Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 153 - Kelompok Penculik?


__ADS_3

Jirou langsung menghampiri sebuah monitor besar yang berada di salah satu dinding ruangan lalu melakukan beberapa sentuhan pada layar untuk menunjukkan hal yang harus Kenichiro dan Eiko ketahui.


Tidak lama kemudian, pada layar, muncul 3 wajah Hunter yang ingin Keisuke dan Jirou tunjukkan pada kedua tamu mereka.


Kenichiro dan Eiko hanya menatap sebentar pada wajah ketiga Hunter tersebut. Mereka lebih fokus menatap pada keterangan identitas ketiganya.


Namun demikian, Kenichiro akhirnya menatap kembali pada wajah salah seorang di antara mereka, yang sangat familiar baginya.


Dari raut wajah kedua tamunya, Keisuke dan Jirou tahu bahwa mereka berdua memang tertarik pada wajah salah seorang diantaranya, namun tidak menunjukkan reaksi berlebih.


"Kevin Jung? Dia agen rahasia dari Asosiasi Australia dan Asia Tenggara, kan?" tanya Kenichiro tanpa memalingkan wajahnya dari layar.


"Ya, Tanaka-San. Tapi, Jung-San sudah mengundurkan diri dari Asosiasi beberapa bulan yang lalu. Dia sekarang bergabung dengan guild baru dari Kota C, Nine Bears."


"Nine Bears?" Kenichiro mengabaikan informasi di awal kalimat Keisuke. Ia lebih tertarik dengan nama aneh guild tersebut.


'Apa filosofi dari nama aneh itu? Bukankah itu lebih cocok sebagai nama sebuah playgroup anak-anak?'


Namun, Kenichiro akhirnya bisa melupakan nama yang terdengar seperti sebuah lelucon itu ketika ia melihat sejarah panjang raid yang di lakukan guild Nine Bears hanya dalam kurun waktu 5 bulan sejak awal berdirinya.


Guild Nine Bears telah melakukan 157 raid di Dungeon dengan peringkat E, D dan C. Kemudian mereka juga melakukan raid di Dungeon berperingkat B sebanyak 51 kali dan yang terakhir mereka telah melakukan raid di 16 Dungeon peringkat A.


Hebatnya, tidak ada satu raid pun yang gagal mereka tangani. Hanya pernah satu kali mereka kehilangan banyak anggota pada saat terjadi dungeon break. Namun, mereka tetap bisa mengatasi dungeon break tersebut tanpa bantuan dari pihak mana pun.


"Mereka gila!" seru Kenichiro, yang berhasil membuat ketiga orang lain yang berada di dalam ruangan menoleh padanya secara bersamaan. "Bagaimana mungkin sebuah guild melakukan raid sebanyak itu hanya dalam lima bulan?"


"Mereka mendapatkan kontrak kerjasama dari banyak kota di Asia Tenggara, bahkan dari banyak negara di dunia yang tidak memiliki banyak Hunter memadai." Keisuke menjelaskan.


"Apakah mereka melakukannya hanya bertiga?" tanya Kenichiro lagi.


"Mereka memiliki banyak anggota sekarang. Bahkan, mereka memiliki enam tim raid berbeda yang akan bertugas di tiap level Dungeon berbeda." Jirou menjelaskan. Ia kemudian melakukan sentuhan lagi pada layar, lalu tampilan pada layar berubah.


"Ini adalah tim pertama."


Kenichiro melihat wajah-wajah Hunter yang berada di tim pertama yang hanya beranggotakan 10 Hunter. Namun, peringkat yang dimiliki kesepuluh Hunter tersebut tidak main-main. Mereka memiliki 7 Hunter peringkat S di dalamnya.


Kenichiro dapat melihat identitas mereka yang sudah diringkas Jirou menjadi satu tampilan saja. Namun, dari 10 Hunter tersebut, ada 3 Hunter yang membuatnya menjadi sedikit bingung ketika melihat peringkat yang mereka miliki. Itu adalah 3 Hunter yang sama pada foto di tampilan sebelumnya.


 


Gina Stewart (Leader)


Rank : ??? - Legendary


Class : Healer


 


Kevin Jung (2nd Co-Leader)


Rank : ??? - Mythic


Class : Mage


 


Bimo Gandri (Member)


Rank : ??? - Legendary

__ADS_1


Class : Tanker


 


"Apa maksud dari tanda tanya dan keterangan di belakang peringkat itu?" tanya Kenichiro yang sedikit bingung pada bagian informasi tersebut.


"Pendeteksi energi Mana yang Sato Corp miliki belum bisa mendeteksi peringkat Hunter jika lebih tinggi dari SS. Itu adalah peringkat yang baru di buat perusahaan 9 AM."


"Perusahaan 9 AM?" Kenichiro agak terganggu lagi dengan nama aneh lain, yang tampak tanpa filosofi.


"Perusahaan itu adalah anak perusahaan dari guild Nine Bears. Perusahaan berbasis teknologi yang memanfaatkan barang hasil raid sebagai produknya."


Kenichiro mengangguk. "Lalu, berada di peringkat apa ketiga Hunter ini?"


"Legendary bisa disamakan dengan peringkat SSS, sementara Mythic bisa disamakan dengan SSSS." sahut Jirou.


Mendengar itu, Kenichiro terdiam. Kedua matanya melebar dan mulutnya sampai ternganga saat ia saling bertatapan dengan Eiko, putrinya.


Ia benar-benar tidak menyangka ada peringkat SSS dan SSSS lain, selain Takayoshi dan dirinya.


"A-apa..., bagaimana bisa... Bukankah mereka terlihat masih sangat muda? Dan lagi, bukankah guild ini terlalu banyak memiliki peringkat S di dalamnya?"


Kenichiro yang tidak bisa lagi menahan rasa penasaran dan keterkejutannya akhirnya bertanya-tanya.


"Keisuke Sato-San, apakah yang Anda curigai telah menculik Sato-San adalah mereka?" Eiko yang sejak tadi diam akhirnya bersuara.


Keisuke menganggukkan kepalanya.


"Tapi, apa dasar kecurigaan mu itu Keisuke?" kali ini Kenichiro yang bertanya.


"Kecurigaan saya dimulai dari pindahnya Jung-San ke Kota C dan berhenti dari Asosiasi Australia." Keisuke mulai menjelaskan awal kecurigaannya, "Hal seperti itu, bukanlah sebuah hal yang mudah dilakukan oleh seorang agen rahasia, terutama karena Jung-San memiliki peringkat SS pada saat itu,"


"Asosiasi Australia juga tidak mungkin melepas Jung-San begitu saja, mengingat berapa banyak dana investasi yang sudah mereka keluarkan untuk membantu Jung-San sampai ke peringkat SS."


"Anehnya lagi, Jung-San tiba-tiba menjadi CEO di perusahaan 9 AM, yang kami bahkan tidak berhasil mengetahui siapa investornya. Asosiasi Kota C terlihat bekerjasama untuk menutupinya."


"Apa? Asosiasi menutupi hal sepenting itu?" Kenichiro yang terkejut, memotong penjelasan Keisuke.


"Ya, Tanaka-San. Dan mereka ini tiba-tiba bisa naik peringkat dengan sangat cepat." Sahut Keisuke seraya menoleh ke arah monitor, "Mereka naik peringkat hanya dalam 5 bulan."


"Apa?!"


Seru Kenichiro dan Eiko bersamaan.


Eiko yang biasanya selalu tenang pun ikut terkejut saat mendengarnya.


Mereka tahu, untuk mencapai peringkat S saja, dibutuhkan biaya yang sangat besar.


Kecuali seseorang melakukan raid seorang diri dan menggunakan seluruh hasil yang di dapatkan dari raid untuk berinvestasi pada satu orang, baru masuk akal seseorang dapat melakukannya dengan cepat.


Akan tetapi, 200 Dungeon mungkin tidak akan cukup untuk membuat 1 orang ke peringkat S, apalagi ada banyak peringkat S di sana. Tetap saja akan membutuhkan waktu yang lumayan lama.


Sama seperti yang terjadi pada keluarga Tanaka, Kenichiro menginvestasikan seluruh hasil raidnya selama 10 tahun belakangan hanya untuk meningkatkan peringkat Eiko ke peringkat SS, sementara ia sendiri menggunakan uang yang dikumpulkannya sejak 25 tahun yang lalu untuk menaikkan 2 peringkatnya dari SS menjadi SSSS.


Seseorang harus tidak berbagi dan menjadi serakah untuk melakukannya.


Kecuali, ada orang yang bisa mengekstrak energi Mana dari kristal sihir yang menyimpan banyak energi Mana, di bandingkan monster yang sudah menghabiskan banyak energi Mana sebelum mereka mati dalam pertempuran, barulah kenaikan peringkat dengan sangat cepat akan masuk akal untuk di lakukan.


Takayoshi Sato sudah melakukan penelitian selama puluhan tahun, namun ia tidak bisa melakukannya.

__ADS_1


"Tidak mungkin bisa memindahkan hasil ekstrak energi Mana dari benda mati ke makhluk hidup. Bisa memindahkan dari mayat bekas makhluk hidup saja sudah sangat luar biasa." Ujar Takayoshi suatu ketika pada Kenichiro.


Kenichiro kembali menatap pada layar di hadapan mereka. "Jadi, kamu curiga kalau merekalah yang menculik Taka?"


Kenichiro mengangguk.


"Perusahaan 9 AM juga tiba-tiba muncul dengan teknologi tinggi yang bahkan belum pernah ada di seluruh dunia. Mereka mampu menciptakan sebuah avatar hunter."


"Avatar hunter?"


"Ya. Tanaka-San."


Jirou mengganti lagi tampilan pada layar dan mereka dapat melihat sebuah avatar hunter disana.


Jirou lalu memutarkan video pertarungan avatar seraya menceritakan dan menjelaskan secanggih apa avatar tersebut.


Kenichiro dan Eiko menyaksikan tayangan sembari mendengarkan cerita yang Jirou sampaikan dengan terkagum-kagum, terutama saat menyaksikan teknik bertarung avatar yang bahkan jauh lebih baik dari Hunter manusia.


Tapi, yang membuat mereka menjadi bingung adalah senjata khas Jepang yang avatar gunakan.


"Bukankah yang avatar gunakan itu tanto? Dan..., ada wakizashi juga di pinggangnya." ucap Eiko.


"Ya." Sahut Jirou cepat, "Karena teknologi ini muncul bertepatan dengan menghilangnya ayah, dan lagi..., senjata yang digunakan itu juga berasal dari negara kita, karena itu kami menaruh kecurigaan pada kelompok mereka."


Kenichiro dan Eiko mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Memang masuk akal kalau demikian," Kenichiro menanggapi.


"Kami curiga, mereka menculik dan menyandera ayah, lalu mengambil teknologi yang sudah ayah kami teliti selama ini." Ucap Keisuke.


Mendengar itu, Kenichiro kembali teringat dengan cerita Takayoshi saat ia mampir ke laboratorium ini setahun yang lalu.


Takayoshi pernah mengatakan bahwa dia sedang melakukan penelitian yang hasilnya mungkin akan mengubah masa depan para Hunter. Jadi, ia juga sependapat dengan Keisuke.


"Kalau begitu, ayo kita coba masuk ke dalam perangkap mereka dan mencari tahu kebenarannya." Ucap Kenichiro tiba-tiba, dengan wajah serius.


°°°


Kenichiro dan Keisuke akhirnya membahas rencana yang akan mereka lakukan dan kapan mereka akan pergi ke Kota C untuk memulai penyelidikan.


Sementara itu Jirou melanjutkan tampilan layar dari hasil penyelidikannya pada Eiko.


Di situ, Eiko melihat anggota-anggota guild Nine Bears yang rata-rata berperingkat A dan S.


Namun, saat Eiko melewati foto wajah seseorang, kedua alisnya mengernyit saat ia tampak mengenal wajah orang itu.


"Jirou Sato-San, bisa kembalikan ke layar sebelumnya?" Pinta Eiko, sesaat setelah Jirou mengganti halaman tampilan.


Setelah Jirou mengembalikan tampilan pada layar, Eiko meminta untuk memperbesar foto saah satu Hunter.


Eiko sedikit memiringkan kepala seraya menggosok-gosok salah satu tangannya dengan telapak tangannya yang lain.


"Ayah, bukankah wajahnya sangat mirip dengan yang berada di lukisan milik ayah?" tanya Eiko, tanpa menoleh pada ayahnya dan terus fokus mengamati wajah Anna di dalam layar.


Kenichiro menoleh sebentar pada Eiko sebelum akhirnya menatap pada layar.


Kedua mata Kenichiro melebar secara tiba-tiba. Ia bahkan hanya membuka mulutnya tanpa bisa mengucapkan kata-kata yang ingin diucapkannya.


"D-dia..."

__ADS_1


Tepat seperti yang putrinya katakan. Walaupun warna rambut dan warna manik mata mereka berbeda, namun wajah di lukisan dan wajah yang Kenichiro lihat pada layar di hadapannya ini benar-benar sama.


•••••••


__ADS_2