
Hanya 10 menit setelah Miyuki dan yang lainnya meninggalkan lokasi itu, Gina akhirnya tiba.
Anna yang sejak tadi berdiri di dekat Rudyard meminta Gina untuk menyembuhkan pria paruh baya itu terlebih dulu.
Gina langsung menghampiri Rudyard lalu berjongkok di sebelah pria paruh baya itu untuk mentransfer healing skill nya.
Sambil melakukan penyembuhan, Gina menatap cekungan di dada Rudyard. Ia menebak cekungan yang berada di tengah-tengah pakaian robek itu adalah perbuatan Anna.
"Bukan aku pelakunya. Aku lebih suka menyerang bagian kepala atau menghancurkan tubuhnya." ucap Anna sambil tersenyum. Dia dapat menebak apa yang Gina pikirkan hanya dari melihat apa yang sedang di tatap nya.
Mendengar itu, Gina tertawa canggung. Dia mengingat kembali monster-monster yang diledakkan Anna saat dungeon break tempo hari.
"Siapa yang melakukannya?" tanya Gina akhirnya.
"Teman ku. Dia sudah pergi. Aku akan mempertanggungjawabkan perbuatannya jika Asosiasi menuntut, karena aku yang meminta dia melakukannya."
Gina mendesah pelan. “Kau baik-baik saja, kan?” tanya Gina sambil terus mentransfer healing skill nya pada Rudyard Lau. Wajahnya terlihat khawatir.
Anna menatap profil samping wajah Gina seraya tersenyum lembut.
‘Dia tahu tidak akan terjadi apa-apa pada ku, tapi dia tetap mengkhawatirkan ku.’
“Aku baik-baik saja. Jangan khawatir.” Sahut Anna pelan.
Setelah Gina menyelesaikan pengobatannya, dia akhirnya melihat 9 orang yang masih melayang-layang di udara.
“Sampai kapan kau bisa membuat mereka melayang-layang begitu?”
Anna menatap 9 Hunter itu. “Entahlah. Bertahun-tahun, mungkin?” sahut Anna yang kemudian tertawa kecil.
Gina menatap Anna dengan keningnya yang berkerut. “Kekuatan apa yang sebenarnya kau gunakan? Maksud ku, aku sama sekali tidak merasakan energi sihir berada pada mereka.”
“Aku hanya memanipulasi energi alam.”
“Memanipulasi energi alam?”
“Ya.”
“Apa kau sebenarnya…” Gina ingin menanyakan apakah Anna sebenarnya tidak memiliki energi Mana, namun dia ingat pelindung bercahaya keemasan tempo hari yang mengandung energi Mana. Energi Mana hangat yang terasa sangat nyaman di bandingkan skill Tanker dan Healer manapun yang pernah ia rasa.
“Aku memilikinya, hanya tidak terlalu sering menggunakannya.” Sahut Anna yang tampak bisa membaca pikiran Gina hanya dari raut wajahnya.
“B-begitu rupanya…”
“Nah, aku akan pergi dulu. Orang-orang dari Asosiasi sudah dekat. Kau bisa mengambil rekaman CCTV dari kafe itu untuk mengambil bukti kejahatan mereka.” ucap Anna seraya menunjuk pada sebuah bangunan.
“Tapi, kau mau pergi ke mana?”
“Aku punya tempat tinggal di sekitar sini. Lain kali aku akan membawa mu singgah.”
"Ah... Baiklah."
Setelah berpamitan pada Gina, Anna melirik pada seorang pemuda yang berdiri agak jauh dari mereka.
Luke Stewart langsung memalingkan wajahnya saat melihat Anna melirik ke arahnya.
Saat dia tahu gadis itu mengalahkannya secara memalukan hanya dengan sebuah pukulan tipis di dagunya, Luke merasa sangat malu.
Setelah melihat Luke sebentar dan melihat bahwa dia baik-baik saja, Anna akhirnya merasa lega. Dia tahu kalau ujung tongkatnya hanya sedikit menyerempet dagu Luke. Namun ia tetap khawatir dengan pengontrolan kekuatannya yang mungkin belum sempurna, hingga dapat mengakibatkan bahaya berlebih pada pria itu.
Setelah melihat Luke baik-baik saja, Anna langsung lenyap dari tempat itu.
Apa yang Anna lakukan membuat Luke terperanjat bahkan pria itu sampai mundur beberapa langkah dengan refleks, lalu menoleh ke sekitarnya seakan sedang mencari-cari kemana gadia itu pergi.
__ADS_1
Gina sendiri, walaupun sudah tahu kemampuan teleportasi Anna, namun saat melihatnya lagi, dia tetap saja terpukau.
•••
Anna langsung berteleportasi ke dalam toko bunga.
Tempat itu sudah gelap dan hanya menyisakan cahaya remang-remang disana.
"Rin sudah pulang?"
Anna akhirnya masuk ke sebuah ruangan yang akan membawanya ke laboratorium bawah tanah.
Sesampainya di depan pintu laboratorium, Anna langsung masuk dan melihat Miyuki, Bimo Gandri dan Yola Silvia berada disana.
Karena tidak melihat Ren, jadi dia menduga bahwa pria itu mungkin sudah pulang bersama kakaknya.
"Nona Anna, apa Anda baik-baik saja?" Tanya Bimo dengan wajah khawatir, begitu dia melihat Anna muncul dari balik pintu.
"Tentu. Aku langsung pergi saat teman ku sudah datang." sahut Anna pelan.
Bimo menggelengkan kepalanya. "Bukan..., maksud saya..."
"Ah..., aku sudah baik-baik saja. Sama seperti mu." sahut Anna. Dia akhirnya mengerti maksud pertanyaan Bimo. Bimo menanyakan keadaannya setelah penyiksaan Cassey dulu.
Bimo akhirnya mengangguk pelan, lalu menoleh pada Miyuki. Ia salah sangka, mengira Miyuki juga yang telah menyembuhkan Anna.
Miyuki yang di tatap dengan rasa terima kasih Bimo, memberikan tatapan malas padanya.
'Hei, itu bukan aku.'
°°°
"Ku harap kau tidak terkejut karena kami membawa mu ke sini." Ucap Anna pada Yola Silvia.
Anna mengangguk pelan. "Bagus. Tempat ini akan menjadi tempat pertemuan rahasia kita mulai sekarang."
"Hei, tapi ini laboratorium ku." Protes Miyuki.
"Miyu, apakah kau bisa melakukan peningkatan experience point juga pada orang yang sehat?" tanya Anna dengan mengabaikan protes Miyuki yang menatapnya dengan tatapan malas.
Miyuki masih diam selama beberapa detik untuk menimbang-nimbang maksud di balik pertanyaan Anna, sebelum akhirnya mengangguk.
Anna tersenyum senang melihat anggukan itu. "Bagus."
"Apa kau ingin aku melakukan juga pada adiknya?" tanya Miyuki
"Ya." sahut Anna cepat. Dia kemudian menoleh pada Yola yang menatapnya dengan wajah terkejut.
"Nona, tapi... Kami tidak memiliki uang untuk membeli kristal sihir."
Bukan Yola, tapi Bimo yang menanggapinya dengan segera. Dia tahu kalau upgrade experience point membutuhkan banyak kristal sihir.
Apalagi upgrade yang mesin ciptaan Miyuki lakukan, memerlukan kristal sihir berkualitas tinggi yang sudah melalui proses pengolahan.
"Kita akan mencari kristal sihir di Dungeon." sahut Anna.
Ya. Apa yang Anna kira-kira maksudkan adalah cara lainnya. Mereka bisa menyerap energi sihir dari mayat monster yang sudah berhasil di bunuh lalu mengekstraknya dan di pindahkan ke tubuh Hunter. Namun, tentu ada masalah lain yang harus mereka hadapi untuk melakukannya.
Bimo tahu itu, dan ia pun berbicara.
"Tapi, kita masih belum memiliki lisensi." sahut Bimo. "Lagian...," Bimo tidak melanjutkan kalimatnya. Dia tahu Anna sudah membuang banyak uang untuk melakukan upgrade pada dirinya.
Semua Hunter tahu, bahkan untuk melakukan upgrade dari peringkat F ke peringkat E saja membutuhkan biaya besar. Apalagi dari peringkat F ke peringkat S.
__ADS_1
'Berapa banyak nona Anna sudah mengeluarkan biaya untuk ku? Jutaan Dollar? Atau Miliaran Dollar?'
Memikirkannya saja membuat Bimo merinding.
Saat Bimo tahu level nya sudah di upgrade, Miyuki dengan enteng mengatakan bahwa dia yang telah melakukannya dengan bantuan kristal sihir yang Anna berikan padanya.
"Jangan memikirkan itu. Aku akan memikirkan caranya." Ucap Anna. Dia sudah memiliki rencana dengan memanfaatkan kepala Akademi dan juga dia ingin berbicara pada ketua Asosiasi Hunter, Ronald Stewart, untuk bisa membeli banyak hak raid Dungeon.
Tapi untuk itu, dia memerlukan banyak uang. Karena itulah Anna menatap kembali pada Miyuki.
"Kristal yang ku bawa waktu itu, apa kau sudah mengolahnya?" tanya Anna.
Miyuki mengangguk dan menunjuk pada sebuah mesin.
"Kristal itu masih dilebur disana. Aku masih menunggu mesin pencetak dari teman ku."
Anna mengikuti arah tatapan Miyuki, lalu pergi ke depan mesin yang memiliki ukuran sebesar sebuah kulkas dengan dua pintu.
Anna dapat merasakan energi sihir yang berada di dalam mesin jauh lebih murni dibandingkan yang terdapat pada kristal sihir mentah yang belum di olah.
"Kau luar biasa, Miyu." puji Anna pada Miyuki yang sudah berdiri di sebelahnya.
"Aku hanya membutuhkan modal untuk membuat benda-benda ini." Sahut Miyuki dengan nada suara datar. Dia tidak merasa senang dengan pujian itu dan juga tidak menanggapinya dengan berlebihan.
Anna melirik pada Miyuki seraya mengernyitkan kedua alisnya dan tersenyum tipis.
Miyuki kembali berbicara, "Tapi, untuk melakukan upgrade seperti pada produk pertama ku, kita memerlukan setidaknya tiga truk penuh kristal sihir."
3 truk kristal sihir yang Miyuki maksud adalah jumlah yang sangat banyak.
Bahkan sebuah Dungeon saja hanya bisa menghasilkan paling banyak 4 gerobak kristal sihir. Itu pun dengan kualitas yang berbeda-beda, tergantung level Dungeon nya.
"Produk?" tanya Anna yang agak terganggu dengan kata tersebut.
Miyuki menoleh pada Bimo dan menatap pria itu dengan senang.
"Aku tahu itu akan berhasil. Tapi saat melihat hasilnya, aku benar-benar senang." sahut Miyuki kemudian.
"Ah, b-begitu...," Anna menanggapi dengan tersenyum datar.
'Dia menganggap manusia sebagai produknya?'
Anna mengingat kristal sihir yang telah 'dicurinya' dari guild Black Diamond. Dia bisa menjual kristal-kristal sihir tersebut ke pasar gelap untuk mendapatkan banyak uang dan membeli hak raid Dungeon.
Manfaat yang bisa mereka dapatkan akan jauh lebih banyak jika menguangkan kristal-kristal untuk membeli hak raid Dungeon dan melakukan raid, dibandingkan langsung menggunakan kristalnya sebagai bahan untuk upgrade experience point.
Namun, jika kristal sihir yang sudah memiliki logo guild Black Diamond itu terlihat oleh orang-orang dari pasar gelap saat Anna menjualnya, Anna khawatir akan terjadi masalah nantinya.
"Kalau kristalnya dilebur terlebih dahulu dan di cetak lagi, maka aku tidak perlu khawatir orang-orang akan tahu dari mana aku mendapatkannya," pikir Anna.
Anna kemudian melihat dan memerhatikan tinggi ruangan laboratorium yang sepertinya muat untuk menampung tinggi tubuh Orc. Jadi, Anna akhirnya membuka gerbang ke dunia buatannya di dalam ruangan laboratorium.
"Kalian, ikutlah dengan ku." pinta Anna, setelah gerbangnya terbuka penuh.
Apa yang Anna lakukan, tentu bukan hal yang wajar dan normal.
Melihat gerbang yang sangat mirip dengan gerbang sebuah Dungeon muncul begitu saja setelah Anna menggambar sebuah lingkaran di udara, tentu membuat semua orang yang berada di ruangan itu terkejut.
"A-apa-apaan...?"
Miyuki bahkan membuka lebar mulutnya karena tidak memercayai apa yang baru saja dilihatnya.
'Sebuah gerbang Dungeon muncul di laboratorium ku?! Dari luasnya dunia, kenapa harus muncul disini? Ini hal buruk!'
__ADS_1
•••