
"Leo Ariendra pemilik Perusahaan Sun Leo Group" ucap Perawat itu.
"Leo Ariendra? wow.......apa hubungannya dia dengan Mirna, jadi kepo"batin Ibu Meta.
"Untuk apa dia bertemu dengan Mirna?"tanya Ibu Meta.
"Saya tidak tahu persis, tapi saya dengar beliau menanyakan keberadaan anak Mirna, katanya sih anaknya beliau"ucap Perawat itu.
"Anak Mirna anaknya Leo Ariendra? sepertinya ini berita bagus untukku"batin Ibu Meta.
"Makasih ya atas informasinya, saya berharap sepupu saya cepat sembuh"ucap Ibu Meta.
"Siapa juga yang mau dia sembuh, kalau bisa mati saja sekalian"batin Ibu Meta.
"Ya sama-sama"ucap Perawat itu.
Ibu Meta melihat Mirna yang sedang berada diruangannya. Dia menghampiri Mirna dan mengambil boneka yang sedang dipegangnya.
"Kembalikan anakku, kau mengambil anakku lagi, kembalikan....."ucap Mirna.
"Mirna, aku ingin kau semakin gila, jangan pernah sembuh ya, kau sudah membawa anak emas bagiku, sebentar lagi aku akan kaya raya"ucap Ibu Meta.
"Kembalikan anakku hik....hik...."ucap Mirna.
Ibu Meta melempar boneka itu ke tubuh Mirna.
"Ambil tuh boneka yang tak berguna, terus aja kau anggap anakmu ha....ha...."ucap Ibu Meta.
Ibu Meta meninggalkan ruangan itu. Dia senang ketika tahu anak Mirna adalah anak Leo Ariendra.
Seperti mendapatkan durian runtuh, Ibu Meta mulai menemukan tambang emas yang baru.
***********
Pulang sekolah Rehan menunggu Cinta diparkiran sekolah. Dia melihat Cinta berjalan ke arahnya. Cinta tersenyum saat melihat Rehan sudah menunggunya. Dia melambaikan tanganya sambil memanggil nama Reni pada Rehan.
"Reni, kau boleh pulang duluan. Aku mau mencari enceng gondok bersama Raka di rawa deket Taman Bunga Matahari"ucap Cinta.
"Yaudah, hati-hati dijalan ya Cinta"ucap Rehan.
"Kau bisa bawa sepedaku biar tak capek jalan" ucap Cinta.
"Gak usah Cinta, aku naik angkutan umum saja" ucap Rehan.
"Baiklah kalau begitu"ucap Cinta.
Rehan meninggalkan Cinta keluar dari area sekolah. Dia berjalan ditepi jalan sambil menunggu taksi. Tiba-tiba mobil Kirana berhenti didekatnya, Kirana turun dari mobil dan menghampiri Rehan.
"Reni mau pulang ya?"tanya Kirana.
"Iya"ucap Rehan.
"Ayo bareng"ucap Kirana.
"Mau banget, asyik bisa berduaan lagi sama Kirana"batin Rehan.
"Oke"ucap Rehan.
Rehan naik ke mobil yang ditumpangi Kirana.
Didalam mobil mereka mengobrol satu sama lain.
"Reni kau tinggal dimana?"tanya Kirana.
"Aku tinggal di asrama"ucap Rehan.
"Oh, kamu tinggal di asrama"ucap Kirana.
"Kirana, kau artis ya? aku sangat ngefans sama kamu. Bahkan dikamarku terpajang semua foto dan postermu. Sinetron dan film yang kau bintangi aku sudah nonton semuanya, aktingmu sangat bagus"ucap Rehan.
__ADS_1
"Benarkah? aku sendiri merasa selalu tidak pede saat berakting, kadang berpikir aktingku kurang maksimal"ucap Kirana.
"Boleh tidak aku minta foto dan tanda tangan?" tanya Rehan.
"Boleh"ucap Kirana.
Rehan mengeluarkan handphonenya dan mulai berfoto dengan Kirana. Dia kaget saat Kirana merangkulnya.
"Aduh....niat dapat sedikit, ini menang banyak" batin Rehan.
Cekrek......cekrek.....cekrek........
Mereka berfoto dengan berbagai pose, Kirana sampai tersenyum dan gembira saat berfoto dengan Rehan. Setelah berfoto, Kirana menandatangani tasnya Rehan.
"Makasih ya Kirana.
"Iya Reni"ucap Kirana.
Kirana akhirnya mengantarkan Rehan sampai didepan asramanya. Setelah itu barulah dia pulang kerumahnya.
**********
Raka membonceng Cinta dengan sepeda milik Cinta. Mereka pergi ke rawa dekat Taman Bunga Matahari. Sepanjang perjalanan Raka hanya diam, Cinta berusaha bicara pada Raka untuk mencairkan suasana.
"Raka menurutmu enceng gondoknya ada gak ya disana?"tanya Cinta.
"Seharusnya ada"ucap Raka.
"Kalau gak ada kita nyari kemana lagi?"tanya Cinta.
"Disawah dekat pinggiran kota atau ditepi sungai juga banyak"ucap Raka.
"Ternyata Raka masih bisa diajak bicara"batin Cinta.
Mereka akhirnya sampai dirawa dekat Taman Bunga Matahari. Raka dan Cinta turun dari sepeda dan masuk ke area rawa itu.
"Ayo kita ambil beberapa"ucap Raka.
"Oke"ucap Cinta.
Saat Raka dan Cinta sedang mengambil enceng gondok, ada beberapa anak kecil bermain dirawa, kebetulan rawa itu bagian tengahnya cukup dalam dan berlumpur. Ada seorang anak kecil terlilit akar tanaman didasar air rawa hingga dia hampir tenggelam.
"Tolong....tolong....tolong......."teriak Anak kecil itu meminta tolong.
Teman-temannya bukan menolong malah ketakutan dan keluar dari rawa. Melihat itu Cinta langsung berlari menghampiri anak kecil itu. Cinta lupa kalau dia sendiri tidak bisa berenang, tapi tekadnya untuk menolong orang sangat tinggi. Diapun juga ikut terjerat akar tanaman dirawa itu sampai hampir tenggelam. Raka langsung pergi menolong Cinta. Raka berenang menghampiri Cinta.
"Raka selamatkan anak kecil itu dulu"ucap Cinta yang hampir tenggelam.
"Lalu kau bagaimana?"tanya Raka.
"Aku ikhlas"ucap Cinta dengan ucapan singkat.
Raka secepatnya berenang ke arah anak kecil itu. Lalu dia menyelam kedasar rawa untuk melepaskan akar tanaman dari kaki anak kecil itu lalu membawa anak kecil itu berenang ke tepi rawa. Sampai ditepi rawa teman-temannya menolong mengeluarkan air dari dalam perut anak kecil itu.
Raka langsung kembali berenang untuk menolong Cinta, dia sudah tidak melihat kepala Cinta terlihat dipermukaan air. Raka sangat mencemaskan Cinta. Dia berenang kesana sini mencari Cinta ditengah rawa itu. Akhirnya Raka menyelam ke dasar rawa.
"Ayah Ibu mungkin aku akan pergi selamanya sekarang, aku ikhlas. Aku akan segera bertemu Allah SWT"batin Cinta yang sudah tenggelam didasar rawa.
Tiba-tiba dia melihat Raka diujung cahaya mengajaknya kembali. Cinta berlari ke arah Raka dan memegang tangannya.
"Ugh....ugh.....ugh....."Cinta terbatuk dan mengeluarkan air.
Raka berada didepannya membantunya mengeluarkan air dari perutnya.
"Ra...ka......"ucap Cinta.
"Besok-besok kalau tidak bisa berenang jangan memaksakan diri"ucap Raka.
"Maaf"ucap Cinta.
__ADS_1
Raka membantu Cinta bangun untuk duduk.
"Enceng gondoknya sudah terkumpul, ayo pulang, aku antar"ucap Raka.
"Makasih Raka"ucap Cinta.
"Besok kau harus membawakanku sarapan sebagai gantinya hari ini"ucap Raka.
"Siap"ucap Cinta.
Raka mengantar Cinta pulang ke asramanya. Setelah itu Raka pulang naik taksi ke rumahnya.
Cinta tersenyum-senyum berjalan menuju kamar asramanya. Saat dia masuk kamarnya, Rehan sudah ada diranjang sedang melihat-lihat fotonya bersama Kirana. Cinta meletakkan tas dan berganti pakaian lalu menghampiri Rehan yang sedang berbaring sambil melihat foto itu. Cinta berbaring disamping Rehan dan ikut melihat foto dihandphone Rehan.
"Itu bukannya Kirana ya?"tanya Cinta.
"Benar, akhirnya aku bisa berfoto dengan Kirana" ucap Rehan.
"Kau fansnya ya?"tanya Cinta.
"Iya, aku sudah ngefans Kirana dari pertama dia berakting"ucap Rehan.
"Oh........"Cinta hanya bersedih saat mengingat Kirana.
Dulu saat SMP Kirana dan Cinta bersahabat begitu dekat bahkan hampir setiap hari bersama.
Tapi kini Kirana menjauhinya, dan Cinta sampai sekarang tidak tahu alasan Kirana menjauhinya.
Cinta bangun mengambil baju-baju yang sudah kering lalu digosok dimeja samping ranjang. Rehan menghampirinya dan duduk diranjang milik Cinta sambil mengajaknya bicara.
"Cinta itu bajumu, banyak banget"ucap Rehan.
"Ini baju punya orang, aku buruh cuci gosok, lumayan untuk mencukupi kebutuhanku sehari-hari"ucap Cinta.
"Kau sangat rajin dan pekerja keras"ucap Rehan.
"Aku hidup sebatang kara, jika aku malas, aku tidak akan bisa hidup"ucap Cinta.
"Gadis kecil kau pekerja keras, hebat"batin Rehan.
Cinta menggosok sampai berkali-kali meskipun diselingi makan, mandi dan sholat. Sampai jam 10 malam Cinta baru selesai menggosok. Rehan sudah tidur lebih dulu.
"Kepalaku kok pusing ya, badanku juga rasanya gak enak, apa karena aku kecapean menggosok baju ya"ucap Cinta.
Cinta akhirnya berbaring diranjang dan tidur. Beberapa jam kemudian Cinta demam dan mengigil, dia bahkan mengigau.
"Ayah, Ibu, aku ikut......aku ikut kalian....jangan tinggalkan Cinta"ucap Cinta yang mengigau.
Rehan terbangun mendengar Cinta mengigau, dia menghampiri Cinta yang tidur sambil mengigau. Rehan mencoba membangunkan Cinta dengan menepuk lengannya.
"Panas.....,dia demam"ucap Rehan.
"Ayah....Ibu....Cinta kangen......"ucap Cinta mengigau.
"Kasihan dia rindu orangtuanya"ucap Rehan.
Rehan mengambil handuk kecil lalu dibasahi dengan air dimangkuk. Kemudian menempel handuk basah itu didahi Cinta.
"Badannya juga panas, haruskah aku menanggalkan pakaiannya agar tidak tambah panas, terus aku basuh dengan handuk basah"ucap Rehan.
Rehan menanggalkan pakaian Cinta bagian luar saja dan mulai membasuh tubuhnya dengan handuk basah.
"Cinta maaf, aku tak bermaksud melihat tubuhmu, aku hanya ingin mengurangi demammu"ucap Rehan.
Sudah satu jam Rehan berkali-kali membasuh tubuh Cinta tapi masih saja demam. Bahkan Cinta sampai pingsan.
"Aku harus membawa Cinta ke rumah sakit"ucap Rehan.
Rehan menelpon supir pribadinya untuk datang ke asrama. Kemudian dia menggendong Cinta dipunggungnya keluar dari asrama, tak lama mobil pribadinya datang. Rehan masuk ke mobil itu bersama Cinta. Didalam mobil Rehan terus memeluk Cinta, dia cemas melihat Cinta masih belum sadar.
__ADS_1