasa dirugikan, akan memandang mereka dengan sebelah mata dikarenakan tidak bisa menjaga gerbang yang telah mereka beli dengan baik dan juga tidak dapat menemukan apa penyebabnya.


“Apakah hantu bisa melakukan raid?”


Keluh Ronald sambil melemparkan tablet di tangannya ke atas meja.


Pria paruh baya itu kemudian beranjak dari kursinya dan pergi ke salah satu sisi ruangannya.


Dari sana dia dapat melihat belasan SUV yang hilir mudik di area Kantor Asosiasi. SUV milik Asosiasi itu adalah mobil yang biasanya membawa Hunter-hunter milik Asosiasi Hunter untuk melakukan raid di Dungeon berperingkat E yang kurang diminati Guild-guild, baik itu Guild kecil, terutama Guild besar.


“Apakah Gina tidak menghubungi mu, Steve?” Tanya Ronald tanpa berpaling dari dinding kaca di hadapannya.


“Gina mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Dia pergi ke Dungeon kemarin untuk mengawasi siswa-siswanya.” Sahut Steven Stewart, sekretaris Ronald, yang juga keponakannya.


Steven telah melakukan apa yang Ronald minta dan menunggu Gina di area gerbang Dungeon tempat gadis itu akan melakukan raid dengan siswanya kemarin.


Ronald menarik nafas panjang sebelum menghembuskannya melalui mulutnya. Ia membuat kaca di hadapannya berembun dengan udara yang berasal dari mulutnya.


Ronald kemudian mengukir sebuah gambar hati pada bagian kaca yang berembun dengan ujung jarinya.


Bukan karena sedang iseng hingga dia melakukannya. Ronald hanya terbawa suasana saat ia mengingat putrinya yang biasa melakukan hal yang sama tiap berkunjung ke kantornya.


"Sudah cukup lama Gina tidak pernah mampir." Pikir Ronald.


Hanya 1 bulan sebelum hari ini, putrinya biasanya rutin berkunjung setidaknya sebanyak 1 kali dalam seminggu.


Namun, sudah 1 bulan belakangan Gina Stewart tidak lagi mengunjunginya. Bahkan, Gina tak menerima panggilan teleponnya dalam dua minggu belakangan dan selalu membalas pesan yang ia kirimkan dengan sangat singkat.


Khawatir putrinya sedang dalam masalah, Ronald yang super sibuk meminta Steven untuk menemui Gina. Selain ingin tau keadaan anak sulungnya itu, Ronald juga ingin memberikan kejutan mengenai kedatangan adiknya, yang sudah 3 tahun berpisah dari mereka, yang telah kembali dari Amerika untuk mengikuti ujian masuk Akademi Hunter.


Walaupun keluarga Stewart sangat sibuk, bahkan jauh lebih sibuk dibandingkan keluarga Hunter pada umumnya, tapi biasanya mereka selalu dapat berkumpul setiap hari, tidak seperti keluarga Hunter terkenal pada umumnya yang memiliki hubungan keluarga yang renggang akibat kesibukan mereka.


Keluarga Stewart adalah sebuah keluarga yang benar-benar hangat yang selalu berusaha untuk bertemu setiap hari setidaknya saat makan malam.


Mereka bahkan dengan senang hati akan menolak sebuah pertemuan bisnis jika waktu pertemuannya bertepatan dengan jam makan malam bersama. Mereka juga akan menolak janji bertemu apapun, yang bersinggungan dengan jadwal liburan keluarga.


Bahkan walaupun Gina memutuskan untuk hidup mandiri dan pindah ke apartemennya sendiri 2 bulan yang lalu, Gina akan tetap pergi ke kediaman Stewart untuk makan malam. Setiap hari. Kecuali dia sedang berada di dalam Dungeon.


Namun sejak dua minggu yang lalu, Gina tidak pernah muncul untuk makan malam bersama dan itu membuat Ronald dan istrinya, Regina Hopkins, sangat cemas.


Walaupun Gina sudah mengatakan bahwa dia sedang sibuk dengan kegiatan barunya yang tidak diberitahukannya, hal itu malah membuat keluarganya semakin khawatir.


“Saat dia sudah kembali dari Dungeon nanti, cobalah kau kunjungi dia lagi.” Pinta Ronald pada Steven.


Steven memiliki hubungan yang baik dengan Gina. Terlebih lagi mereka yang seumuran itu, tumbuh bersama sejak kecil.


“Baik, paman.” Sahut Steven.

__ADS_1


“Ketua, ada pesan baru dari kantor Asosiasi Pusat.” Mira Ahn, asisten pribadi Ronald membawa lembaran yang baru dia print dan menyerahkannya pada Ronald.


Ronald Stewart berbalik namun tidak mengambil lembaran itu. Dia hanya tersenyum dengan wajah lelahnya pada Mira, lalu berjalan melewatinya.


“Masih terlalu pagi untuk menambah pekerjaan pada mata tua ku. Bacakan saja, kepala ku sudah pusing membaca banyak laporan hari ini.” Pinta Ronald sambil berjalan ke arah sofa dimana Steven berada, lalu duduk disana.


Mira menatap Ronald yang baru saja duduk dengan tatapan malas.


'Anda pikir itu bisa dijadikan alasan? Hunter peringkat S bisa mengalami lelah mata karena membaca?'


Mira mendengus. Dia sudah biasa bersikap seperti itu saat Ronald menunjukkan sedikit kemalasannya.


Mereka sudah sangat dekat seperti sebuah keluarga, bahkan Mira hampir selalu ikut makan malam di kediaman Stewart saat tidak ada jadwal kencan dengan tunangannya.


Mira akhirnya ikut pergi ke tempat duduk dimana Ronald dan Steven duduk dengan santai untuk merilekskan pikiran sambil menikmati secangkir kopi, sebelum kembali bekerja.


Setelah duduk di sofa, di sebelah Steven, Mira mulai berbicara.


“Wang Zhu Ming akan datang ke Kota C dalam 2 hari ini.” Ucap Mira, mulai menjelaskan isi surat pengantar yang sudah dibacanya sebelum dia cetak tadi.


Ronald mengerutkan dahinya, yang memperjelas garis-garis keriput disana.


Mira Ahn melanjutkan.


“Asosiasi Hunter Pusat mengatakan bahwa tuan Wang akan bekerja di wilayah kita dalam waktu dua bulan dan mereka menghubungi kita untuk memberikan izin padanya.”


Ronald mengangguk sambil mengusap-usap janggut putih yang memenuhi dagunya.


Wang Zhu Ming adalah Hunter muda terbaik di Asia Tenggara. Salah satu Hunter berperingkat S yang Asia Tenggara miliki.


Jika Reinhard Bern adalah idola gadis-gadis remaja di Kota C, maka Wang Zhu Ming adalah idola hampir semua wanita di Asia Tenggara.


Bagaimana tidak, selain Wang Zhu Ming adalah Hunter terkuat di Asia Tenggara, dia juga masih muda, tampan dan kaya raya. Bukan hanya kaya raya, namun dia berasal dari keluarga bangsawan Asia Timur.


Di bandingkan Reinhard Bern, Wang Zhu Ming adalah bintang yang bersinar di angkasa, sedangkan yang lain hanyalah debu yang beterbangan di udara.


Steven Stewart dapat melihat senyuman aneh yang terbentuk di bibir Mira dan ia pun menggodanya.


“Apa yang ada di depan mata, jauh lebih baik dibandingkan bintang yang berada jauh di angkasa.”


Senyuman Mira lenyap seketika.


“Belati ku akan merobek mulut mu dengan mudah di jarak sedekat ini." Ancam Mira dengan tatapan tajam.


Mira adalah Hunter dengan kelas Assassin yang sama seperti Ronald Stewart. Namun, dia baru berperingkat B, sedangkan ketua Asosiasi itu adalah Hunter berperingkat S.


Sementara itu, Steven yang adalah Hunter dengan kelas Mage, hanya bisa tersenyum pahit saat mendengar ancaman itu. Walaupun memiliki peringkat yang sama dengan Mira, namun apa yang Mira katakan itu benar adanya. Serangan jarak dekat adalah hal yang paling Hunter kelas Mage sangat hindari.


“Apakah kau membawa belati juga saat bekerja di kantor?” Keluh Steven.


Melihat candaan mereka, Ronald tertawa lepas. Suaranya yang bernada bass itu menggema di dalam ruangan.


Ia sama sekali tak keberatan dengan sikap mereka yang kadang sering bertengkar dan bercanda. Ronald sudah menganggap mereka berdua sebagai anaknya sendiri, bukan sekedar anak buah atau keponakan.


Ronald masih tertawa saat melihat wajah Mira, yang walaupun sedang bercanda, tapi dia mengatakannya dengan wajah serius seolah benar-benar akan melakukan apa yang diucapkannya.


Ronald kemudian menunjuk pada lembaran di tangan Mira setelah dia puas tertawa.

__ADS_1


“Lalu, apa isi dokumen yang lain?”


Mira berdehem sebelum akhirnya menatap kertas di tangannya. Dia kemudian menukar letak kedua lembaran itu.


“Yang ini... Kantor Pusat memberitahukan secara resmi bahwa seorang agen internasional akan membantu kita menyelidiki mengenai raid ilegal dan beberapa tugas lain yang tidak mereka sebutkan.” Mira menjelaskan isi surat dengan nada suara yang sedikit terdengar bergetar.


Ronald menangkap kegugupan Mira Ahn dan memajukan posisi duduknya.


“Siapa?”


“Kevin Jung.”


Ronald masih menatap Mira dan diam sesaat seakan sedang mengingat seseorang yang namanya baru Mira ucapkan.


“Siapa tadi?!”


Steven yang lebih dulu mengingat nama itu, sampai memalingkan tubuhnya pada Mira dengan matanya melebar.


Mira Ahn tidak mengulangi kalimatnya. Dia menyerahkan lembaran itu pada Steven yang diterima Steven dengan cepat, lalu membaca isinya.


Sementara itu, Ronald Stewart berdiri dan pergi kembali ke meja kerjanya, mengambil smartphonenya dan melakukan panggilan pribadi ke pimpinan pusat Asosiasi Hunter Asia Tenggara.


Kevin Jung adalah agen terbaik milik Asosiasi Hunter Australia. Pria keturunan campuran Australia-Republik Korea itu adalah satu dari 5 Hunter yang paling di segani di seluruh Asia dan Australia.


Dia adalah Hunter bertangan dingin yang mampu menyelesaikan masalah-masalah besar yang pernah terjadi di wilayah Australia dan Asia Tenggara. Tidak ada satupun masalah yang tidak berhasil dipecahkan dan diselesaikannya selama ini.


Jika Kevin Jung sampai datang ke Kota C yang hanyalah kota kelas dua di Asia Tenggara itu, berarti ada hal besar yang terjadi disana yang tidak Ronald Stewart ketahui, diluar masalah raid ilegal.


Untuk itulah, ketua Asosiasi Kota C itu kini menelepon ketua Asosiasi Pusat secara pribadi.


•••••••


Di tempat lain...


Setelah selesai sarapan, Anna berteleportasi ke sebuah tempat yang baru saja di datanginya tadi malam. Tempat itu adalah ruang tempat boss Minotaur berada.


Mayat-mayat monster itu masih berada disana. Bahkan kristal-kristal sihir dengan bongkahan yang sangat besar juga masih berada disana. Itu berarti pria brewok dan Tanker benar-benar mengikuti perintahnya untuk tidak pergi ke bagian ujung goa tersebut.


Bukan tanpa alasan Anna meminta mereka untuk tidak masuk sampai ujung goa. Kemarin, Anna melihat sebuah celah yang mengandung kekuatan sihir pada salah satu bagian dinding goa.


Celah tersebut dapat ia duga sebagai sebuah gerbang Dungeon yang belum terbuka sepenuhnya. Dan dugaannya memang tepat.


Saat Anna kembali, celah yang dilihatnya kemarin malam kini telah membentuk sebuah gerbang yang lebarnya hampir memenuhi seluruh bagian dinding goa.


"Apakah hal seperti ini pernah terjadi sebelumnya? Gerbang Dungeon di dalam Dungeon." Pikir Anna sambil memperhatikan gerbang dihadapannya.


Anna sedikit merasa tidak nyaman dengan kekuatan sihir yang berasal dari dalam gerbang. Kekuatan sihirnya sangat kuat. Dari semua gerbang Dungeon yang ditemuinya, gerbang ini adalah yang terkuat. Bahkan energi sihir yang dapat ia rasakan jauh lebih besar dibandingkan dengan yang pernah dirasakannya di laboratorium bawah tanah Miyuki.


Tatapan Anna kemudian beralih pada pilar sihir yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Ia kemudian menghampiri pilar sihir yang merupakan 'alat' untuk menutup gerbang dari Dungeon tempatnya kini berada.


Anna menghancurkan pilar sihir itu. Ia takut jika ada tim raid atau tim dari Asosiasi Hunter yang masuk ke Dungeon itu, tanpa tau jika ada gerbang lain di dalamnya yang memiliki kekuatan sihir yang sangat besar.


"Toh monster-monster penghuni Dungeonnya juga sudah mati, jadi tidak apa-apa kalau gerbangnya ku tutup, kan?" Pikir Anna.


Setelah menghancurkan pilar sihir, Anna kembali ke depan gerbang tadi. Setelah menarik nafas panjang, ia kemudian melangkahkan kakinya dan masuk kedalam gerbang.


•••••••

__ADS_1


__ADS_2