
Kevin Jung langsung melompat mundur sejauh puluhan meter setelah ia dan Anna berpindah tempat.
Kevin memerhatikan sekelilingnya secara sekilas dengan lirikan mata tanpa berani memalingkan wajahnya dari Anna. Namun, ia tak dapat melihat apapun karena tempat itu gelap gulita.
Kevin akhirnya mendongak ke atas dan dapat melihat cahaya bulan samar di antara pepohonan rindang. Ia dapat menebak bahwa mereka mungkin berada di dalam hutan.
Anna memang membawa pria itu ke hutan, tempatnya biasa membuka gerbang ke dunia buatannya saat ingin mengangkut kristal sihir menggunakan truk sewaan.
"Di mana ini? Siapa kau sebenarnya?" tanya Kevin penasaran.
Kevin baru tiba di Kota C tadi siang.
Dia di kirim khusus oleh Asosiasi Hunter Australia setelah mereka menemukan dalang dari 'pencurian' hak raid di belasan Dungeon di Kota C.
Asosiasi Australia memiliki satelit Hunter yang jauh lebih baik di bandingkan yang dimiliki oleh Asia Tenggara, yang bisa memantau secara detail semua kehidupan di Bumi.
Satelit mata-mata memang tak bisa menangkap gerakan cepat Anna saat gadis itu menyusup masuk ke dalam gerbang.
Namun, satelit menangkap adanya gadis itu saat ia seperti sedang bersembunyi di atap gedung atau di tempat tinggi lainnya, untuk memantau keadaan di sekitar gerbang Dungeon lalu menghilang secara tiba-tiba.
Saat itu di laporkan ada belasan Dungeon yang telah 'dicuri' hak raid nya dan kebetulan satelit mata-mata Australia menangkap basah Anna selalu berada di dekat semua gerbang yang terlapor.
Walaupun demikian, Asosiasi Australia hanya menebak bahwa Anna mungkin pelakunya karena satelit hanya menangkap pergerakan Anna sebelum masuk ke gerbang Dungeon, namun satelit tidak bisa menangkap kecepatan geraknya saat gadis itu menghilang masuk ke dalam Dungeon.
Jadi, karena mereka melihat Anna berada di dekat semua gerbang dan tampak memantau keadaan sebelum tubuhnya lenyap, para pengamat yakin bahwa dia lah dalang dari raid ilegal.
Asosiasi tahu bahwa kecepatan gerak yang Anna miliki, berada di atas kemampuan Hunter peringkat S. Mereka menebak bahwa 'pencuri' itu setidaknya berperingkat SS.
Oleh karena itu, Asosiasi Hunter Australia mengirimkan agen rahasia terbaik mereka, yang baru saja level up ke peringkat SSS, Kevin Jung, untuk menangkap dan menginterogasinya.
°°°
"Aku yang akan bertanya lebih dulu." Anna mulai berbicara dengan tidak menggubris pertanyaan Kevin sebelumnya. "Kau tadi mengatakan bahwa aku pencuri. Apa maksud mu?"
Kevin Jung juga tidak menjawab. Setelah kedua matanya terbiasa dengan tempat gelap itu, dia tahu bahwa benar mereka kini berada di dalam sebuah hutan yang mungkin jauh dari pemukiman warga karena ia tak melihat adanya satupun cahaya lampu disana.
Anna mendesah kesal karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari pria itu.
'Berurusan dengan Hunter peringkat tinggi memang menyebalkan.'
Anna bertanya sekali lagi, "Kau ingin menjawab ku atau tidak?"
Kevin menyeringai. "Siapa kau sebenarnya?"
__ADS_1
Anna tertawa. Ia merasa sepertinya memang susah berbicara dengan seorang Hunter peringkat tinggi yang semasa hidupnya tak ada yang berani menentang kehendaknya dan mungkin selalu berbuat semaunya.
Sama seperti tadi, saat Anna melihat Kevin menatap Ronald Stewart dengan memandang rendah pria paruh baya itu. Untuk itulah Anna tadi langsung memukulnya, saat melihat gestur meremehkan dan mendengar cara bicara tidak menghargai yang Kevin ucapkan pada Ronald Stewart.
Walaupun Anna sendiri tidak takut dan berbicara setengah mengancam pada Ronald, tapi dia sama sekali tidak memandang rendah ketua Asosiasi itu. Anna tetap menghormatinya, terutama karena Ronald adalah ayah teman baiknya.
Ronald memang terlihat sangar dan mengintimidasi. Namun, dia bukan orang jahat dan licik seperti ayahnya, Brandon Lloyd.
°°°
"Orang seperti mu, memang harus di beri sedikit pelajaran." Ucap Anna.
Setelah Anna selesai berbicara, ia akhirnya menggunakan sihir yang sebelumnya tak pernah ia gunakan.
Kevin Jung terperanjat saat tempat yang sebelumnya gelap gulita itu menjadi terang benderang.
Ia melihat sekelilingnya dan juga ke atas langit namun tidak menemukan sumber cahaya apapun yang menyebabkan tempat tersebut menjadi terang benderang.
Kevin menatap kembali pada Anna dan melihat seringai lebar di bibir gadis itu. Dia tahu gadis itulah yang membuat tempat keberadaan mereka menjadi terang benderang.
'Skill apa ini? Apakah dia juga Mage seperti ku?'
Secara perlahan, Kevin merasa seluruh bagian tubuhnya tak bisa ia gerakkan. Perlahan-lahan pula, kedua kakinya yang menginjak rerumputan pergi meninggalkan daratan dan tubuhnya kini melayang-layang di udara.
Tak berdaya melawan kekuatan sihir remaja di hadapannya, Kevin akhirnya hanya bisa menatap gadis itu dengan tatapan ngeri.
'Dia bisa membuat Hunter peringkat SSS seperti ku tak berdaya? Gila! Siapa dia sebenarnya?'
Kevin ingin berbicara, namun ia tak bisa membuka mulutnya sama sekali. Bahkan, ia pun tak bisa menggerakkan kelopak mata walau hanya untuk berkedip.
Semakin lama ia tak bisa mengedipkan matanya, kedua bola matanya terasa semakin perih, sampai tanpa dikehendakinya air mata keluar dari kedua sudut matanya.
Anna membiarkan Kevin dalam keadaan seperti itu selama 15 menit sebelum akhirnya pergi menghampiri Kevin.
Anna terbang melayang untuk memposisikan tubuhnya sejajar dengan Kevin yang sejak tadi melayang-layang di udara. Ia kemudian memperlihatkan telapak tangan putih pucatnya pada Kevin, tepat di depan wajahnya.
"Kalau kau tak menjawab ku, tubuh mu akan meledak. Kau hanya punya waktu tiga puluh detik." ucap Anna.
Anna mengatupkan tangannya lalu menggerakkan genggamannya secara perlahan, seperti sedang *******-***** sesuatu di dalam genggamannya.
Tiap genggaman itu bergerak, Kevin merasakan tubuhnya seakan sedang diremas oleh sebuah kekuatan yang tak terlihat. Semakin lama, tekanan yang ia rasakan semakin kuat hingga membuatnya sangat tersiksa oleh rasa sakitnya.
Kevin mengerang kesakitan saat merasa daging-daging dan tulang di tubuhnya seakan sedang bergesekan. Ia juga dapat mendengar suara seluruh tulang di tubuhnya bergemeletuk setiap kali jemari-jemari ramping gadis di hadapannya bergerak-gerak seakan meremas sesuatu di genggamannya.
__ADS_1
"Apa ini voodoo tanpa boneka?!" Pikir Kevin ngeri saat menebak kemampuan sihir yang dimiliki Anna.
Pria itu ingin berteriak namun tak bisa membuka mulutnya sama sekali.
Anna menyadarinya. Ia lupa untuk membiarkan mulut Kevin agar tetap bisa berbicara dan malah menguncinya seperti bagian tubuh lain.
"Oh maaf, aku lupa membiarkan mulut mu untuk terbuka," ucap Anna dengan wajah malu.
Begitu mulutnya terbuka, Kevin merintih kesakitan. Ia berusaha mengatur nafasnya yang tersengal melalui mulutnya.
"A-aku akan menjawab mu!" Ucap Kevin, setengah mengumpat. Ia menatap wajah merona Anna dengan ngeri.
'Apa dia psikopat?!'
"Harusnya kau memutuskannya sejak awal."
Setelah Anna berbicara, keadaan tiba-tiba menjadi gelap gulita lagi.
Kevin jatuh terjerembab saat gravitasi telah kembali mengendalikan tubuhnya.
Kevin langsung berjongkok dan berusaha memulihkan tubuhnya yang sakit akibat 'siksaan kecil' yang Anna lakukan. Namun, ia hanya bisa mengurangi rasa sakit di seluruh tubuhnya tanpa bisa memulihkan keadaan tulang-tulangnya yang telah retak di banyak tempat.
"Cepat jawab," pinta Anna yang sudah sejak tadi tidak sabar mengetahui kenapa ia di panggil pencuri kecil.
"Kami tahu kalau kau yang melakukan raid ilegal di belasan Dungeon di kota ini," sahut Kevin dengan cepat, sebelum gadis itu kehilangan kesabaran dan menyiksanya lagi.
Kevin mendongak untuk melihat reaksi Anna yang berdiri di depannya, namun karena tempat itu telah kembali gelap seperti sedia kala dan matanya belum terbiasa lagi dengan kegelapan itu, ia sama sekali tak bisa melihat wajah Anna.
Anna sebenarnya sedikit terkejut dengan apa yang baru Kevin katakan. Dia akhirnya mengingat kembali apa yang pernah Miyuki beritahukan padanya bahwa tiap negara sekarang memiliki satelit canggih untuk memata-matai dan juga mengamati keadaan negara lain.
'Lain kali aku harus hati-hati.'
Kevin berbicara kembali, "Apakah raid ilegal beberapa tahun lalu juga kau yang melakukannya?" tanya Kevin. Dalam keadaan kalah kekuatan, ia tetap melaksanakan tugasnya.
Kevin Jung, selain diberikan tugas untuk menagkap pelaku raid ilegal di Kota C, juga ditugaskan untuk menginterogasi langsung penjahat itu. Jadi, walaupun sepertinya dia akan di bunuh setelah ini, paling tidak ia harus tahu kebenarannya.
Pria itu yakin jika penjahat di hadapannya ini pasti akan membunuhnya alih-alih membebaskan dirinya. Karena, jika Kevin sampai di bebaskan, maka identitasnya sudah pasti terbongkar dan Kevin tentu akan kembali dengan kekuatan yang jauh lebih besar, dengan membawa banyak agen rahasia dari seluruh dunia bersamanya.
Anehnya, penjahat itu tampaknya tidak akan melakukan seperti yang Kevin pikirkan.
Anna membawa Kevin pindah lagi ke tempat lain, ke depan sebuah gerbang Dungeon.
•••
__ADS_1