
Cinta tidak melihat Reni ada dikelasnya. Dia langsung menuju ke parkiran sekolah. Saat Cinta menghampiri sepedanya ternyata ban sepedanya kempes dan ada kertas yang menempel di ban sepeda itu. Cinta langsung membaca tulisan dikertas itu.
"Cinta tanggung akibat perbuatanmu, kau membuatku kesal. Raka jadi menjauh dariku gara-gara dirimu"ucap Cinta membaca tulisan dikertas itu.
"Sepertinya ban sepedaku sengaja dikempesin orang, ada pakunya dibannya, ini pasti perbuatan Siska dan geng. Mereka terus saja mengerjaiku" ucap Cinta.
Cinta akhirnya menuntun sepeda miliknya keluar dari sekolah. Tak lama dia berjalan hujan turun.
"Yah, aku gak bawa payung"ucap Cinta.
Dari belakang tubuhnya ada seseorang memayunginya. Cinta menoleh ke belakang, dan orang yang memayunginya itu Raka.
"Raka"ucap Cinta.
"Jangan hujan-hujanan nanti kau sakit"ucap Raka.
"Terimakasih Raka, tapi kau malah jadi kehujanan
kemarilah mendekat biar payungnya bisa digunakan berdua"ucap Cinta.
"Aku dah biasa kehujanan"ucap Raka.
"Kalau besok flu jangan salahkan aku"ucap Cinta.
"Kalau begitu buatkan aku minuman jahe hangat buat besok plus sarapan yang belum jadi kau buatkan"ucap Raka.
"Hanya itu? gampang"ucap Cinta.
Raka memayungi Cinta sampai diasramanya.
Mereka masuk ke teras asrama, dan duduk diteras itu.
"Raka aku ambilkan handuk ya"ucap Cinta.
"Oke"ucap Raka.
"Mau susu jahe gak?"tanya Cinta.
"Boleh"ucap Raka.
"Tunggu disini dulu ya"ucap Cinta.
"Oke"ucap Raka.
Cinta naik ke lantai atas, dia menuju kamar asramanya. Didalam dapur kecil kamar asramanya, Cinta membuatkan Raka pisang goreng dan susu jahe. Setelah itu Cinta menghampiri Raka diteras lantai bawah asrama itu.
"Raka nih pisang goreng dan susu jahe, biar tubuhmu hangat tadikan kehujanan, oya ini handuknya"ucap Cinta.
Cinta meletakkan pisang goreng dan susu jahenya dimeja dekat teras tempat mereka duduk. Raka mengelap tubuhnya dengan handuk yang diberikan Cinta. Lalu dia mulai makan pisang goreng buatan Cinta.
"Em.....em.....em....pisang goreng buatanmu enak Cinta"ucap Raka.
"Makasih atas pujiannya Raka"ucap Cinta.
"Kau tinggal di asrama ini dari kelas satukan?" tanya Raka.
"Iya, sudah mau dua tahun tinggal di asrama ini" ucap Cinta.
"Lalu ayah dan ibumu tinggal dimana?"tanya Raka.
"Ayahku sudah meninggal dan ibuku koma"ucap Cinta.
"Sabar ya Cinta"ucap Raka.
Cinta mengangguk mendengar ucapan Raka. Kemudian Raka meminum susu jahe buatan Cinta.
"Enak ya makan pisang goreng dan susu jahe dikala hujan seperti ini"ucap Raka.
"Iya ya, biasanya kalau hujan seperti ini mudah lapar dan ingin minum yang hangat"ucap Cinta.
"Cinta kau tinggal dengan siapa diasrama? setahuku satu kamar untuk dua orang"ucap Raka.
"Aku satu kamar dengan Reni"ucap Cinta.
"Cewek menyebalkan itu lagi"batin Raka.
__ADS_1
"Cinta kemarin aku iseng beli sesuatu eh dapat jepitan rambut"ucap Raka.
Raka mengeluarkan jepitan rambut dari ranselnya dan memberikan pada Cinta.
"Nih"ucap Raka sambil memberikan jepitan rambut itu untuk Cinta.
Cinta menerima jepitan rambut dari Raka.
"Terimakasih ya Raka, jepitan rambutnya cantik" ucap Cinta.
"Kalau kau tak suka buang saja"ucap Raka.
"Gak kok, besok aku pakai ke sekolah"ucap Cinta.
Raka tersenyum tipis saat Cinta berkata seperti itu. Setelah hujan reda Raka pulang ke rumahnya.
Sementara Cinta masuk ke kamar asramanya untuk menggosok pakaian milik pelanggannya. Baru mau menggosok pakaian setrika miliknya rusak.
"Yah setrikanya rusak, mana gosokan setumpuk, aku harus beli setrika yang baru"ucap Cinta.
Kemarin Cinta tak sengaja membaca sebuah brosur pusat perbelanjaan ada diskon yang cukup besar untuk setrika yang dia mau. Cinta memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan itu.
Karena ban sepedanya bocor, Cinta akhirnya naik angkutan umum. Dia naik bus menuju ke pusat perbelanjaan. Saat turun dari bus dia melihat nenek-nenek yang sedang menyeberang, Cinta berlari ke arah nenek itu karena hampir tertabrak mobil, dia merangkul nenek itu dan berlari ke tepi jalan secepatnya hingga Cinta jatuh ke tepi jalan itu. Dia berada dibawah, nenek itu diatasnya.
Tangan, pipi, dan kakinya baret, untungnya nenek yang diselamatkan Cinta, baik-baik saja.
"Cu makasih ya"ucap Nenek itu.
"Sama-sama Nek"ucap Cinta.
"Kalau begitu nenek pergi dulu"ucap Nenek itu.
"Iya Nek, hati-hati dijalan"ucap Cinta.
Setelah nenek itu pergi, cinta berdiri dan berjalan menuju pusat perbelanjaan itu yang jaraknya tidak begitu jauh dari tempat Cinta jalan kaki.
Sampai di pusat perbelanjaan itu, Cinta masuk ke dalam dan naik ke lantai atas, dia mencari pusat elektronik ditempat itu. Saat dia sedang melihat-lihat didepan sebuah restoran, Rehan dan Sekretaris Yuda hendak memasuki restoran itu dengan kliennya. Rehan melihat Cinta dan memperhatikan baret dipipinya yang berdarah.
"Cinta? gadis kecil ini kenapa? sampai luka seperti itu"batin Rehan.
"Baik Presdir"ucap Sekretaris Yuda.
Rehan menghampiri Cinta yang sedang membaca daftar menu yang tertempel didepan kaca restoran itu.
"Aku sepertinya tidak mampu membayar makanan disini"ucap Cinta.
"Apa kau lapar Cinta?"tanya Rehan.
Rehan lupa kalau dia sedang menjadi Rehan bukan Reni.
"Oh Tuan yang sombong, apes banget aku ketemu denganmu disini"ucap Cinta.
"Astaga, guekan lagi mode Rehan, Cinta pasti ngomel terus nih, diakan masih marah gara-gara waktu itu"batin Rehan.
"Eh iya, gadis kecil kau ada disini"ucap Rehan.
"Lebih baik aku jauh-jauh darimu dari pada rugi lagi"ucap Cinta.
Baru Cinta berbalik badan mau meninggalkan Rehan, lengannya ditahan Rehan. Cinta langsung marah pada Rehan.
"Tuan yang sombong lepaskan lenganku, kau mau mengintimidasiku ya"ucap Cinta.
"Kenapa pipimu baret seperti itu?"tanya Rehan.
"Bukan urusanmu"ucap Cinta.
Rehan langsung menarik lengan Cinta, dia membawa Cinta ke klinik yang ada dipusat perbelanjaan itu.
"Obati dia"ucap Rehan pada perawat yang berjaga di klinik itu.
"Baik Tuan"ucap Perawat itu.
"Tunggu dulu, apa-apaan nih"ucap Cinta.
Cinta ditarik masuk ke ruangan pasien oleh Perawat itu. Lukanya dipipi, tangan dan kaki diobati perawat itu.
__ADS_1
Setelah diobati Perawat itu, Cinta keluar dari ruangan itu dan melihat Rehan masih menunggunya diluar ruangan itu. Dia bingung harus bicara apa pada Rehan. Tapi Rehan menghampirinya dan menarik lengannya, dia mengajak Cinta jalan-jalan di pusat perbelanjaan itu.
"Aku mau dibawa kemana? kau mau menculikku ya"ucap Cinta.
"Kau harus berterimakasih karena aku sudah mengobatimu"ucap Rehan.
"Jangan-jangan kau minta aku melakukan hal yang kotor atau kau ingin melecehkanku ya?"ucap Cinta.
"Sesuatu yang lebih dari itu"ucap Rehan.
"Hei, aku kesini untuk beli setrika, tolong lepaskan aku"ucap Cinta.
"Aku takkan melepaskanmu sebelum membuatku puas"ucap Rehan.
Rehan mengajak Cinta masuk ke sebuah butikĀ milik desainer ternama. Rehan meminta pelayan butik itu untuk mencarikan Cinta dress yang indah.
"Nona mari fitting dressnya dulu diruang ganti"
ucap Pelayan toko itu.
"Apa?....aku gak mau"ucap Cinta
Tangan Cinta ditarik masuk ke dalam ruangan ganti. Didalam Cinta berganti pakaiannya dengan dress. Dia keluar dari ruang ganti itu, lalu Rehan memberinya penilaian.
"Kurang, ganti"ucap Rehan.
"Hei kenapa kau jadi mendadak jadi komentator Tuan yang sombong"ucap Cinta.
Cinta ditarik kembali pelayan butik itu masuk ke ruangan ganti. Dia berganti dress yang lain kemudian keluar dari ruang ganti itu. Lalu Rehan kembali memberinya penilaian.
"Kurang, ganti"ucap Rehan.
"Kenapa kau jadi menentukan dress yang mau ku pakai"ucap Cinta.
Cinta kembali masuk ruang ganti, setelah berganti dress berkali-kali, ini dress ke lima yang dipakainya, dia keluar dari ruang ganti itu. Rehan terkesima dengan penampilan Cinta.
"Cantik, bungkus"ucap Rehan.
"Baik Tuan"ucap Pelayan toko itu.
Rehan membayar dress itu, kemudian membawa Cinta ke salon kecantikan di pusat perbelanjaan itu. Cinta dirias di salon kecantikan itu, setelah selesai dia keluar dari dalam ruangan rias itu.
Rehan sampai bengong melihat Cinta begitu cantik, jantungnya sampai berdebar tak karuan.
"Kau takkan menyuruhku ganti riasan seperti dress yang tadikan"ucap Cinta.
Rehan berdiri dan menghampiri Cinta, dia memegang kedua lengan Cinta dengan tangannya dan mencium Cinta.
"Em.....lepas"ucap Cinta mendorong Rehan.
"Kau sudah dua kali ya menciumku paksa"ucap Cinta.
Rehan hanya tersenyum melihat Cinta kesal.
"Ayo ikut aku"ucap Rehan.
"Siapa juga yang mau ikut denganmu Tuan yang sombong, maaf-maaf aja, dah....."ucap Cinta mau meninggalkan Rehan.
Rehan langsung membopong Cinta.
"Eh kau mau apa?....turunkan aku"ucap Cinta.
"Diamlah, aku takkan menyakitimu"ucap Rehan.
"Kau ini seenakmu sendiri, lepaskan aku"ucap Cinta.
Rehan membopong Cinta sampai keluar dari pusat perbelanjaan itu. Dia memasukkan Cinta ke mobilnya. Cinta duduk dikursi belakang mobil bersama Rehan. Kemydian mobil itu mulai melaju ke tempat tujuan.
"Kau mau menculikku ya"ucap Cinta.
"Kalau iya memang kenapa?"ucap Rehan.
"Jangan-jangan kau pedofil ya?"ucap Cinta.
"Hei, apa aku ini terlihat tua untukmu, kau lihat aku tampan dan keren, uangku juga banyak seharusnya kau senang bisa jalan denganku" ucap Rehan.
__ADS_1