
Satu hari telah berlalu sejak kemunculan gerbang merah raksasa berbentuk cincin yang mengelilingi Bumi.
Saat Miyuki sudah mulai bosan menemani Anna mengobrol melalui telepati dalam sandiwara berpura-pura mati yang sedang Anna jalankan, Anna tiba-tiba bangun dan tersenyum cerah.
“Dia sudah datang!” seru Anna.
"Beelzebub?"
"Ya," sahut Anna sembari mengerjap-ngerjapkan kedua mata indahnya.
Miyuki mendecak, lalu berdiri dan menarik Anna untuk berdiri setelahnya.
“Bisa kirimkan aku kembali ke sana?”
"Ke tempat dua malaikat pusaran merah yang tersisa, kan?" tanya Anna dengan sedikit menyipitkan kedua matanya.
Ia tidak mungkin mengirimkan Miyuki ke seberang gerbang cincin merah raksasa. Bukan karena tidak bisa, namun ia sudah menyerahkan setengah bagian dari Bumi yang dibatasi gerbang raksasa itu pada Alvin.
"Tentu saja. Di sebelah sana sudah ada yang menangani, kan?"
Anna tersenyum ceria.
“Tentu saja. Ayo kita pergi bersama."
•••
Tidak ada banyak perubahan yang terjadi pada pertarungan antara dua malaikat dari pusaran merah setelah bertarung selama seharian penuh melawan Nobara, Fael, Nyrna dan Tzullu.
Pertarungan di antara mereka berlangsung dengan sangat seimbang, juga tanpa ada cidera berarti sama sekali.
Pertarungan mereka akhirnya terhenti tepat saat Anna dan Miyuki tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka, memisahkan pertarungan itu tepat di antara dua kubu.
Anna berdiri di antara Nobara dan Tzullu yang menghadapi malaikat terkuat, sementara Miyuki muncul di antara Nyrna dan Fael yang menghadapi malaikat yang lebih lemah.
°°°
Malaikat terkuat kaget setengah mati saat melihat Anna yang harusnya sudah mati oleh bilah sihirnya tiba-tiba muncul di hadapannya, bahkan dengan kondisi yang tampak baik-baik saja.
Demikian juga dengan Nobara, Fael, Nyrna dan Tzullu yang sejak awal bertarung dengan penuh kebencian menghadapi kedua malaikat dari pusaran merah itu, saat mengira Anna telah benar-benar mati di tangan musuh.
Mereka bahkan tidak curiga bagaimana lawan yang sebenarnya bertarung dengan seimbang melawan mereka itu sanggup membunuh Anna yang memiliki kekuatan sangat jauh di atas mereka.
Keempatnya mengira jika Anna kalah karena serangan licik lawan. Padahal, mereka harusnya sudah tahu jika Anna tidak bisa lagi dikalahkan dengan cara curang.
Sebenarnya, jika mereka bisa bertarung tanpa emosi berlebih, mungkin saja keempatnya bisa mengungguli lawan bahkan mungkin sudah berhasil membunuh mereka.
•••
__ADS_1
“Kau masih hidup?” ucap malaikat terkuat dengan kedua mata terbelalak.
Anna mengabaikannya. Ia berpaling menatap Nobara, Fael, Nyrna dan Tzullu dengan alis mengernyit.
“Kalian tampak buruk. Bagaimana bisa kalian belum berhasil menciderai mereka?”
Nobara, Fael, Nyrna dan Tzullu langsung berlutut.
“Maafkan kami, dewi agung,” ucap keempatnya bersamaan.
“Sudahlah. Ayo kita pergi dan habisi semua pasukan iblis merah,” ucap Anna.
Anna masih mengabaikan dua malaikat yang mulai merasa terhina karena telah diabaikan makhluk ciptaan yang memiliki derajat lebih rendah dibandingkan mereka.
Malaikat terkuat melesat, ingin menerkam Anna. Tapi, Miyuki tiba-tiba muncul di hadapannya dengan sudah membawa kepala rekan malaikat itu.
Malaikat yang lebih kuat tentu saja tersentak dan pergi menjauh, menjaga jarak. Ia juga menatap tubuh rekannya yang sudah tergeletak di tanah tanpa nyawa.
‘Kapan dia…’
Wushhh…
Jantung sang malaikat berdegup kencang saat sambaran tanto Miyuki hampir berhasil memisahkan tubuh dan kepalanya.
Ia terbang lebih tinggi, berencana menjauhkan diri dari Miyuki yang sepengetahuannya tidak bisa terbang.
"Sword Of Death, part 1... Return Gate!"
“Apa?!” Kedua mata sang malaikat terbelalak. “Bukankah itu sihir milik Lorelei?”
Terlambat bagi sang malaikat untuk menyadarinya. Sebuah gerbang biru besar telah muncul di atas kepalanya dan langsung menghisap tubuhnya seketika itu juga, tanpa bisa ditentangnya sama sekali.
Tak lama kemudian, dari gerbang yang sama, tubuh sang malaikat muncul kembali dan terlontar cepat ke arah Miyuki yang sudah menunggunya dengan tanto di kedua tangan.
Sratttttt…!
Hanya dengan satu tebasan cepat dan kuat, sang malaikat tertinggi dari pusaran merah akhirnya binasa.
•••
Nobara yang terkuat di antara pasukan Anna bergidik ngeri melihat satu serangan yang berhasil membuat lawan yang dihadapinya selama hampir 20 jam itu tewas dengan sangat mudah.
Dia selalu penasaran seberapa tangguh Miyuki sebenarnya. Sayangnya, Miyuki tidak pernah berminat untuk melakukan latih tanding melawannya, juga melawan siapa pun itu yang tinggal di dunia ciptaan Anna.
Tapi, setelah melihat bagaimana mudahnya Miyuki menghabisi lawan yang cukup sulit dihadapinya, walaupun sudah mengeroyoknya bersama Tzullu, Nobara kini meyakini jika tidak melakukan latih tanding melawan Miyuki adalah pilihan yang sangat bijaksana.
'Bisa saja dia secara tidak sengaja memenggal leherku, kan?'
__ADS_1
Brrr...
•••
Anna juga ikut menoleh ke arah Miyuki yang sudah berjalan mendekatinya.
“Kau ikut dengan mereka?”
“Tentu saja. Sangat membosankan jika cuma menonton,” sahut Miyuki yang langsung melompat ke punggung Orc raksasa yang memiliki sayap.
Anna tersenyum.
‘Bukankah dia tidak menyukai hal-hal yang merepotkan? Dia sudah berubah.’
Anna memanggil puluhan Orc bersayap yang sejak awal memang tidak diikutsertakannya dalam pertempuran untuk menghemat energi Mana mereka.
Setelah pasukan iblis sudah menyebar luas ke setengah dari penjuru Bumi, barulah ia nilai sebagai saat yang tepat untuk meminta bantuan para Orc terbang.
Selain ingin memanfaatkan sihir nafas api mereka yang sanggup membakar ribuan monster sekaligus dalam sekali serangan, Anna juga menjadikan para Orc terbang untuk menjadi tunggangan rekan-rekan terkuatnya seperti Miyuki, Nobara, Fael, Nyrna, Tzullu, Tzaca, Drucalla, Lorelei dan Nordic, untuk mengejar pasukan iblis merah di lokasi terjauh.
Sementara pasukan kuat lain yang berada di bawah kepemimpinan Eleanor, Glynka, Gina, Kevin, Bimo, Lucy dan Yola, ditempatkannya di dataran Tiongkok yang luas dimana kekuatan terbesar pasukan iblis merah pejalan kaki berada.
•••
Pembersihan yang pasukan Anna lakukan pada pasukan iblis merah dimulai sejak Anna memerintahkan semua pasukannya melalui telepati.
Sementara Anna sendiri pergi kesana kemari untuk memindahkan para pengungsi ke tempat yang lebih aman setelah tahu jika bunker perlindungan mereka sempat mendapat serangan dari pasukan iblis merah.
Dalam perjalanannya, Anna juga bisa merasakan energi Mana Beelzebub yang perlahan sudah mulai menghilang.
Ia tahu dan bisa merasakan jika Alvin dan Beelzebub sudah memasuki bagian akhir dari pertarungan mereka.
"Anna, kau baik-baik saja?" tanya Cassey sembari berlari menghampiri Anna setelah melihatnya muncul di antara para warga dan hunter yang sedang bersembunyi di hutan setelah bunker mereka di rusak oleh pasukan iblis merah.
"Aku baik-baik saja," sahut Anna dengan senyuman lembut mengiringi ucapannya.
Anna melihat sekitar, memerhatikan beberapa warga yang terluka cukup parah. Ia kemudian menghembuskan sedikit sihir dari mulutnya dan meniupkannya jauh untuk menyembuhkan seluruh warga sipil yang terluka.
Anna bisa menyembuhkan orang biasa karena energi Mana miliknya sejenis dengan energi Mana dewa yang berada dalam tubuh manusia biasa.
Walaupun energi Mana yang berada pada manusia sangatlah kecil hingga mereka tidak bisa mengaktifkan sihir, namun energi Mana mereka sesungguhnya berasal dari energi Mana yang sama dengan dewi Lyn.
Berbeda dari para hunter yang memiliki inti Mana dari makhluk asing yang dibawa para malaikat tersesat ke Bumi.
"Ayo kita pergi dari sini. Tolong kumpulkan semua orang, aku akan membawa kalian bersama-sama," ucap Anna pada Cassey dan ketua tim pengungsian.
•••••••
__ADS_1