
Azkia terus mengendarai mobilnya. Hingga ditengah jalan dia menepi karena dadanya sakit. Dia keluar dari mobil lalu muntah darah ditepi jalan itu.
"Ugh.....ugh....ugh....."Azkia masih terbatuk karena dadanya yang sakit sampai mengeluarkan darah.
Leo turun dari mobil menghampiri Azkia.
"Kau muntah darah, pasti terkena luka dalam. Ayo pergi ke rumah sakit, kau harus diobati"ucap Leo.
"Aku baik -baik sa........"ucap Azkia lalu pingsan.
Leo menangkap tubuh Azkia dan membopongnya ke dalam mobil. Dia menyetir mobilnya menuju ke rumah sakit.
Rumah Sakit Health Is Important
Leo membawa Azkia ke rumah sakit miliknya. Dia meminta semua Dokter terbaik untuk merawat dan mengobati Azkia. Saat topengnya terbuka Leo kaget melihat sosok gadis muda yang ternyata tadi menolongnya. Dia tak menyangka gadis muda itu cukup berani dan tak takut mati.
"Aku tak menyangka dia seorang gadis muda, mungkin seusia dengan Raka"ucap Leo.
Setelah Azkia selesai ditangani Dokter, Leo berbicara dengan Dokter yang menangani Azkia.
"Kondisi gadis muda itu cukup parah, ada cidera diparu-parunya"ucap Dokter Handika.
"Berikan penanganan yang terbaik untuknya"ucap Leo.
"Baik Bos Leo"ucap Dokter Handika.
Leo keluar dari ruangan Dokter Handika setelah berbicara dengannya. Dia menuju ke ruangan perawatan tempat Azkia dirawat. Gadis muda itu berbaring belum sadarkan diri. Leo belum sempat berterimakasih padanya tapi gadis itu malah berbaring tak sadarkan diri karena cidera didadanya.
"Gadis muda cepatlah sembuh, terimakasih atas pertolonganmu, kau sangat berani untuk seorang gadis muda seusiamu"ucap Leo.
Setelah luka ditubuhnya diobati, Leo pulang ke rumahnya.
************
Rehan berada diruang kerjanya di Perusahaan Bright Light Group. Dia memikirkan permasalahan yang harus dihadapinya. Sekretaris Yuda masuk ke ruangan kerja Rehan untuk memberikan laporannya.
"Presdir, semua klien dan custumer Leo Ariendra sudah kita blok"ucap Sekretaris Yuda.
"Iya"ucap Rehan.
"Kenapa Anda tidak bersemangat?"tanya Sekretaris Yuda.
"Kau tahu Yuda, Leo Ariendra adalah mertuaku dan kini aku harus menjatuhkan perusahaannya" ucap Rehan.
"Tapi Anda sudah membangun kekuatan baru untuk menyelamatkan perusahaan Leo Ariendra. Jadi ini hanya semacam penurunan sementara untuk menunjukkan pada Bos Besar kalau Anda sudah menjalankan tugas"ucap Sekretaris Yuda.
"Kau benar, kita akan bergerak cepat setelahnya sebelum perusahaan Leo Ariendra jatuh"ucap Rehan.
"Anda memang hebat"ucap Sekretaris Yuda.
"Aku sudah tahu ini akan terjadi jauh sebelum aku menikahi Cinta. Kebenciaan Papaku pada Leo Ariendra pasti akan bermuara sampai sini"ucap Rehan.
"Lalu kapan Anda akan resmi memperkenalkan kerajaan baru Anda?"tanya Sekretaris Yuda.
"Secepatnya, mulai saat itu keterikatanku pada Papa akan berakhir"ucap Rehan.
__ADS_1
"Saya akan tetap dipihak Anda, Presdir"ucap Sekretaris Yuda.
"Terimakasih Yuda"ucap Rehan.
"Sama-sama Presdir"ucap Sekretaris Yuda.
*************
Leo pulang ke rumahnya. Dia langsung masuk ke kamarnya. Melihat Leo sudah pulang, Zara menyusul Leo ke kamar. Dia melihat diwajah suaminya ada beberapa perban kecil. Zara langsung menghampiri Leo dan meraba wajahnya.
"Papa kenapa wajahmu penuh luka?"tanya Zara.
"Ceritanya panjang Ma"ucap Leo.
"Bebagilah masalahmu denganku Pa"ucap Zara.
"Baiklah, sekarang kita duduk diranjang sambil beristirahat, Papa lelah sekali"ucap Leo.
"Iya Pa"ucap Zara.
Leo dan Zara duduk diranjang kamar mereka. Leo menceritakan semuanya pada Zara.
"Jadi besan kita menganggap Papa musuhnya?" tanya Zara.
"Begitulah Ma"ucap Leo.
"Kasihan Rehan dan Cinta, pernikahan mereka harus berada dalam kebencian dan dendam"ucap Zara.
"Itu dia Ma, Papa takut pernikahan mereka akan terganggu karena permasalahan dimasa lalu itu" ucap Leo.
"Dulu kita mengalami sulitnya menjalani pernikahan karena keuangan dan kondisi ekonomi kita, tapi kini Rehan dan Cinta mengalami sulitnya menjalani pernikahan karena terhalang kebencian dan dendam yang membuat mereka kesulitan mendapat restu dari Pak Theo" ucap Zara.
"Pak Theo bukan orang sembarangan, dia berbahaya dan bisa saja melakukan hal yang membahayakan keselamatan siapa saja yang diinginkannya"ucap Zara.
"Mungkin kita harus memperketat keamanan rumah dan ketiga anak kita, entah apa yang direncanakan Pak Theo kedepannya"ucap Leo.
"Pa, kita sudah banyak melewati berbagai kesulitan, pasti kita juga bisa melewati ini semua. Allah pasti akan memberikan jalan keluarnya"ucap Zara.
"Iya Ma, yang terpenting sekarang kita berdoa dan berusaha. Semoga Allah selalu melindungi kita semua dan masalah ini cepat selesai"ucap Leo.
"Iya Pa"ucap Zara.
Leo dan Zara berpelukan dan saling menguatkan. Mereka yakin semua akan ada penyelesaiannya. Allah akan menunjukkan jalan keluarnya dengan caraNya.
************
Santi menghampiri putri semata wayangnya yang sedang asyik memainkan handphone diranjang kamarnya. Dia ingin mengenalkan Raka pada Dara anaknya. Santi duduk diranjang kamar itu bersama Dara.
"Dara, Mama punya kenalan cowok ganteng, keren dan tajir"ucap Santi.
"Siapa Ma?"tanya Dara.
"Sini lihat fotonya biar kamu yakin"ucap Santi.
Dara mendekatkan tubuhnya pada tubuh ibunya.
__ADS_1
"Ini Raka Ariendra, gantengkan?"tanya Santi.
"Ganteng banget Ma"ucap Dara.
"Kamu mau gak jadi pacarnya?"tanya Santi.
"Mau banget dong Ma"ucap Dara.
"Dekati dia, ambil hatinya"ucap Santi.
"Gimana caranya Ma, akukan gak kenal sama dia" ucap Dara.
"Besok kau pindah sekolah ke sekolah tempat Raka bersekolah"ucap Santi.
"Oke Ma, mau banget"ucap Dara.
"Bagus, kau memang harus bisa memikatnya" ucap Santi.
"Iya dong Ma"ucap Dara.
Santi berniat untuk membuat Raka terpikat pada Dara nantinya. Dia berharap suatu hari nanti Raka menikahi Dara dan menjadi pewaris kekayaan Leo Ariendra.
**************
Kirana belum bersekolah dan juga mangkir dari syuting. Dia pergi ke suatu pedesaan. Dia tidak ingin hidup dikota lagi. Kirana berharap bisa memulai hidup barunya didesa agar hatinya tenang dan hidupnya damai. Kirana duduk ditepi sawah melihat hijaunya padi disawah itu.
"Tinggal disini membuatku lebih tenang"ucap Kirana.
"Nona Kirana kau ada disini"ucap Andika.
"Iya Mas Andika, aku ingin disini melihat pemandangan indah ini, hatiku jadi tenang"ucap Kirana.
"Aku mau ke Balai Desa melihat acara Pengobatan Gratis"ucap Andika.
"Pergilah"ucap Kirana.
"Kau tidak ikut? siapa tahu ada yang ingin kau periksakan mumpung ada Dokter gratis, obatnya juga gratis loh"ucap Andika.
"Gak mau, aku sehat kok"ucap Kirana.
"Katanya ada Dokter yang tampannya loh, gadis-gadis desa mengantri hanya untuk melihat Dokter tampan itu, kau penasaran tidak?'tanya Andika.
"Tidak"ucap Kirana.
"Aku dengar Dokter-Dokter itu dari kota juga sepertimu, mereka akan tinggal didesa ini selama acara Pengobatan Gratis itu selesai, mungkin dua mingguan"ucap Andika.
"Oh begitu"ucap Kirana.
"Kirana kau yakin tak ingin ikut melihat acara Pengobatan Gratis, ramai loh, banyak tukang dagang juga"ucap Andika.
"Yakin, aku ingin disini"ucap Kirana.
"Yaudah aku pergi dulu ya"ucap Andika.
"Iya"ucap Kirana.
__ADS_1
Andika pergi meninggalkan Kirana ke Balai Desa.
Sementara Kirana masih duduk memandangi hijaunya sawah dan burung-burung yang sesekali hinggap memakan padi-padi itu.