
Raka mengantar Cinta ke asramanya dengan naik bus. Dia terlihat dingin dan kesal. Cinta duduk dikursi sementara Raka berdiri didepannya menjaga Cinta.
"Raka, aku mau beli makan dulu, apa kau mau makan juga?"tanya Cinta.
Raka yang tadinya kesal menurunkan amarahnya.
"Aku lapar, kau harus mentraktirku"ucap Raka.
"Gimana kalau makan baso ceker ayam"ucap Cinta.
"Boleh"ucap Raka.
Bus itu berhenti dihalte bus, Raka turun duluan dan membantu Cinta turun dari bus. Tapi karena kaki Cinta terkilir, Cinta menjatuhi Raka.
"A............."ucap Cinta langsung terjatuh ke tubuh Raka.
Raka terjatuh ditepi jalan dengan posisi berbaring sementara Cinta diatasnya. Dia terus memandangi wajah Cinta.
"Raka maaf"ucap Cinta.
"Diamlah, ada sesuatu dimatamu"ucap Raka.
"Apa?"tanya Cinta.
Raka mengambil bulu mata yang terlepas dipelupuk mata Cinta.
"Jantungku berdebar tak karuan"batin Raka.
"Bulu matamu terlepas"ucap Raka.
"Ooo........"ucap Cinta.
Cinta langsung bangun kemudian Raja juga bangun.
"Cinta ayo"ucap Raka.
"Iya"ucap Cinta.
Raka dan Cinta makan disebuah kedai bakso ceker. Cinta membeli mie ayam bakso ceker dan Raka bakso spesial.
"Ee.......pedes Cinta"ucap Raka.
"Kau menaruh sambalnya banyak, pasti pedas. Mau cobain punyaku tidak pedas"ucap Cinta.
"Boleh, mana"ucap Raka.
Cinta menyodorkan mangkuknya pada Raka.
"Em....enak, mie ayamnya lebih enak"ucap Raka.
"Kau suka mie ayamnya, habiskan"ucap Cinta.
Raka menarik tangan Cinta dan memberinya garpu.
"Ayo makan barengan"ucap Raka.
__ADS_1
Cinta mengangguk, mereka menghabiskan mie ayam itu bersama.
Diseberang jalan, Raja sedang makan bakso bersama Marina.
"Kekasihku no 47 ayo makan basonya"ucap Raja pada Marina.
"Em...em....ayo Marina makan baso enak lo"ucap Mamat.
Mamat bertubuh gempal dan doyan makan. Raja biasanya berbagi suka dan duka bersama Mamat. Sebagai teman sejatinya Mamat selalu ada disetiap Raja makan tapi ngabur kalau disuruh ngurusin pacar Raja yang seabreg bingung ngatur jadwal ketemuannya. Ujung-ujungnya Mamat selalu jadi umpannya.
"Menurut ramalan kalian akan makan hama"ucap Marina.
"Ja, Marina udah ngeramal, mana gue udah abis bermangkok-mangkok, mati gak gue setelahnya" ucap Mamat.
"Tenang Mat, kalau lo mati gue yang bayarin baso lo, jadi dialam kubur lo gak usah ngitungin utang lo"ucap Raja.
"Bukan itu, kira-kira malaikat maut nelpon gue dulu gak ya sebelum nyabut nyawa gue?"tanya Mamat.
"Ooo......dia bakal chatingan dulu sama lo sebelum narik nyawa lo, jadi lo bisa pesen dulu nisan yang bagus, kain kafan yang keren, ma keranda yang diukir"ucap Raja.
"Terus malaikat maut mukanya serem gak?"tanya Mamat.
"Lo bilang aja ke malaikat mau minta ganti kostum jadi spiderman atau captain america jadi gak nakutin lo tapi justru bikin lo semangat mau mati"ucap Raja.
"Bisa gak gue kurus dulu sebelum mati?"tanya Mamat.
"Bisa, lo ikut program diet seratus hari sebelum mati, gue yakin lo kurus sebelum jadi almarhum"ucap Raja.
"Raja lo abis gak tuh baksonya gue masih nampung"ucap Mamat.
"Ja kok baso gue ada buntut tikusnya"ucap Mamat.
"Iya ya punya gue malah ada kaki tikusnya"ucap Raja.
"Jadi dari tadi gue makan tikus bermangkuk-mangkuk dong"ucap Mamat.
"Udah masuk perut doain aja tikusnya tenang dialam perut lo, gak gentayangan dimangkuk minta dimakan"ucap Raja.
"Geli juga perut gue rasanya mau goyang, apa tikusnya gelar pentas diperut gue"ucap Mamat.
"Itulah akibatnya lo makan tikus berdasi, jadinya ngantor diperut lo"ucap Raja.
"Lha punya lo anteng aja Ja, tikus jenis apa yang ada diperut lo?"tanya Mamat.
"Tikus malas kerja, jadi tiduran doang bisanya" ucap Raja.
"Paling gak gue punya pengalaman makan tikus, enak juga ya, cuma geli doang nyisa buntutnya"ucap Mamat.
"Udah besok kita buka warung aneka camilan tikus, jadi gampang nyari bahan dasarnya gak perlu beli lagi, tinggal nyomot digot"ucap Raja.
"Kita jadi pebisnis aneka camilan tikus yang gurih dan renyah"ucap Mamat.
"Minum dulu deh kalau gitu gue"ucap Raja.
"Ja minuman lo disemutin tuh"ucap Mamat.
__ADS_1
"Tenang, semut ini toping spesial diminuman ini, jarangkan ada topingnya semut"ucap Raja.
"Kalau gitu besok beli minuman toping lalet atau ulet, jadi viral deh, kaya kita"ucap Mamat.
"Udah ah Mat bercandanya gue geli dari tadi ngebayangi diperut gendut lo isinya tikus"ucap Raja.
"Lha dari tadi lo juga makan tikus kali"ucap Mamat.
"Ayo pulang sebelum kalian pingsan"ucap Marina.
"Ja bawa bini serem lo itu pulang, ngilu gue ngeliatnya. Apalagi gagaknya suka nyolongin makanan gue"ucap Mamat.
"Oke gue petiin dulu Marina tar gigit leher lo kan bahaya"ucap Raja.
"Jadi vampir gendut dong gue"ucap Mamat.
"Tar lo ngisep darah kuda nil aja, nggak kenyang kalau cuma darah manusia"ucap Raja.
"Parah lo Ja, rencananya sih gue ngisep darah gajah"ucap Mamat.
"Alot dong, tar taring lo nyelip gak bisa lepas tuh"ucap Raja.
"Gampang tar gue pakai taring nenek gue"ucap Mamat.
"Itu mah cuma bisa ngisep tikus dong"ucap Raja.
"Tikus lagi"ucap Mamat.
Raja dan Marina keluar dari kedai baso itu. Tak lama Mamat tepat dimeja karena kekenyangan.
Setelah makan bakso bersama. Raka mengantarkan Cinta sampai didalam asramanya. Dia tidak ingin Cinta diganggu pria asing itu lagi. Raka yakin pria asing itu berbahaya untuk Cinta. Dia tidak mau Cinta jadi korban dari pria asing ith.
"Raka makasih ya, dah dianter sampai asramaku" ucap Cinta pada Raka.
"Aku harus memastikanmu selamat, itu sebabnya aku mengantarmu pulang"ucap Raka.
"Kalau begitu aku naik ke atas dulu ya"ucap Cinta.
"Cinta........"ucap Raka.
"Ada apa Raka?"tanya Cinta.
"Besok kita berangkat barengan ya"ucap Raka.
"Oke, aku tunggu jam 6.30 pagi ya, jangan terlambat"ucap Cinta.
"Beres"ucap Raka.
Setelah selesai berbincang dengan Raka, Cinta naik ke lantai atas kamar asramanya.
"Kok Reni belum pulang ya, apa dia pulang ke kota asalnya"ucap Cinta.
"Sepi juga kalau gak ada Reni, biasanya dia suka mengajakku bicara ini itu, gak ada Reni rasanya seperti ada yang kurang"ucap Cinta.
Cinta terus memikirkan Reni teman berbagi suka duka bersamanya. Dia membereskan baju-baju yang sudah digosoknya, lalu mencuci baju pelanggan yang kotor dan menjemurnya. Setelah itu Cinta pergi mengantar baju-baju yang sudah dipacking itu.
__ADS_1