
Zara membantu Bi Surti dan Mba Ida memasak didapur. Sekarang Zara hanya setengah hari pergi ke cafe pusat miliknya. Cabang Cafe Cappucinnos miliknya sudah ada diberbagai kota di Negara A. Kini Zara memiliki banyak orang kepercayaan dicafenya jadi lebih santai dan memiliki waktu senggang dirumah untuk mengurus keluarga.
"Nya kok saya kurang suka dengan Pak Irwan dan Bu Meta. Setiap hari kerjanya cuma tidur, ngelayap dan makan doang, udah kaya raja halu disini. Apalagi Pak Irwan tiap hari pulangnya malam, kayanya mabuk juga Nya"ucap Bi Surti.
"Iya Nyonya, ayam saya aja sampai diciumin ma Pak Irwan disangkanya cewek cantik. Teler deh ayam saya Nya"ucap Mba Ida.
"Masih mending Mba Ida cuma ayamnya yang dicium, itu Pak Doyok malah dicium bibirnya sama Pak Irwan, mungkin dikiranya Bu Meta kali ya"ucap Bi Surti.
"Pak Irwan mabuk, apa nanti aku bicara hal ini pada Leo saja"batin Zara.
"Oya Bi, kita masak sup iga ya, Leo suka banget sama sup iga"ucap Zara mengalihkan pembicaraan.
"Tuan kalau makan sup iga paling favorit apalagi buatan Nyonya, kan dibuat pakai cinta"ucap Bi Surti.
"Gak berasa ya Nya, udah bertahun-tahun saya kerja disini, dari jaman saya masih gadis sampai dah nikah, Nyonya dan Tuan selalu romantis dan harmonis, jadi inspirasi buat saya Nya"ucap Mba Ida.
"Iya ya, waktu bergulir begitu cepat, rasanya baru kemarin masih SMA dengan Leo. Jadi kangen sekolah kami dulu, SMA Buana"ucap Zara.
"Nostalgian sama Tuan aja ke SMA Buana Nya, biar kangennya terobati"ucap Bi Surti.
"Betul juga ya Bi, besok deh mumpung Leo libur sekalian mengajak anak-anak jalan-jalan"ucap Zara.
"Bi Surti dan Mba Ida boleh ikut dak Nya, kita pengen jalan-jalan juga"ucap Bi Surti.
"Boleh, lagi pula dah lama kita gak jalan-jalan bareng. Kalau gak salah terakhir tiga bulan yang lalu"ucap Zara.
"Iya Nya, waktu kita keluar negeri ya Nya"ucap Mba Ida.
"Oya Nya, Mirna beneran gila sekarang ya?"tanya Bi Surti.
"Iya, dia dirawat dirumah sakit jiwa sekarang" ucap Zara.
"Inget dulu waktu dibawa ke rumah ini, Nyonya dan Tuan nolong dia eh malah anaknya Nyonya diambil gara-gara anaknya mati"ucap Bi Surti.
"Bibi benar saat itu........."ucap Zara menceritakan pertemuannya dengan Mirna.
Flash Back ON
Leo dan Zara pergi ke Toko Pelengkapan Bayi Dan Anak di Jalan Mawar. Saat itu Zara sedang mengandung 8 bulan. Leo sengaja mengosongkan jadwalnya untuk menemani Zara membeli perlengkapan bayi. Sampai ditoko itu Leo dan Zara memilih barang yang akan dibeli.
"Zara sayang baju bayinya lucu nih"ucap Leo.
"Iya Leo lucu, apalagi bayi kita kembar cowok cewek pasti lucu pakai baju yang warnanya sama dan temanya juga sama"ucap Zara.
"Nih baju pilot dan pramugari, lucu Zara. Modelnya juga sudah disesuaikan dengan baju bayi masa kini"ucap Leo menunjukkan baju bayi itu.
"Yang ini baju Dokter dan Perawat lucukan, anak kita pasti sangat menggemaskan saat memakainya nanti"ucap Zara.
"Kalau begitu kita beli semuanya biar gonta-ganti setiap harinya pasti lucu deh"ucap Leo.
"Boleh, tapi jangan kebanyakan juga Leo, anak kecil itukan cepet tumbuh kembangnya nanti mubadzir"ucap Zara.
"Oke sayang"ucap Leo.
Leo dan Zara membeli berbagai perlengkapan bayi. Setelah itu mereka keluar dari toko itu.
Saat mereka keluar dari toko itu, Leo dan Zara melihat seorang wanita hamil dikerumuni warga.
Leo dan Zara menghampiri kerumunan itu.
"Maaf Pak ada apa ya?"tanya Leo.
"Ini Mas, ibu hamil ini nyolong ditoko emas, bilangnya mau beli gak tahunya mau dibawa kabur"ucap Pak Sarimin.
Leo dan Zara melihat ke arah ibu hamil itu.
"Begini ya bapak-bapak semuanya, biar kerugiannya saya yang mengganti, mohon dimaafkan kesalahannya, kasihan ibu ini sedang hamil"ucap Leo.
"Baiklah"ucap Warga yang berkerumun.
Akhirnya Leo menyelesaikan permasalahan itu dengan pemilik toko emas secara baik-baik.
Warga yang berkerumun meninggalkan tempat itu. Lalu Leo dan Zara mengajak ibu hamil itu duduk dikursi dibawah pohon.
__ADS_1
"Makasih Mas mba, saya gak tahu harus gimana lagi kalau gak ada kalian"ucap Mirna.
"Sama-sama"ucap Leo dan Zara.
"Oya namanya siapa mba?"tanya Zara.
"Mirnasari, biasa dipanggil Mirna"ucap Mirna.
"Saya Zara dan suami saya Leo"ucap Zara.
Mirna tersenyum pada Leo dan Zara yang menolongnya.
"Oya kenapa Mba Mirna mencuri?"tanya Leo.
"Suami saya sudah meninggal saat usia kandungannya saya lima bulan karena kecelakaan, saya tidak punya uang lagi untuk sekedar makan dan tinggal, apalagi sebentar lagi saya melahirkan, saya tidak punya uang untuk biaya melahirkan ataupun untuk tempat tinggal dan makan kami kedepannya nanti hik....hik....."ucap Mirna
"Begini saja, Mba Mirna ikut kami pulang ke rumah"ucap Leo.
"Iya, mari ikut kami"ucap Zara.
"Terimakasih"ucap Mirna.
Leo dan Zara membawa Mirna pulang ke rumah mereka.
**********
Satu Bulan Kemudian
Zara dan Mirna sama-sama sedang mengandung 9 bulan. Selama satu bulan tinggal bersama Leo dan Zara, Mirna merasa bahagia. Dia merasa seperti tinggal bersama keluarganya sendiri. Tapi terbesit dipikirannya rasa iri pada Zara yang sedang mengandung tapi memiliki seorang suami yang baik hati dan siap siaga menemaninya. Mirna jadi teringat akan suaminya yang sudah meninggal. Dia begitu merindukan suaminya. Pagi itu dia melihat Leo menemani Zara jalan-jalan pagi dihalaman rumah mereka, Mirna melihat mereka dari atas balkon rumah itu.
"Zara sayang apa tidak berat untuk berjalan, perutmu sudah sangat besar?"tanya Leo.
"Berat Leo, tapi jalan pagi sehat untuk ibu hamil tua sepertiku"ucap Zara.
"Baby twins Papa sayang kalian, harus sehat ya didalam perut Mama, sebentar lagi kita akan bertemu"ucap Leo sambil mengelus perut Zara.
"Leo lihat tangannya kelihatan menonjol diperutku"ucap Zara menunjukkan pergerakan bayi didalam perut Zara.
"Mereka tahu sentuhan Papanya, jadi memberikan respon saat Papanya menyentuh dan bicara pada mereka"ucap Zara.
Leo berlutut didepan perut Zara dan menciumi perut Zara berkali-kali.
Cup
Cup
Cup
"Papa sayang kalian, kami selalu menantikan kehadiran kalian, kalian adalah buah cinta Papa dan Mama, I Love You Baby Twins"ucap Leo.
"I Love You Too Papa"ucap Zara.
Leo berdiri dan mencium Zara sambil memegang perut Zara.
"Mereka romantis sekali, seandainya hidupku seperti mereka"ucap Mirna.
"Leo tampan, kaya dan baik hati, seandainya dia mau berbagi hati denganku, aku mau jadi wanita kedua dihidupnya"ucap Mirna.
Mirna menyimpan hati pada Leo karena merasa Leo lelaki yang baik untuknya. Kebaikan Leo pada Mirna membuat Mirna lama-lama jatuh hati padanya.
Hingga pada suatu hari Mirna menemui Leo diruang kerjanya.
"Mirna ada apa kesini?"tanya Leo.
"Leo terimakasih atas semua kebaikanmu padaku selama ini"ucap Mirna.
"Sama-sama, oya Mirna, aku dan Zara sudah membelikanmu sebuah rumah untuk tempat tinggalmu dengan anakmu nanti, soal kebutuhan sehari-hari kalian nanti aku akan memberimu modal untuk membuka usaha"ucap Leo.
"Aku tidak mau semua itu"ucap Mirna.
"Apa masih ada yang kurang?"tanya Leo.
"Bukan itu, tapi Leo aku........aku ingin jadi istrimu" ucap Mirna.
__ADS_1
"Apa?.......menjadi istriku? maaf Mirna aku tidak bisa menjadikanmu istriku, sampai maut menjemput, Zara tetap satu-satunya istriku"ucap Leo.
"Kenapa? apa kurangnya aku dari Zara? bahkan aku rela menjadi yang kedua jadi kau tak perlu menceraikan Zara"ucap Mirna.
"Mirna, aku dan Zara sudah berusaha baik padamu, jadi jangan melampaui batasanmu dan tolong jaga sikapmu"ucap Leo dengan suara yang marah.
"Kau jahat Leo......"ucap Mirna.
Mirna berlari keluar dari ruang kerja Leo, dia hendak menuruni tangga tapi malah terpeleset dari atas tangga hingga ke lantai bawah.
Bluuuuuuug................
Suara tubuh Mirna yang jatuh dilantai bawah tangga.
"Aw.............sakit.....aw.........."ucap Mirna.
"Mirna....."ucap Leo dari atas tangga.
"Ada apa Leo?"tanya Zara yang menghampirinya.
"Mirna jatuh"ucap Leo.
Zara melihat ke lantai dasar dari lantai atas.
"Leo.....ayo kita tolong Mirna"ucap Zara.
"Iya Zara sayang"ucap Leo.
Leo dan Zara menolong Mirna yang terjatuh dari tangga.
"Aw........perutku sakit banget......sakit....."ucap Mirna.
Bi Surti dan Mba Ida menghampiri Leo dan Zara yang sedang menolong Mirna.
"Den Leo, Mirna pendarahan, harus segera dibawa ke rumah sakit"ucap Bi Surti.
Tiba-tiba Zara mengalami kontraksi.
"Leo perutku tiba-tiba mules"ucap Zara.
"Aduh Non Zara mau ngelahirin kayanya"ucap Mba Ida.
Leo langsung membopong Zara membawa keluar dari rumah. Bi Surti dan Mba Ida memapah Mirna keluar dari rumah itu. Leo mengendarai mobilnya menuju rumah sakit. Sementara Bi Surti dan Mba Ida menemani Mirna dimobil yang berbeda.
"Leo perutku semakin sakit...."ucap Zara.
"Sabar ya Zara sayang secepatnya kita sampai rumah sakit"ucap Leo.
"Leo sakit.....sakit......aw.....semakin mules Leo....."ucap Zara sambil memegangi perutnya.
"I Love You"ucap Leo.
"Leo.....jangan bilang seperti itu"ucap Zara.
"Iya sayang sebentar lagi sampai ya"ucap Leo.
Sampai di lobi rumah sakit Leo langsung membopong Zara menuju ke dalam rumah sakit. Zara dibawa ke ruang bersalin oleh perawat. Leo terus menemaninya. Tak lama Dokter kandungan memasuki ruang bersalin. Zara mulai dipandu Dokter kandungan.
"Tarik nafas buang perlahan ya bu"ucap Dokter kandungan itu.
Zara mengikuti arahan dari Dokter kandungan itu. Leo terus berada disisi Zara memegang tangannya. Zara terus mengedan setelah pembukaan ke sepuluh. Leo terus mencium kening Zara dan memengang tangannya. Tak lama suara bayi itu terdengar.
"Uweeeek........uweeeek........uweeeek......."suara bayi laki-laki yang baru saja terlahir.
Dokter mengangkat bayi itu dan memberikan pada perawat. Kemudian dia kembali memandu Zara untuk bayi keduanya. Zara mengikuti arahan Dokter, tak lama bayi keduanya lahir.
"Uweeek.......uweeek........uweeek......"suara bayi perempuan yang baru lahir.
Dokter mengangkat bayi perempuan itu dan memberikan pada perawat.
Setelah Zara dan kedua bayinya dibersihkan barulah Zara menyusui kedua bayinya.
.
__ADS_1