
setelah perut ini terisi masakan simbok darmi, kita melanjutkan perjalanan ke gerbang sekolahan. Waktu itu suasana sangat sepi dan dan hanya ada beberapa kelas belajar olahraga di luar ruangan serta yang lainnya di dalam kelas dengan jendela tertutup gorden.
"Rehan, Randi. Kamu berdua sini dulu" Panggil pak Samad pembina Osis sekaligus guru penjas ini yang melihat kami lewat di depan kelas.
"iya pak" jawab rehan sambil menghampiri pak Samad. setelah sampai kami mencium tangan pak samad dilanjutkan dengan obrolan seputar kabar, kuliah hingga pembahasan program osis termasuk acara pelantikan osis yang rencananya akan mengundang Rehan sebagai pembicara pada pelatihan osis setelah pelantikan. Tak terasa obrolan kami sudah 2 jam berlalu hingga bel istirahat pukul 10.10 ini berbunyi. Sementara nasi yang randi pesan itu telah dititipkan ke salah satu murid pak samad untuk diberikan ke pak Totok dan pak Jarot penjaga gerbang. Tak lupa keduanya menyampaikan terimakasih agar disampaikan ke randi yang ternyata candaan pak totok ini diseriusi oleh si randi.
"ya sudah, bapak mau makan dulu di kantin mbok darmi. Kalian sudah makan atau belum, kalau belum bapak traktir ni" pak samad mengakhiri pembicaraan dan menawari kami makan di kantin mbok darmi
"kami sudah makan pak, terimakasih pak." jawab rehan
"ya sudah kalau gitu, rehan jangan lupa ya tanggal 17 sabtu depan. seharian kita kosong karena akan ada pelantikan ketua dewan pramuka dan ketua organisasi keagamaan bersamaan" pinta pak samad sembari mengingatkan acara pelantikan kepada rehan.
merekapun melanjutkan perjalanan ke gerbang sekolahan dan seperti biasa, mereka harus melewati kelas XA dahulu sebelum sampai ke gedung-gedung lainnya lalu ke gerbang.
"kak, saya minta maaf yang tadi kak" tiba-tiba seorang wanita yang tadi menabrak Randi menghampiri mereka dari belakang untuk meminta maaf.
"(aku menoleh). iya gak apa-apa" jawabku sambil sedikit senyum.
__ADS_1
"(mengingat-ingat seperti kenal) loh inikan kak randi ya" jawab perempuan itu yang mengingat aku tapi aku tak mengenalnya.
"iya, kamu siapa ya" tanyaku penasaran. Sementara rehan yang masih menunggu di sampingku ini juga keheranan tapi dia diam saja.
"saya asiyah kak, anak pak cokro. masak kakak lupa sama iis" jawabnya memberi tahu jika dirinya adalah aisyah anak pak cokro sahabat dekat ayahnya itu. Maklum saja jika Randi lupa dengan wajah aisyah, karena mereka terakhir bertemu saat kelas 2 SD sebelum ayahnya pindah ke luar negeri untuk bertugas sebagai pasukan perdamaian disana selama 7 tahun. aisyah yang saat itu masih kecil harus pindah sekolah dan tinggal berasama ibu dan neneknya. Kini mereka telah kembali ke rumah lama mereka karena ayahnya yang memutuskan untuk berhenti menjadi pasukan perdamaian di negara lain dan kembali ke negaranya meskipun hanya ditugaskan di kotanya. Saat ini aisyah kecil telah menjadi lebih cantik dan manis dari sebelumnya, itulah yang membuat Randi sampai tak mengenali aisyah atau iis ini.
"oh kamu iis, kakak sampai lupa sama kamu. Kamu sekolah disini juga ya? tanyaku yang sudah ingat dengan iis
"iya kak, itu kak rehan ya kak?" tanya iis malu-malu sambil menunjuk rehan yang kali ini diajak ngobrol oleh ketua kelas X yang kenal dengan rehan karena foto rehan masih terpampang di ruang osis berjejer dengan ketua osis sebelumnya.
"kok kamu tau. Oh iya dia rehan setya budi anak tante Suci yang sejak dulu jadi kepala sekolah disini" jawabku memperkenalkan saudara laki-lakiku ini.
"oo, dari situ kamu tahunya si rehan". jawabku mengakhiri rasa penasaranku
"kakak dari dulu gaya rambutnya masih sama kayak gitu" timpal iis yang memperhatikan gaya rambutku yang tak pernah kurubah. Gaya rambut ini dulu sewaktu masih sering bermain bersama iis, dialah yang menyisiriku dengan model ini. Iis senang melihatku dengan model rambut seperti ini yang terlihat rapi dan cocok untukku sehingga aku tak pernah merubah gaya rambut sejak kelas 3 SD.
"enggak, aku suka aja gaya rambut yang kamu buat dulu. Mama dan Papa juga suka gaya rambut ini jadi gak pernah kurubah ke lain gaya. Terlebih karna gaya rambut ini udah buat kakak ditaksir banyak wanita waktu smp dan sma disini" jawabku dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
"wah, kakak dari dulu ke pdan terus. Tapi iya juga sih, pasti kakak dulu waktu smp banyak ceweknya apalagi kan kakak ganteng, perhatian, tapi cuek" timpat iis meledekku sambil memuji lalu menjatuhkanku.
"enggak juga sih, malah kakak sampai sekarang belum pernah pacaran. Entah kenapa walaupun banyak cewek yang naksir sama kakak, satu pun gak ada yang kecantol di hati kakak" jawabku ke iis yang entah kenapa kulihat dia agak berbeda setelah melihat jawabanku yang ini.
"ah masak, apa karena om budi galak ya kakak gak berani pacaran" ledek iis ke aku karena memang ayahku itu sedikit galak ke anak-anaknya jika ada kaitkan asmara. Ayahku tak ingin anak-anaknya menjalin hubungan dengan lawan jenisnya secara berlebihan termasuk pacaran karena bisa menimbulkan penyimpangan norma-norma kehidupan.
"ah kamu is, emang akunya aja yang cuek is. Terlebih waktu sekolah disini, jika waktu itu banyak yang tahu kalau ayahku pemilik yayasan sekolah ini pasti makin banyak yang ngejar-ngejar aku is. Untung mamanya rehan dan operator disini tidak memasukkan nama suhendra di namaku waktu itu" jawabku menerangkan kejadian waktu masih sekolah di sekolah ini.
"loh, terus kakak gimana caranya sekolah disini 3 tahun tanpa guru-guru tahu kalo kakak anak om budi suhendra" iis mulai penasaran dengan jawabanku barusan.
"waktu itu ayah menyuruh bagian operator untuk memasukkan namaku Randi aja, baik di absen maupun di raport dan juga setiap pengambilan raport ayah selalu menyuruh pak amat ketua operator sekolah untuk mengambil raport. Ketahuan pun saat perpisahan sekolah, waktu itu kakak dipanggil sebagai salah satu siswa berprestasi nomor 2 dari 10 siswa yang dipanggil. Karena waktu itu juga ayah hadir untuk memberikan 2 mobil bus sekolah untuk murid dan 3 unit sepeda motor untuk beberapa guru baru yang akan mengajar disini. Ayah juga tidah tahu kalo kakak ini dapet penghargaan siswa berprestasi, untuk yang nomor 1 tu si rehan" jawabku menerangkan kembali kejadian beberapa bulan lalu dengan sedikit ketus ke rehan karena telah berhasil mengalahkanku waktu itu.
"terus, sekarang kakak lanjut dimana?" tanya iis kembali yang terlihat sangat menyimak jawabanku tadi
"kakak di universitas A, gak jauhlah dari sini sama dengan kak rehan" jawabku singkat ke ke iis
"ooo,, ya sudah ya kak, 5 menit lagi iis masuk pelajaran penjas jadi mau ganti pakaian olahraga dulu" jawab iis memotong pembicaraannya.
__ADS_1
rehan yang terlihat sudah selesai dengan dayat ini langsung menghampiriku dan mengajakku untuk pulang. Kami pun melanjutkan perjalanan pulang kerumah masing-masing.