
Flash Back On
Alex berdiri diatas kapal sambil melihat lautan yang luas. Dia menikmati indahnya sore hari itu.
Anak buahnya yang bernama Keren menghadapnya. Dia menyampaikan misi yang sudah dijalankannya bersama timnya.
"Yang Mulia, aku sudah menemukan dimana keberadaan Black Killer"ucap Keren.
"Benarkah?"tanya Alex.
"Iya Yang Mulia"ucap Keren.
"Dari pertama aku melihatnya di Markas Gelap 7 tahun lalu, aku sudah tertarik dengannya. Aku ingin menjadikannya penggantiku"ucap Alex.
"Baik Yang Mulia"ucap Keren.
"Bawa dia padaku hidup-hidup"ucap Alex.
"Oke"ucap Keren.
Keren meninggalkan tempat itu. Dia harus menjalankan perintah dari Alex.
************
Rehan terluka parah didalam sel. Dia berbaring dilantai sambil kesakitan. Sudah berhari-hari lukanya infeksi. Selain itu Eden memberinya makan sehari sekali itupun hanya nasi saja.
Rehan tidak memiliki kekuatan dan lemah. Penglihatannya sedikit kabur, dia takut akan mati sebelum bertemu Cinta.
"Gadis kecil aku rindu....hik....hik......"ucap Rehan menangis.
"Apa kita masih bisa bertemu hik...hik...."ucap Renan.
"Aku takut tidak mampu bertahan lagi gadis kecil hik....hik....."ucap Rehan.
Rehan tertidur dalam kondisinya yang lemah.
Dia bermimpi bertemu Cinta. Rehan mengenakan pakaian putih berada disebuah padang rumput dia melihat Cinta mengenakan baju putih sambil menggendong bayi ditangannya.
"Cinta......."ucap Rehan berlari ke arah Cinta.
"Kak Rehan......"ucap Cinta berlari menghampiri Rehan.
Tapi semakin mereka berlari jarak itu semakin jauh dan jauh. Rehan berteriak memanggil Cinta tapi tak bisa menghampirinya bahkan semakin tambah jauh dan menghilang lalu benar-benar hilang. Rehan menangis melihat Cinta menghilang.
"Gadis kecil.........."teriak Rehan.
Rehan terbangun, tubuhnya disiram dengan air dingin. Dia kedinginan sekaligus perih karena lukanya terkena air yang bercampur garam.
"Sakit?"tanya Eden.
"Tidak, aku masih bisa melawanmu"ucap Rehan.
"Oya, lihat kau kesakitan dan kedinginan. Luka diluar ini sama dengan luka didalam hatimu"ucap Eden.
"Berapa lama kau akan mengurungku seperti ini?"tanya Rehan.
"Sampai kau pergi dengan penasaran"ucap Eden.
__ADS_1
"Terimakasih atas siksaan terbaikmu"ucap Rehan.
"Teruslah menderita agar aku tertawa"ucap Eden.
".........."Rehan terdiam.
"Ha....ha.....ha...."Eden tertawa lepas.
Rehan berusaha bangun dan menubruk tubuh Eden hingga terjatuh.
Bluuuug.........
Eden terjatuh dilantai sel itu. Rehan berjalan perlahan keluar sel. Dia mengunci Eden didalam sel itu. Meskipun lukanya menyakitkan untuknya Rehan berusaha keluar sekuat tenaga. Dia begitu merindukan Cinta. Dia ingin segera melihatnya.
Sampai diruangan atas Rehan harus melawan anak buah Eden dengan tenaga yang tersisa. Rehan kesulitan melawan mereka. Dia berusaha melarikan diri, dia keluar dari rumah itu. Dia berlari meskipun kesakitan. Anak buah Eden mengejarnya hingga dia tertabrak mobil didepannya. Rehan terpental hingga terjatuh diaspal dengan keras.
Dug......Bluuuug...........
Seseorang keluar dari mobil itu. Dia melihat Rehan yang sudah tidak sadarkan diri dengan kepalanya yang sudah berdarah akibat benturan dengan aspal jalan.
"Tak perlu dicari, dia sudah datang sendiri"ucap Keren.
Anak buah Eden menghampiri Rehan dan Keren.
"Kemarikan buruan kami"ucap Anak buah Eden.
"Enak saja, jika ini hukum rimba mari kita selesaikan dengan cara kita sendiri"ucap Keren.
Anak buah Alex keluar dari mobil itu. Mereka bergabung dengan Keren untu menghadapi anak buah Eden.
"Serang....."ucap Anak buah Eden.
Dua kubu itu salong bertarung satu sama lain. Hingga anak buah Eden babak belur. Mereka berlari dari tempat itu.
"Ternyata mereka hanya anak buah kelas teri" ucap Keren.
Keren meminta anak buahnya membopong Rehan masuk ke dalam mobil.
"Masukkan dia ke dalam mobil"ucap Keren.
"Baik ketua"ucap Anak buah Alex.
Rehan dibawa masuk ke dalam mobil itu. Kemudian Keren membawa Rehan ke Pulau Hitam. Rehan langsung ditangani Dokter kepercayaan Alex. Dia berbaring diranjang ruangan perawatan itu. Keren kembali menghadap Alex yang sedang melihat kondisi Rehan.
"Bukan sudah ku bilang bawa dia padaku hidup-hidup"ucap Alex.
"Iya Bos tapi aku menemukannya sudah dalam kondisi seperti ini"ucap Keren.
"Jika dia mati, kau tanggung akibatnya"ucap Alex.
"Baik Yang Mulia"ucap Keren.
Tiga Bulan Kemudian
Alex melihat kondisi Rehan yang sedang koma setelah operasi. Dia berbaring diranjang ruang perawatan itu.
"Bangunlah, aku ingin kau jadi penerusku Black Killer"ucap Alex.
__ADS_1
Tangan Rehan bergerak, dia sadarkan diri. Matanya melihat ke sekeliling ruangan itu. Dia juga melihat ke arah Alex dengan tatapan yang kosong.
"Siapa kau?"tanya Rehan.
"Aku ayah angkatmu, kau sendiri siapa namamu?" tanya Alex.
"Aku......aku......aku tidak bisa mengingat apapun" ucap Rehan.
"Kau Black Hunter"ucap Alex.
"Black Hunter?"tanya Rehan.
"Ya, namamu Black Hunter"ucap Alex.
"Jadi namaku Black Hunter"ucap Rehan.
Alex memberikan identitas baru untuk Rehan. Dia ingin dengan identitas itu Rehan akan bekerja sesuai perintah dan kemauannya. Dia menyuruh Keren untuk menjadi tangan kanan Rehan sekaligus mata-mata untuk Alex agar mengawasi semua gerak-gerik Rehan.
Flash Back Off
"Kau sudah tahu sekarang, akulah yang berjasa dalam hidupmu jadi seharusnya kau menuruti perintahku dan kemauanku"ucap Alex.
"Hidup mati seseorang ditangan Allah"ucap Black Hunter.
"Ternyata wanita cantik itu sudah mengajarimu agama juga"ucap Alex.
"Iya, dia mengajariku banyak hal bahkan semua yang aku tidak ketahui, dia mengajarkanku hal yang benar. Bukan seperti dirimu yang menyesatkanku" ucap Rehan.
"Sesat? ha....ha......ha...."ucap Alex sambil tertawa.
"Kau seperti iblis yang menyesatkan manusia dengan harta dan kekuasaan hingga berbuat kerusakan, padahal mereka membutuhkan kedamaian yang sesungguhnya"ucap Black Hunter.
"Aku suka caramu bicara saat melawanku. Ini dibutuhkan saat kau jadi pemimpin kerajaan bawah"ucap Alex.
"Aku tidak akan mau jadi pemimpin kerajaan bawah" ucap Rehan.
"Mau tidak mau, kau harus mau atau mati"ucap Alex.
Rehan melompat dan berputar hingga menendang orang-orang yang yang mengacungkan pistol padanya sampai jatuh semua pistolnya. Secepatnya Rehan mengambil salah satu pistol lalu mengacungkan ke dahi Alex.
"Keadaan berbalik, aku bisa saja menembakmu sekarang"ucap Rehan.
"Oya lakukan, kau lihat ini"ucap Alex memperlihatkan sebuah video yang diputar didepan layar besar ditempat itu.
"Lihat kaum minoritas yang ku tahan, tegakah kau membiarkan mereka mati"ucap Alex.
"Kau pintar, sekarang kau bisa membuatku tidak tega dan menyerah padamu"ucap Black Hunter.
"Aku tidak akan dipanggil Yang Mulia kalau aku hanya bisa bermain-main"ucap Alex.
"Aku tidak peduli siapa kau, yang terpenting aku tidak akan bersekutu lagi denganmu"ucap Black Hunter.
Black Hunter menembak ke arah Alex.
Doooor..............
Layar dibelakang Alex hancur berkeping-keping.
__ADS_1
"Ini baru awal peringatan, jika kau berani mengganggu Cinta, aku bisa lebih dari ini"ucap Black Hunter.