
Seorang wanita muda memerhatikan keributan yang terjadi di depan sebuah toko bunga ketika ia baru saja tiba di tempat tersebut.
Keributan yang terjadi antara seorang kakek dan pria brewok berusia akhir 30an itu mengundang para anggota militer, yang di tugaskan untuk menjaga lokasi tempat kejadian perkara antara Asosiasi Amerika dan perusahaan 9 AM, datang untuk melerai mereka.
Namun, kakek yang memiliki kekuatan super itu mendorong semua anggota tentara dengan sangat keras hingga mereka semua terpental jauh dan terluka parah.
Melihat seriusnya keadaan itu, si wanita muda meminta orang yang datang bersamanya untuk membantu melerai keributan tersebut. Namun, niat itu langsung ia batalkan saat melihat orang yang ingin ia temui tiba-tiba muncul di tempat itu.
•••
Morgan Lloyd yang sudah berusia lanjut datang untuk menjemput putra sulungnya, Brandon Lloyd, yang terluka sangat parah dan tergeletak tanpa daya di teras sebuah toko bunga.
Pria brewok yang ditugaskan Gina Stewart untuk menjaga tempat itu, awalnya hanya memerhatikan Morgan yang langsung berusaha membawa Brandon pergi ketika ia tiba disana.
Namun, Morgan langsung membuat keributan saat ia tidak bisa mencabut tanto yang menancap di dada kanan Brandon.
Kekuatan sihir yang Miyuki tinggalkan disana sangat kuat hingga ia yang berperingkat A itu bahkan tidak sanggup untuk melepaskannya.
Morgan kemudian berdiri dan menghampiri pria brewok, meminta untuk memanggilkan Miyuki agar mau melepaskan putra kesayangannya itu.
Tapi, pria brewok hanya menjawab permintaan itu dengan santai.
“Nona Miyu mengatakan jika Anda ingin mengambil tubuh tuan Lloyd, Anda harus meninggalkan lengan Anda. Nona Miyu akan mencabut tanto itu setelahnya.”
Mendengar itu tentu saja membuat Morgan murka, pria tua itu langsung mengamuk dan menyerang pria brewok.
Pria brewok yang juga berperingkat A, menjadi lawan bertarung yang seimbang, hingga Morgan akhirnya kewalahan saat tubuh tua nya tak sanggup lagi menggunakan energi Mana berlebih.
“Robin, Cassey, Andrew, apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian diam saja? Bantu kakek untuk meringkus bocah ini!” Umpat Morgan yang masih terus berusaha menyerang pria brewok.
Namun ketiga cucunya itu sama sekali tak bergeming. Bukan karena takut pada pria brewok yang lebih kuat dari mereka. Bahkan Cassey yang kini telah kembali menjadi Hunter peringkat F saja tidak takut.
Mereka hanya tidak ingin membuat kesalahan yang sama seperti apa yang kakek dan ayah mereka lakukan.
Mereka juga berada di sini hanya untuk bersikap hormat dan patuh saja pada para kepala keluarga. Mereka ada di sini hanya untuk memohon ampun jika Miyuki atau Gina Stewart marah dengan apa yang kakek mereka lakukan.
Mereka bahkan sudah bersiap untuk berlutut disana demi menyelamatkan para orang tua itu dari kematian.
°°°
Pada saat kemarahan Morgan sudah hampir tidak bisa di kontrol lagi, seorang gadis remaja berparas imut namun memiliki ekpresi dingin pada raut wajahnya, tiba-tiba muncul disana.
__ADS_1
Auranya sangat menakutkan hingga membuat Morgan yang sebelumnya tampak seperti akan menghabisi siapapun yang berani menghalanginya juga terdiam.
Miyuki menatap Morgan dengan tatapan dingin.
“Jika Anda ingin membawanya pergi, tinggalkan lengan Anda.” Ucap Miyuki sebelum akhirnya berbalik pergi dan duduk di kursi yang berada di sisi meja bundar berukuran kecil di teras toko bunga.
“A-apa?! Bagaimana anak kecil seperti mu memiliki jiwa yang sangat keji seperti ini?”
Miyuki mendecak. “Aneh, orang keji mengatai orang lain keji.” Miyuki menatap Morgan dengan tatapan tidak suka, lalu berbicara lagi. “Keinginan ku tidak bisa di tawar. Jika kau ingin membawanya, tinggalkan salah satu tangan mu."
“Kau!”
Morgan hendak meledak, tapi ia menahannya. Ia tahu gadis remaja itu sangat berbahaya dan keji.
Jika ia sampai salah dalam bersikap, ia takut akan bernasib sama dengan anaknya, atau mungkin akan langsung mati di tangan gadis itu.
Tidak kehabisan akal, Morgan kemudian menoleh pada Robin.
“Robin. Tinggalkan satu tangan mu untuk menyelamatkan ayah mu.”
Robin terkejut. Kedua matanya melebar, tidak percaya dengan apa yang kakeknya katakan.
“Cassey! Kau berani berbicara seperti itu pada kakek mu?!” Morgan mengumpat, tidak terima dengan apa yang Cassey ucapkan, juga dengan cara cucunya itu menatap dirinya.
“Aku tidak akan menerima lengan siapa pun selain lengan mu, tuan Lloyd.” Ucap Miyuki, memotong pembicaraan antar anggota keluarga itu.
Miyuki kemudian melanjutkan, “Waktu mu tidak banyak. Aku masih punya tamu lain. Aku hanya memberi mu waktu 5 detik, mulai dari sekarang."
“Kau…”
“Lima.”
“Apa kau tahu perbuatan mu…”
“Empat.”
“Apa yang akan kau lakukan jika aku tidak mau melakukannya?” ucap Morgan dengan cepat, sebelum Miyuki menghabiskan hitungannya.
“Tiga.”
“Kau bocah setan!”
__ADS_1
“Dua.”
Morgan kebingungan. Ia tak tahu harus berbuat apa. Pria tua itu akhirnya mencabut pedangnya lalu memotong lengan kirinya sendiri.
“Kau tepat waktu,” ucap Miyuki. "Harusnya kau melakukan itu sejak awal."
Morgan menatap Miyuki dengan sangat marah.
“Suatu saat kau akan menerima balasan atas perbuatan mu ini!” umpat Morgan. Ia kemudian melemparkan pedangnya dan merobek pakaiannya sendiri untuk menutupi lengan buntungnya yang mengeluarkan banyak darah segar.
“Kau bisa mencari ku jika ingin membalas dendam. Tapi…,” Miyuki menatapnya dengan tatapan dingin. Tatapan yang membuat seluruh tubuh Morgan gemetar, “Kau akan mati saat itu. Aku mengampuni kalian berdua hari ini hanya karena aku mengingat Anna. Ingat itu.”
Miyuki kemudian membuka salah satu tangannya. Tak sampai 2 detik berselang, sebuah tanto muncul disana.
“Bawa dia pergi sekarang sebelum aku berubah pikiran.” Ucap Miyuki.
Morgan Lloyd menatap tanto di tangan Miyuki dengan sangat terkejut. Ia kemudian menoleh ke tempat dimana Brandon berbaring dan melihat tanto yang tadinya tertancap di dadanya telah menghilang.
Tubuhnya gemetar semakin hebat. Ia bahkan tidak tahu kapan tanto itu di tarik dari sana.
•••
Setelah Morgan dan ketiga cucunya membawa Brandon Lloyd pergi, Miyuki menatap seorang wanita muda yang sejak tadi berdiri di seberang jalan sambil memerhatikan situasi yang terjadi.
Wajahnya terlihat sangat cemas, sembari menatap salah satu pria yang juga terbaring di teras toko bunga.
“Anda memiliki urusan dengan ku, kan?” Tanya Miyuki pada wanita muda itu.
Eiko Tanaka segera menghampiri Miyuki dengan berlari kecil setelah Miyuki berbicara padanya.
Ia membungkuk satu kali pada Miyuki, sebelum akhirnya berbicara.
“Nakano-San, saya adalah Eiko Tanaka. Saya putri dari Kenichiro Tanaka.” Ucap Eiko dengan suara lembut, namun ada sedikit getaran pada suaranya. Ia benar-benar sangat cemas dengan kondisi ayahnya.
“Anda ingin menjemput tuan Tanaka?”
Eiko mengangguk pelan. “Ya, Nakano-San.”
Setelah menjawab pertanyaan Miyuki, Eiko mengeluarkan pisau kecil dari balik kimononya. Ia kemudian menyingsingkan lengan bajunya, memperlihatkan kulit tangannya yang putih bersih, lalu membuat satu gerakan menebas ke arah tangan rampingnya itu.
Wushhhh…
__ADS_1