
"Sekarang kau sudah tahu kenapa aku membenci Leo Ariendra, dia telah membuatku kehilangan orang yang kita cintai"ucap Pak Theo.
Rehan berurai air mata mengingat ibunya.
"Kau harus tahu Leo Ariendralah yang membuatmmu kehilangan ibumu"ucap Pak Theo.
"........."Rehan hanya terdiam.
"Seharusnya kita membalasnya sampai dia merasakan semua rasa sakit yang kita rasakan" ucap Pak Theo.
"Jangan bodoh dan terjerat dalam cinta yang sesaat, kau bisa mendapatkan banyak wanita yang kau inginkan, tapi jangan anak pembunuh itu"ucap Pak Theo.
"............"Rehan hanya menangis dan menundukkan kepalanya.
"Rehan ayo kita balas semuanya dan hancurkan Leo Ariendra hingga tak tersisa"ucap Pak Theo.
"..........."Rehan masih terdiam.
"Tinggalkan Cinta kalau tidak aku akan menghabisinya"ucap Pak Theo.
"Mulai sekarang ikuti perintahku, kau harus membalaskan kematian ibumu pada Leo Ariendra"ucap Pak Theo.
"..........."Rehan hanya diam saja.
"Aku akan membiarkanmu berpikir dulu, tapi ingat jika kau berani kembali bersama anak Leo Ariendra, aku tak segan membunuhnya"ucap Pak Theo.
Pak Theo meninggalkan Rehan diruang hukuman itu. Sementara Rehan hanya menangisi kematian ibunya.
"Kenapa semuanya begitu rumit? aku dan Cinta berada didalam dendam dan pembalasan"ucap Rehan.
Rehan sampai berlutut dan menangis, hatinya begitu terluka dengan semua itu.
**********
Cinta berdandan didepan meja rias dikamar miliknya dirumah besar milik Leo Ariendra. Zara memasuki kamar itu dan menghampiri Cinta yang sedang menatap kaca dimeja rias itu.
Dia memegang kedua bahu Cinta dengan kedua tangannya.
"Sayang kau cantik sekali hari ini"ucap Zara.
"Makasih Ma"ucap Cinta.
"Pasti berdandan secantik ini untuk Rehankan" ucap Zara.
"Mama, aku jadi malu"ucap Cinta.
"Cinta, dulu Mama juga pernah muda sepertimu, saat pergi sebuah acara Mama juga berdandan secantik mungkin untuk Papamu, biar Papamu terpesona dan terus memandangi Mama"ucap Zara.
"Iya Ma, aku ingin Kak Rehan terpesona olehku"ucap Cinta.
"Oya, Rehan kok belum datang padahal acaranya sebentar lagi dimulai"ucap Zara.
"Mungkin lagi dijalan Ma"ucap Cinta.
"Kau benar, Mama turun dulu menyambut para tamu undangan ya"ucap Zara.
"Iya Ma"ucap Cinta.
Zara keluar dari kamar itu, sementara Cinta masih memikirkan Rehan yang belum kunjung datang dan menelponnya.
"Aku telpon Kak Rehan aja deh"ucap Cinta.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif"ucap Layanan telpon itu.
"Kok nomor Kak Rehan tidak aktif, apa mungkin handphonenya lobet ya"ucap Cinta.
"Aku turun dulu sambil menunggu Kak Rehan" ucap Cinta.
__ADS_1
Cinta keluar dari kamarnya bertemu dengan Marwa.
"Kak Cinta cantik banget kaya bidadari, pantas saja Kak Rehan nempel terus sama Kakak"ucap Marwa.
"Marwa bisa aja, Marwa juga cantik kok"ucap Cinta.
"Kak Cinta....."ucap Marwa langsung memeluk Cinta.
"Semoga kita terus bersama-sama, jangan terpisahkan lagi. Marwa dan Kak Raka seneng banget Kak Cinta udah ketemu. Papa dan Mama jadi gak sedih lagi sekarang"ucap Marwa.
"Kakak juga senang bisa bertemu dengan kalian semua. Sekarang Kakak berada diantara orang-orang yang menyayangi Kakak"ucap Cinta.
"Iya Kak"ucap Marwa.
"Ayo turun ke bawah"ucap Cinta.
"Ayo Kak"ucap Marwa.
************
Raka mencari Zhafira ke kontrakkannya tapi tak ada. Dia berjalan menelusuri jalan disekeliling kontrakkannya. Sampai dia melihat Zhafira berjalan ke arah Raka. Melihat Zhafira, Raka langsung tersenyum dan menghampirinya. Raka sengaja tak menyapa Zhafira dan hanya berdiri disampingnya. Zhafira menghentikan langkahnya.
"Raka kalau mau menggodaku kenapa hanya diam saja"ucap Zhafira.
"Fira kau tahu aku ada disini?"tanya Raka.
"Aroma minyak wangimu itu khas sekali, kau memakainya kebanyakan ya"ucap Zhafira.
"Eh.......kau tahu dari mana, aku memakai minyak wangi kebanyakan?"tanya Raka.
"Semua orang yang berada disampingmu juga akan mencium bau menyengat ini"ucap Zhafira.
Raka langsung menciumi bau ditubuhnya memastikan ucapan Zhafira benar atau tidak.
"Benar juga aku terlalu wangi jadinya"ucap Raka.
"Enggak, justru aku kesini mau mencarimu"ucap Raka.
"Untuk apa kau mencari gadis buta penjual roti hangat sepertiku?"tanya Zhafira.
"Aku ingin mengajakmu ke acara pengenalan saudara kembarku"ucap Raka.
"Tapi aku hanya seorang gadis buta yang miskin, apa kau tidak akan malu nantinya mengajakku ke acara itu?"tanya Zhafira.
"Aku tidak peduli, aku hanya ingin mengenalkanmu pada keluargaku"ucap Raka.
"Benarkah?"tanya Zhafira.
"Iya, ayo"ucap Raka.
Zhafira mengangguk, dia ikut Raka masuk ke mobil pribadinya. Raka mengajak Zhafira ke salon. Zhafira dirias dan mengenakan gaun yang dibeli dari desainer. Setelah selesai Zhafira keluar dari ruangan berhias menuju ke tempat Raka menunggunya. Zhafira menghampiri Raka yang duduk disofa.
"Raka...."ucap Zhafira.
"Zha....fira......."ucap Raka terkesima melihat Zhafira begitu cantik.
"Apa ada yang salah? dari tadi perasaan aku terus dirias oleh penata rias, apa aku seperti badut?"tanya Zhafira.
Raka menghampiri Zhafira dan berbisik padanya.
"Buguru kau cantik sekali, sampai aku lupa kalau kau itu seorang gadis buta"ucap Raka.
"Baguslah setidaknya aku takkan memalukanmu, paling tidak kecantikanku mengurangi tanggapan negatif pada kebutaanku"ucap Zhafira.
"Tenanglah, kau begitu cantik, aku jadi semakin suka jalan denganmu"ucap Raka.
"Kalau begitu ayo berangkat ke rumahmu"ucap Zhafira.
__ADS_1
"Iya, ayo"ucap Raka.
Raka dan Zhafira masuk ke dalam mobil. Mereka menuju ke rumah besar Leo Ariendra.
**********
Acara pengenalan Cinta itu berada di halaman dekat taman yang cukup luas. Acara itu sengaja outdoor, tamu undangan sudah banyak yang menghadiri acara itu. Cinta berjalan diantara tamu undangan yang berjejer diacara itu. Dia begitu mengkhawtirkan Rehan yang tak kunjung datang.
Cinta berdiri didekat Leo dan Zara di dekat panggung acara.
"Cinta mana Rehan?"tanya Leo.
"Gak tahu Pa, tadi aku mencoba menghubungi tapi handphonenya tidak aktif"ucap Cinta.
"Sudah jam segini Rehan kok belum datang, acara sudah harus dimulai"ucap Zara.
"Pa, acaranya mulai saja dulu, mungkin Kak Rehan ada urusan nanti datang menyusul"ucap Cinta.
"Karena ini sudah hampir malam, acara memang sebaiknya dimulai"ucap Leo.
"Iya Pa"ucap Cinta.
Leo memutuskan untuk memulai acara pengenalan Cinta pada tamu undangan.
"Assalamu'alaikum"ucap Leo.
"Wa'alaikumsallam"ucap Para tamu undangan.
"Terimakasih untuk para tamu undangan yang sudah bersedia hadir di acara ini. Saya Leo Ariendra dan Zara Khanaya ingin memperkenalkan putri pertama kami yang 17 tahun yang lalu menghilang, kini putri kami sudah ditemukan. Ini Cinta Mustika putri kami yang telah lama hilang. Dia adalah Clara Aurellia, putri pertama kami. Kami sangat bahagia dan bersyukur bisa dipertemukan dengan putri kami kembali setelah sekian lama menghilang"ucap Leo.
Para tamu undangan langsung bertepuk tangan ikut bahagia dengan kebahagiaan Leo.
"Assalamu'alaikum"ucap Cinta.
"Wa'alaikumsallam"ucap Para tamu undangan.
"Saya Cinta Mustika, putri pertama Leo Ariendra dan Zara Khanaya. Nama asli saya Clara Aurelia. Saya terpisah dari kedua orangtua saya sejak bayi. Bertahun-tahun lamanya jauh dari mereka. Bahkan saya tak percaya bisa bertemu kembali bersama kedua orangtua dan saudara saya. Ini rasanya seperti mimpi. Tapi saya berterimakasih pada Allah SWT yang telah mempertemukan kami kembali dengan caraNya. Tiada kebahagiaan yang sempurna selain bersama dengan keluarga"ucap Cinta.
Para tamu undangan kembali bertepuk tangan ikut bahagia.
Setelah itu Leo turun dari panggung berbaur bersama para tamu undangan. Muncul Pak Theo bersama anak buahnya masuk ke acara itu. Dia menghampiri Leo.
Proook.....prooook....prooook.......
Pak Theo bertepuk tangan saat menghampiri Leo.
"Selamat atas pertemuan Anda dengan putri kandung Anda yang sudah lama menghilang"ucap Pak Theo.
"Terimakasih atas ucapannya"ucap Leo.
"Sungguh bahagia ya bisa bersama keluarga yang dicintai"ucap Pak Theo.
"Tentu, apa lagi yang berharga dari itu?"ucap Leo.
"Sesuatu yang berharga, sebaiknya dijaga jangan sampai ada yang akan tiada"ucap Pak Theo.
"Pak Theo ternyata pandai merangkai kata"ucap Leo.
Pak Theo mendekat ke tubuh Leo dan berbisik.
"Leo Ariendra, kau akan kehilangan semua senyumanmu"ucap Pak Theo.
"Anda tidak perlu khawatir, saya senang Anda peduli dengan itu"ucap Leo.
Pak Theo berjalan menjauh dari Leo.
"Mari kita bermain-main sedikit"ucap Pak Theo.
__ADS_1
Pak Theo berjalan keluar dari acara itu bersama anak buahnya.