ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 108


__ADS_3

Pagi itu Raka dan Cinta bersiap berangkat ke kampus mereka. Cinta menyusui Aksa terlebih dahulu sebelum berangkat ke kampus. Setelah itu dia dan Raka berangkat ke kampus. Cinta dan Raka naik bus menuju ke kampus mereka. Didalam bus Cinta duduk bersama seseorang lelaki yang menutup mukanya dengan topi. Saat sampai ditempat tujuannya Cinta dan Raka turun dari bus. Mereka berdua masuk ke dalam area kampus itu. Raka berjalan didepan Cinta tapi Cinta menghentikan langkahnya.


"Tas pumping asiku ketinggalan dibus" ucap Cinta.


Cinta mengingat kembali dimana tas pumping asinya ketinggalan.


"Dibus? benar di bus tasnya ketinggalan"ucap Cinta.


Cinta berjalan ke belakang kembali, tiba-tiba ada seorang laki-laki menghampirinya. Lelaki itu mengacungkan tas pumping asi miliknya.


"Miss this is your breast milk side bag?"tanya Andra.


Cinta langsung melihat tas yang di acungkan oleh lelaki itu. Tas itu miliknya, terlihat dari warna biru dan nama Aksa ditas pumping asi itu.


"Yes, that's right"ucap Cinta.


"This"ucap Andra menyodorkan tas itu pada Cinta.


"Thank you"ucap Cinta sambil menerima tas itu.


"You're welcome"ucap Andra.


"I went to collage first"ucap Cinta lalu berjalan meninggalkan Andra.


"What's your name?"tanya Andra.


Cinta menghentikan langkahnya dan menengok ke samping.


"My name is Clara Aurellia"ucap Cinta.


"Namaku Andra Mahesa, aku berasal dari Negara A"ucap Andra.


"Sama, aku juga berasal dari Negara A"ucap Cinta.


Cinta meninggalkan Andra setelah mengetahui identitas lelaki itu.


Teman-teman Andra menghampiri Andra.


"Siapa bro? sepertinya anak baru, adik kelas ya"ucap Elo.


"Lo naksir dia, jarang banget lo mandang cewek kaya gitu"ucap Didin.


"Sok tahu, aku hanya memberikan tas miliknya yang ketinggalan dibus"ucap Andra.


"Suka mah pepet terus"ucap Elo.


"Tidak, sepertinya dia sudah punya an...."ucap Andra.


"Sudah punya apa bro?"tanya Elo.


"Bukan, maksudku mungkin dia sudah punya pacar"ucap Andra.


"Wajar sih, dia sangat cantik pasti sudah punya pacar"ucap Didin.


"Belum janur kuning, pepet aja lah, jodoh ditangan tuhan ini"ucap Elo.


"Udah ah, gue mau masuk ke kelas, pagi ini dosennya killer"ucap Andra.


Andra pergi meninggalkan kedua temannya. Dia berharap teman-temannya tidak terus-terusan mengepoin dia.


**********


Setelah jam istirahat Raka berjalan dikoridor. Dia tak sengaja bertubrukan dengan seorang wanita yang begitu familiar. Wanita itu ternyata Zhafira.


Raka melihat Zhafira didepan matanya, dia merasa seperti mimpi bisa bertemu dengan Zhafira.


"Fira kau kuliah disini juga?"tanya Raka.


"Iya Raka"ucap Zhafira.

__ADS_1


"Tak disangka kita bertemu disini"ucap Raka.


"Aku juga tak menyangka bisa bertemu denganmu disini"ucap Zhafira.


"Kalau begitu ayo makan dicafe sini"ucap Raka.


"Oke"ucap Zhafira.


Raka dan Zhafira menuju ke cafe di kampus itu. Mereka duduk di meja yang sama kemudian memesan makanan. Setelah makanan disajikan pelayan cafe itu, mereka makan bersama.


"Fira Aku tinggal di kota S"ucap Raka.


"Aku juga tinggal di kota S"ucap Zhafira.


"Kalau begitu kapan-kapan kita bisa ketemuan" ucap Raka.


"Iya, kita juga bisa berangkat bareng"ucap Zhafira.


"Adikku cinta juga sekolah di sini"ucap Raka.


"Oh ya, aku ingin bertemu cinta"ucap Zhafira.


"Nanti sore mainlah ke rumah, aku sudah punya ponakan"ucap Raka.


"Ponakan?"ucap Zhafira bingung.


"Dua bulan yang lalu Cinta melahirkan bayi laki-laki"ucap Raka.


"Kalau begitu aku ingin mengucapkan selamat pada Cinta"ucap Zhafira.


"Iya boleh"ucap Raka.


"Pasti bayinya lucu"ucap Zhafira.


"Lucu banget aku aja gemes"ucap Raka.


"Siapa nama bayinya?"tanya Zhafira.


"Nama yang bagus"ucap Zhafira.


Raka danĀ  zhafira terus berbincang, ini kali pertama mereka bertemu setelah 6 bulan.


Di tempat yang berbeda cinta sedang duduk di bawah pohon taman kampus itu. Cinta sedang menulis di buku diary miliknya. Dia mengungkapkan perasaan yang dia rasakan saat ini setelah berada di luar negeri. Dia tak menyangka akan kuliah jauh dari keluarganya, apalagi bersama putranya yang masih bayi. Tapi Cinta tetap optimis untuk meraih gelar S1 nya. Dia harus menatap masa depan yang cerah untuk dirinya dan putranya. Baginya kebahagiaan putranya menjadi prioritas utamanya. Meskipun Rehan sudah tiada tapi cinta akan menjaga buah hatinya dengan sepenuh hati. Dia yakin suatu saat nanti akan bisa berkumpul bersama Rehan di tempat yang indah. Tak terasa air matanya menetes di pipi. Teringat kenangan saat bersama Rehan. Ingin rasanya masa itu kembali Tapi semua itu hanya tinggal kenangan.


"Kak Rehan Aku dan Aksa sekarang tinggal di luar negeri, aku menempuh pendidikan S1 di sini, doakan aku bisa melewati semuanya bersama Aksa, semoga kelak kita bisa berkumpul kembali hik....hik...."ucap Cinta.


"Andaisaja kau masih ada mungkin kau akan bahagia sekali melihat Aksa putra kita, dia tampan sepertimu hik...hik..."ucap Cinta.


"Semoga dia jadi anak yang sholeh dan pintar sepertimu. Aksa membuatku mampu melewati semuanya, dialah semangat hidupku sekarang, aku merindukanmu Kak Rehan hik...hik...."ucap Cinta.


Cinta menulis semua keluh kesahnya di dalam buku diary miliknya. Dari kejauhan terlihat Andra sedang memperhatikan Cinta yang menulis di buku diary-nya.


"Wanita itu kenapa menangis sambil menulis ya?" ucap Andra.


"Kalau dia sudah punya anak lalu di mana suaminya?"ucap Andra.


"Kenapa aku jadi mengurusi urusan orang"ucap Andra.


"Lebih baik aku kembali ke kelas"ucap Andra.


Andra meninggalkan tempat itu dia kembali ke kelasnya. Sementara cinta masih duduk di bawah pohon itu sambil menulis keluh kesahnya dalam diary miliknya.


***********


Sore itu zahfira pergi ke rumah tempat tinggal Raka dan Cinta. Dia membawa 1 keranjang buah untuk dibawa ke rumah mereka. Kebetulan kos-kosan tempat zahfira tinggal tidak jauh dari rumah Raka. Dia berjalan kaki menuju tempat tinggal Raka dan Cinta. Sampai di rumah itu Zhafira dipersilahkan masuk oleh Mbak Ida. Raka yang baru turun dari lantai atas menghampiri Zhafira yang sedang duduk di ruang tamu.


"Fira ayo naik ke lantai atas kebetulan kamar Cinta ada di lantai atas"ucap Raka.


"Oke"ucap Zhafira.

__ADS_1


Raka dan Zhafira naik ke lantai atas mereka berjalan menuju ke kamar cinta. Kemudian Raka membuka pintu kamar Cinta, mereka berdua masuk ke dalam kamar Cinta.


"Cinta ini Zhafira ingin bertemu denganmu"ucap Raka.


"Selamat sore Cinta"ucap Zhafira.


"Sore Zhafira"ucap Cinta.


"Kak Raka pergi keluar sebentar ya"ucap Raka.


"Oke"ucap Cinta.


Raka keluar dari kamar cinta. Sementara Zhafira melihat anaknya Cinta yang tidur di ranjang. Iya begitu senang melihat anaknya Cinta.


"Aksa ganteng banget"ucap Zhafira.


"Terimakasih Tante Zhafira"ucap Cinta.


"Anteng ya"ucap Zhafira.


"Alhamdulillah"ucap Cinta.


Cinta dan Zhafira terus berbincang mengenai kehamilan dsb. Setelah itu Zhafira memutuskan pulang, apakah mengantarkan Zhafira sampai kosannya. Zhafira senang bisa bertemu dengan Raka kembali.


***************


Satu bulan kemudian


Cinta berada di tepi pantai nama Raka dan Aksa. Dia membawa sebuah botol yang berisi surat. Cinta berharap surat itu mungkin bisa membuat hatinya sedikit lega, walaupun dia tahu surat itu tidak mungkin dibaca oleh Rehan. Tapi dengan cara itu dia bisa mengungkapkan rasa rindunya pada Rehan. Entah kapan dia bisa bertemu Rehan kembali. Hanya Allah yang tahu kapan waktu itu akan tiba.


"Kau yakin cinta akan membuang botol itu?"tanya Raka.


"Iya, biar rinduku terbawa bersama surat didalam botol ini"ucap Cinta.


"Kalau itu membuatmu senang aku tidak masalah"ucap Raka.


"Mungkin ini terlihat bodoh tapi ini bisa mengurangi rasa rinduku pada Kak Rehan"ucap Cinta.


"Aku tahu itu"ucap Raka.


"Setiap bulan aku akan membuang botol berisi surat seperti ini, semoga rinduku tersampaikan padanya"ucap Cinta.


"Aku akan menemanimu setiap bulan kesini"ucap Raka.


"Terimakasih Kak Raka"ucap Cinta.


Raka hanya mengangguk dengan ucapan Cinta.


Dia tahu betapa rindunya adiknya pada sosok Rehan. Tapi takdir berkata apa, mungkin ini sudah menjadi suratannya. Hanya doa yang selalu dipanjatkan kan agar adiknya selalu bahagia.


***************


Seorang lelaki paruh baya sedang melihat keadaan seorang pasien yang berbaring diranjang. Dia sedang berbincang dengan Dokter yang menanganinya.


"Bagaimana kondisi anak muda itu?"tanya Bos Alex.


"Cukup parah, dia mengalami cidera dikepalanya" ucap Dokter Jon.


"Aku ingin dia sembuh apapun caranya"ucap Bos Alex.


"Baik Bos Alex"ucap Dokter Jon.


"Aku berharap dia akan jadi pewarisku nantinya" ucap Bos Alex.


"Berarti anak muda ini bukan orang sembarangan"ucap Dokter Jon.


"Dia hebat dan kuat, aku membutuhkannya untuk menjadi orang ku"ucap Bos Alex.


"Bisnis kerajaan bawah milik Bos memang harus ada penerusnya"ucap Dokter John.

__ADS_1


Bos Alex hanya tersenyum dengan ucapan Dokter John. Dia memandang anak muda yang berbaring di ranjang itu.


__ADS_2