Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 265 - Kembali Lagi Ke Tempat Latihan


__ADS_3

Anna menatap pulau kecil yang berada dibawah sana dari atas langit luas. Pulau yang sebelumnya telah tersapu badai ombak saat Anna melakukan ritual pemanggilan pedang kembar itu, baru saja dibentuk kembali oleh dewi Ann untuk tempat tinggalnya selama berlatih.


Tidak seperti sebelumnya, pulau kecil itu kini dilengkapi dengan rumah pohon yang sangat indah, juga ada kebun buah dan kebun sayur disekitarnya.


"Bagaimana sayur dan buah-buahan itu bisa hidup di dekat pantai?" gumam Anna, takjub dengan buah-buahan dan sayur yang tumbuh dengan sangat subur di pasir pantai.


"Bagaimana mungkin kau berpikir dengan pikiran manusia normal saat kau sudah berkeliling semesta?" sahut red panda dari pundaknya.


Anna mendengus kesal sambil melirik red panda di pundak kanannya.


"Dan kenapa kalian berdua kembali ke wujud hewan? Bukankah kalian akan menemaniku berlatih?"


"Yang kau latih adalah lanjutan dari bab 6 sampai bab 8 kitab dewa Arnix. Kau tidak membutuhkan pedang." Sahut red panda lagi.


Kalah berdebat, Anna akhirnya menepis red panda hingga ia terjatuh kedalam laut.


"Dia berisik!" umpat Anna dengan kesal.


Otter yang selalu menyaksikan keributan kecil antara Anna dan red panda hanya bisa tertawa.


•••


Setelah berhasil menyelamatkan dewa Poseidon dan dewi Hestia, dewi Ann akhirnya menghancurkan planet iblis bertubuh setelah mereka kehilangan jejak Ge, salah satu dewan pengawas yang telah membelot itu.


Tahu akan ada perang antar dimensi yang mungkin tidak lama lagi terjadi, dewi Ann meminta Anna untuk mempelajari kitab dewa Arnix sampai tuntas.


Bukan hanya itu. Dewi Lyn juga memberikan visi padanya untuk mempelajari kitab dewi Arnix yang adalah kekuatan dari dewa penguasa galaksi.


Mendapatkan kehormatan itu, Anna awalnya menolak. Tapi, saat dewi Lyn menunjukkan pengelihatan tentang masa lalu galaksi Milky Way yang sudah berulang selama enam kali, Anna akhirnya mau tidak mau harus menerimanya.


•••


"Pengelihatan itu benar-benar sangat mengejutkan, kan?" ucap dewi Ezili saat mereka baru mendarat di teras rumah pohon.


"Apa kau sudah tahu itu, dewi Ezili?"


"Tidak ada yang tahu hal itu kecuali dewi Lyn. Dewi Ann pun tidak. Kau tidak lihat dewi Ann juga kaget saat dewi Lyn menunjukkannya?"


"Aku tidak memerhatikannya karena aku sangat kaget setelah mengetahuinya."


"Yah, aku juga penasaran dan ingin melihat ekspresi dewi Ann. Aku juga kaget saat melihat dia sepertinya baru mengetahuinya."


"Tapi apa tidak apa-apa jika makhluk ciptaan sepertiku mengetahuinya?"

__ADS_1


"Kau demigod. Jadi itu tidak masalah. Dan lagi ini adalah pengulangan ketujuh yang dewi Lyn lakukan. Artinya hanya inilah kesempatan terakhir yang kita kita punya atau Absolut akan memusnahkan galaksi mu."


Anna menghela nafas panjang sambil menatap red panda yang sedang berenang menuju pantai.


Ia tidak menyangka bahwa dialah yang harus bertarung melawan iblis-iblis itu pada akhirnya. Padahal, ia berharap bahwa dewi Ann dan dewi Lyn bisa turun tangan membantu. Tapi, dewi Ann yang terlalu kuat itu malah akan menjadi sumber kehancuran yang sesungguhnya. Dia adalah malapetaka yang membuat galaksi Milky Way musnah.


Dalam pengelihatan masa lalu yang dewi Lyn berikan, dewi Ann sudah menghancurkan Bumi sebanyak enam kali saat ia bertarung untuk membunuh raja iblis yang selalu berhasil dipanggil ke Bumi oleh umat manusia.


Raja iblis memang mati. Tapi, galaksi juga hancur. Baik dewa Ren dan dewi Lyn yang sudah berusaha meredam kekuatan dewi Ann, tidak sanggup untuk meredam kekuatannya.


Padahal, dewi Ann hanya menggunakan bab kedua dari kitab dewa Arnix.


Jadi, hanya Anna lah satu-satunya harapan dewi Lyn untuk menyelamatkan galaksi Milky Way.


•••


Adanya Anna juga sebenarnya hanya kebetulan. Jika saat itu tidak ada yang menghentikan kematian Anna dalam beberapa detik, dewi Ann pasti akan terlambat untuk menyelamatkannya.


"Tapi, siapa sebenarnya yang menghentikanku dari kematian pada saat itu?" pikir Anna, saat ia akhirnya mengingat kembali ada seseorang yang membuat tubuhnya berhenti di udara sebelum kematiannya, saat ia terjatuh dari gedung Asian Soul.


"Kau brengsek! Berani-beraninya kau berbuat hal terkutuk seperti itu pada seorang dewa!" umpat dewa Ogun, membuyarkan lamunan Anna, saat ia tiba di teras rumah pohon.


"Bukankah kau bisa terbang? Kenapa kau tidak terbang saja?"


"Tsk... Aku hanya menepismu. Bagaimana mungkin dewa sangat lemah?"


"Hah! Sudahlah!" umpat red panda yang kemudian mengebas-ngebaskan tubuh untuk mengeringkan bulunya yang basah.


Setelah tubuhnya kering, ia melompat kembali ke pundak Anna.


"Kapan kau akan memulai latihanmu?" tanya dewi Ezili.


Anna mengetuk-ngeruk pagar kayu di dekat tanganya sambil menghitung berapa lama waktu yang ia butuhkan untuk menyelesaikan 3 bab yang tersisa dari kitab dewa Arnix dan 7 bab dari kitab dewi Arnix.


"30.000 tahun... Itu berarti satu bulan ukuran waktu Bumi, kan?"


"Ya."


"Kalau begitu aku mau tidur dulu selama dua hari. Sudah lama aku tidak tidur."


"H-hei... Kau tidak bisa merasakan kantuk dan lapar lagi, kan?" ucap dewa Ogun.


"Aku cuma merindukan tidur." Sahut Anna ketus sambil berbalik dan pergi menuju pintu.

__ADS_1


Tapi, saat ia membuka pintu rumah kayu itu, di dalamnya hanya ada satu ruangan kosong tanpa ada perabot apapun, termasuk ranjang tidur.


"Ayo kita berlatih saja...," ucap Anna dengan suara yang hampir tak terdengar.


•••


Selama Anna berlatih di planet asing itu, dia akhirnya tahu bahwa dia juga bisa membuka gerbang ke dunia buatannya dari tempat itu.


Senang dengan hal itu, Anna akhirnya meminta semua penduduk di dunia buatannya yang terdiri dari bangsa Orc, bangsa Elf dan bangsa dari planet Titans, untuk pindah ke planet asing itu.


Anna membuatkan tempat baru untuk mereka di planet asing tersebut. Ia menggali pasir dari dalam laut, lalu membuat sebuah pulau besar bagi mereka.


Lorelei dan Nordic yang sebelumnya tinggal di dunia buatan juga kini ikut pindah ke planet asing tersebut.


Tahu bahwa perbandingan waktu di planet itu berbanding jauh dengan di tempat asal mereka, semua makhluk itu berlatih dengan jauh lebih bersemangat lagi, hingga mereka mengalami peningkatan skill bertarung dan energi Mana yang benar-benar sangat pesat.


Peningkatan energi Mana itu juga di dapatkan dari hasil ekstrak energi Mana yang Tzaca dan Eleanor lakukan pada ratusan ribu mayat bangsa Anunnaki yang dulu sempat Anna masukkan kedalam dunia buatannya.


Sampai akhirnya, 30.000 tahun kemudian, Anna berhasil menguasai semua sihir dari kitab dewa Arnix dan kitab dewi Arnix.


•••


"Ku rasa, selain dewi Ann, mungkin tidak ada yang bisa mengalahkanmu sekarang." Puji dewa Ogun yang juga makin bertambah kuat.


"Sebenarnya ada yang membuatku sedikit penasaran." ucap Anna.


"Apa itu?"


"Kalian sudah hidup miliaran tahun, kan? Kenapa kalian bisa kalah dengan ku sedangkan aku baru saja berlatih selama 45.000 tahun?"


"Karena energi Mana kita berbeda."


"Hanya karena energi Mana?"


"Hanya katamu?!" dewa Ogun langsung marah saat mendengar kalimat itu.


"Energi Mana keluarga Arnix adalah pemberian Absolut. Jadi, jenis energi Mana keluarga Arnix adalah yang terkuat." Dewi Ezili menjelaskan.


"Itu benar. Walaupun dewi Ann atau kau mengajari kami sihir dari kitab dewa Arnix, saat kami menggunakannya, hasilnya tidak akan sekuat saat kau yang menggunakannya. Begitu juga dengan mu dan dewi Ann. Saat dewi Ann yang menggunakannya, hasilnya akan jauh berbeda."


Anna mengangguk pelan sembari menatap matahari senja yang mulai tenggelam di garis laut.


"Baiklah... Kalau begitu ayo kita kembali ke Bumi sekarang."

__ADS_1


•••••••


__ADS_2