Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 314 - Keadaan Sesuai Keinginan


__ADS_3

Dewan Ra berpaling pada cahaya keemasan dimana dewi Lyn dan musuh-musuhnya berada.


Tapi, kedua matanya akhirnya tertuju pada Anna yang tampak sudah pulih dari luka dalamnya.


"Bedebah itu masih hidup?!"


Dewan Ra menatap terpaku pada Anna yang baru saja mengarahkan kedua tangannya pada ratusan ribu malaikat yang terbang mengitari benteng keemasan pelindung yang dewi Lyn buat.


Lalu, bersama dengan sebuah mantra sihir yang Anna serukan, api keemasan melesat keluar dari kedua telapak tangannya, membakar ratusan ribu malaikat yang beterbangan di langit malam.


•••


"Habisi mereka Anna. Jangan khawatirkan Bumi. Aku akan melindunginya," ucap dewi Lyn yang kemudian tersenyum lembut pada gadis itu.


Anna mengepalkan tinju kanannya, lalu memukulkan tinju itu pada tangan lainnya.


"Nah, aku bisa menggunakan kekuatanku dengan benar sekarang," gumam Anna.


Beban berat yang sejak awal pertempuran tergambar jelas di wajahnya, menghilang seketika.


Anna maju beberapa langkah, melewati Miyuki yang sejak tadi berdiri di depan mereka.


Ia merentangkan kedua tangannya sembari menatap ratusan ribu malaikat yang terbang mengitari cahaya pelindung keemasan buatan dewi Lyn.


Setelah melihat cahaya keemasan keluar dari Bumi dan menutupi atmosfer di angkasa, Anna tahu jika dewi Lyn sudah melindungi Bumi dan atmosfer dari sihir yang akan ia gunakan.


"The Path of Truth, part 6... Endless Torment!"


Cahaya keemasan yang berkobar-kobar muncul di kedua telapak tangan Anna.


Cahaya yang merupakan api siksaan tanpa akhir itu kemudian terbang dan membakar seluruh malaikat yang beterbangan di langit dan menghabisi mereka.


Melihat apa yang baru saja Anna lakukan pada para bawahannya, wajah dewan Ra menegang. Demikian pula yang nampak dari ekspresi ketakutan 11 dewan pengawas lain.


Keduabelas dewan pengawas itu pada akhirnya berkumpul di satu titik.


Dengan sepakat, mereka menyalurkan energi Mana pada dewan Ra, untuk memberikan serangan pamungkas yang akan menghancurkan pusaran putih, sebelum melarikan diri dari tempat itu.


•••


Dewan Ra mengarahkan kedua tangannya pada Anna.


Gelombang sihir perak mulai bermunculan di kedua tangannya.


Tapi, sebelum energi sihir itu mengembang, Anna sudah berseru nyaring, merapalkan sihir terkuat yang ia miliki.


"Conqueror of Darkness, part 8... Condition as Desired."


Getaran hebat melanda Bumi setelah Anna merapalkan mantra sihirnya.


Anna menoleh, menatap dewi Lyn yang oleng ke berbagai arah, sedang berusaha untuk menahan dirinya agar tidak terjatuh.


Langit malam mendadak berubah menjadi biru, saat Matahari tiba-tiba terbit sebelum waktunya.

__ADS_1


Gerbang cincin yang sebelumnya mengelilingi Bumi juga mulai runtuh dan pecah secara tiba-tiba.


Bulan yang berada jauh di angkasa juga tampak membesar, saat Bumi tiba-tiba mendekatinya.


Tapi, keadaan menjadi normal kembali setelah beberapa menit berlalu.


Malam kembali menggantikan siang. Daratan yang mengalami gempa hebat akibat pecahnya gerbang cincin juga sudah mereda.


Dan Bumi, yang tadinya keluar dari jalur lintasan orbit, juga telah kembali ke orbitnya semula, setelah dewi Lyn meredam semua sihir yang baru Anna lontarkan.


•••


Dewi Lyn mengusap bulir-bulir keringat dingin yang membasahi keningnya, lalu tersenyum canggung pada Anna yang menatapnya dengan sorot mata penuh kekhawatiran.


"Anda baik-baik saja, dewi?" tanya Anna dengan wajah polosnya.


"Hampir tidak baik-baik saja," sahut dewi Lyn.


Dewi penguasa Milky Way yang berparas lembut itu menarik nafas panjang, lalu mengembuskannya melalui mulut dengan perlahan, untuk mengusir rasa khawatirnya.


Hampir saja ia tidak berhasil meredam sihir yang Anna lakukan.


"Maafkan saya...," ucap Anna dengan canggung, sembari membungkukkan tubuhnya 90°.


"Tidak apa-apa. Lanjutkan urusanmu," pinta dewi Lyn sembari menunjuk ke arah 12 dewan pengawas yang sudah jatuh terjerembab di tanah.


Anna, juga Miyuki yang sejak tadi heran dengan apa yang Anna dan dewi Lyn bicarakan, berpaling kembali pada para dewan pengawas.


"Keadaan sesuai keinginan."


"Huh?"


"Aku memerintahkan alam semesta untuk membeku."


Glup...


Miyuki mendongak, memandangi bintang samar yang berkilauan menghiasi langit malam, di balik cahaya keemasan yang masih meninggalkan sedikit berkas cahaya di atas sana.


"Dewi Lyn sudah menangkal agar sihirnya tidak keluar melewati atmosfer. Tidak ada yang membeku selain mereka," ucap Anna, mengerti dengan apa yang sedang Miyuki pikirkan.


Miyuki menoleh, menatap dewi Lyn yang sedang mengobrol dengan dewa Ogun dan dewi Ezili yang sudah dipulihkannya juga.


"Kenapa dia datang terlambat? Seandainya dia datang sejak awal, kau pasti akan menyelesaikan semuanya hanya dengan satu kalimat tadi, kan?"


"Ada yang dewi Lyn kerjakan di dunia para dewa. Dia pasti terlambat karena itu."


"Begitu... Tapi...," Miyuki bergeser untuk lebih dekat pada Anna. "Wajahnya sangat mirip dengan Rin."


"Rin memang duplikat dewi Lyn."


Miyuki mengernyitkan keningnya, "Apa dewi Lyn juga punya saudara?"


Senyuman Anna menghilang sebelum akhirnya tersenyum lagi dengan canggung dan mengangguk pelan.

__ADS_1


"Dia mirip Ren?"


Anna menghela nafas panjang.


"Sudahlah..."


Anna meraih dan menggandeng tangan Miyuki, lalu menariknya pergi menghampiri para dewan pengawas yang telah menjadi batu.


Miyuki ikut berjongkok di samping Anna yang sedang menekan-nekan wajah dewan Ra dengan ujung jari telunjuknya.


"Mereka sudah mati?"


"Kita harus menghancurkan otaknya jika ingin membunuh dewan pengawas para dewa. Absolut meletakkan kelemahan mereka di sana."


Bammmm...!


Miyuki menyodokkan tinjunya pada kepala salah satu dewan pengawas dan memecahkan otaknya.


"Kau benar. Lihat, otaknya tidak ikut membeku."


Anna tertawa melihat tingkah lucu Miyuki.


"Hancurkan saja. Mereka akan bangkit kembali dalam 5 menit jika otaknya tidak segera dihancurkan."


"Bolehkan aku menghancurkan otak semua makhluk ini?"


"Tentu saja. Kau bisa menghancurkan mereka semua. Kecuali yang ini..."


Bammmm...!


Anna memecahkan kepala membatu dewan Ra, berikut otaknya. Dia tidak merasa terlalu jengkel dengan dewan pengawas lain kecuali yang satu itu.


"Terima kasih," sahut Miyuki.


Miyuki kemudian berdiri, lalu berlompatan kesana kemari dengan satu kaki, menginjak-injak kepala dewan pengawas lain satu per satu, seperti sedang melakukan sebuah permainan.


•••••••


"Apa yang terjadi?!" Lowe Frostman, ketua Asosiasi Hunter Asia Tenggara berteriak nyaring, menanyakan keadaan pada tim yang baru saja berhasil keluar dari bunker setelah sebuah gempa yang sangat besar hampir saja meruntuhkan bunker.


"Kami belum menemukan sinyal, tuan!" sahut salah seorang Hunter sambil mengangkat smartphonenya tinggi, berusaha untuk menemukan sinyal.


"Saya... Kita menang... Kita menang!" seru Hunter lain dengan suara nyaring.


Siaran WABC awalnya juga terputus setelah dewi Lyn membuat holy protector tepat di bawah atmosfer, agar atmosfer Bumi tidak terganggu.


Hal itulah yang membuat seluruh sinyal siaran dan tangkapan kamera satelit terputus selama beberapa saat.


Setelah sinyal telah kembali, para kru WABC memantau kejadian di pusat pertempuran dan bisa menyimpulkan jika para Hunter Bumi telah berhasil memenangkan pertempuran.


Para kru sempat melihat Anna dan Miyuki menghancurkan kepala-kepala para dewan pengawas yang membeku, juga, yang mereka anggap penting, gerbang cincin hitam telah menghilang dari Bumi.


•••

__ADS_1


__ADS_2