
"Darimana kau mendapatkan kristal sihir sebanyak ini?" tanya Miyuki heran. Kedua mata bulatnya semakin lebar saat melihat berbukit-bukit kristal sihir yang hampir menutupi pulau buatan Anna.
Anna menoleh pada Eleanor yang berada bersama mereka sambil berbincang dengan sangat serius dengan Gina. Anna baru menyadari bahwa Gina bisa berbicara lancar menggunakan bahasa Elf.
'Kapan Gina mempelajari bahasa Elf?'
"Anna?"
"Oh... Bangsa Elf yang memberikan semua ini padaku."
Miyuki mengernyitkan kedua alisnya.
"Apa itu benar?"
"H-hei... Apa kau tidak percaya padaku?"
Miyuki menggelengkan kepalanya.
"Kupikir kau pasti merampok mereka."
"Astaga. Kau seperti Kevin saja. Bagaimana mungkin kau berpikiran buruk seperti itu padaku?"
"Kau biasanya melakukan hal itu."
"Hei. Kau sendiri merampok semua Dungeon di Asia Timur selama bertahun..."
"Aku tidak merampok. Aku melakukan raid sebelum ada yang tahu kemunculan gerbangnya."
"..."
"Kau tidak akan menang berargumen melawannya," ucap Kevin, sambil mengelus-elus kepala Anna. Ia juga memberikan senyum penuh simpati pada gadis itu.
Kevin kemudian menatap bukit-bukit kristal sihir, "Kalau kau menjual semua ini, kau akan menjadi orang terkaya didunia."
"Yah, sayang sekali aku tidak akan melakukannya."
"Apa?!" Kevin menurunkan tangannya dari kepala Anna. Sebagai gantinya, ia menatap gadis itu dengan tatapan curiga. "Jangan bilang ini untuk meningkatkan energi Mana kami!"
Anna mengabaikan Kevin, lalu menoleh pada Miyuki.
"Tolong gunakan semua kristal sihir untuk meningkatkan energi Mana Gina, Kevin, Bimo, dan avatar yang Rin piloti.."
Miyuki langsung mengangguk.
"T-tunggu dulu!" sahut Kevin yang dengan cepat menangkap kedua pundak Anna dan memutar tubuh gadis itu hingga berhadapan dengannya.
"Kau harus mendapat persetujuan dari orang yang bersangkutan. Bagaimana kalau aku tidak setuju?!" ucap Kevin yang sedikit kesal dengan keputusan sepihak Anna.
Ia tahu bahaya apa yang akan hadir di Bumi setelah mendengarkan cerita dewa Ogun semalaman suntuk. Karena itu, dia juga tahu seberbahaya apa penjajah yang akan datang ke Bumi.
Karena itulah, Kevin tidak ingin mengambil resiko bertarung melawan mereka. Ia merasa kekuatannya tidak terlalu berguna untuk menghadapi bangsa iblis itu.
"Kau takut?"
"Apa?! Siapa bilang aku takut?"
"Kau memang takut," ucap Miyuki dari belakang Anna, tanpa menatap Kevin.
"Kalian terlalu meremehkanku! Siapa bilang aku takut? Aku akan berperang melawan siapapun itu!"
__ADS_1
°°°
"Dia mirip denganmu," ucap dewi Ezili yang telah kembali ke wujud otter dan sedang bergulatan dengan dewa Ogun di pasir pantai.
"Tsk... Kau menyamakan aku dengan manusia? Kau gila!"
"Kalian memang mirip."
"Hei! Aku tidak akan menemanimu bermain jika kau terus mengatakan hal mustahil itu!"
"..."
•••
Miyuki akhirnya disibukkan kembali dengan meningkatkan energi Mana Gina, Kevin, Bimo dan avatar nya yang kini telah ia berikan pada Rin.
Setelah mendengar cerita dari dewa Ogun, yang dewa Ogun dapatkan dari visi yang dewi Lyn tunjukkan pada mereka, Miyuki dengan sukarela bekerja keras untuk menciptakan Hunter kuat yang akan menjadi pembela umat manusia saat pasukan iblis yang mengerikan itu datang.
•••
Sementara Nine Bears tiba-tiba saja tenang walaupun kehebatan mereka saat ini sedang dibicarakan di seluruh dunia, pergantian kepengurusan Asosiasi Hunter Dunia akhirnya menjadi perbincangan hangat.
Fernando Cavalli yang merasa dirinya tak layak untuk terus memegang kekuasaan akhirnya mundur. Ia memang akan tetap melakukannya walaupun Anna tidak meminta.
Selain itu, kepengurusan Asosiasi di banyak negara juga telah berubah setelah banyak dari ketua Asosiasi itu diketahui sebagai salah satu dari malaikat tersesat dan mereka menghilang dari hadapan umum secara tiba-tiba.
•••
Sementara itu, di suatu tempat yang tersembunyi, tempat yang berada di celah dimensi.
"Ini tidak sesuai seperti yang pernah kita rencanakan," ucap salah seorang pria berambut pirang, yang sudah berada di tempat itu selama beberapa minggu setelah melarikan diri dari Bumi.
"Aku agak merasa heran, apakah dewi Ann sebenarnya sudah tahu rencana kita? Kenapa dia mengirimkan duplikat dirinya secara kebetulan?" ucap Beelzebub, yang duduk di dekat Akvan.
Asmodeus, pemimpin dari kelompok itu, yang duduk di atas singgasana, mengelus-elus dudukan tangan pada kursi singgasana itu.
"Ada yang aneh. Entah kenapa aku merasa kita sudah pernah mati di pertempuran melawan para dewa berkali-kali."
"Apa maksudmu?"
Asmodeus diam agak lama, sebelum menjawab pertanyaan Akvan.
"Sepertinya kehidupan ini telah diulang."
Akvan langsung tertawa.
"Apa kau mendapat sebuah pengelihatan? Hal itu tidak mungkin terjadi," ucap Akvan, sambil melirik pada Beelzebub yang duduk didekatnya.
Tidak seperti yang Akvan harapkan, Beelzebub bukannya tertawa bersamanya, namun malah mencibirnya.
"Mantan malaikat rendahan sepertimu memang tidak akan tahu," ucap Beelzebub.
"Apa maksudmu?! Kau juga dari kasta yang sama denganku!"
"Dewi Lyn punya kekuatan untuk mengembalikan kehidupan." Ucap Asmodeus menjelaskan.
Ia tidak terpancing dengan ejekan Akvan, juga tidak ingin ada keributan dalam tim kecil mereka.
"Apa?! Apa hal seperti itu bisa dilakukan?"
__ADS_1
"Tsk... Lihatlah pengetahuanmu yang dangkal itu," sindir Beelzebub.
"Hei! Bisakah kau menjelaskannya saja daripada menghinaku?! Bukankah kita sekarang bekerjasama?!" umpat Akvan, tidak terima pengetahuannya direndahkan.
"Dewi Lyn bisa mengembalikan kehidupan. Absolut memberi kesempatan itu sampai tujuh kali."
"Darimana kau tahu itu?"
"Lucifer pernah memberitahuku," sahut Asmodeus
Mereka semua terdiam beberapa lama, sampai akhirnya Asmodeus berbicara kembali.
"Aku merasakan sepertinya aku sedang mengualangi kehidupan ini dan berharap, jika ini benar, ini adalah batas akhirnya."
"Kalau begitu, mungkin saja ini benar-benar pengulangan terakhir, kan?" ucap Akvan.
"Darimana kau bisa beranggapan begitu?" tanya Beelzebub.
"Karena ada duplikat dewi Ann diantara umat manusia. Karena ini adalah pengulangan terakhir, maka dewi Lyn meminta dewi Ann untuk mengirimkan duplikatnya untuk mencegah kehancuran yang akan kita bawa," sahut Akvan.
Asmodeus akhirnya tertawa.
Merasa aneh dengan tawa Asmodeus, Akvan dan Beelzebub menatap pemimpin kelompok mereka itu dengan tidak senang.
"Kenapa kau tertawa?" tanya Akvan dengan dahi berkerut.
"Bukan kita yang membawa kehancuran. Kau pikir sekuat apa kita dibandingkan dewi Ann?"
"Apa maksudmu?"
"Yang kurasakan adalah kita semua yang mengalami kehancuran."
"Apa?!"
"Dewi Ann yang terlalu kuat itu menyebabkan kiamat pada pusaran putih."
Glup...
Akvan mendengar Beelzebub menelan ludahnya.
"Apa dia memang sekuat itu? Bukankah Lucifer bisa mengalahkannya?" tanya Akvan penasaran. Dia adalah malaikat baru sebelum mengalami kejatuhan setelah mengikuti Lucifer dan tidak tahu sekuat apa dewi Ann.
Asmodeus menatapnya tajam.
"Jika hanya menghadapi satu malaikat sepertimu, kau akan langsung mati saat ia meniupmu," ucap Asmodeus yang sebenarnya murka dengan ejekan dan pertanyaan Akvan sejak tadi.
Asmodeus tiba-tiba terdiam. Kedua matanya melebar.
Beelzebub yang juga merasakan apa yang Asmodeus rasakan, sudah membuka gerbang dan menghilang masuk kedalamnya tanpa berkata apa pun.
"Selamatkan dirimu!" seru Asmodeus sambil membuka sebuah gerbang juga dan menghilang dibaliknya.
Akvan tidak mengerti kenapa pertemuan kecil mereka itu bubar begitu saja dengan kedua kawannya yang tiba-tiba saja seperti ketakutan dan sedang melarikan diri.
"Apa yang terjadi?!"
Pertanyaan Akvan langsung terjawab saat ia sudah bisa merasakan kekuatan menekan yang sangat mematikan muncul dihadapannya.
Akvan juga akhirnya melihat sosok yang memiliki kekuatan yang sangat mengerikan itu akhirnya muncul dihadapannya.
__ADS_1
•••