
Raka dan Cinta bersiap berangkat naik pesawat. Leo, Zara, Marwa, Pak Theo, Ibu Kartika mengantarkan mereka ke bandara. Raka dan Cinta berpamitan dengan Leo, Zara, Marwa, Kirana, Pak Theo dan Ibu Kartika.
"Pa, Ma, aku dan Kak Raka berangkat dulu ya"ucap Cinta memeluk Leo dan Zara.
"Iya, hati-hati nak. Belajar yang rajin dan jaga Aksa dengan baik, kalau ada apa-apa telpon Papa dan Mama"ucap Leo.
"Mba Ida akan mengasuh anakmu selama kau kuliah disana, jaga kesehatan dan jangan lupa video call seminggu sekali, Papa dan Mama pasti rindu ingin melihat Aksa"ucap Zara.
"Iya Ma"ucap Cinta.
Cinta melepas pelukannya dari Leo dan Zara.
"Tenang Pa, Ma ada Raka yang akan menjaga Cinta dan Aksa selama disana"ucap Raka.
"Papa sudah menyediakan sebuah rumah untuk kalian selama kuliah disana"ucap Leo.
"Papa dan Mama akan menjenguk kalian satu atau dua bulan sekali"ucap Zara.
"Iya Pa, Ma"ucap Raka dan Cinta.
"Kak Raka, Kak Cinta jadi sepi deh rumah tanpa kalian. Kak Kirana juga kuliah, makin tambah sepi"ucap Marwa.
"Nanti kalau Papa dan Mama menjenguk kami, ikutlah Marwa"ucap Cinta.
"Iya, aku ingin bertemu Kak Raka dan Kak Cinta sekalian jalan-jalan disana. Pengen main es skating disalju beneran"ucap Marwa.
"Oke"ucap Cinta.
"Mba Ida nitip Aksa ya selama Cinta kuliah disana"ucap Zara.
"Iya Nya pasti Mba jagain Aksa"ucap Mba Ida.
"Pa, Ma berangkat dulu ya"ucap Raka.
"Iya nak"ucap Leo dan Zara.
Cinta menghampiri Pak Theo, Ibu Kartika dan Kirana. Dia ingin pamitan pada mereka juga.
"Papa Theo, Ibu Kartika dan Kirana, Cinta dan Kak Raka berangkat dulu ya"ucap Cinta.
"Iya menantuku, jaga dirimu disana ya, jaga Aksa. Papa pasti akan merindukan kalian"ucap Pak Theo.
"Tante akan selalu mendoakanmu dan Aksa agar selalu dalam lindungi Allah SWT, amin"ucap Ibu Kartika.
"Terimakasih atas doanya Tante"ucap Cinta.
"Iya nak"ucap Ibu Kartika.
"Kirana aku dan Kak Raka berangkat dulu"ucap Cinta.
"Iya Cinta, nanti kalau aku nikah, kamu dan Kak Raka harus datang ya"ucap Kirana.
__ADS_1
"Iya, Insya Allah"ucap Cinta.
Raka, Cinta, Mba Ida dan Aksa naik pesawat. Mereka pergi ke luar negeri ke negara paman sam. Cinta dan Raka berharap disana bisa belajar dengan baik dan meraih gelar S1 diuniversitas favoritnya itu.
***********
Raka dan Cinta sampai dirumah yang dibeli Leo untuk tempat tinggal mereka selama kuliah dinegara paman sam. Rumah itu cukup besar. Disana sudah ada dua pelayan yang menyiapkan makanan dan mengurus rumah. Raka, Cinta dan Mba Ida masuk ke rumah itu.
"Non lagi musim gugur ya, jadi gak ada salju"ucap Mba Ida.
"Iya Mba Ida"ucap Cinta.
"Nanti sore jalan-jalan Non lihat daun berjatuhan pasti seru"ucap Mba Ida.
"Boleh, sekarang kita istirahat dulu ya Mba"ucap Cinta.
"Iya Non"ucap Mba Ida.
"Mba Ida kamarnya ada disebelah kanan ya"ucap Cinta.
"Iya Non"ucap Mba Ida.
Raka dan Cinta naik ke lantai atas rumah itu.
"Cinta mau kamar yang mana? kanan atau kiri?" tanya Raka.
"Kanan"ucap Cinta.
"Yaudah, kamar Kak Raka yang kiri"ucap Raka.
"Mau dibantuin beresin bajunya?"tanya Raka.
"Gak usah Kak, nanti ku beresin sendiri kalau Aksa udah bobo"ucap Cinta.
"Oke, Kak Raka masuk dulu, ngantuk"ucap Raka.
"Iya Kak"ucap Cinta.
Raka masuk ke kamarnya, begitupun Cinta masuk ke kamarnya. Cinta melihat ke jendela sambil menyusui Aksa. Kebetulan ada rumah disamping rumah tempat tinggalnya hanya dibatasi pagar 2 meter. Dari seberang rumah itu ada seorang lelaki muda yang tak sengaja melihat Cinta menyusui Aksa.
"Kenapa itu cewek nyusuin anaknya dijendela, untung aku yang ngeliat"ucap Andra.
"Lagi ngapain lo Ndra?"tanya Elo.
"Gak lagi ngapa-ngapain"ucap Andra langsung menutup jendelanya agar Elo tidak melihat Cinta menyusui anaknya.
"Masih siang kok ditutup sih jendelanya"ucap Elo.
"Banyak nyamuk, tar malam gak bisa tidur"ucap Andra.
"Nyalain aja sensor nyamuknya"ucap Elo.
__ADS_1
"Oke, lo mau gue masakin spageti gak?"tanya Andra.
"Tiap hari makan spageti, bosen juga"ucap Elo.
"Ikan asin mau?"tanya Andra.
"Boleh, ada jengkol goreng juga gak?"tanya Elo.
"Ada, kemarin Didin dikirimin ikan asin dan jengkol sama Emaknya"ucap Andra.
"Boleh deh, mantep makan ikan asin sama jengkol goreng, buruan masak sana Ndra"ucap Elo.
"Beres"ucap Andra.
Andra turun ke lantai bawah menuju ke dapur memasak ikan asin dan jengkol goreng.
Andra, Elo dan Didin menyewa rumah untuk tinggal selama kuliah dinegera ini. Mereka tinggal bertiga, mengurus keperluan mereka sendiri. Andra Mahesa anak tunggal dari seorang pengusaha di Negara A tempat Cinta berasal. Meskipun anak orang kaya, dia tidak mengandalkan kekayaan orangtuanya. Andra bekerja keras dengan bekerja disebuah club malam sebagai OB untuk membiayai hidupnya.
***********
Sore itu Cinta jalan-jalan bersama Mba Ida ditaman dekat tempat tinggal mereka. Aksa berbaring dikereta dorong sambil melihat pemandangan sore itu. Aksa baru berusia 2 bulan. Meskipun masih bayi, Aksa terhitung bayi yang anteng.
"Non indah ya liat daun-daun berwarna kecoklatan dan agak orange berjatuhan ke bawah"ucap Mba Ida.
"Iya, Aksa juga seneng diajak jalan-jalan"ucap Cinta.
"Non senengnya Mba bisa diajak kesini, berasa jadi pembantu gaul Non, kaya difilm yang ditonton Bi Surti"ucap Mba Ida.
"Syukurlah kalau Mba Ida seneng"ucap Cinta.
"Non duduk disana yuk"ucap Mba Ida.
"Oke"ucap Cinta.
Cinta dan Mba Ida duduk dikursi taman itu.
"Non foto ya, tar dikirim ke Nyonya dan Bi Surti" ucap Mba Ida.
"Boleh"ucap Cinta.
Mba Ida memfoto Cinta dan Aksa. Kemudian Cinta bergantian memfoto Mba Ida dan Aksa.
Setelah puas jalan-jalan ditaman, Cinta dan Mba Ida kembali ke rumah tempat tinggal mereka.
Cinta masuk ke kamarnya lalu membaringkan Aksa sambil menyusuinya. Dia melihat Aksa yang mirip dengan Rehan. Air matanya menetes seakan Rehan berada disampingnya. Tak pernah terpikirkan oleh Cinta, Rehan akan pergi meninggalkannya. Rasanya begitu cepat bahkan belum sempat untuk bersiap.
Hanya kenangan yang selalu diingat olehnya.
"Aksa sayang, kamu harus tumbuh menjadi anak yang kuat dan hebat"ucap Cinta.
"Mama akan selalu menjagamu nak"ucap Cinta.
__ADS_1
"Biarpun papamu sudah tidak ada ada tapi Mama akan selalu ada untukmu, Mama sangat menyayangimu"ucap Cinta.
Cinta mengusap kepala Aksa sambil membacakan dongeng untuknya supaya Aksa lekas tidur dan bermimpi yang indah.