ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
eps 7


__ADS_3

"Randi. Kamu, ica dan rangga pulang duluan ya. Papa sama mama menginap di sini dulu malam ini. Besok pagi sebelum kesini, kamu ke rumah rehan ambil berkas papa" pinta pak budi ke randi, aisyah dan rangga sambil meminta randi untuk mengambil berkas kebutuhan sekolah untuk tahun pelajaran berikutnya.


"iya pa, tapi randi" jawab randi mengerti perintah ayahnya dan dilanjutkan dengan sedikit kode karena randi tak biasa tidur dirumah sendirian itu.


"ica, rangga, kamu tidur dirumah om ya. Randi takut tidur dirumah sendirian" pinta pak budi kepada ica dan rangga sambil memberitahu jika randi tidak berani tidur sendirian dirumah.


"baik om" jawab rangga


"nanti ica bisa pakai kamar mbak meta dan rangga pakai kamar mas riko kalau nggak sama randi" pinta pak budi ke aisyah dan rangga karena kedua kamar itu bersebelahan dengan kamar rang ada di tengah-tengah anatara kedua kamar itu.


"oke om" jawab aisyah singkat sambil mengangkat tangannya setengah badan dan jarinya menempelkan ibu jari dengan telunjuknya menghadap pak budi.


Beberapa menit kemudian mereka meninggalkan rumah sakit tempat ayahnya aisyah dirawat, randi yang sedikit mengantuk ini tidak berani membawa mobil dan meminta tolong kepada rangga untuk menggantikannya sementara aisyah langsung duduk di kursi belakang sopir yang langsung di ikuti randi duduk di sebelahnya.


"Randi, mas agak lupa rumah kamu. Kamu tunjukin mas ya" pinta rangga karena sudah beberapa tahun tak berkunjung ke rumah randi


"iya mas, kita ke rumah bibi mirna dulu ya mas setelah itu ke restoran AX dulu ya mas" pintaku karena ingin sekalian ambil berkas tempat bibi mirna dan ke restauran ayah untuk memesan catering yang akan kubawa ke rumah sakit besok.


"kita kan sudah makan, nanti kekenyangan susah tidur gimana?" tanya mas rangga sambil bercanda ke randi.


"bukan untuk makan kok mas, randi mau pesen besok minta dibuatin catering dan di anterin ke rumah sakit mas. Skalian mau ambil snack buat begadang nonton liga inggris nanti malam mas" jawabku memberitahu ke mas rangga


"boleh juga itu, memangnya siapa yang main nanti malam ran?" jawab mas rangga penasaran.


"ada manchester united lawan manchester city mas" kayaknya seru kalau duel satu kota nanti malam mas.


"wah, mas ikutan ya. Mas kan fans MU, tapi mas jarang nonton bola, mas lebih suka lihat reviewnya karena mas gak biasa begadang sampai pagi" jawab rangga ke randi


"tenang mas, kita siapkan kopi nanti mas. Oh iya mas, simpang depan itu belok kiri ya, setelah angkiran itu mas" jawabku sambil memberitahu simpang rumah bibi mirna


"simpang yang ini ya?" tanya mas rangga


"iya mas, rumahnya yang kanan itu mas, depan tulisan ketua RT" tunjuk ku kearah rumah bi mirna kepada mas rangga


"mas tunggu diluar aja ya?" tanya mas rangga

__ADS_1


"masukin aja mas, nanti pak satpam tau kok plat mobil ayah" jawabku memberitahu ke mas rangga


(beberapa saat kemudian)


"mas tunggu bentar ya, randi masuk dulu" pintaku kepada mas rangga untuk menunggu sebentar di mobil.


"iya" jawab mas rangga meng iya kan


Randi pun segera menuju ke dalam rumah bi mirna kepala sekolah milik ayahnya itu. Tidak butuh waktu lama, randi pun langsung ke mobil kembali.


"yuk mas, jalan". pintaku untuk meneruskan perjalanan yang direspon langsung oleh rangga dengan melajukan mobilnya


"itu map apaan kak? tanya aisyah penasaran


"oh, ini map proposal sekolahan. Biasanya ayah setiap akhir semester selalu meminta ke pihak sekolahan tentang kebutuhan sekolahan selama satu semester kedepan dan dirapatkan sehari sebelum pengambilan raport. Tapi ayah jarang datang kalau bahas masalah itu, ayah selalu mempercayakan ke sekretarisnya". jawabku menerangkan isi map yang papa pinta untuk dibaca sebelum memutuskan apa saja kebutuhan sekolah yang terdesak dan sangat dibutuhkan untuk dibeli.


"wah, keren om budi ran. Gak heran kalau sekolahan itu menjadi salah satu unggulan di provinsi ini. Sudah gitu 10 lulusan terbaik di sekolah itu diberi beasiswa kuliah sampai tamat" potong rangga sambil memuji pak budi


"ah mas rangga berlebihan, gimanapun kan ayah yang punya yayasan mas dan sudah menjadi kewajiban ayah untuk itu mas" jawab randi sedikit merendah


"Is, kamu temani kakak bentar yuk" pintaku ke iis


"ayuk kak, tapi jangan lama-lama ya kasian kak rangga sendirian di mobil" jawab aisyah menerima ajakam randi


"iya, amanlah gak lama kok. Mas, ada yang di titip gak mas? jawabku ke iis sambil bertanya ke mas rangga.


"mas titip A, B, C, D ya" jawab rangga sambil mengeluarkan uang 100ribuan dari dompetnya


"gak usah mas, pakai punya randi aja mas" jawab randi sambil menuju ke restauran AX yang di sebelahnya juga berdempetan dengan toko jajanan ini.


"Is, kamu ke toko dulu ya sambil cariin pesanan mas rangga, kakak ke sana dulu" pintaku ke iis sambil menunjuk ke arah dapur tempat masak.


"selamat malam mbak, ada yang bisa saya bantu" sapa seorang kasir yang bernama riski putra ini.


"makasih mas" jawab iis sambil memberikan senyuman ke kasir tersebut.

__ADS_1


beberapa menit kemudian pun randi langsung masuk ke toko sebelah restauran tersebut dan memilih snakc yang akan di makan waktu nonton bola nanti. Setelah randi selesai langsung menuju ke kasir kembali untuk berbincang-bincang dan iis yang melihatnya seolah heran keduanya tampak sangat akrab.


"kak, ini sudah semuanya" sandar iis memotong obrolan mereka


"pacarnya ya mas" tanya putra sambil sedikit senyum ini sambil memasukkan belanjaan iis ke kantong jajanan.


"bukan, ini iis anak om cokro sahabat ayah dari kecil" jawabku ke putra kasir yang bekerja di toko ayah sebelah restauran ini sementara iis sedikit heran karena belanjaannya tak di hitung di mesin kasir.


"Ooo... gitu, saya kira tadi pacarnya" jawab putra. keduanya memang sudah sangat akrab, meskipun randi anak dari pemilik toko itu tapi sejak awal randi telah meminta kepada semua pegawai toko dan restaurant milik ayahnya itu untuk bersikap biasa saja dengannya.


"kita pulang dulu ya mas" jawabku kepada mas putra


"loh, mas.? dari tadi kok belanjaannya langsung dimasukin gak di hitung dulu total belanjaannya?"tanya iis kepada kasir itu karena sejak tadi heran belanjaan randi dan dia tidak dihitung di mesin kasih.


"loh, mbaknya belum tahu to. Ayah mas randi ini pemilik toko sama restoran ini mbak, Pak budi waktu pertama mengajak mas randi kesini sudah berpesan kalau anaknya mau ambil jajan tinggal ambil aja, tapi mas randinya baru 2x ini kesini" jawab putra menghilangkan sedikit rasa penasaran aisyah


"ya sudah, kita pulang dulu ya. jangan lupa catering untuk di rumah sakit" potongku sambil mengambil 2 kantong sedang belanjaan snack.


"siap mas" jawab putra sambil senyum


aisyah yang masih penasaran pun kembali bertanya ke randi masalah barusan.


"kak, jadi om budi yang punya restoran ini ya?"tanya iis ke randi


"iya, belum lama sih, sekitar 4 tahunan"jawabku kepada iis


"pantesan aja iis gak tau, kapan-kapan kesini lagi yuk kak traktir iis makan" jawab iis mengakhiri rasa penasarannya sambil bercanda kepada randi.


"kalau mau tanggal 29 besok kesini aja, sebelum mereka libur dan masuk lagi tanggal 3 bulan depan ayah selalu buat acara makan-makan disini" jawabku mengajak iis untuk ikut acara akhir tahun bersama karyawan restoran AX dan BX milik ayah.


"boleh, tapi jemput ya sekalian izin sama ayah iis" jawab iis


"iya deh, tapi pakai motor" jawabku ke iis kembali


"gak masalah, yang penting di jemput" jawab iis singkat.

__ADS_1


mereka pun sampai ke mobil dan melanjutkan perjalanan menuju rumah randi. Meskipun pada awalnya rangga sempat akan memberi uang ke randi namu ditolak randi, iis pun memberitahu jika restoran dan toko itu milik pak budi ayahnya randi.


__ADS_2