Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 25 - Hantu! Pembalasan Kecil Anna (2)


__ADS_3

Cassey yang merasa dirinya sedang tidak baik-baik saja, masih merasa takut saat berada sendirian dikamarnya.


Saat dia mendengar suara atau gerakan sekecil apapun, gadis itu menjadi sangat gelisah dan langsung memperhatikan sekelilingnya.


Keluarganya yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi di kediaman putri keluarga Lloyd kemarin malam. Hal itu juga dikarenakan Cassey sendiri dengan keras melarang para pelayan, di kediaman putri Lloyd, untuk tidak menceritakan kejadian itu pada siapapun karena dia malu.


Cassey berusaha menenangkan dirinya sambil memasukkan perbekalan ke dalam tas ransel yang akan dibawanya dalam raid untuk ujian kelulusannya dari Akademi Hunter besok.


Sambil kedua tangannya bekerja, dia terus berusaha menenangkan pikirannya. Berusaha untuk menghilangkan wajah mengerikan yang kemaren malam tiba-tiba muncul di hadapannya.


Setelah selesai menyiapkan perbekalannya, Cassey bangkit berdiri dan hendak segera pergi meninggalkan kamarnya. Dia bermaksud untuk pergi ke kamar ibunya dan tidur disana lagi, seperti yang dia lakukan kemarin malam. Toh ibunya juga jarang pulang karena kesibukannya.


Saat dia hendak pergi dari kamarnya, Cassey merasakan hawa dingin menjalari tubuhnya. Dengan cepat, dia menatap sekelilingnya. Namun dia tidak menemukan apapun yang mencurigakan berada di dalam kamarnya, selain tirai jendela kamarnya yang berkibar lembut seperti tertiup angin.


Cassey menyangka telah lupa menutup jendela kamarnya dan dia pun pergi ke jendela itu, bermaksud untuk menutupnya.


Saat sudah berada di depan tirai, Cassey menghentikan kedua tangannya yang hendak membuka tirai untuk menutup jendelanya, saat teringat sosok hantu yang diyakininya adalah roh penasaran adik tirinya.


Perasaan kesal, marah, benci, takut, bercampur menjadi satu di dalam hati dan pikirannya.


“Brengsek! Kau pikir aku takut dengan mu?!” umpat Cassey yang kemudian dengan kasar menyingkap tirai di hadapannya.


Saat tirai tersingkir dari hadapannya, pemandangan digantikan dengan sosok wanita bergaun putih dengan rambut panjang yang menutupi seluruh bagian wajahnya.


Sontak saja Cassey melompat mundur sampai jatuh terguling dan berteriak sekuat tenaga.


Saat dia berusaha menguasai dirinya dan bangkit dari lantai, lampu kamarnya tiba-tiba padam.


Tubuh Cassey bergetar akibat ketakutan, nafasnya memburu. Keringat dingin mulai membasahi tubuhnya dan hal itu sampai membuatnya mengompol karena rasa terkejut dan rasa takut bercampur menjadi satu dalam dirinya.


Saat ia ingin berteriak meminta pertolongan, lampu kamarnya tiba-tiba menyala.


Hantu yang tadinya berada di luar jendela itu, kini sudah berada di hadapannya.


Cassey dapat melihat seringai lebar dari balik rambut panjang hantu tersebut.


Gadis itu berteriak sekuat tenaga dan dengan refleks menyalurkan energi sihir ke kedua tangannya, lalu bola api muncul di kedua telapak tangannya seketika.


Cassey melempar kedua bola api tepat ke arah wajah hantu, namun hantu itu kembali menghilang.


•••


Tujuan utama Anna saat berteleportasi ke kediaman putri keluarga Lloyd adalah untuk mencari supir pribadi yang juga merupakan orang yang paling dia percayai, Bimo Gandri.


Anna bermaksud meminta bantuannya menyewa sebuah truk untuk membawa kristal-kristal sihir hasil jarahannya lalu menyerahkannya pada Miyuki.

__ADS_1


Namun, saat Anna menyelinap ke kamar pria itu, dia tidak menemukan Bimo berada disana. Bahkan kamar pria itu tampak sudah beberapa hari tidak ditempati.


Anna masih memantau kediaman putri dari balik garasi mobil dengan sedikit bersembunyi. Dia berharap bisa bertemu Bimo yang mungkin akan kembali dari perjalanan, karena dia juga terkadang pergi mengunjungi orang tua dan adiknya di saat memiliki waktu senggang.


Merasa bosan menunggu selama hampir 1 jam, secara tidak sengaja Anna melihat Cassey membuka tirai jendelanya dan secara spontan ide jahilnya muncul. Ia pun berteleportasi tepat ke hadapan Cassey.


Merasa puas mengerjai Cassey, Anna memutuskan untuk kembali ke kamarnya di apartemen milik Gina dan bermaksud untuk kembali mencari Bimo esok hari.


Namun saat dia sudah berteleportasi dan kembali ke kamarnya, gadis itu terkejut saat melihat Gina, yang juga terkejut saat melihatnya tiba-tiba muncul dihadapannya, ada disana.


Keduanya terdiam dengan saling bertatapan selama beberapa detik sebelum akhirnya Anna tiba-tiba menghilang dan tiba-tiba muncul lagi lalu menghilang dan akhirnya tidak muncul kembali.


Untuk menghindari rentetan pertanyaan atau kecurigaan Gina, Anna memutuskan pergi ke daerah pinggiran Kota C.


Dia kini berada di sebuah reruntuhan bangunan yang berada di dekat laboratorium bawah tanah Miyuki.


Anna membutuhkan gambaran jelas tempat tujuan untuk melakukan teleportasi. Dan tempat ini adalah salah satu tempat yang diingatnya, karena ia sering berkendara melalui tempat ini.


“Haaah... aku hampir saja tertabrak mobil dan mengejutkan banyak orang.” Gumam Anna mengingat saat melakukan teleportasi pertama tadi, dia mendarat di sebuah jalan raya yang dia ingat. Itu adalah jalan menuju sekolahnya dulu.


Tempat kedua adalah sebuah restoran keluarga yang pernah dia kunjungi bersama ibunya saat dia masih kecil. Anna membuat kehebohan disana. Orang-orang yang melihatnya muncul secara tiba-tiba, berteriak histeris dan beberapa orang bahkan pingsan.


Mengingat dia hanya memakai gaun tidur yang serupa dengan yang dikenakannya kemarin malam, Anna memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar area itu saja untuk menghindari keramaian supaya tidak membuat orang lain takut dan bermaksud untuk kembali ke kamarnya nanti.


Tapi dia segera mengurungkan niatnya dan menoleh ke samping saat menyadari ada beberapa pasang mata yang sedang mengawasinya dalam diam.


Sebagian pria yang tampak gemetaran sambil terus menatapnya itu, tidak memakai celana hingga menampilkan 'belalainya' yang tampaknya mulai terkulai lemas. Sementara beberapa pria terdiam menatapnya dalam keadaan bertelanjang bulat.


Anna mengalihkan tatapannya pada seorang gadis yang menangis dalam keadaan telanjang di antara pria itu. Dan dia dapat menebak apa yang sedang terjadi pada gadis itu.


Anna menghilang secara tiba-riba dan muncul kembali di tengah-tengah mereka, di dekat gadis itu. Dia kemudian tertawa dengan suara melengking dan sangat menakutkan.


Sontak saja 8 pria itu berteriak ketakutan dan lari tunggang-langgang, pergi meninggalkan tempat itu.


Sementara itu, wanita muda yang hendak Anna tolong, menatapnya dalam diam. Tangisannya tiba-tiba berhenti saat Anna tadi tiba-tiba muncul di dekatnya.


Anna berjongkok dan memeluk gadis itu. Dia dapat merasakan tubuh gadis itu gemetar hebat. Entah karena takut pada pemerkosanya atau takut padanya.


“Tenanglah Rin, ini aku…” Ucap Anna berusaha menenangkan Rin di pelukannya.


Dia adalah Rin yang Anna kenal dengan baik. Gadis penjual bunga di atas ruang bawah tanah miliknya.


Anna dapat merasakan kepala Rin bergerak-gerak mengangguk di dekapannya lalu Anna melepaskan pelukannya secara perlahan dan menatap wajah Rin.


Anna melihat sekeliling dan melihat robekan-robekan kain berada di tanah dan dia dapat menebak itu pasti sisa-sisa pakaian Rin.

__ADS_1


Anna kemudian memungut beberapa pakaian utuh yang dia temukan dan menyerahkannya pada Rin, namun gadis itu menolaknya dengan menggelengkan kepalanya.


“Dia pasti merasa jijik dengan pakaian-pakaian bajingan itu.” Pikir Anna.


“Tunggu disini sebentar, aku akan kembali dan membawakanmu pakaian, ok?”


Rin masih diam karena ketakutan, namun dia mengangguk sebagai jawabannya dan Anna tiba-tiba lenyap dari hadapannya.


•••


Anna terkejut saat dia muncul di antara kobaran api.


Dia tadi bermaksud pergi ke kamarnya di kediaman putri Lloyd untuk mengambil salah satu pakaian miliknya di lemari pakaiannya dan memberikannya pada Rin. Namun sepertinya sedang terjadi kebakaran hebat di tempat itu.


Anna berpindah ke tempat yang agak jauh.


Dari tempat sekarang, dia melihat kobaran api yang perlahan melahap habis bangunan di hadapannya dan disana ada beberapa orang yang berusaha untuk memadamkan kobaran api tersebut.


“Apa yang terjadi? Padahal beberapa menit yang lalu tempat ini baik-baik saja,” pikir Anna. “Apakah karena bola api Cassey?”


Saat tidak ada pilihan lain lagi, Anna akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya di apartemen Gina untuk mengambil salah satu pakaian pemberian Gina untuknya.


Namun saat sudah berada di sana, dia kembali bertatapan dengan Gina yang kini duduk di kursi dan menyilangkan kakinya dengan kedua tangannya yang juga tersilang di depan tubuhnya.


“A-aku... apa yang sebe-...” belum selesai Anna mengucapkan kalimatnya, dia tiba-tiba kembali menghilang bersama dengan kain sprei tempat tidurnya.


Anna akhirnya kembali ke tempat Rin yang masih duduk diam ditempatnya semula. Dia menyelimuti seluruh tubuh gadis itu dengan kain sprei yang dibawanya.


“Nah, sementara kau tutupi tubuhmu dengan kain ini ok...” ucap Anna sambil menyelimuti seluruh tubuh Rin dengan kain yang ia bawa.


Rin menatap sekujur tubuhnya yang diselimuti kain panjang tersebut.


“Setelah kupikir-pikir, lebih baik mengenakan ini karena cuacanya sangat dingin.” Ucap Anna, menyangka Rin tidak menyukai apa yang dia bawa.


Rin mengangguk perlahan. Dia sebenarnya tidak ingin protes dengan apa yang telah Anna bawa untuknya. Dia hanya ingin melihat apakah seluruh tubuhnya telah ditutupi dengan benar.


“Dimana rumahmu? Aku akan mengantarmu pulang.”


“T-te...terima...kasih…” ucap Rin terbata-bata.


“Baiklah, ayo berdiri.” Ajak Anna sambil menyodorkan kedua tangannya.


Saat melihat Rin masih diam saja, dia memegang kedua sisi tubuh gadis itu untuk membantunya berdiri.


Saat itu, Anna dapat merasakan kedua kaki Rin gemetar hebat.

__ADS_1


“Brengsek, harusnya aku memotong benda-benda tak berguna milik keparat-keparat itu!”


Anna mengumpat saat bisa menebak kenapa kedua kaki Rin gemetaran.


__ADS_2