Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 275 - Akhir Pertempuran


__ADS_3

Walaupun sudah banyak Dungeon yang pilar sihir nya telah Miyuki hancurkan, tetap saja mereka harus menunggu sedikitnya selama 30 menit lagi sampai gerbangnya tertutup.


Dengan tidak adanya Miyuki di depan gerbang, lama kelamaan jumlah monster yang bertumpuk mencapai puluhan ribu juga.


Setelah semakin banyak monster-monster itu berada di depan gerbang, sihir pengikat Bimo pun akhirnya tidak bisa mengunci mereka dengan sempurna lagi.


Mulai banyak monster yang bisa melarikan diri dari sihir pengikat Bimo, yang akhirnya berlarian menjauh, menuju lokasi-lokasi yang jauh dari pusat pertempuran.


Gina menyadari hal itu. Ia akhirnya meminta Rin, yang memiliki kemampuan dalam kecepatan, untuk pergi mengejar monster-monster yang telah lolos.


Tapi, Gus Stevin yang saat ini sedang menjaga Rin di dalam sebuah kafe, tahu bahwa Rin sudah benar-benar kehabisan staminanya sebagai seorang manusia.


《"Gina, Rin sudah tidak sanggup. Dia sangat kelelahan."》ucap Gus pelan, melalui sambungan jarak jauh mereka.


《"Tidak... hosh... hosh... Aku... bisa... Serahkan saja... padaku,"》sahut Rin cepat, dengan suara terputus-putus. Ia tidak ingin teman-temannya mengkhawatirkannya.


"Gus, cabut helm nya." Ucap Gina.


《"Apa...? Tidak... Gina... aku..."》


Suara Rin akhirnya menghilang setelah Gus yang sudah sangat mengkhawatirkannya itu langsung mencabut helm yang menghubungkan Rin pada avatar hunter.


"Gus... Kenapa... hosh... hosh... Aku masih... hosh... hosh... kuat...," ucap Rin, dengan suara terputus-putus. "Kemarikan... helm... nya..."


"Tidak. Jika kau masih ingin membantu, setidaknya istirahatlah dahulu selama satu jam," ucap Gus, sambil membawa helm itu menjauh ke dekat pintu kafe, untuk mengawasi keadaan diluar kafe itu.


Rin yang sangat kelelahan akhirnya jatuh terduduk dan tidak berbicara apa pun lagi. Ia berusaha mengatur nafasnya, karana ia juga tahu nafasnya hampir saja putus jika Gus tidak segera menghentikannya.


Sepuluh menit kemudian, setelah Rin bisa bernafas dengan normal lagi, ia akhirnya berdiri dan pergi menghampiri Gus dengan berjalan terseok-seok.


Tapi, saat ia masih separuh jalan, Rin yang kedua kakinya sudah gemetaran akhirnya terjatuh.


Hampir saja kepalanya membentur lantai dengan keras jika pria bertopeng tidak segera menangkapnya.


"Nona... Tolong istirahatlah," ucap pria bertopeng itu pelan.

__ADS_1


"Mereka membutuhkanku," sahut Rin sambil menatap pria bertopeng dengan tidak fokus. Ia sudah mulai kehilangan kesadaran karena kelelahan berlebih.


"Tuan Hunter, apakah tidak apa-apa jika aku keluar untuk mengejar mereka?" tanya pria bertopeng pada Gus Stevin yang baru saja datang untuk memeriksa Rin.


Gus sebenarnya tidak tahu kenapa pria bertopeng peringkat SSS itu berada disini bersama mereka karena Miyuki tidak menceritakan apa pun padanya.


Demikian juga dengan pria bertopeng itu. Dia merasa bahwa akan lebih baik jika dirinya membantu Hunter-hunter itu mengejar monster yang lolos dari area pertempuran daripada harus menunggu di dalam sebuah kafe kosong seperti ini.


Tapi, mereka akhirnya mengerti kenapa mereka berdua harus berada di tempat itu untuk menjaga Rin, hanya dalam beberapa menit kemudian.


Miyuki sepertinya bisa memperkirakan dan memperhitungkan bahwa monster-monster itu pada akhirnya akan lolos dari aggro dan taunt Bimo. Dan itu benar-benar terjadi pada saat ia pergi menghancurkan pilar sihir.


Monster-monster yang lolos itu mulai mengamuk dan menghancurkan seluruh bangunan yang ada, mencari sosok kehidupan yang mungkin sedang bersembunyi di dalam sebuah bangunan.


Karena mereka pada akhirnya pasti bisa mengendus keberadaan Rin, mereka pasti akan datang dengan berbondong-bondong ketempat satu-satunya lokasi keberadaan manusia yang berada di dekat gerbang.


Monster-monster itu mulai masuk dengan menghancurkan dinding kafe, berusaha menyerang Bimo dan pria bertopeng yang pada akhirnya harus bertarung bahu membahu sambil melindungi Rin yang sudah pingsan.


Untung saja job kedua Hunter itu bisa saling melengkapi. Saat Gus yang merupakan seorang Tanker itu menggunakan aggro dan taunt skill nya, pria bertopeng dapat dengan mudah menghabis monster-monster itu dengan kecepatan dan serangan dari skill Assassin nya yang sangat mematikan.


•••


Monster-monster itu adalah boss dari tiap Dungeon. Mereka memiliki kekuatan yang setara dengan seorang Hunter peringkat SSS.


Monster dua tanduk yang berjumlah 25 itu, sangat sulit dikalahkan bahkan oleh Gina, Kevin dan Bimo.


Biasanya, mereka hanya menghadapi 1 saja diantara mereka tiap Hunter-hunter itu menghadapi Dungeon peringkat S. Tapi, karena gerbang Dungeonnya kini ada banyak, maka banyak pula monster bertanduk dua yang harus mereka hadapi.


Saat ketiga Hunter itu sudah berada dalam kepungan seluruh monster bertanduk yang Bimo ikat dengan skill nya, Gina langsung memberikan buff serangan dengan kekuatan 5 kali lipat.


Saat itulah Kevin menggunakan skill hujan bola api yang kemudian membumihanguskan seluruh area pertempuran.


Bommm... Bommm... Bommm.. Bommm...!!!


Suara ledakan terdengar nyaring tanpa putus selama hampir 10 menit saat hujan bola api itu terus menghujam daratan tanpa henti.

__ADS_1


Hunter-hunter yang sebelumnya sudah diminta menyingkir dari area ledakan, hanya bisa melihat kengerian skill dari Hunter peringkat SSSS yang energi sihirnya saja membuat mereka gemetaran.


Saat hujan bola api itu sudah berhenti dan asap beserta debu yang menutupi area itu mulai hilang, semua Hunter dapat melihat mayat-mayat ribuan monster bergelimpangan di hadapan mereka. Itu adalah mayat-mayat dari monster bertanduk enam dan bertanduk empat, yang langsung mati seketika Kevin menggunakan skill pamungkasnya.


Kevin sengaja menyimpan skill itu karena ia harus menggunakan hampir seluruh energi Mana untuk mengaktifkannya. Kevin memang menunggu monster-monster bertanduk dua itu keluar dulu sebelum melakukannya.


Tapi, walaupun Kevin sudah menyerang mereka habis-habisan, tetap saja ada beberapa monster bertanduk dua yang masih hidup.


15 monster yang masih hidup itu tahu bahwa lawan mereka kini sudah kehabisan energi Mana. Oleh karena itu, mereka langsung maju dan menyerang 3 Hunter yang sudah duduk kelelahan di tengah-tengah area pertempuran.


Tapi, tepat sebelum monster-monster itu mencapai target mereka, Gina, Kevin dan Bimo, monster-monster itu tiba-tiba mulai berguguran dengan kepala mereka yang sudah lenyap entah kemana.


"Kau tepat waktu, Miyu," ucap Gina pelan, sebelum ia merebahkan dirinya di tanah. Gina sudah kehabisan energi Mana nya juga, sama ssperti Kevin dan Bimo.


"Aku sudah menghancurkan semua pilar sihir nya." Ucap Miyuki yang kemudian tersenyum penuh kemenangan pada mereka bertiga.


"Oh, matipun tidak masalah setelah melihat senyummu," ucap Bimo nyaring, sebelum ia akhirnya jatuh terlentang karena kelelahan.


Gina dan Kevin yang sudah tiduran di tanah terlebih dahulu, saling bertatapan. Baru pertama kalinya mereka mendengar Bimo mengucapkan kata-kata yang sedikit terdengar seperti sedang menggoda seseorang seperti itu.


Tapi, apa yang mereka berdua lihat selanjutnya jauh lebih mengejutkan lagi.


Miyuki duduk di dekat Bimo. Ia kemudian meletakkan kepala Bimo di atas kedua pahanya, lalu membelai lembut rambut pria itu.


"Kau sudah bekerja keras," ucap Miyuki dengan suara lembut.


Suara itu terdengar sangat asing ditelinga Gina dan Kevin yang tentu saja langsung duduk dan menatap Miyuki dengan alis mengernyit.


"Hei, apa ada sesuatu diantara kalian?" tanya Kevin, penasaran.


"Yah..., dia produk nomor satu ku," sahut Miyuki.


Kevin dan Gina : "..."


•••

__ADS_1


__ADS_2