ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 118


__ADS_3

Cinta menemani Aksa bermain diruang bermain di rumah besar milik Black Hunter. Aksa begitu bahagia bermain diruangan itu, karena banyak mainan dan tempatnya luas. Melihat Aksa begitu senang, Cinta ikut senang juga. Walaupun dia tahu selama disitu dia akan menjadi tawanan Black Hunter dan harus mengikuti semua perintahnya.


"Mama, Papa kemana?"tanya Aksa.


"Aksa sayang dia bukan Papamu"ucap Cinta.


"Tapi Papa bilang dia Papaku"ucap Aksa.


"Aksa jangan dekat-dekat dengannya ya"ucap Cinta.


"Memang kenapa Ma?"tanya Aksa.


"Dia itu orang asing sayang"ucap Cinta.


"Orang asing itu apa Ma?"tanya Aksa.


"Orang yang tidak dikenal"ucap Cinta.


"Tapi Papa baik Ma"ucap Aksa.


"Aduh gimana aku memberitahu Aksa kalau Black Hunter itu jahat"batin Cinta.


Cinta kebingungan memberitahu Aksa siapa Black Hunter. Dia tidak mau Aksa malah bingung dan ketakutan. Tak lama datang Keren masuk ke ruang bermain itu.


"Nona Cinta, Anda dipanggil Tuanku"ucap Keren.


"Ngapain lagi dia memanggilku, tidak bisakah aku bebas sebentar"batin Cinta.


Cinta berjalan keluar ruangan bermain itu. Dia masuk ke dalam kamar Black Hunter. Perasaannya mulai tak enak saat memasuki kamar itu. Dia tahu lelaki itu hanya ingin melakukan yang diinginkannya. Black Hunter sedang duduk diranjang saat Cinta masuk ke kamar itu.


"Manisku kemarilah"ucap Black Hunter.


Cinta menghampiri Black Hunter. Ketika dia sudah dekat, Black Hunter menarik lengannya sampai dia terjatuh didada bidangnya lelaki itu. Cinta menatap lelaki bertopeng itu. Dia jadi memikirkan topeng yang menutup mata lelaki itu. Black Hunter membaringkan Cinta diranjang, dia mulai membelai pipi Cinta.


"Aku mohon jangan buat aku semakin berdosa" ucap Cinta.


"Aku akan membuatmu ketagihan manisku"ucap Black Hunter.


"Aku tidak mau lepaskan aku"ucap Cinta.


"Menurutlah kalau kau ingin bertemu dengan anakmu"ucap Black Hunter.


"Kenapa? apa aku tidak bisa bebas? kau memenjarakanku dan melecehkanku terus hik...hik...."ucap Cinta sambil menangis.


"Diamlah manisku, aku hanya ingin......"ucap Black Hunter.


Black Hunter mencium Cinta dan kembali meluapkan semua keinginannya pada Cinta.


"Tatap wajahku saat kita bersama seperti ini" ucap Black Hunter.


Cinta menatap lelaki bertopeng yang sedang bermain-main dengan kehormatannya. Dia hanya bisa pasrah ketika lelaki bertopeng itu melakukan itu padanya.


Cinta menatap dengan jelas dan lebih seksama.


Tangannya tanpa sadar meraih topeng yang menutup mata lelaki itu. Cinta menarik topeng itu. Saat topeng itu terlepas, dia kaget sekali.


"Kak Rehan....."ucap Cinta.

__ADS_1


"Jangan memanggil lelaki lain saat sedang bersamaku"ucap Black Hunter.


Cinta langsung mencium bibir Black Hunter. Dia mencium bibir Black Hunter dengan buas, seakan kerinduaannya ditumpahkan semuanya dalam ciuman itu. Mendapat ciuman buas itu Black Hunter begitu senang, dia bahkan membalasnya lebih buas lagi.


"Hah....hah....hah...."Nafas Cinta dan Black Hunter tersengal-sengal seusai berciuman.


Kini Cinta melakukan hal romantis itu dengan senyuman yang lebar. Bahkan dia cenderung aktif. Cinta diantara mereka berbalas, sambut menyambut satu sama lain dalam indahnya cinta. Setelah kelelahan Black Hunter berbaring disamping Cinta. Tanpa diminta, Cinta memasukkan tubuhnya dalam pelukan Black Hunter.


"Kenapa tiba-tiba kau manis sekali, sampai aku terlalu senang"ucap Black Hunter.


"Aku rindu padamu"ucap Cinta.


"Manisku teruslah bersikap manis seperti ini"ucap Black Hunter.


Cinta memeluk Black Hunter dengan erat.


"Kau mau lagi?"tanya Black Hunter.


"Tunggu, kalau dia Kak Rehan kenapa sangat cabul"batin Cinta.


"Aku....."ucap Cinta.


Kriiing.....kriiiing......kriiiing.........


Bunyi telpon rumah dikamar itu berbunyi.


"Aku mengangkap telpon dulu"ucap Cinta.


"Cepatlah kembali jangan buat aku menunggu"ucap Black Hunter.


"Iya Tuanku"ucap Cinta.


"Hallo"ucap Cinta.


"Hallo Cinta, ini Kak Raka"ucap Raka.


"Kak Raka, kangen...."ucap Cinta


"Aku juga kangen padamu"ucap Raka.


"Oya, ada apa kok Kak Raka nelpon aku?"tanya Cinta.


"Akhir pekan ini kakak menikah"ucap Raka.


"Menikah?.....dengan siapa?"tanya Cinta.


"Azkia"ucap Raka.


"Wah good bye in law dong"ucap Cinta.


"Iya, kamu harus datang ke pernikahanku bersama Aksa"ucap Raka.


"Insya Allah Kak Raka"ucap Cinta.


Setelah selesai bicara Cinta menutup telponnya. Dia ikut senang akhirnya Raka sudah menemukan jodohnya. Cinta kembali ke ranjang, Black Hunter sudah menunggunya diranjang. Dia berbaring disamping lelaki yang diyakini itu Rehan. Lelaki itu kembali menerkam Cinta.


"Aku masih......"ucap Black Hunter.

__ADS_1


"Apa benar dia Kak Rehan, tapi kenapa dia sangat......."batin Cinta.


Cinta pasrah lelaki itu mengingkannya kembali. Dia tersenyum menikmati wajah tampan lelaki itu. Tangannya terus menyentuh wajah yang selama ini dirindukannya.


"Kau sudah jatuh cinta padaku manisku"ucap Black Hunter.


"Kenapa kau menutup wajah tampanmu?"tanya Cinta.


"Karena aku seorang Black Hunter, aku tidak ingin orang mengenalku karena aku tampan tapi mereka harus mengenalku karena aku kejam"ucap Black Hunter.


Cinta senang sekali meski lelaki itu seperti tak mengingat semuanya. Tapi Cinta yakin lelaki itu Rehan. Bahkan tubuhnya saja nyaman saat bersama lelaki itu.


Setelah selesai melakukan hal romantis itu Black Hunter membopong Cinta ke toilet. Mereka mandi lalu Cinta berwudhu.


"Kau sedang apa?"tanya Black Hunter.


"Wudhu"ucap Cinta.


"Wudhu?"tanya Black Hunter.


"Bersuci, membersihkan diri dari hadast dan najis"ucap Cinta.


"Oh........"ucap Black Hunter.


Tak lama mereka berdua keluar dari toilet. Cinta terus tersenyum malu-malu. Dia tak menyangka lelaki yang dicintainya masih hidup dan dia bisa menyentuhnya.


"Kau mau apa manisku?"tanya Black Hunter.


"Aku mau sholat"ucap Cinta.


"Untuk apa sholat?"tanya Black Hunter.


"Untuk menyembah Allah"ucap Cinta.


"Apa menyenangkan menyembang Allah?"tanya Rehan.


"Iya, hati kita jadi tenang dan damai"ucap Cinta.


Kemudian Cinta sholat, Black Hunter hanya memperhatikan Cinta sholat sambil duduk disofa kamar itu. Seusai sholat Cinta menghampiri lelaki itu yang sedang duduk disofa dan duduk dipangkuannya.


"Kau ketagihan duduk dipangkuanku"ucap Black Hunter.


"Aku akan selalu ketagihan, aku rindu hik....hik...." ucap Cinta memeluk lelaki itu.


"Manisku jangan menangis, aku tidak suka melihatmu menangis"ucap Black Hunter.


"Kau tahu betapa rindunya aku bertahun-tahun  tanpamu, aku pikir mungkin kita hanya akan bertemu diakhirat nanti, tapi takdir mempertemukan kita lagi"ucap Cinta.


Black Hunter meraih muka Cinta dan menciumnya dengan lama.


"Aku lebih suka tindakan dari pada kata-kata cinta"ucap Black Hunter seusai mencium Cinta.


Cinta tak peduli lagi ucapan cabul dari mulut lelaki itu. Baginya bisa bersamanya lagi sudah jadi kebahagiaan seumur hidupnya. Dia menyandarkan kepalanya didada lelaki itu.


"Ini rasa nyaman yang selalu ku rindukan"ucap Cinta.


"Tidurlah, kau pasti lelah manisku, siapkan tenagamu untuk nanti malam"ucap Black Hunter.

__ADS_1


"Hah.....nanti malam lagi???......Kak Rehan yang ini tak ada habisnya"batin Cinta.


Cinta tertidur didada lelaki itu dengan nyaman. Lupakan sikap cabulnya yang tak ada habisnya. Yang penting dia bisa bersamanya. Senang rasanya meski jadi tawanan lelaki itu seumur hidup dia rela.


__ADS_2