ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Generation 2 : Part 52


__ADS_3

Rafael pergi ke sebuah perpustakaan negara. Dia bertemu Hesla teman yang dikenalnya digereja. Mereka sudah lama mengenal sejak SMA. Helsa orangnya baik, ramah dan ceria. Dia selalu pergi ke gereja bersama Rafael. Banyak kegiatan kemanusiaan dan komunitas yang diikutinya bersama Rafael. Hari ini Rafael dan Helsa sama-sama ingin membaca beberapa buku di perpustakaan negara. Mereka berjalan bersama diantara rak-rak buku yang berjejer.


"Rafael besok ke gereja pusat bareng yuk" ucap Helsa.


"Boleh, kebetulan sudah lama tidak kesana" ucap Rafael.


"Oya gimana kabar adikmu?" tanya Helsa.


"Baik, sekarang dia tinggal bersama orangtua kandungnya" ucap Rafael.


"Jadi kalian terpisah sekarang" ucap Helsa.


"Iya, tapi kami masih sering bertemu. Aku tidak jauh dari Alina. Sebulan sekali aku usahan untuk bertemu dengannya" ucap Rafael.


"Kau menyukai adikmu?" tanya Helsa.


Rafael terdiam. Dia memang sangat mencintainya Alina. Perasaan kakak adik yang dulu sudah berubah menjadi cinta. Rafael tidak bisa membohongi perasaannya.


"Aku tahu, kau menyukai adikmu, terlihat dari caramu memperlakukannya dari dulu" ucap Helsa.


"Aku mencintai Alina tapi aku tidak tahu apakah Alina mencintaiku atau tidak" ucap Rafael.


"Apa kau perlu bantuanku?" tanya Helsa.


Rafael melihat ke arah Helsa. Dia membaca apa yang dipikirkan Helsa.


"Aku ingin membaca buku aplikasi komputer" ucap Rafael mengalihkan pembicaraan.


"Kalau gak salah disebelah sana deh" ucap Helsa.


Rafael kuliah jurusan IT. Cita-citanya menciptakan aplikasi untuk membantu perekonomian pedagang kaki lima dan yang orang tidak mampu menyewa kedai atau ruko untuk usaha. Dia termasuk mahasiswa yang pintar. Meskipun begitu dia selalu menolak diberi beasiswa. Dia selalu merekomendasikan beasiswa itu untuk orang lain. Selama dia mampu. Dia akan berusaha kuliah dengan biayanya sendiri. Dan membiarkan beasiswa itu diberikan pada orang yang kurang mampu tapi berprestasi.


Pukul 1 siang Rafael dan Helsa keluar dari perpustakaan negara. Mereka naik bus menuju ke sekolah Alina. Sampai di SMA Kejora, Rafael dan Helsa turun dari bus. Tiba-tiba Helsa menggandeng tangan Rafael dan bersikap manja padanya. Mereka berdua menghampiri Alina yang sudah menunggu di gerbang sekolah. Alina melihat Rafael digandeng seorang gadis cantik.


Gadis itu terlihat genit dan manja pada Rafael.


"Alina ini Helsa teman kakak" ucap Rafael mengenalkan Helsa pada Alina.


"Hai Alina, aku Helsa teman dekat Rafael" ucap Helsa dengan manja.


"Alina, senang bertemu dengan kakak" ucap Alina.


Alina terlihat murung melihat Rafael digandeng Helsa. Dia merasa ada rasa tidak senang melihat Rafael dekat dengan Helsa.


"Adik kecil ayo pulang" ucap Rafael.


"Alina" ucap Haura dan Deena.


"Ooh...ooh...sepertinya ada yang udah punya pacar nih, selamat ya Kak Rafael" ucap Haura sengaja memanasi Alina.


"Kak Rafa kok gak bi...lang kalau pun..ya pacar" ucap Deena.

__ADS_1


"Eee....ini...." Rafael bingung dengan pertanyaan Haura dan Deena.


"Itu karena kami baru saja dekat" ucap Helsa.


"Oh gi...tu ya" ucap Deena.


"Huh....panas banget cuacanya, apa mau hujan ya" ucap Haura.


Haura terus memanasi Alina. Dia tahu Alina sedang murung melihat Rafael digandeng Helsa.


"Aku pulang dengan Haura dan Deena saja Kak Rafa" ucap Alina.


"Alina...." ucap Rafael.


"Ayo Alina kita pulang" ucap Haura langsung menggandeng Alina pergi dari tempat itu.


Haura membawa Alina menuju mobil pribadi yang menjemput mereka bertiga.


"Kak Rafa a...ku pulang du..lu" ucap Deena.


"Iya" ucap Rafael.


Deena menyusul Haura dan Alina yang sudah masuk mobil. Rafael hanya bisa melihat Alina pergi dari tempat itu.


"Tenang Rafael, dengan ini kau akan tahu perasaan Alina, dia harus bisa membaca hatinya.


Jika dia mencintaimu pasti dia akan merasa cemburu" ucap Helsa.


Rafael hanya diam saja. Dia tidak pernah melihat Alina murung seperti tadi padanya. Perasaannya jadi tak tenang memikirkan Alina.


*************


"Alina kau cemburu ya melihat Kak Rafa dengan gadis cantik, aku sudah bilang Kak Rafa bakal diembat orangkan" ucap Haura.


"Gak u...sah didengerin u...capan Haura, dia biang kom...por" ucap Deena.


"Kak Helsa memang serasi sama Kak Rafa" ucap Alina.


"Kasihan saudara tercinta lagi galau" ucap Haura.


"Alina le...bih baik kita be..lajar dari pada dengerin o..cehan Haura" ucap Deena.


"Kau benar Deena, minggu depankan UAN" ucap Alina.


Deena mengajak Alina belajar bersama sementara Haura malah asyik menggoda Alina selama belajar.


**************


Sore itu Alina bersantai bersama keluarganya diruang keluarga. Keluarganya kedatangan tamu. Alina, Haura dan Deena duduk bersama Rehan dan Cinta menyambut Andra dan Zhafira serta Hanan yang berkunjung ke rumah mereka. Alina, Deena, dan Haura duduk dikarpet sambil mengerjakan tugas sekolah sementara orangtua mereka asyik mengobrol di sofa. Hanan duduk disamping Alina dan mengajaknya mengobrol.


"Namamu Alina ya?" tanya Hanan.

__ADS_1


"Kok tahu? kita belum pernah bertemu" ucap Alina.


"Aku pernah bertemu denganmu dikota B" ucap Hanan.


"Tunggu, kau pemenang MTQ tahun kemarin ya?" tanya Alina.


"Iya, waktu itu kita bertemu ditempat lomba, kartu namamu ketinggalan. Aku mengembalikan kartu namamu ke panitia" ucap Hanan.


"Oh jadi kamu yang balikin kartu namaku, makasih ya" ucap Alina.


"Iya, namaku Hanan" ucap Hanan.


"Alina" ucap Alina.


"Kau sedang membuat apa Alina?" tanya Hanan.


Hanan melihat Alina sedang membuat sesuatu bersama Deena dan Haura.


"Ini tugas seni rupa, membuat topi dari benang wol" ucap Alina.


"Hanan kemarilah bantu aku" ucap Haura.


Hanan menghampiri Haura. Dia duduk disampingnya.


"Hanan kau suka Alina?" tanya Haura dengan suara pelan.


Haura kepo melihat Hanan terlihat akrab dengan Alina. Dia ingin tahu Haban mendekati Alina untuk apa.


"Aku hanya ingin mengenal Alina" ucap Hanan.


"Sainganmu berat Hanan, ada dua kandidat lainnya. Pertama kakak angkatnya, dan yang kedua temannya sekelasnya" ucap Haura memberitahu keadaan yang sebenarnya.


Hanan mendengarkan ucapan Haura. Dia merasa apa yang dikatakan Haura serius.


"Kalau kau suka Alina, kau harus berusaha lebih keras lagi, karena kedua kandidat sebelumnya punya peranan yang sama kuatnya dalam hidup Alina" ucap Haura bicara pelan.


Deena hanya menggeleng-geleng kepalanya melihat Haura menjadi mak comblang Alina. Dia lebih mirip tempat pendaftaran audisi jadi kekasih Alina dari pada mak comblang.


Hanan hanya mengangguk mendapatkan wejangan-wejangan tak bermutu dari Haura. Padahal Haura sendiri saja belum pernah punya kekasih, belagak jadi pakar cinta dadakan.


Malam harinya Deena tidur diranjangnya. Dia benar-benar lelah malam itu. Keadaan mulai tenang walaupun masih ada beberapa kejahatan yang muncul. Tapi malam ini Deena benar-benar lelah karena harus mengerjakan tugas ujian praktek. Ketika dia hendak memeluk guling, tiba-tiba tangannya merasa guling yang dipeluknya bukan guling. Deena menyalakan lampu tidurnya.


"Om cabul, ngapain disini?" tanya Deena.


"Kangen sayang" ucap Barra.


"Keluar gak, nanti kalau Papa tahu gimana?" ucap Deena.


"Biarin, biar sekalian dinikahin" ucap Barra.


Tuk....tuk....tuk.....

__ADS_1


Suara pintu kamar Deena diketuk. Deena langsung terkejut dan panik.


episodenya kelewat ya, silahkan baca episode 51 lagi


__ADS_2